
Naysa menatap jengah kepada Dokter Annisa.
“Cih..! Janganlah bermimpi di siang bolong..!” kata Naysa
kesal.
“Jangan salah nona kecil... semua itu berasal dari mimpi...!
impian yang besar,...!” kata Dokter annisa.
“Akan kubuktikan kalau aku mampu membuatnya terikat
pernikahan denganku..!” kata Dokter Annisa.
“Dan kau jangan menangis ya, jika tak mendapatkannya ..” kata dokter
Annisa.
“Jangan harap ..!” kata NAysa.
“Kita buktikan saja nanti..!” kata Dokter Annisa.
“Maaf saya permisi dulu... kalau mau jus sisa saya juga nggak
papa... karena memang mungkin dokter ini, suka yang sudah bekas bekas orang
lain..!” kata Naysa.
“Hahaha..! kalau bekasnya sangat worth it kenapa nggak..!”
kata Dokter Annisa.
“Terserah..!” kata Naysa kesal dengan ulah dokter Annisa
tersebut dan meninggalkan kantin itu.
“Dasar anak kecil..! aku akan menggunakan kekuasaan papaku
untuk mengikat Gery berada di sampingku..! kau itu siapa anak kecil..! nggak ada
artinya apa apa bagi Gery..!” kata Dokter Annisa memandang tajam ke arah
kepergian Naysa.
“Dasar dokter nggak ada akhlak..! nenek sihir..!” umpat
Naysa.
“Arrghh..! dasar jelek..! jelek..!!!” kata Naysa sambil
menghentak hentakkan kakinya. Orang yang melintas pun melihat Naysa dengan
tatapan Aneh.
“Oke.. kendalikan hatimu Nay..! dia bukan siapa siapa...dan
tidak akan bisa menggangu..!” batin Naysa.
Tok tok tok
Naysa segera membuka pintu ruang rawat Gery itu dan betapa
kagetnya ia karena ia melihat sesososk orang yang paling membuatnya kesal saat
ini. Ternyata di dalam sudah ada dokter Annisa yang memeriksa Gery dan
tersenyum manis kepadanya.
“Ish..! banyak kamuflase..!!” gerutu Naysa.
Nenek sihir ini cepat sekali sampai disini..! dasar nenek
sihir...!” gumam Naysa kesal melihat saingannya sudah berada di kamar Gery dan
melirik dengan nada mengumbar kemenangan.
“Tidak bisa di biarkan ini..! lihat saja...! anak kecil ini
akan membuat kau pergi secepat kilat..!” batin Naysa dengan senyuman licik.
“Nay..! Nay..!” kata Sheena mengagetkan Naysa.
“Eh, iya... Na..!” jawab Naysa.
“Loe nggak papa kan...! loe pucet banget lagi..! istirahat
dan makan dulu sana..! sudah gue bawakan
makanan yang banyak..!” kata Sheena terkekeh.
“Aduh..!” Kata Naysa memegangi perutnya.
“Kenapa Nay..!sakit lagi..?” kata Sheena khawatir.
Gery yang melihatnya langsung beranjak dari ranjangnya dan
menghampiri Naysa.
“Kamu nggak papa Nay..? ada yang sakit...?” tanya Gery.
“Kayaknya Lukaku belum begitu sembuh...! jadi agak sakit
lagi...! bisa tuntun gue ke sofa itu...!!” kata Naysa sambil pura pura merintih
kepada Gery.
Dokter Annisa mengepalkan erat tangannya menahan emosi. Sedang
Naysa dan Gery merasa aneh dengan interaksi Gery dan Naysa.
“Apa mau aku periksa..?” tawar dokter Annisa berpura pura
baik.
“Saya akan kasih resep obatnya... jika saya diijinkan
memeriksanya..!” lanjutnya.
“ish..! kau kira aku tidak tahu akal bulusmu...! dasar Nenek
sihir...! lihat saja gue buat loe kebakaran jenggot..!!” batin Naysa.
“Nggak papa dok... saya bawa obatnya kok...! saya hanya
butuh istirahat sebentar..!” kata Naysa sambil menyandarkan kepalanya ke bahu
Gery dan pura pura terlihat sangat lemah.
“ini yang sakit siapa...yang dirawat siapa... kasihan Gery
soalnya dia juga lagi sakit..!” kata Dokter Annisa.
“Nggak papa dok... biar begini dulu saja...! lagian saya
sudah baikan kok..!” jawab Gery.
“Tapi...!” dokter Annisa terlihat kesal tapi ia harus bisa
mengendalikan diri.
“Baiklah...!” kata Dokter Annisa.
“Sebaiknya.. anda kelur dulu saja... biar Naysa bisa
istirahat..!” kata Gery meminta dokter Annisa keluar dengan sopan.
