Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
#8# makan tu gengsi...!


__ADS_3

Setelah pak satpam mempersilahkan masuk.. Tiba tiba Adhi mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan Sheena.


"hmm.. Gak jadi pak... Tadi hanya memastikan kalau Sheena baik baik saja.. Dan sudah pulang ke rumah..!"Kata Adhi.


" namanya siapa mas.. Nanti saya sampaikan ke mbak Sheena.. "kata pak satpam lagi.


" nggak usah pak... Jangan bilang kalau saya ke sini aja... "


" lho kok gitu mas..?! "tanya pak satpam curiga


" "mmm... Anu pak...saya diminta ibunya mengawasi.. Jadi kalau Sheena tahu sedang di awasi dia bisa Marah sama ibunya..! Jawab Adhi ngasal.


" owh ya sudah kalau gitu... "! Kata pak satpam.


" saya permisi pak..selamat siang..!"Kata Adhi sambil meninggalkan kos Sheena.


Adhi tidak kembali ke kantor. Ia langsung pulang menuju rumahnya. Setelah selese memarkirkan motornya ke garasi, Ia merebahkan tubuhnya di kasur. Bayangan Sheena pun masih memenuhi otaknya. Tiba tiba perutnya mendadak sangat perih. Sepertinya maagku kambuh.. Dari tadi pagi belum makan.. Sambil memegang perutnya Ia mencoba untuk bangun... Tapi tubuhnya sangat lemah. Akhirnya Ia jatuh di lantai dan pingsan menahan sakit.


Di tempat kos Sheena, Sheena hendak keluar cari makan. Ia memutuskan untuk jalan kaki saja menuju warung terdekat kosnya.


"selamat siang mbak... Mau kemana??" tanya pak satpam.


"mau cari makan pak..sudah lapar.." jawab Sheena.


"owh ya mbak... Tadi ada temen yang nyariin mbak Sheena.." kata pak satpam.


"siapa pak..?" tanya sheena


"laki laki mbak... Naik motor. .. Tinggi ganteng pisan..." kata pak satpam.


Sheena mencoba untuk berpikir.


"pakai jaket hitam di belakang ada tulisan A. D. A. bordir warna merah.." tanya Sheena.


"Iya mbak sepertinya... Tapi tadi mas nya gak mau nyebut in namanya... Terus langsung pulang.." kata Pak satpam.


"terimaksih ya pak.." kata Sheena.


ada apa ya dia datang kesini.. Apa ada urusan kantor yang penting...Batin Sheena.


Sheena pun tidak jadi jalan kaki. Ia mengambil motornya dan membeli sebungkus Soto dan dua bungkus Nasi putih beserta gorengan. Perasaannya mendadak tidak enak. Dia ke pikiran dengan Adhidharma. Tanpa pikir panjang dia melajukan Motornya ke rumah Adhidharma.


ring tong... Ting tong..


Suara bel berbunyi.. Tapi tidak ada jawaban sama sekali. Sheena mencoba membuka pintu depan dan ternyata tidak terkunci. Ia menyusuri ruang tamu sambil memanggil Adhi tapi tetap tidak ada sahutan sama sekali. Sampai lah di pada kamar utama. Ketika Ia membuka pintunya betapa terkejutnya Sheena ternyata Adhi sudah tergeletak di lantai.

__ADS_1


"mas Adhi...! Bangun mas..!" dia menepuk nepuk wajah Adhi. Adhi pun tersadar dan masih memegang I perutnya yang sakit.


"ayoo mas... Kita ke kasur dulu... Tak bantu.." kata Sheena.


Adhi yang tak punya tenaga apapun hanya menurutinya. Sheena melonggarkan dasi yang mengikat leher Adhi, melonggarkan sabuk pinggangnya dan membuka kancing kemeja atas biar terasa nyaman. Ia berlari ke dapur mengambil kompresan dan mengompres kepala Adhi.


Sheena pun memanggil dokter untuk memeriksa Adhi. Selang 20 menitan dokter Rian datang.


"gimana dok keadaannya??" tanya Sheena.


"tadi tiba tiba pingsan dan badan nya panas sekali.." lanjut Sheena.


Dokter Rian mulai mengecek Adhidharma.


"maagnya kambuh.. Mungkin dari pagi belum makan.. Sepertinya suami anda sudah punya maag akut... Jadi lebih di perhatikan saja pola makan ya.." kata dokter rian


"ini saya kasih resep obat.. Dan buatkan bubur untuk makannya..." lanjut dokter Rian.


Sheena hanya mengiyakan tanpa membantah apapun. Karena memang dia sangat panik. Setelah dokter Rian pulang, Sheena kedapur membuatkan bubur untuk Adhi.


