
Sheena beranjak dari café tersebut dan membalikkan badannya
untuk menuju ke luar daricafé namun tiba tiba ia menabrak seseorang hingga
membuat dokumen yang di bawa Sheena terjatuh.
“Maaf..tidak sengaja..”kata Sheena tanpa melihat wajah orang
yang ditabraknya.
Ia mengambil map yang terjatuh dan akan meminta maaf
kembali. Betapa terkejutnya ia bahwayang di depannya sekarang adalah orang yang ia bicarakan tadi dengan Alexander.
“Mas Adhi..!!” kata Sheena Kaget.
Yang di sapa hanya diam an masih mengepalkan tangannya kuat.
“Eh..mas Adhi ngapain ke sini..”kata Sheena.
“Kita bicara di dalam mobil...!”ucap Adhi sambil menarik tangan Sheena kasar.
Sesampainya di luar café tampak gadis yang bersama Sheena
itu menghalanginya.
“lepaskaan..!”kata perempuan itu.
“Minggir..!!” bentak Adhi.
Sheena menatap tajam kea rah Naysa dan Naysa mengerti arti
dari tatapan Sheena. Ia pun menyingkir dari hadapan Adhi.
Adhi meminta Sheena untuk masuk ke dalam mobil dan Adhi pun
menghempaskan dirinya kasar masuk ke dalam mobil hitam tersebut.
Didalam mobil pun
suasana menjadi canggung. Hening tidak ada suara. Adhi pun masih terlihat
marah.
“Sejak kapan kamu mengetahui perselingkuhan Amanda..!” ucap
Adhi memulai pembicaraan.
“Aku hanya tahu dia selingkuh...tapi tidak tahu kalau Amanda
itu mantan Istri Mas Adhi..!”kata Sheena.
“Dan aku baru tahu juga kemarin ketika aku memancing Amanda dengan
kata kata Ara bukan anak kandungnya...ekspresinya berubah seketika..!” lanjut Sheena.
“Kau tahu selingkuhannya...??” tanya Adhi masih dingin.
“Sepertinya iya..!” jawab Sheena
“Apa kau juga tahu masalah perusahaan?” tanya Adhi kembali.
“Dan seperti dugaanmu..!” jawab Sheena.
“Apa lagi yang kamu tahu..?” tanya Adhi datar.
“Mas Adhi kenal Chandra?? Temen mas Adhi waktu duduk di
banhku sekolah dulu..!” ucap Sheena.
“Dialah yang menginginkan perusahaan mas Adhi jatuh..!”Lanjutnya.
“Apa hubunganmu dengan Chandra..!” tanya Adhi lagi.
“Dia adalah orang yang paling ingin aku bunuh di muka bumi
ini..!” ucap Sheena berapi api.
“Dia dan paman pamannya itu melakukan aksi bejat kepada anak
anak di bawah umur..!!Dan anehnya mereka sama sekali tidak tersentuh oleh hukum..!”
__ADS_1
“Apa mas Adhi tahu.. mereka lah orang yang membuat hidupku
berantakan...!keluarga harus rela hidup berpindah pindah tempat..!aku di cap sebagai
pemakai obat obatan terlarang..!dan...”sheena tidak meneruskan perkatannya ia
hanya menagis menangkupkan kedua tangannya di wajah.
Adhi menarik Sheena ke dalam pelukannya. Ia tahu gadis itu
mempunyai segudang masalah yang ia pendam sendiri.
“Berbagilah denganku Na..!Apa tidak bisa kamu katakana apa
yang sedang menjadi bebanmu kepadaku...Aku menderita Na...kehilanganmu adalah
penyesalan terbesarku..!” ucap Adhi menahan sesak didadanya.
“Aku takut ditinggalkan lagi...aku takut akan terluka
lagi...gadis sepertiku yang mempunyai cacat di masa lalu apa akan ada yang mau
menerimaku dengan tulus...”
“Jangan seperti ini mas...aku tidak mau jatuh lagi dan
terluka lebih dalam..!” ucap Sheena terisak.
“Mulai sekarang dan seterusnya,,,jangan pernah pergi dariku lagi
Na..!”
“kita hadapi ini bersama..!” ucap Adhi mendekap Erat Sheena.
“Ini berbahaya mas...aku nggak mau melibatkan mas Adhi dan
keluargamu mas...apalagi Ara...!” kata Sheena sendu.