“Kalau begitu saya permisi dulu..!” kata Dokter Annisa masih
memasang senyumnya.
Ia melangkah keluar dan menutup pintu kamar itu.
“Dasar anak kecil sialan..!! awas kau..!” kata Annisa.
Sedang di ruang kamar itu, Adhi dan Sheena merasa curiga
atas tingkah mereka berdua. Adhi dan Sheena pun saling pandang. Tidak mengerti
kondisi dan sitiuasinya.
“ Yes..!! dasar nenek sihir..!!” ucap Naysa ketika dokter
Annisa sudah pergi. Ia bangun dan terlihat gembira sekali.
“Loe apa apan si Nay..!” kata Sheena.
“Ish..! loe nggak tahu si ya..! gue itu sudah pengen nyakar
nyakar dokter nenek sihir itu..!” kata Naysa.
“lah emangnya kenapa? Dia orang baik kok..!” kata Gery.
“Ish...!!! kalian itu ya... tertipu sama kecantikannya saja
kan..! Pak boss ini biasanya aja bisa jeli lihat orang... ini malah ngebelain
dia..!!”
“Kalian nggak tahu si...! tadi aku dikatakan anak kecil..!!
di hina hina teruuss di kantin..!!” kata Naysa.
“Jangan ngawur kamu Nay..! mana mungkin dokter Annisa
seperti itu... dia orangnya baik Nay..!” ucap Gery.
“Hwaaaaaaaaa.. tuh kan... kalian si teman dokter Annisa atau
temanku...!! hwaaaaaaa...!” tangis Naysa mengemparkan ruangan itu. Walaupun itu
hanya tangis kepura puraan.
“Bukan begitu Nay..!” kata Gery lembut mengusap punggung
Naysa.
__ADS_1
“Ah..! terserah..! Sana temenan aja sama nenek sihir itu..!
aku pergi Bye...!!” kata Naysa eranjak dari tempat duduknya dan pergi melangkah
keluar ruangan.
“Nay..!! selangkah lagi kamu keluar dari ruangan ini... aku
pastikan kamu akan aku kurung di apartemenku tidak boleh keluar kemana mana..!”
ucap Gery tegas.
“Eitss...!!!” ucap
Naysa menghentikan langkahnya.
“Pak Boss... !!Ampun...!nggak kok...ini nggak keluar
dech...!maaf ya... ya ya..!” sambil memasang muka memelasnya.
“Pak Boss..!! sebentar dech .. ada yang bsa jelaskan ini
semua..?!” kata Sheena.
“Begini nyonya Adhi Dharma... dia ini sekarang jadi boss
saya karena perusahaan tuan adhi bekerja sama dengan kami... kaum dhuafa yang
butuh makan...!” kata Naysa menjelaskan.
“Iya nyonya..! saya lihat perusahaan kecilnya punya potensi
untuk dikembangkan...!” kata Gery.
“Perusahaan kecil...??? helloooo...!!” ucap Naysa menepuk jidatnya.
“Memang susah kalau bicara sama golongan sultan...!”
lanjutnya.
“lalu...kenapa Naysa tinggal di apartemenmu Ger?” tanya
Sheena.
“Itu sebenarnya saya meminta Naysa tinggal bersama saya
saja... jadi saya lebih mudah menjaganya..!” kata Gery.
“Padahal ya Na...lihat pak boss ini..!! jaga diri aja nggak
bisa mau jagain anak gadis..!” kata Naysa.
“Ya itu karena saya kemarin terlalu teledor..! kedepannya
tidak akan..!” kata Gery menjelaskan.
Adhi dan sheena pun saling menatap dan tersenyum.
“Syukurlah..! sebenarnya saya dan Mas Adhi juga udah rencanain
agar kalian bisa tinggal bersama... lebih mudah mengawasinya..!” kata Sheena.
“Wah... kalian itu memang perhatian banget ya sama gue...!
salut gue...!!” kata Naysa.
“Tapi Nay... kalau boleh tahu siapa yang membuamu hamil dan
keguguran..?” kata Adhi yang di tatap tajam oleh Sheena mengingatkan.
“Aku nggak mau ya Na... kamu kepikiran teruus..!dari pada
kamu pusing mikirnya nggak kelar kelar..!” kata Adhi.
Sedang Naysa dan Gery pun saling menatap menelan ludahnya
kasar.
“Eh itu aku mau ke toilet sebentar..!” elak Naysa.
“Nanti saja Na..! ke toiletnya ..! jelaskan sekarang juga..!”
kata Adhi tegas.
“Mati gue..!! udah dech..! tamat riwayat gue..!” batin
Naysa.
“Jelaskan Nay..! apa itu ulah Chandra?” tanya Sheena
kemudian.
