
“Nay..!Nay..!”seorang perempuan cantik membangunkan Naysa
“Kak Nayaka..!” Ucap Naysa lirih.
“Nay.. Ayo bangun ... katanya mau liburan?” tanya Nayaka.
“Anak ini...! ayo cepat... nanti kamu di tinggal sama yang lain...!” ucap Nayaka.
Nayaka sangat cantik hari ini, ia menggunakan dress selutut dengan warna light blue.
“Ayo Nay..!” kata Nayaka membangunkan Naysa dari tidurnya.
Naysa hanya diam dan mengikuti kakaknya yang menarik tangannya. Tiba tiba saja ia berhenti.
“Nay... kamu disini saja ya... nggak usah ikut...!” kata Nayaka tersenyum manis.
“Tapi boleh tidak akak nitip sesuatu Nay..!” tanyanya lagi.
Naysa hanya bisa diam memperhatikan kakaknya itu.
“Kakak nitip dia ya... " kata kakaknya menunjuk ke arah cahaya yang sangat menyilaukan matanya.
Naysa memperhatikan arah telunjuk kakaknya itu. ia melihat samar samar bayangan orang yang
berada di sana, lama kelamaan Naysa mulai melihat jelas apa yang ia kenakan. Dan terakhir ia mencoba melihat wajahnya.
“Pak Boss...!” kata Naysa terkejut, kemudian ia pun terbangun dengan diiringi teriakan yang menggema ke
seluruh ruangan.
“Nay.. loe nggak papa kan?” tanya Sheena.
Masih dengan nafas tersengal sengal. Naysa mulai mengendarkan dan mengamati seluruh ruangan.
“Nay..! Nay..!” tanya Sheena.
“Kak Nayaka..!” ucap Naysa lirih.
“Nay..!!” bentak Sheena menyadarkan kesadaran Naysa.
Naysa pun menoleh ke arah Sheena.
“Na...! Kak Aya..!” teriaknya Histeris dan mengguncang guncangkan tubuhnya yang terikat tadi.
“Sabar Na...Sabar..!” kata Sheena menguatkan Naysa.
Naysa masih menjerit dan meronta ronta memanggil nama kakaknya.
"Kak Aya..! Naysa ikut Kak..!!" teriaknya.
"Kak aya..! jangan tinggalkan Naysa..!" jeritnya kembali.
Dokter pun datang memberikan suntikan penenang untuk Naysa. kondisi Naysa berangsur angsur tenang dan tertidur.
Gery yang melihat itupun menjadi sedih. Ternyata gadis itu menyembunyikan luka yang teramat dalam di hatinya.
__ADS_1
Naysa pun tertidur kembali.
"Apa biasanya memang seperti itu nyanya?" tanya Gery.
"Iya... biasanya malah lebih parah..!" balas Sheena.
Sheena memandang wajah Naysa yang sendu dan pucat. sida airmatanya pun masih ada.
tak selang beberapa lama, naysa mulai tersadar. Sheena yang melihatnya mulai melepaskan ikatannya.
“Loe sudah tenang?” Tanya Sheena.
Di balas dengan anggukan oleh Naysa.
Ia seperti kehilangan jiwanya sendiri hanya tatapan kosong yang ada di matanya.
“Ger.. bisa tolong jaga Naysa sebentar... aku dan Mas Adhi harus menemui dookter Reyna..!” kata Sheena.
“Iya Nyonya..” jawab Gery.
Tinggallah Naysa dan Gery berada dalam satu ruangan. Gery mulai mendekat. Saat ini ia tidak memerlukan bantuan kursi roda. Dia mendekatkan dirinya ke arah Naysa, dan duduk di sampingnya.
“Kamu nggak papa Nay?” tanya Gery.
Naysa hanya menatap Gery sesaat kemudian ia kembali menatap kosong ke depannya.
Gery pun bingung harus berinteraksi apa lagi. Ia benar benar tidak paham masalah menghadapi
wanita.
“Kelelahan...” kata Gery singkat.
Sebenarnya banyak kata yang ingin Gery sampaikan pada gadis di depannya namun ia hanya bisa memendamnya dalam hatinya. Suasanapun menjadi hening. Hanya detak jarum jam yang terdengar dari ruangan tersebut.
“Maaf...” kata Gery.
“Untuk?” tanya Naysa.
Gery hanya terdiam. Ia pun tidak bisa melanjutkan kata katanya. Gadis di sebelahnya ini menjadi sangat pendiam dan senyumnya pun mendadak menghilang.
“Mau makan?” tanya Gery.
“Belum lapar..” jawab Naysa.
“Saya mau tidur dulu... Tolong jangan di bangunkan...!” kata Naysa kemudian.
“Nay.... !”” kata Gery.
Naysa tidak menjawab perkataan Gery. Yang ia butuhkan sekarang hanya mengistirahatkan dirinya agar hati dan perasaanya menjadi tenang.
