Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
Rencana melupakan yang sia sia


__ADS_3

"saya tidak pernah menolak pak..bu..atas niat baik kalian.." kata Pak Rizwan ayah Sheena dari balik pintu.


"saya tau bagaimana keluarga Kusuma Atmaja..bahkan tidak ada yang meragukan kekuatan keluarga Kusuma Atmaja..! Tapi.. Kami tetap lah orang tua yang akan selalu berpihak pada anak kami...!" kata Pak Rizwan.


"tentu saja pak... Saya pun begitu..!"jawab pak Atmaja.


dalam hati pak Atmaja, benar benar bahagia melihat keluarga Sheena yang berbeda dari keluarga yang lain. Kalau keluarga lain akan langsung menyembah nyembah beliau, karena mereka akan lebih mementingkan uang dan pangkat yang bergelimang.


" kita tunggu Sheena pulang...mari lanjutkan mengobrolnya.. "kata bu Shinta.


Sheena tergesa gesa pulang ke rumah, Ia takut terjadi hal hal yang tidak diinhinkan. karena memang lokasi yang di berikan bu Beta kebetulan ada di kota tempat tinggalnya Jadi lumayan deket untuk pulang ke rumah.


Ia memesan ojek online dan langsung menuju ke rumahnya. Sheena sengaja turun di perempatan rumahnya untuk membeli buah dan camilan untuk di rumah nanti. Setelah selese membayar barang belanjaanya, Ia berjalan menuju rumahnya. Di depan pagar Ia dikagetkan dengan suara motor yang berhenti. Sheena melihat motor tersebut dan di amati lekat lekat seakan akan tidak asing dengan motor tersebut.


"mas Adhi..!" gilaaa..! Ngapain kesini..! " ucap Sheena kaget.


" Adhi yang turun dari motornya langsung menghampiri Sheena Dan memeluk Sheena dengan erat.


"tadi panggil aku pak.. Sekarang mas...! Konsistenlah kalau manggil..!" Kata Adhi.


Sheena yang sedang di peluk Adhi pun kaget dan berusaha melepaskan pelukannya.


" biar lah sebentar saja... Kau tahu aku dari kantor langsung menuju kesini, belum sempat makan siang.. Capek dan tenaga ku lemah sekali.." kata Adhi.


Karena mendengar suara motor yang berhenti di depan rumah, pak Rizwan pun keluar diikuti dengan yang lainnya. Dan di saat itulah mereka melihat dua orang remaja yang sedang di mabuk asmara sedang berpelukan erat.


" tuu pak Rizwan.. Lihat..kalau sampai orang lain lihat kan bahaya.. Makanya saya datang kesini untuk melamar putri anda agar tidak terjadi fitnah..!" kata Pak Atmaja terkekeh.


Pak Rizwan tersipu malu dan menghampiri pemuda pemudi itu.


"ehem... Ehem..!" suara pak Rizwan memecah kesadaran mereka.


"eh.. Ayah..!" itu anu.. Ini..! " kata Sheena tergagap sambil melepaskan pelukan Adhi.


" sudah ayo masuk..! "kata Pak Rizwan.


Mereka berdua pun masuk dan betapa terkejutnya mereka berdua karena sudah ada kedua keluarga yang berkumpul di rumah Sheena.

__ADS_1


"papi..! Mami..!" kata Adhi.


"sudah ayo duduk dulu..!" kata bu Shinta mempersilahkan semuanya duduk.


Setelah semua duduk, Pak Atmaja memulai pembicaraanya lagi.


"perkenalkan pak Rizwan...ini putra semata wayang saya yang sudah cinta mati sama putri bapak Sheena..Saya jadi bingung.. Kalau saya tidak jadi menikahkan mereka, putra saya pasti sudah gantung diri di pohon cipluk an..!" kata Pak Atmaja terkekeh.


orang yang disebutkan namanya tadi  pun memerah menahan malu yang luar biasa.


" kamu gimana Na...! Itu peluk pelukan tadi itu tanda nya apa..? Dijawab Iya..??! "kata Pak Rizwan menimpali.


Bukan hanya Adhi yang sekarang mukanya memerah. Sheena pun tak kalah malunya. Ia bahkan ingin segera meninggal kan tempat itu dan bersembunyi saja dikamarnya.


" mereka diam berarti iya itu pi..! "lanjut Ibu Shinta.


Mereka semua tertawa terbahak bahak melihat ekspresi anak anak mereka.


