
Sheena dan Adhi kembali ke Rumah Sakit. Keadaan Ara sudah
mulai membaik. Anak itu pun tersenyum melihat kedatangan mereka.
“Tunggu deh mas...mas Adhi katanya tadi mau ke kantor..nggak jadi ..?” tanya Sheena.
“Aku handle dari sini saja...!Nggak masalah kok...” kata Adhi.
“Papi kok sama bunda terus si...Ara ditinggal tinggal..!” ucap Ara merajuk.
“tuhh kan anakmu merajuk..” bisik Adhi di telinga Sheena.
Sheena mencubit kecil pinggang Adhi sambil memelototkan
matanya. Adhi hanya terkekeh melihat reaksi Sheena.
Sheena berjalan mendekati Ara.
“Ara udah makan...?” tanya Sheena memastikan.
“ sudah bunda...” kata Ara manja.
“Pi...jadi kan ya... bunda pulang ke rumah kita...?” tanya Ara.
"Jadi dong...tapi Ara harus semangat sembuhnya...biar kita
bisa pulang sama sama..!”kata Adhi mengedipkan matanya ke Sheena.
“Ya Ampun....Orang ini..kenapa mendadak menjadi genit kayak gini...!” batin Sheena.
Adhi menyusul Sheena mendekati Ara dan duduk disamping anak itu.
“Tapi Ara...giman ya...kalau bunda harus tinggal dengan
kita..bunda harus mau menikah dengan papi...Ara bisa nggak bujuk
Bundanya...agar mau menjadi bunda Ara beneran...dan jadi istrinya papimu yang
ganteng ini...” ucap Adhi mengeratkan pelukannya ke Ara mencoba merayu anak itu.
“Ish..Mas..!!” kata Sheena.
“Bunda mau kan ya..??kan nanti Ara nggak sendirian lagi...!” mau ya menikah dengan papi?” kata Ara kemudian.
“eh anak ini...kenapa malah nanyanya gini...!” batin Sheena.
“Pi..tapi menikah itu apa si...!Ara nggak tahu...!” kata Ara memandang papinya tersebut.
Adhi yang jarang berinteraksi dengan anak anak pun menjadi bingung harus menjelaskan seperti apa. Ia
__ADS_1
pun kelimpungan menjawabnya. Adhi melihat Sheena meminta bantuan untuk menjawab
pertanyaan anaknya itu. Namun, Sheena hanya mengangkat bahunya sambil tersenyum penuh kepuasaan melihat Adhi yang kalang kabut ditanya seperti itu.
“Menikah itu...Ara punya keluarga yang utuh...ada yang nemenin Ara belajar, bermain, tidur..mengantar Ara ke sekolah...membuatkan bekal untuk Ara..bisa jalan jalan sama papi dan bunda...dan banyak lagi..” ucap Bu Shinta membuka pintu kamar rawat Ara.
“Mami...!” kata Adhi terkejut.
“Ara mau kan ya seperti itu?”Tanya Bu Shinta sambil tersenyum gembira.
“Mau dong eyang...Ara mau...Bunda mau ya?” kata Ara memelas.
“Eh itu...anu...” ucap Sheena terbata bata karena ia bingung harus jawab Apa.
“Tentu saja Bundamu setuju...!tenang saja Ara..!” kata BU Shinta melirik Sheena dan yang dilirik pun merah padam mukanya.
“Kalianlah pulang lah dulu...ganti baju kalian...dan istirahatlah sebentar...mami yang akan jaga Ara..!” Ucap Mami Adhi
“Ya,...Ara ditinggal lagi...!” kata Ara Cemberut.
“Ara mau nggak biar Papi cepet nikah sama bunda? “ bisik Bu Shinta.
Dijawabi dengan anggukan kepala oleh anak kecil itu.
“Makanya biar kali ini papi sama bunda pergi istirahat dulu..!” bisik mami Adhi di telinga Ara.
Ara kembali mengangguk anggukan kepalanya tanda setuju. Sedangkan
“Tapi mi...tadi Adhi sudah minta pak Erwin mengantarkan berkas-berkas yang mau di tanda tangani..!” ucap Adhi kesal.