“Bu –bukan..! i-tu..!” kata Naysa terbata bata.
“Saya yang melakukannya tuan nyonya..!” suara lantang itu
langsung menyatakan dengan tegas.
“Kau..!ger..! jangan bercanda..!” kata Sheena.
“Maaf Nyonya..! tapi memang kenyataanya seperti itu..!” kata
Gery.
“Kalau kamu tidak sakit... sudah ku buat babak belur kamu
Ger..!”kata Adhi emosi.
“I-tu tuan Adhi bukan seperti itu..! saya yang salah..!”
kata Naysa mendekat gery.
“Nay..! kau masih membelanya...! bajingan brengsek ini..!”
kata Adhi.
“Saya tidak brengsek tuan...! say pasti bertanggung jawab
terhadap Naysa..! saya bisa pastikan itu...! namun, Naysa yang selalu
menghindar terus...!” kata Gery.
“Benar seperti itu Nay?” kata Adhi mengintimidasi.
“Emm... iya si mas..!” kaat Naysa.
“Kalau begitu kalian bisa menikah di kantor agama besok..!”
kata Adhi.
“Sebentar Mas..! besok?? Yang benar saja...! itu saya kan
harus mengurus apa apa gitu..!” elak Naysa.
“Tidak ada..! biar dipersiapkan anak buah saya..! kalian
berdua mau tidak mau harus menikah besok..!” kata Adhi tegas.
“Baik tuan...!saya siap...!!” kata Gery.
“Eh, pak Boss... main siap siap aja..! bantuin kek..! masak
besok sih...!” kat Naysa kesal.
“Tuh Nay... Gery aja sudah siap lahir batin lho...!! kamunya
juga jangan pecicilan kayak gasingan muter muter teruus..!” kata Sheena.
“Nggak enak tahu...! kebanyakan muter.. jadi pusing...!!”
goda Sheena.
“Haish..!!!” ucap
Naysa sambil duduk di sofa.
“Sudah nay... ikut Aja..! nggak usah cemberut gitu..!” ledek
gery.
“Ini sih namanya welcome penganiyayaan..!” gerutu Naysa.
“Kok bisa??” kata Sheena.
“Ya iyalah..! kalau sama pak Boss itu adanya aku di tindas
mulu sih..! “ gerutu Naysa.
“Di tindas terus... tapi suka kan..!??” goda Sheena.
“Apain sih Nay..!””ucap Sheena.
“Waah ini bakal jadi cerita sinetron pendek... Musibah berujung
nikah..!hahaha..!” kata Sheena.
“Sudah ah... Laper gue..! mau makan...!” kata Naysa.
“ Oke... silahkan... tapi jangan lupa calon suami di ajak
makan... belum makan itu...!” goda Sheena.
“Ayo Ah mas... nggak enak ngganggu calon penganten..!” kata
Sheena mengajak Adhi pergi.
“Kalau nggangu kamu boleh ya Na...!” goda Adhi sambil
mengedipkan matanya.
“Ish...!!pasangan mesum ini...!! pergi woiii pergi sana..!
kalau mau mesum pulang sana...!otak gue ternodai tahu..!” kata Sheena sambil
mengangkat sendoknya.
__ADS_1
“Iya... iya bawel..!” kata Sheena menggandeng Adhi pergi ke
luar ruangan itu.
“Nay..! kalau udah halal mah enak kayak gini Nay...!
gandengan tahu...!” goda Sheena sebelum ia menghilang menutup pintu kamar tersebut.
“Dasar..!! pasangan nggak tahu tempat..!!” ucap Naysa kesal.
“Sudah Nay... ayo makan.. wajahmu dah pucet kayak gitu
kok..!” kata Gery.
“Sini aku suapi... !” lanjutnya.
“nggak perlu pak Boss..! bisa sendiri..!” kata naysa agak
risih.
“sudah..! diem... ayo buka mulutnya...!” perintah gery.
“tangan pak boss katanya sakit..!sini biar aku saja..!” kata
Naysa.
“Sudah Nay... diem aja... buka mulutmu..!” tegas Gery.
Akhirnya Naysa pun membuka mulutnya dan melahap suapan
pertama dari Gery.
“Pak bos juga harus makan..! biar cepet pulih..!” kata Naysa
sambil mengambil nasi dengan tangannya dan menyuapi Gery juga.
“Nay..boleh aku minta satu hal?” kata Gery.
“heh..! apa Pak bos...! perasaanku kok jadi nggak enak..! “
kata Naysa.
“Ish..! kamu itu sukanya mikir negative terus..!” kata Gery
mencubit hidung Naysa.
“Kebiasaan nih pak boss..!” gerutu Nyasa.
“Nggak bisa diilangin Nay..! gemes liat kamu seperti itu..!”
ucap Gery terkekeh.