Setelah deal pernikahan akan di gekar di kota Z dan hanya dihadiri tamu di sekitar rumah Sheena Dan keluarga dekat saja. Mengingat status pak Rizwan.. Ia tidak ingin keluarga Adhi terkena dampaknya. Padahal Pak Atmaja pun tidak masalah dengan itu. Bahkan Ia siap membantu mengungkapkan kebenarannya.


Kedua orang tua Adhi pamit pulang terlebih dahulu. Sedangkan Adhi di minta untuk tetap tinggal di rumah Sheena karena hari sudah larut dan Adhi hanya membawa motor. Sheena pun tak tega jika Adhi harus berkendara malam malam. Karena kondisinya yang masih sakit.


"Na... Ambil kan kemeja dan celana pendek mas Fahri di kamarnya ya... Kasihkan ke nak Adhi..!" kata ibu Sheena.


"Iya buk..!" kata Sheena sambil melangkahkan kaki ya menuju kamar Abangnya, sesampainya di kamar Abangnya Ia memilih kaos putih dan celana pendek yang di rasa muat untuk Adhi. Setelah itu Ia kembali ke ruang tamu.


Di ruang tamu tSheena tidak melihat Adhi. Ia pun mencoba mencari ibunya dan menanyakan kemana Adhi pergi.


"buk... Ibuk tahu mas Adhi kemana..?!". Tanya Sheena.


"ke kamarmu Na... Katanya mau istirahat sebentar sebelum mandi..!" jawab IBU Sheena.


"owh.." kata Sheena.


"kenapa..?" tanya ibu Sheena curiga.


"nggak papa buw... Ini mau ngasih baju buat ganti..!" kata Sheena.

__ADS_1


Sheena pun berllau meninggal kan ibunya dan menuju kamarnya. Di bukanya pintu kamar dan terlihat di sana ada sosok pria yang terbaring lelah. Ia mencoba mendekatinya. Mengamati seluruh wajahnya dan meletakkan pakaian ganti tadi di atas meja. Sheena masih saja mengamati wajah tampan calon suaminya nanti.


"apa kamu sudah merasa kalau pesonaku ini berbahaya..!" kata Adhi tiba tiba.


"eh nggak kok... Ini mau nganterin baju ganti..!" kata Sheena beranjak pergi.


Adhi menarik tangan Sheena Dan mendekapnya erat erat.


"tidak ada yang ingin kau tanyakan padaku..?!" kata Adhi.


"nggak ada..!" kata Sheena


Adhi semakin memperkuat pelukannya sehingga membuat wajah mereka sangat dekat.


"ayow bilang..! Kalau tidak..." Adhi tidak melanjutkan kata katanya.


Ia mengecup bibir Sheena yang merah merona itu.


"cup"


Mata Sheena membuat sempurna.


"mas Adhi apa apaan itu..!" Kata Sheena.


" ayo bilang...! Kalau nggak,,, apa mau di cium lagi...! "kata Adhi.


" Oke oke lepaskan dulu"


" uh dasar ya... Suka sekali maksa..!" kata Sheena.


Sheena melangkahkan kakinya mendekati jendela kamarnya. Di bukanya jendela kamar itu dan terlihat pemandangan di luar  yang sunyi.


"sebenarnya aku sendiri tidak tahu akan seperti apa pernikahan ini nantinya.. Kita sama sekali tidak pernah tahu apa yang ada di hati kita..! Kadang untuk melihat sesuatu yang jelas harus mengorbankan sesuatu yang berharga pula...dan aku tidak mau itu..!"


"Sama seperti bintang bintang di langit itu... Banyak sekali bintang bertaburan. Semua memiliki cahaya masing masing, semua memiliki keindahan masing masing... Tapi bagaimana kita bisa menentukan bintang mana yang akan kita kehui tepat untuk kita.. Bagaimana kalau ternyata kita memilih bintang yang salah...!" Kata Sheena panjang lebar.


"salah atau benar tidak ada yang tahu.. yang ada bertanggung jawab dan saling menyayangi..jika kita percaya pada pasangan dan menjaga seluruh hati hanya untuk pasangan kita maka yang akan terjadi adalah searah.. Namun jika suatu saat itu tidak lagi searah, jangan salahkan jalan takdir.. tetep bertahan dan oinstropeksi diri kita masing masing lagi dan dengan sepertio itu hubungan akan semakin menjadi kuat jika kita berhasil.."jawab Adhi.

__ADS_1


__ADS_2