Di kamar, Sheena membangunkan Adhi untuk makan bubur.


" mas.. Bangun.. Makan bubur nya dulu... Habis itu minum. Obat.." kata Sheena.


Adhi di senderkan di kasur dan Sheena pun menyuapi Adhi dengan telaten setelah itu membuatnya minum obat. Akhirnya Adhi pun kembali tidur.


"sudah lah pakai baju mas Adhi dulu kayak kemarin... Lagian kan darurat..!" batin Sheena.


Sheena melangkahkan kakinya ke kamar mandi. sebelumnya Ia mengambil kemeja dan celana pendek milik Adhi.


Selese mandi Ia memandangi wajah Adhi. Nampak wajah yang lelah dan kesakitan.


" pagi tadi coba waktu aku bawakan sarapan dia makan.. Nggak usah gengsi bilang sudah makan kan ya nggak begini kan.." gumam Sheena.


Ia merangkak ke atas kasur dan mengatur kompresan di kepala Adhi. Tak terasa Ia juga tertidur di samping Adhi. Sekitar jam 4, Adhi terbangun. Ia melihat Sheena sudah ada di sampingnya.


" sepertinya dia benar benar mengkhawatirkan keadaanku" batin Adhi.


"cantik..!" Adhipun membelai wajah Sheena lembut.


Sheena yang merasakan ada tangan yang bergerak pun mulai membuka matanya. Seketika itu adhipun pura pura terlelap.


"eh... Sudah sore ternyata..." kata Sheena.


Di pegangnya dahi Adhi.

__ADS_1


"sudah tidak demam..syukur lah..! Kata Sheena.


Adhipun membuka matanya. Pura pura kaget melihat keberadaan Sheena.


" Sheena..! "kata Adhi.


" sudah sadar..??! Gimana enak. Sakit..??! "


" ih apaan sih..! " kata Adhi kesal.


" ya Iya.. Sakit kok dipiara...piara itu kelinci, marmut kayak gitu tu lucu.. Membuat hati senang riang gembbira..! Lha ini yang di piara gengsi..!puas makan gengsi..?!"


"kalao ngomong itu yang jelas... Biar manusia itu bisa paham..!" Gerutu Adhi.


" heh... Kamu itu ya mas.. Pagi pagi di tawari sarapan bilang sudah makan.. Di buang segala sarapannya.. Tuu kan kualat kamu mas.. Sama nasinya..!! Makanya jatuh sakit kan..!" kata Sheena nerocos kesal.


Adhi yang mendengar omelan Sheena bukannya kesal malah hatinya berbunga bunga.


" idiih... Malah senyam senyum sendiri... Ah tau ah gelap..! "Sheena pun meninggal kan Adhi yang masih tersenyum senang.


Sheena yang hendak memasak bubur buat Adhi untuk makan malemnya teringat kalo dia belum makan juga dari pagi.


" ah.. Laparnya...! "


" Sheena...! "suara Seorang wanita yang mengagetkan Sheena.


" bu shinta..! "suara Sheena nggak kalah kaget.


Bu shinta dan pak Atmaja melihat Sheena dengan tatap an curiga Karena dia memakai kemeja dan celana pendek milik Adhi.


" kamu sudah mulai terbiasa apa tinggal disini memakai pakaian seperti itu dan tanpa hubungan apapun..! Kata papi Adhi.


" gini pak.. " belum sempat Sheena melanjutkan omongannya sudah di potong sama papi Adhi.


" alasan apa lagi kali ini..! "kata papi Adhi kesal.


"mmm... Itu pak.. Mas Adhi sakit..!" kata Sheena.


"kalau sakit.. Kenapa nggak panggil kami atau dokter malah panggilnya kamu...! Jangan di jadikan alasan ya.. Sakit untuk kumpul kebo..!"kata Pak Atmaja kesal.


"astaghfirullah pak... Saya gini gini masih eling gusti Allah pak...!" Jawab Sheena.


" lalu apa kamu lupa berduaan bukan muhrim itu juga dosa..! "lanjut papi Adhi.


Sheena tidak bisa berkata kata. Ia tertunduk malu. Yang dikatakan papi Adhi memang benar. Tapi bukan kah dia tidak sengaja tadi kesini. Seharusnya tadi juga mending dipanggilkan Arka atau siapa gitu juga yang cowok. Kenapa nggak ke pikiran juga..

__ADS_1


Dukung terus author ya guuuyyss.... Tinggalin jejak dan vote sebanyak banyaknya...dukungan kalian semangatnya buat author jg...☺️☺️☺️


__ADS_2