Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
Bertemu Rio


__ADS_3

Gery yang merasakan kenikmatan yang luar biasa saat di


sentuh oleh Indira menghancurkan pertahanannya. Ia sudah mengungkung Indira


dengan tangan kekarnya dan akan memulai aksinya. Namun kelebatan bayangan Naysa


muncul kembali dalam ingatannya. Bagaimana Mereka menghabiskan malam panjang


mereka, dan memasuki Naysa untuk pertama kalinya. Gery pun terkaget dan


mendorong tubuh Indira. Dengan sekuat tenaga Gery menormalkan tubuh nya.


Merapikan pakaiannya kembali dan berlari keluar kamar tersebut.


“Ini kuncinya jangan biarkan dia keluar..!” ucap Gery menegang


menahan hawa nafsunya yang sudah di ubun ubun. Gery pun menekan nomor seseorang


sambil berlari ke arah mobil.


“Aku akan ke apartemenmu! Aku tidak mau tahu kamu harus


berada disana sekarang..!!” teriak Gery.


Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan hampir


gila menahan hasratnya.


Sampailah ia di apartemen yang minimalis itu. Ia segera


keluar dan berlari mengetuk pintu Apartemen tersebut.


Tok tok tok


Belum ada sahutan dari dalam.


Ia mengetuk sekali lagi dengan agak keras. Gery sudah hampir


gila menahan hasratnya.


Terdengar derap langkah dari bawah apartemen itu dengan


makian yang ia tujukan kepada seseorang.


“Ish.. apa apan itu pak tua..! seenak jidatnya saja menyuruh


kesana kemari ..! dikira gue nggak ada kerjaan apa..!” Gerutu Naysa.


Melihat Naysa yang datang dari arah belakang, ia segera


menarik tangan Naysa.


“Cepat buka pintu apartemenmu..!” kata Gery setengah


membentak.


Naysa yang kaget dan sedikit ketakutan melihat sorot mata


Gery yang memerah, akhirnya membukakan pintu apartemen itu. Naysa yakin ada


yang tidak beres dengan Pak tua itu. Gery pun menerobos masuk dan menarik


tangan Naysa agar mendekat ke tubuhnya. Aroma tubuh wanita itu membuat Gery


semakin menggila. Di lumatnya bibir merah jambu itu dengan paksa, Naysa yang


kaget mencoba memberontak dan memukul dada bidang Gery. Namun tenaga Naysa


kalah Kuat. Gery semakin tak bisa mngontrol hasratnya. Di tariknya kemeja Naysa


hingga semua kancingnya pun lepas tak bersisa. Naysa masih mencoba melawan.


“Tidak ada cara lain... Maaf ya Pak Boss...! anda sudah


tidak senonoh dengan saya..!” batin Naysa.


Gery yang sudah menjamah dan meremas dua buah benda sintal didepaannya


dan memaksa membuang penutupnya itu terus menekan Naysa agar tidak berontak.


Buk buk buk..!


“Ah..!” teriak Gery kesakitan.


“Maaf Pak Bos... Anda memang harus di beri pelajaran


sepertinya..!” kata Naysa.


Ia mengambil sapu dan memukul tepat di tengkuk laki laki itu


hingga ia jatuh tersungkur dan pingsan.


“Dasar merepotkan..!” gerutu Naysa.


Ia menyeret tubuh Gery ke kamar mandi dan mengguyurnya


dengan Air. Gery yang pingsan akhirnya mulai tersadar.  Ia membuka matanya perlahan merasakan tubuhnya


yang terasa remuk dan dingin.

__ADS_1


“Sudah sadar pak Bos?” tanya Naysa.


Gery mencoba untuk membenarkan duduknya. Dan memegangi


kepalanya karena sakit. Ia pun mulai mengingat kejadian yang tadi menimpanya.


Kemudian ia melihat ke arah gadis bar bar itu, Senyum kemenangan terlihat di


bibirnya.


“Rupanya setelah pertempuran kita tadi kau masih mau


menggodaku nona?” kata Gery melihat dengan jelas ke arah Naysa.


Naysa yang sedikit heran akhirnya memperhatikan ke arah pandangan


Gery.


“Ish kurang ajar...!!” Naysa mengumpat dan menyemprotkan air


itu lagi ke wajah Gery dan meninggalkan kamar mandi tersebut.


“Aku akan sangat senang sekali jika kamu mau menunjukkannya padaku..”


teriak Gry dari dalam kamar mandi.


“Psikopat..!! mesum..!!” Jawab Naysa sambil berteriak dan


menutup pintu kamar dengan Kasar.


Ternyata waktu Naysa menyeret Gery ke dalam kamar mandi ia


tidak menyadari bahwa semua kancing bajunya terlepas dan terlihat Bra merah


muda yang membungkus dua gundukannya. Karena panik Naysa lupa mengganti bajunya


dan membiarkan itu terbuka sampai Gery tersadar. Akhirnya Gery yang menang


sudah melihat sebagian tubuh gadis bar bar itu.


“Dasar gadis bar bar..! tapi bukankah rasanya ...” Gery


tidak meneruskan perkataanya hanya memandangi tangannya yang ia ingat sudah


meremas dua benda yang sering ia tutupi di balik kemejanya itu.


