
Gery yang merasakan kenikmatan yang luar biasa saat di
sentuh oleh Indira menghancurkan pertahanannya. Ia sudah mengungkung Indira
dengan tangan kekarnya dan akan memulai aksinya. Namun kelebatan bayangan Naysa
muncul kembali dalam ingatannya. Bagaimana Mereka menghabiskan malam panjang
mereka, dan memasuki Naysa untuk pertama kalinya. Gery pun terkaget dan
mendorong tubuh Indira. Dengan sekuat tenaga Gery menormalkan tubuh nya.
Merapikan pakaiannya kembali dan berlari keluar kamar tersebut.
“Ini kuncinya jangan biarkan dia keluar..!” ucap Gery menegang
menahan hawa nafsunya yang sudah di ubun ubun. Gery pun menekan nomor seseorang
sambil berlari ke arah mobil.
“Aku akan ke apartemenmu! Aku tidak mau tahu kamu harus
berada disana sekarang..!!” teriak Gery.
Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan hampir
gila menahan hasratnya.
Sampailah ia di apartemen yang minimalis itu. Ia segera
keluar dan berlari mengetuk pintu Apartemen tersebut.
Tok tok tok
Belum ada sahutan dari dalam.
Ia mengetuk sekali lagi dengan agak keras. Gery sudah hampir
gila menahan hasratnya.
Terdengar derap langkah dari bawah apartemen itu dengan
makian yang ia tujukan kepada seseorang.
“Ish.. apa apan itu pak tua..! seenak jidatnya saja menyuruh
kesana kemari ..! dikira gue nggak ada kerjaan apa..!” Gerutu Naysa.
Melihat Naysa yang datang dari arah belakang, ia segera
menarik tangan Naysa.
“Cepat buka pintu apartemenmu..!” kata Gery setengah
membentak.
Naysa yang kaget dan sedikit ketakutan melihat sorot mata
Gery yang memerah, akhirnya membukakan pintu apartemen itu. Naysa yakin ada
yang tidak beres dengan Pak tua itu. Gery pun menerobos masuk dan menarik
tangan Naysa agar mendekat ke tubuhnya. Aroma tubuh wanita itu membuat Gery
semakin menggila. Di lumatnya bibir merah jambu itu dengan paksa, Naysa yang
kaget mencoba memberontak dan memukul dada bidang Gery. Namun tenaga Naysa
kalah Kuat. Gery semakin tak bisa mngontrol hasratnya. Di tariknya kemeja Naysa
hingga semua kancingnya pun lepas tak bersisa. Naysa masih mencoba melawan.
“Tidak ada cara lain... Maaf ya Pak Boss...! anda sudah
tidak senonoh dengan saya..!” batin Naysa.
Gery yang sudah menjamah dan meremas dua buah benda sintal didepaannya
dan memaksa membuang penutupnya itu terus menekan Naysa agar tidak berontak.
Buk buk buk..!
“Ah..!” teriak Gery kesakitan.
“Maaf Pak Bos... Anda memang harus di beri pelajaran
sepertinya..!” kata Naysa.
Ia mengambil sapu dan memukul tepat di tengkuk laki laki itu
hingga ia jatuh tersungkur dan pingsan.
“Dasar merepotkan..!” gerutu Naysa.
Ia menyeret tubuh Gery ke kamar mandi dan mengguyurnya
dengan Air. Gery yang pingsan akhirnya mulai tersadar. Ia membuka matanya perlahan merasakan tubuhnya
yang terasa remuk dan dingin.
__ADS_1
“Sudah sadar pak Bos?” tanya Naysa.
Gery mencoba untuk membenarkan duduknya. Dan memegangi
kepalanya karena sakit. Ia pun mulai mengingat kejadian yang tadi menimpanya.
Kemudian ia melihat ke arah gadis bar bar itu, Senyum kemenangan terlihat di
bibirnya.
“Rupanya setelah pertempuran kita tadi kau masih mau
menggodaku nona?” kata Gery melihat dengan jelas ke arah Naysa.
Naysa yang sedikit heran akhirnya memperhatikan ke arah pandangan
Gery.
“Ish kurang ajar...!!” Naysa mengumpat dan menyemprotkan air
itu lagi ke wajah Gery dan meninggalkan kamar mandi tersebut.
“Aku akan sangat senang sekali jika kamu mau menunjukkannya padaku..”
teriak Gry dari dalam kamar mandi.
“Psikopat..!! mesum..!!” Jawab Naysa sambil berteriak dan
menutup pintu kamar dengan Kasar.
Ternyata waktu Naysa menyeret Gery ke dalam kamar mandi ia
tidak menyadari bahwa semua kancing bajunya terlepas dan terlihat Bra merah
muda yang membungkus dua gundukannya. Karena panik Naysa lupa mengganti bajunya
dan membiarkan itu terbuka sampai Gery tersadar. Akhirnya Gery yang menang
sudah melihat sebagian tubuh gadis bar bar itu.
“Dasar gadis bar bar..! tapi bukankah rasanya ...” Gery
tidak meneruskan perkataanya hanya memandangi tangannya yang ia ingat sudah
meremas dua benda yang sering ia tutupi di balik kemejanya itu.