“Ada apa..! katakan saja..!” kata Naysa.
“Jangan panggil pak boss lagi...! panggil Aja Mas, sayang,
honey atau apalah yang kedengarannya enak...!” kata Gery.
“hah..!” Naysa yang mendengarnya pun melongo.
“Iya.. nggak enak didenger kalau kamu ngomongnya pak Boss
melulu..!” kata gery
“Mas Gery, ah nggak nngak kayak kurang bagus... nggak gue
banget..!” kata Naysa mempraktekkan.
“Sayang...! haduh itu apalagi...bikin bulu kudukku
merinding..!” lanjut naysa.
Gery hanya tersenyum melihat kelakuan Naysa.
“ah aku tahu...! abang aja...!” kata Naysa.
Gery menaikkan satu alisnya.
“Kayak abang siomay..abang tukang bakso dong Nay..!” gerutu
Gery.
“Mau nggak? Kalau nggak mau ya sudah..!” kata Naysa.
“Ya sudah.. nggak papa lah... terserah kamu aja Nay..!” kata
Gery pasrah.
“Aku sudah kenyang Bang..!” kata Naysa.
“Lancar amat Nay...udah biasa ya... panggil abang tukang
batagor langganan..!” kata Gery.
“hahahaha..! nggak lah..! ini juga baru belajar lho bang..!”
kata Naysa lagi.
“Sini...! “ kata gery meminta Naysa mendekat ke arahnya.
“Ada apa pak bos..! eh abang..!” kata Naysa.
“Mendekat sini tak bisiki sesuatu..!” kata Gery.
“Apaan sih... nggak ada orang pakai bisik nisik segala..!”
kata Naysa.
Ia pun mendekat ke arah Gery. Sekarang Gery benar benar bisa
melihat wajah Naysa dari dekat. Ia pun menarik tengkuknya dan mencium bibir
Naysa dengan lembut. Naysa yang mulanya tersentak kaget akhirnya ikut dalam
permainan itu. Ia pun menikmati ciuman bossnya itu, pria tua nakal yang selalu
mengganggunya, dan ia juga sangat mencintainya. Mereka pun terlena dalam ciuman yang semakin panas, hingga tanpa sengaja
Naysa menekan punggung Gery dan seketika Gery melepaskan ciumannya dan
mengaduh.
“Abang nggak papa..!maaf maaf..! nggak sengaja..!”kata Naysa
khawatir.
“Nggak papa Nay..! hanya nyeri sedikit..!” ucap gery sambil
meringis.
“Sebenarnya... siapa yang melukai abang sampai seperti ini..!” keluh Naysa.
“Nay... !” Gery memaksa naysa untuk duduk di depannya lagi.
“Dengarkan aku..!”lanjut Gery.
“Aku tahu mungkin bayang bayang Nayaka akan selalu ada
diantara kita..! tapi apapun itu... yakinlah aku benar benar tidak bisa
kehilanganmu... sedetik pun... !”
“Aku tahu aku bukan lelaki romantis untuk kamu... tapi
yakinlah aku akan ada selalu yang paling depan agar kamu tidak terluka..!”
“Karena aku tidak bisa melihatmu terluka... bagiamanapun
bentuknya..! biar aku saja yang terluka untukmu..! maka aku akan bisa berdiri
tegar untukmu..!
“tapi aku akan rapuh jika kamu yang terluka..!”
“berjanjilah kamu akan selalu percaya padaku saat jalan didepan
nanti akan terasa sangat sulit..!”kata Gery menatap intens Naysa.
“Bang... maaf aku
yang tidak jujur padamu dari awal... aku berjanji sampai titik terendahku aku
akan selalu mempercayaimu... bahkan jika abang berbohong padaku... aku akan
selalu mempercayainya..!” kata Naysa dan memeluk erat Gery.
“justru akulah yang tidak bisa kehilangnmu bang..!” ucap
Naysa.
“jangan pernah meninggalkan aku bagaimanapun itu...!” kata
Naysa.
Tepat saat ini terdengar sayup sayup lagu dari Andmesh di ruangan tersebut.
Kuharap semua ini bukan sekedar harapan
Dan juga harapan ini bukan sekedar khayalan
Biarkan 'ku menjaganya sampai berkerut
Dan putih rambutnya jadi saksi cintaku padanya
Tak main-main hatiku
Apa pun rintangannya kuingin bersama dia
Kumau dia, tak mau yang lain
Hanya dia yang s'lalu ada kala susah dan senangku
Kumau dia, walau banyak perbedaan
Kuingin dia bahagia hanyalah denganku
__ADS_1
Bukan ku memaksa, oh Tuhan
Tapi kucinta dia (yang kucinta hanya dia)...