Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
oh...Kinara Kaneisha Atmaja


__ADS_3

Sheena dan ketika orang itu pun terkejut. Kedua orang tua Adhi tidak percaya Kalo mereka akan melihat gadis yang selama Ini di cinta i anaknya yang sudah menghilang beberapa tahun lalu kini berdiri tegak di depan mereka. Sementara Sheena dan Adhi masih dengan pikirannya yang tidak menentu. Namun Sheena segera menahan rasa keterkejutannya saat melihat Bu shinta masih berdiri di sebelah orang Tua Adhi.


"Apa perlu saya ulang lagi ucapan Saya bu Mytha??!" kata Sheena dengan raut muka yang tidak bersahabat.


Bu Mytha akhirnya keluar ruangan tersebut dengan perasaan sangat sedih. Adhi mencoba mendekati ranjang Ara. Namun dengan kilatan amarah Sheena langsung menghentikannya.


" jangan Anda berani maju selangkah lagi..!" kata Sheena


"Na.. Apa apaan ini Na.. Kau tahu dia itu putriku..!" jawab Adhi.


Prok Prok Prok


Sheena bertepuk tangan dengan tatapan sinis.


"apa aku tidak Salah dengar..! Putrimu!?? Hebaat sekali Anda ini bersandiwara..!" Tambah Sheena.


"" jangan memancing emosiku Na.. Aku ayahnya dan aku berhak melihat kondisinya..! "kata Adhi tersulut emosi.


" HAHAHAHAAHA..! AYAH..! aku tidak Salah dengar Tuan..!!! Ayah mana yang tak memberikan waktu untuk putrinya..!! Ayah mana yang selalu sibuk mencari uang Dan lupa Kalo Ia memiliki putri..! Ayah mana yang membiarkan putrinya menunggu berjam jam diparkiran padahal Ia sudah berjanji menjemputnya..! Ayah Yang seperti apa hingga Ia tak tahu bahwa putrinya tak pernah memiliki teman karena dia seperti anak terbuang tak punya ayah dan ibu..! Ayah yang seperti apakah anda yang bahkan tidak tahu bahwa putrinya sering terluka di tubuh dan hatinya ketika di rumah maminya..! Ayah seperti apa yang bahkan tidak mengetahui perasaan putrinya padahal putrinya sangat menyayanginya..! KATAKAN PADA SAYA ANDA AYAH YANG SEPERTI APA..!!!teriak Sheena Histeris.


"kau tak berhak menghakimiku..!" kata Adhi kesal.


"menghakimi???" lihat Putrimu..! LIHAT..!bagaimana bisa anak sekecil itu harus menderita seperti itu..!! KATAKAN padaku..! Menghakimiku seperti apa yang pantasnya aku lakukan.. Hah..!! "teriak Sheena sambil terduduk di lantai. Air matanya tak berhenti mengalir.


Mbok Minah yang sudah sampai dari tadi di depan pintu akhirnya membuka pintu ruangan tersebut Dan memeluk Sheena. Mbok Minah mencoba menenangkan wanita tersebut dengan mengusap lembut punggungnya. Sementara itu Sheena semakin menangis menjadi jadi.


"gimana ini mbok...bagaimana keadaan Ara... Kenapa Ia belum bangun bangun... Bagaimana Ara bisa seperti itu..! Aku bener bener bunda yang buruk baginya..!aku bahkan tidak bisa menjaga Ara..! Ara.. mbok..!" isak Sheena sambil terus bersandar di bahu Mbok Minah.


" kuat Non... Non Sheena harus kuat..! Non Ara akan kuat juga Kalo non Sheena kuat..!"


"lihat mbok Minah non...Non Ara butuh bundanya..! Jangan lah seperti ini non..! Kalo non Ara tau Ia pasti sangat sedih..!non Sheena adalah kekuatan Non Ara..! Kuat Non.." kata Mbok Minah lembut.


Mbok Minah mengusap air mata Sheena.


" Dan tuan Adhi sama sekali tidak Salah...dia dan keluarganya tidak tahu apa yang terjadi sama non Ara...wanita itu selain mengancam non Ara juga mengancam kami dengan keselamatan non Ara..! Maaf non.. mboklah yang salah..! Harusnya mbok segera melapor ke tuan Adhi.."kata Bik inah sedih. Air matanya pun sudah menggenang di pelupuk matanya.

