Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
Menolong harimau


__ADS_3

Sheena mengetuk ruangan Adhi.


"masuk..!" kata Adhi.


"mau bertengkar lagi...??!" kata Adhi.


"hehehe... Tenang pak... Saya capek berantem terus...!" kata Sheena.


"cih.. Kamu itu bawahan yang sama sekali tidak punya sopan santun sama atasannya..! Kata Adhi.


" eh pak sebenarnya saya itu santun banget lho pak... Tapi sayang... Saya santunnya sama orang orang lempeng Aja..!kalo orang yang punya masalah, kejiwaan susah pak..!" jawab Sheena tak mau kalah.


"semakin cepat kamu selese semakin baik..!" lanjutnya.


"idih... Saya juga ogah pak berlama lama disini..!! Semenit aja terasa seminggu..!!" kata Sheena.


"gini pak... Tujuan saya kemari ke ruangan bapak ini adalah saya meminta ijin untuk pulang lebih dulu... Soalnya saya harus jemput anak saya pak... Maklum. Pak.. janda beranak satu itu ya begin ini...!" kata Sheena berbohong.


Adhi nampak terkejut dengan perkataan Sheena. Dia tidak berpikir bahwa Sheena sudah menikah fan bahkan sudah mempunyai anak.


" hmmm.... "jawab Adhi singkat.


" jawaban apa itu pak... Bisa di artikan boleh berarti ya..! "kata Sheena.


" oke pak... Terimakasih... "lanjut nya.


Sheena pun pamit dari ruangan tersebut.


" mungkin si boss keturunan cenayang kalee ya... Jawaban kok bukan dengan bahasa manusia..! "gerutu Sheena.


Sepeninggal Sheena, Adhi mulai memikirkan perkataan Sheena.


" ternyata cinta kami memang hanya sebatas ini...! Apa yang aku harapan dari dia selama ini...!! "gumam Adhi sambil menarik nafas panjang.


Sheena mengemasi barang barangnya.. Ia sudah ada janji untuk menemui Ara di sekolahnya. Ia cepat cepat menuju ke lift.


Ia memesan taxi online dan segera saja setelah turun dari lantai atas kantornya. Sheena sudah di tunggu oleh driver taxi tersebut.


"ke sekolah Bintang permata pak..!" kata Sheena.


"oke neng.." jawab si driver taxi tersebut.


Taxi tersebut melaju menuju ke sekalah Bintang permata. Sesampainya di sana Sheena sudah melihat Ara menunggu di pintu gerbang bersama gurunya.


"maaf bu telat apa pentasnya sudah di mulai?" tanya Sheena.


"owh..ini bundanya Ara....cantik sekali..." kata ibu guru tersebut.


"Sheena clingak clinguk panik.

__ADS_1


"maksudnya bu guru itu aku bundanya Arakah?"batin Sheena


"haduuh...anak ini...pasti dia yang mengatakan kalo aku itu bundanya..!mati aku..!kenapa jadi benran gini si..tadi di kantor kan akku ngomongnya ngasal sama si pak Boss...!Pak Boss saya benar benar kena kualat..!


"sebentar bunda.. Ada yang ingin saya bicara kan sebentar dengan bunda.." kata ibu guru Ara.


"eh..oh...baiklah..." jawab Sheena.


"Ara disini dulu ya...Bunda sebentar... Ada perlu sama bu guru.." kata Sheena pada Ara.


"Iya bunda.." kata Ara.


Sheena pun mengikuti guru Ara ke ruang guru.


"silahkan duduk bunda.." kata guru Ara.


"Iya terimakasih... Maaf ada apa ya bu..??! Apa ada masalah sama Ara?" tanya Sheena.


"sepertinya aku bakat akting...benar benar seperti ibu yang mengkhawatirkan anknya"batin sheena


Bu Mytha menghela nafas panjang.


"begini bunda...ini tentang perilaku Ara. Semakin kesini Ara semakin dijauhi teman temannya. Ia tidak suka bersosialisasi dengan teman yang lain. Bahkan di waktu istirahat, Ia hanya duduk di kursinya tanpa ada aktifitas apapun. Kemarin ketika saya tanya.. Kemungkinan ada masalah keluarga yang membuat Ara semakin tertekan... Apa ada masalah dengan keluarga Anda?? Maaf kalau saya ikut campur.. Tapi ini demi kebaikan Ara juga.."kata bu Mytha.


Sheena mencerna apa yang dikatakan bu Mytha. dan mencoba memahami posisi ibu guru tersebut.


" baiklah bu...saya akan menyelesaikan masalah ini... tapi maaf..karen ini urusan rumah tangga saya alangkah tidak baik kalo saya menceritakannya kepada ibu..."kata Sheena.