Dengan sempoyongan Gery pun berdiri dan mencoba melangkah ke
luar kamar mandi. Dari arah yang sama Naysa sudah berganti pakaian dengan
pakian yang casual. Gery memperhatikan wanita itu dengan seksama , entah
mengapa jantungnya mulai tidak terkontrol ketika melihat gadis itu. Hal itu
merenggut kesucian gadis itu. Dan dengan entengnya, gadis bar bar itu
memberikan alasan yang tidak masuk di akal.
“Apa menurutmu dengan akal akalanmu itu, seorang Gery akan
mudah tertipu..!” seringai liciknya pun muncul.
“Aku akan lihat sampai kapan kamu mau menyembunyikannya...!
dan ada alasan apa kamu menyembunyikannya..!”Batin Gery.
“Wanita lain menungguku datang ke ranjangnya.. tapi gadis bar
bar sepertimu malah menolakku mentah mentah..!”lanjutnya.
“Nih.. pak Bos..!” kata Naysa menyadarkan lamunan Gery.
“Besok besok itu harus lebih waspada karena banyak wanita
yang akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan pria yang disukainya..!”
kata Naysa sambil menyodorkan baju pria kepada Gery.
“Maaf tapi dalemannya nggak ada ya....! “ Lanjut Naysa.
“Terus gimana donk Nay... masak menggantung gini..!” Goda Gery.
“Ish pak tua Ini...! bisa nggak si omongannya itu disaring
sedikit..! ada anak yang belum cukup umur ini..!” kata Naysa.
“Siapa yang belum cukup Umur?” Tanya Gery.
“Ya orang di depan bapak ini lah..!” sahut Naysa.
“ Benarkah?!” kata Gery mendekat.
“Bapak Mau kena bogeman saya lagi..! udah sana ganti
baju..!!” kata Naysa ketus.
Gery pun terkekeh melihat tingkah Naysa.
“Aku benar benar gila jika berdekatan dengan gadis ini..!”
__ADS_1
kata Gery menuju kamar Naysa untuk ganti baju.
“Eh, Kok malah masuk kamar gue..!” kata Naysa setengah sadar.
“Pak bos..!! jangan di dalam kamar..!!! cepat keluar.. di
kamar mandi saja ganti bajunya..!” teriak Naysa dari luar. Dan percuma pintu
kamar sudah terkunci dari dalam.
“Ish... nggak bisa dibiarkan.. ! di dalam banyak sekali
barang barang penting..!” gumam Naysa.
“Kunci duplikat..! iya kunci duplikat..!” kata Naysa. Ia pun
mencari kunci duplikat kamarnya itu.
Sementara di dalam kamar, Gery mengamati kamar tersebut. Kamar
tersebut sangat minimalis namun tertata rapi. Dibukanya lemari pakaian Naysa.
Hanya ada beberapa baju disana dan juga baju pria.
“Baju pria siapa yang ia simpan disini?” batin Gery.
“Apa dia punya kekasih? Jangan jangan ia tidak mau
memberitahukan kejadian itu karena ia telah memiliki seorang kekasih..!” batin
Gery bertanya tanya.
Hatinya mendadak sakit, entah sakit karena apa tapi itu
menyisakan sesak didadanya. Ia menutup lemari pakaian itu namun tiba tiba
matanya tertuju pada sebuah kotak hitam di bawah pakaian. Gery pun mencoba
membuka kotak hitam itu. Dan betapa terkejutnya dia. Di dalam kotak hitam
tersebut terdapat senjata api dan juga senjata tajam. Ada juga beberapa obat
obatan entah jenis obat apa itu Gery pun tidak tahu.
“Gadis ini seperti apa kehidupannya kenapa dia menyimpan hal
hal seperti ini?” batin Gery. Ia mencoba menutup kembali Kotak tersebut dan
berganti pakaian. Setelah selesai terlihat ada notifikasi dari ponsel Naysa
yang tertinggal.
Perusahan KY group sukses!
Isi pesan di ponsel tersebut.
“Apa maksudnya ini?” kata Gery pelan.
Tiba tiba suara pintu mulai di buka, Gery meletakkan kembali
ponsel tersebut.
“Hei, pak Tua...! lama sekali..! kalau mau ganti baju di
kamar mandi..! jangan dikamar seorang gadis yang lugu ini pak tua..!” ucap
Naysa kesal mendekat ke arah Gery.
Gery mencubit hidung Naysa.
“Jangan panggil aku pak tua..! sekali lagi kamu panggil itu
aku tidak menjamin kehidupan karyawan Almira Art and Design..!” kata Gery
tersenyum
“Bisanya nganceeemmm teruuus... teruuus... teuuruuuussss..!” gerutu Naysa.
Setelah itu Gery pun melangkah keluar kamar.
“Naysa...!”
Tiba tiba Rio datang masuk ke apartemen Naysa. Rio yang
melihat Gery pun terdiam. Begitu juga Gery menatap tidak suka dengan laki laki
di hadapannya itu.
Ini aku up lagi ya kak... karena rasanya nggak ikhlas aja
Gery masuk ke WC umum...hahaha.
Yang masih silent readers and the readers, terimakasih banyak sudah mau
mampir ke novel ku yang masih jauh dari kata sempurna... hanya penulis amatiran
yang mencoba menuangkan ide menulis.. tapi kalau sempat jangan lupa tinggalin
jejaknya... hanya tekan Like, Commnet , Vote dan dijadikan favorit... udah
__ADS_1
sesimple itu...hehehe.
Happy reading....