__ADS_1


Akhirnya Mbok Minah mengangkat tubuh Sheena dan mendudukkannya di sofa. Sementara Adhi dan orang tuanya mendekati Ara. Melihat kondisi Ara yang memprihatinkan Adhi benar benar merasa bersalah.


"aku papi yang buruk buat Ara..!" ucap Adhi sambil mulai terisak.


Mami Adhi mengelus punggungnya pelan mencoba menguatkannya.


"Kalo anda merasa menjadi ayah yang buruk.. tolong temukan bukti siapa yang terlibat dengan jatuhnya Ara di tangga..paling tidak itu bisa mengurangi rasa bersalah anda..! dan satu lagi untuk Sementara ini tolong jangan ijinkan maminya Ara ke sini..saya mohon dengan sangat untuk itu..! "kata Ara masih menahan amarahnya.


Adhi menghela nafas panjang. Ia ingin meminta penjelasan dari Bik inah setelah ini tentang apa yang terjadi.


" bun...da...bun....da..."ucap Ara lemah.


Sheena yang mendengar Ara memaggilnya langsung berdiri dan berlari menuju ranjang pesakitan itu.


" mau minum Nak...? Apa mau apa..? Bilang Sama bunda.. "kata Ara sambil menahan air matanya.


" Mi.. nuuum... "ucapnya lemah.


" Iya.. Ini bunda ambilkan.. Pelan pelan ya Nak.. "kata Sheena sambil menyodorkan air mineral dengan sedotan agar Ara mudah meminumnya. Setelah selesai, Ara mulai tersadar perlahan. Ia melihat ke arah semua orang. Dan tersenyum melihat bundanya ada di sampingnya.


"bunda..."


" ara tadi mimpi.... Ara di ajak pergi orang...tapi Ara denger bunda nangis manggil Ara.. Ara nggak mau pergi sama orang itu..Ara kasihan sama bunda..."kata Ara sambil tersenyum.


" Nanti Kalo orang itu datang lagi, bunda akan bawa balok yang Buuesaar agar tidak lagi mengajak Ara pergi.. "kata Sheena sambil menyeka air matanya.


" bunda jangan pergi ya..janji..?? "kata Ara lagi.


" janji..! Bunda janji sayang... asal Ara sembuh..."lanjut Sheena.


Melihat interaksi Sheena dan Ara ada rasa kecewa di hati Adhi. Bahkan Adhi seperti tak terlihat di depan putrinya itu.


" Ara istirahat dulu ya...tidur lagi... Istirahat yang buaaanyak... Biar cepet sembuh.. "kata Sheena.


" tapi bunda disini ya... Jagaain Ara.. "kata Anak itu lagi.

__ADS_1


"iya sayang...bunda akan disini sampai Ara sembuh nanti.." lanjut Sheena.


"rasanya sakit semua bunda..badan Ara tangan kaki leher Dan kepala Ara juga sakit.." keluh Ara.


"sini.. Bunda temani tidurnya sambil dinyanyiin ya.." kata Sheena. Ia naik ke atas ranjang tersebut mensejajarkan tubuhnya dengan Ara. Dan mulai menepuk nepuk pelan tubuh Ara sambil bersenandung kecil.


Hai kawan jangan takut jangan resah..


Bila nanti lampu mulai dipadamkan..


Kukan slalu menyanyikan lagu ini


Hingga nanti kau tidur berslimut mimpi


Jangan lupa kita esok punya janji


Smakin cepat kita tidur


Smakin cepat kita bertemu kembali...


*Berdoalah sebelum kita tidur*...


Jangan lupa cuci kaki tanganmu


Jangan lupa do'akan mama papa kita*


Berdoalah sebelum kita tidur


Jangan lupa Cuci kaki tanganmu


Do'akanlah mam papa kita.


Tak terasa suara Sheena pun mengecil dan hilang tenggelam mimpi bersama Ara.


Adhi yang melihat interaksi keduanya merasa sangat bahagia. Namun kemudian Ia melihat ke arah Mbok Minah

__ADS_1


Adhi menghampiri Mbok Minah


"mbok...kita bicara di luar..ini tentang putri Saya KINARA KANEISHA ATMAJA..!" kata Adhi tegas sambil melangkahkan kakinya keluar. Mbok Minah pun mengikuti majikannya dari belakang begitu juga dengan Mami Dan papi Adhi. Mereka sangat ingin tahu apa yang terjadi pada cucunya itu.


__ADS_2