“Mami sudah meminta Gery mengntarkannya ke rumah...!!Kamu dan Sheena segera sana pulang...nanti gantian sama mami lagi...!” kata Mami Adhi memberi mereka kesempatan untuk berdua.
Adhi dan Sheena pun akhirnya pasrah dan keluar dari ruang
perawatan itu dan menuju kembali ke area parkir.
“Kita langsung ke rumah dulu ya Na..!” kata Adhi.
“Aku ke apartmen aja..!” kata Sheena.
“Bolak balik Na...udah ke rumah Aku aja...Nanti gampang soal baju...kirimkan ukuranmu biar butik mami yang mencarikannya..” kata Adhi.
“eitss...sultan mah bebasss...bass...pokoknya...!” ucap Sheena tertawa geli.
Akhirnya Adhi melajukan mobil mewahnya ke rumah. Sesampainya
di rumah para pembantu di sana pun terkejut melihat kedatangan Tuan mudanya
dengan wanita yang sederhana. Pasalnya, biasanya tuan nya itu sama sekalii
__ADS_1
nggak pernah mengajak wanita manapun bahkan nyonya nya dulu pun tidak pernah
dibiarkan satu mobil dengannya.
“Wah...bener bener sultan ya..” Ucap Sheena terkagum kagum dengan rumah Adhi.
“ini si namanya target empuk..!ikat hatinya...kuras uangnya....dan habis itu terserah anda..!” kata Sheena menggoda Adhi.
“kau yakin mau mengurasnya...?bisa menghabiskannya..??” kata Adhi.
“Sombooong...gaya..!!Bangga banget gitu ya..??” kata Sheena memicingkan sebelah matanya..
“Sebenatar mas..”Kata Sheena menghentikan langkah Adhi. Ia memandangi Adhi dari atas sampai bawah.
“Ckckckck...udah ganteng...badan bagus..tinggi ...kaya
pula...sudah berapa gadis yang rela jadi penghangat ranjangmu mas..!” kata Sheena kemudian.
“Sheena..!” kata Adhi kesal. Ia mengeratkan tangannya ke leher Sheena dan mengegelitikinya tanpa ampun.
“Ampun...Ampun...Ampun mas...sudah sudah...aku nyerah...!” ucap Sheena pasrah.
Adhi kemudian melepaskan tangannya dan membiarkan Sheena bebas dari kungkungannya.
“Ish...ya iyalah aku kalah...orang lawannya segedhe dan tinggi kayak gini...!!” umpat Sheena kesal.
“Padahal aku berbicara fakta lho..! Coba...dengan sosok seperti ini... yang antri pasti buaaaanyak....kayak jalan tol nggak ada habisnya...!” lanjut Sheena.
Adhi tetap tidak menjawab dan terus melangkahkan kakinya.
“Ngomong ngomong bener mas...kita mau nikah??kok aku jadi Nggak siap lahir batin ya...menghadapi amukan masa para secret admirer mu nantinya..!” ucap Sheena.
Adhi menghentikan langkahnya. Merangkul pinggang gadis itu dan membawanya masuk ke dalam rumah.
“Apakah aku bisa melihat wanita lain...jika wanita yang aku inginkan ada di depan mataku...!” bisik Adhi.
“Gombalnya udah ada di jemuran...!!nggak mempan...!” Ucap Sheena geli melihat tingkah Adhi yang tidak Biasa itu.
“Mau pembuktian sekarang...ayo ke kamarku..!” bisik Adhi kembali.
Sheena spontan saja meninju perut Adhi dan berlari menjauhinya.
"Na...awas kamu ya..!" teriak Adhi dan mengejar gadis itu.
"weeek...!" Ledek Sheena.
Tingkah mereka pun tak luput dari para pelayan disana.
“Tuan Adhi salah minum obat kali ya..??” Ucap Pak Anto satpam kepercayaan keluarga Atmaja.
__ADS_1
“Rumah ini bakal ramai kalo ada nona cantik itu..!”
kata Mbak Ira senang. Sudah lama sekali kehangatan keluarga ini hilang.