" nggak papa bu... Bu Mytha bisa langsung WA saya atau telpon saya kalau ada masalah.. "kata Sheena.


" baik bunda... Makasih atas waktunya..! "ucap bu Mytha.


" Iya sama sama... "jawab Sheena.


Sheena pun keluar dari ruangan tersebut menuju ke tempat Ara menunggu.


" Ara lama menunggu ya..!? Tanya Sheena.


"nggak bunda...kita kemana habis ini bunda..??!" tanya Ara.


"mmmm... Kita ke kedai kopi milik. Bunda yuk...!" jawab Sheena.


"itu siapa Ara..?!" tanya Sheena menunjuk orang yang berada di mobil. Hitam.


"" itu pak Min dan mbok minah... Mereka yang Njemput Ara..!"


" oooo... " jawab Sheena sambil mrnggandeng Ara menuju mobil hitam yang menunggu Ara.


" sore pak min... Mbok minah... "Sapa Sheena.

__ADS_1


" sore bu.... "jawab mereka bersamaan.


" panggil saja Sheena mbok... Saya temennya Ara.."kata Sheena.


"ini bunda Ara...!" Ara mau pergi Sama bunda..! "kata Ara kesal.


Pak. Min dan mbok minah menatap Sheena penuh curiga.


" tenang pak min...mbok minah... Saya nggak nyulik Ara....tenang aja... Ayow anterin kita ke kedai kopi LIGHTSHINE dari pada non Ara ngambek lagi...! Bisik Sheena.


Pak min dan mbok minah pun menuruti usulan Sheena. Mereka semua menuju kedai kopi LIGHTSHINE.


Sesampainya di kedai kopi, Sheena dan Ara turun dan segera masuk ke kedai kopi. Sementara pak min dan mbok minah pun mengekori mereka dari belakang.


"ayow duduk Ra..., pak min.. Mbok minah.." kata Sheena.


Mereka berempati duduk dan kemudian Sheena memanggil wItress memesankan cake dan kopi untuk mereka berempat.


"" Ara...bunda mau nanya.. Ara seneng sekolah di sana..? "kata Sheena memulai percakapan.


" tentu saja bunda...tapi Ara nggak suka sama temen temen Ara..! "jawab Kinara.


" lho kenapa Ra..?? Kan kalo punya temen kita bisa main, cerita dan bermain bersama...pokoknya menyenangkan deh Ra.. "kata Sheena.


" temen temen Ara nggak baik...! Ara di bilang tidak punya ayah dan ibu..!" kata Kinara cemberut.


"mungkin mereka belum kenal sama ayah dan mama ya Ara.." kata Sheena lembut.


"karena papi sama mami nggak pernah datang ke acara sekolah Ara... Mereka sibuk sendiri...! Apalagi mami..! Mami jahat..! Sering mukul Ara..! Tapi kata mami... Ara nggak boleh bilang papi..! Kalo Ara bilang papi... Katanya Ara mau di bawa ke luar negeri biar nggak ketemu sama papi lagi..! "kata Ara sedih.


" astaghfirullah.... Mana Ada orang tua yang kejam seperti itu..! Batin Sheena.


Sheena melirik pak min dan mbok minah. Pak min dan mbok minah pun kelihatan nya juga sangat terkejut.


Sheena merasa kasihan sama Daniara. Anak sekecil itu memiliki Luka batin yang dalam. Sheena mengusap lembut kepala Ara.


"tenang aja... Bunda pasti selalu menjaga Ara..! Kalo ada yang jahat sama Ara bilang saja ke bunda ya.." kata Sheena lembut.


"dan satu lagi...ara harus mulai berteman dengan siapapun...nanti bunda yang akan bilang ke teman temen ara kalo ara anak yang baik dan manis..." kata Sheena.


Ara pun hanya mengangguk setuju. Tak selang berapa lama Ara pun terlelap dalam sofa kecil si sudut kedai itu. Karena tidak tega membangunkan akhirnya Sheena membopong tubuh kecil itu ke lantai atas untuk ditidurkan.


Sheena mengambil handphone miliknya dan menghubungi bu Mytha. Kemudian turun ke bawah dan menghampiri pak min dan mbok minah.


"pak min.. Mbok minah.. Bisa tolong antarkan saya..."kata Sheena.


Pak min mengernyitkan dahinya seakan akan bertanya kepada Sheena maksud ucapannya itu.


Sheena yang melihat kekhawatiran dalam wajah Pak min, akhirnya melanjutkan omongannya.

__ADS_1


" nanti saya katakan di dalam. Mobil pak... Sudah tidak ada waktu lagi keburu jam nya pulang untuk Ara.." kata Sheena sambil menggandeng tangan mbok minah dan pak min menuju mobil.


__ADS_2