“Hei...kamu pikir aku ini Adhi yang dulu..!Adhi yang tidak
bisa apa apa..!aku ini sudah berubah Na..!Akan aku pastikan orang orang
terdekatku tidak akan terluka..!” kata Adhi tegas.
ucap Sheena sebal dan merenggangkan pelukannya.
“Itu pengecualian..aku terlalu sibuk mengurusi masalah
prusahaan..!”kilah Adhi.
“Sekarang ceritakan padaku secara lengkap apa yang terjadi
padamu..!” Tanya Adhi.
“Bisa tidak jangan disini..!di tempat yang lebih enak buat
ngobrol..!” kata Sheena.
“Baiklah..Aku antar kamu ketempat yang bisa menenangkan hati
dan pikiranmu..!” kata Adhi.
Akhirnya mobil tersebut pun melaju menyusuri jalan raya.
Menyatukan kepingan hati yang pernah terpisah dan terluka. Membuka awal yang
baru bagi keduanya.
Sementara Gery dan Naysa hanya bisa melongo dibuatnya.
“Apa mereka tidak sadar meninggalkan kita..!” kata Gery.
“Ish..Sheena itu memang kebiasaan orangnya...dasar..!!”umpat
Naysa.
“Sini motormu...aku yang bawa..kamu perempuan itu mbonceng
saja..!” kata Gery meremehkan.
“Eits...enak saja...!kagak Bisa..!!gue yang nyetir..!ucap
__ADS_1
Naysa tak mau kalah.
“Tidak tidak..!mau ditaruh dimana mukaku...!!diboncengin
sama makhluk yang bernama Cewek..!” kata Gery lagi.
“Kagak mau ya sudah..!sono ngojek sendiri..!” ledek Naysa.
Gery yang hendak memesan ojek online Akhirnya mengurungkan
niatnya. Ia teringat kalau dompet dan kunci apartemen ada di mobil tuannya
tersebut.
Ia segera merampas kunci yang di pegang Naysa. Segera
menaiki motor tersebut tanpa aba aba.
“Heh..!manusia tidak tahu sopan santun..!turun cepat..!”
kata Naysa menghardik.
Gery malah dengan santainya menghidupkan motor tersebut dan
hendak pergi.
“Eits,... tunggu tunggu...!!” teriak Naysa langsung naik ke
belakang dengan mulut dan wajah yang tidak bersahabat.
Gery hanya terkekeh melihat tingkah gadis itu.
“Naah...gitu...jadi cewek itu...tahu kodratnya...di bawah
perlindungan laki laki..!” ucap Gery meledek Naysa.
“Awas Aj nanti ya...ku balas beneran ulahmu ini..!!” gerutu
Naysa.
“Jangan banyak ngedumel neng....cepet tua..!!” ucap Gery
terkekeh.
“Ish Sialan memang nih otaku dang..!” umpat Naysa Kesal.
Sementara Sheena dan Adhi sudah sampai di sebuah danau. Tempat
itu masih sangat asri dan rindang. Banyak muda mudi di sana. Adhi menghentikan mobilnya dan melepaskan jas
yang masih menempel di tubuhnya dan kemudian menggulung lengan kemejanya.
“Kenapa Jadi merubah gaya seperti itu mas..!” kata Sheena.
“Ya biar nggak kelihatan aku lebih tua dari mu Na..! dikira nanti
aku jalan sama adiknya lagi...!” kata Adhi cemberut.
“Ngaku nih...kalau udah berumur..” ledek Sheena.
“Ish kau ini..Kamu saja yang nggak tumbuh tumbuh..!” goda
Adhi.
“Apaan si mas...Udah tumbuh besar ya..!” balas Sheena.
“Apanya yang besar Na...?” tanya Adhi menggoda,
“Au..ah gelap..!!” Balas Sheena.
Mereka pun turun dari mobil dan menyusuri jalan setapak
menuju danau. Adhi mengegnggam tanagn Sheena erat. Ia benar benar tidak mau
kehilangan gadis itu lagi. Sheena yang melihat tingkah Adhi pun tersenyum
senang. Kemudian Mereka duduk di tepi danau. Menikmati suasana yang damai saat
ini. Ada rasa nyaman di hati dan sesaat melupakan penat dan beban yang melekat.
“Siap untuk cerita Na?” tanya Adhi.
__ADS_1
Di balas Sheena dengan anggukan kepala sambil menerawang
jauh menatap danau didepannya.