Dengan sempoyongan Gery pun berdiri dan mencoba melangkah ke


luar kamar mandi. Dari arah yang sama Naysa sudah berganti pakaian dengan


pakian yang casual. Gery memperhatikan wanita itu dengan seksama , entah


mengapa jantungnya mulai tidak terkontrol ketika melihat gadis itu. Hal itu


merenggut kesucian gadis itu. Dan dengan entengnya, gadis bar bar itu


memberikan alasan yang tidak masuk di akal.


“Apa menurutmu dengan akal akalanmu itu, seorang Gery akan


mudah tertipu..!” seringai liciknya pun muncul.


“Aku akan lihat sampai kapan kamu mau menyembunyikannya...!


dan ada alasan apa kamu menyembunyikannya..!”Batin Gery.


“Wanita lain menungguku datang ke ranjangnya.. tapi gadis bar


bar sepertimu malah menolakku mentah mentah..!”lanjutnya.


“Nih.. pak Bos..!” kata Naysa menyadarkan lamunan Gery.


“Besok besok itu harus lebih waspada karena banyak wanita


yang akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan pria yang disukainya..!”


kata Naysa sambil menyodorkan baju pria kepada Gery.


“Maaf tapi dalemannya nggak ada ya....! “ Lanjut Naysa.


“Terus gimana donk Nay... masak menggantung gini..!” Goda Gery.


“Ish pak tua Ini...! bisa nggak si omongannya itu disaring


sedikit..! ada anak yang belum cukup umur ini..!” kata Naysa.


“Siapa yang belum cukup Umur?” Tanya Gery.


“Ya orang di depan bapak ini lah..!” sahut Naysa.


“ Benarkah?!” kata Gery mendekat.


“Bapak Mau kena bogeman saya lagi..! udah sana ganti


baju..!!” kata Naysa ketus.


Gery pun terkekeh melihat tingkah Naysa.


“Aku benar benar gila jika berdekatan dengan gadis ini..!”

__ADS_1


kata Gery menuju kamar Naysa untuk ganti baju.


“Eh, Kok malah masuk kamar gue..!”  kata Naysa setengah sadar.


“Pak bos..!! jangan di dalam kamar..!!! cepat keluar.. di


kamar mandi saja ganti bajunya..!” teriak Naysa dari luar. Dan percuma pintu


kamar sudah terkunci dari dalam.


“Ish... nggak bisa dibiarkan.. ! di dalam banyak sekali


barang barang penting..!” gumam Naysa.


“Kunci duplikat..! iya kunci duplikat..!” kata Naysa. Ia pun


mencari kunci duplikat kamarnya itu.


Sementara di dalam kamar, Gery mengamati kamar tersebut. Kamar


tersebut sangat minimalis namun tertata rapi. Dibukanya lemari pakaian Naysa.


Hanya ada beberapa baju disana dan juga baju pria.


“Baju pria siapa yang ia simpan disini?” batin Gery.


“Apa dia punya kekasih? Jangan jangan ia tidak mau


memberitahukan kejadian itu karena ia telah memiliki seorang kekasih..!” batin


Gery bertanya tanya.


Hatinya mendadak sakit, entah sakit karena apa tapi itu


menyisakan sesak didadanya. Ia menutup lemari pakaian itu namun tiba tiba


matanya tertuju pada sebuah kotak hitam di bawah pakaian. Gery pun mencoba


membuka kotak hitam itu. Dan betapa terkejutnya dia. Di dalam kotak hitam


tersebut terdapat senjata api dan juga senjata tajam. Ada juga beberapa obat


obatan entah jenis obat apa itu Gery pun tidak tahu.


“Gadis ini seperti apa kehidupannya kenapa dia menyimpan hal


hal seperti ini?” batin Gery. Ia mencoba menutup kembali Kotak tersebut dan


berganti pakaian. Setelah selesai terlihat ada notifikasi dari ponsel Naysa


yang tertinggal.


Perusahan KY group sukses!


Isi pesan di ponsel  tersebut.


“Apa maksudnya ini?” kata Gery pelan.


Tiba tiba suara pintu mulai di buka, Gery meletakkan kembali


ponsel tersebut.


“Hei, pak Tua...! lama sekali..! kalau mau ganti baju di


kamar mandi..! jangan dikamar seorang gadis yang lugu ini pak tua..!” ucap


Naysa kesal mendekat ke arah Gery.


Gery mencubit hidung Naysa.


“Jangan panggil aku pak tua..! sekali lagi kamu panggil itu


aku tidak menjamin kehidupan karyawan Almira Art and Design..!” kata Gery


tersenyum


“Bisanya nganceeemmm teruuus... teruuus... teuuruuuussss..!” gerutu Naysa.


 Setelah itu Gery pun melangkah keluar kamar.


“Naysa...!”


Tiba tiba Rio datang masuk ke apartemen Naysa. Rio yang


melihat Gery pun terdiam. Begitu juga Gery menatap tidak suka dengan laki laki


di hadapannya itu.


Ini aku up lagi ya kak... karena rasanya nggak ikhlas aja


Gery masuk ke WC umum...hahaha.


Yang masih silent readers and the readers, terimakasih banyak sudah mau


mampir ke novel ku yang masih jauh dari kata sempurna... hanya penulis amatiran


yang mencoba menuangkan ide menulis.. tapi kalau sempat jangan lupa tinggalin


jejaknya... hanya tekan Like, Commnet , Vote dan dijadikan favorit... udah

__ADS_1


sesimple itu...hehehe.


Happy reading....


__ADS_2