Bayangan bayangan Nayaka dan kemunculan wajah bossnya itu dalam mimpinya tadi mengingatkan ia pada kekasih kakaknya dulu. Ia baru sadar kalau ternyata Gery adalah kekasih kakaknya.
Ada rasa tidak enak di hati Naysa ketika orang yang di sukainya ternyata adalah seseorang yang kakaknya cintai. Ia bahkan menjadi agak kikuk dengannya setelah mengetahui keadaan itu. Naysa pun mencoba untuk mengubur perasaan nya dalam dalam, karena ia hanya takut kenangan kenangannNayaka akan selalu ada dalam kehidupan Naysa dan itu akan memeprsulitnya untuk mencintai Gery dengan tulus.
Dan juga setelah Gery tahu tentang Nayaka, Ia khawatir, obsesinya akan Nayaka di alihkan ke diri Naysa dan menjadi sosok pengganti untuk kakaknya itu.
__ADS_1
Gery masih berada di samping Naysa. Ia rasanya ingin memeluk gadis itu dan menopang segala kesedihannya. Namun ia takut setelah mengetahui ia adalah adik Nayaka apakah rasa sukanya itu akan berubah menjadi obsesinya terhadap Nayaka. Ia takut tidak bisa membedakan antara Nayaka dan Naysa.
Gery merapikan selimut yang menutupi tubuh Naysa. Ia pun kembali terduduk di sofa. Di memandangi tubuh yang terbaring di ranjang itu dengan perasaan sedih.
“Dulu aku tidak bisa melindungi Nayaka dari mereka mereka yang menyakitinya..! dan sekarang pun aku bahkan tidak bisa melindungi adiknya juga..!’kata Gery.
“Ia tumbuh menjadi wanita yang kuat dan mandiri Ay..! Dia wanita yang kuat dan hebat..! bahkan begitu tegarnya ia menghadapi kehidupanyang kejam ini..!” ucap Gery.
“Apa kau melihatnya dari atas sana?” tanya Gery.
“Kalau iya... lindingilah ia selalu dan jagalah ia agar iaselalu kuat menghadapi apapun yang menjadi rintangannya..!” kata Gery. kemudian ia memejamkan matanya. mengistirahatkan semua permasalahannya.
Sementara di tempat dokter Reyna, Sheena dan Adhi sedang serius membicarakan kesehatan Naysa.
“Sebaiknya, ia harus di temani dulu... jangan di biarkan sendirian di rumah...!” kata Dokter Reytna.
“Apa sangat parah dok penyakitnya?” tanya Sheena khawatir.
“Bukan parah,.. itu hanya kondisi mental yang tidak stabil..! hanya perlu di ajak bicara, banyak interaksi dan sering di bawa jalan jalan keluar... maka ia merasa ia tidak akan sendiri. Kata dokter Reyna.
“Baiklah dok.. kalau begitu.., terimakasih dan permisi..!” pamit Sheena dari tempat prakttek dokter Reyna.
Sheena menghela nafas berat di luar.
“Apa Naysa, kita minta ajak tinggal di rumah kita ya mas?” Kata Sheena.
“Kalau dia mau nggak papa..” kata Adhi.
“tapi sepertinya ia akan menolak... ia pasti merasa canggung dengan kita..!” kata Sheena.
“Itu juga yang aku pikirkan...!” kata Sheena.
“Apa sebaiknya kita minta tolong ke Gery untuk tinggal bersama Naysa..!” kata Adhi.
“Naysa kan adik Nayaka.. kemungkinan mereka dulu pernah berinteraksi... jadi akan lebih mudah beradaptasi..!” kata Adhi.
“Apa bisa? Aku takutnya Gery menolak..! karena ketika melihat Nyasa pasti muncul bayangan Nayaka yang akan menghantui pikirannya.. takutnya ia kembali sedih..!” ucap Sheena.
“Nanti akan kita tanyakan ke mereka..!” kata Adhi.
“Terus alasan yang tepat apa ya mas? Mengingat kalau Naysa itu sulit sekali berinteraksi dengan orang lain..!” keluh Sheena.
“Gery juga susah untuk bersosialiasaa?” kata Adhi.
“Aku ada ide mas..!” ucap Sheena.
“Apa?” tanya Adhi penasaran.
“Bilang saja mas Adhi dapat info kalau Chandra sedang mengawasi gerak gerik kita... jadi akan lebih mudah jika kita bisa melindungi satu sama lain..! dan akan memudahkan kita untuk berkoordinasi..! gimana?” tanya Sheena.
“Bisa di coba dulu Na..! semoga saja berhasil..!” kata Adhi.
“Ya harus berhasil ah mas..! mas Adhi pakai cara apa gitu biar mereka mau tinggal bersama..! aku tidak akan tenang kalau Naysa sendirian di apartemennya.
“Iya nanti aku usahakan..!” jawab Adhi.
__ADS_1
Mereka berdua pun kembali ruang perawatan Naysa.