Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
Aku lelah...


__ADS_3

Setelah sampai di lobi, Sheena pun menghampiri sosok pria yang memakai masker tersebut.


“bukankah sudah ku bilang..jangan pernah menemuiku dulu..!"ucap Sheena


“keadaannya gawat nona..!” kata pria itu sambil melirik ke kanan dan kiri.


“cepat katakan..!”lanjut sheena.


Sebenarnya ia juga khawatir seberapa besar masalah yang ingin disampaikan hingga mata mata tersebut berani menemuinnya.


“sepertinya ada mata mata dari NM group yang berusaha mengacaukan perusahaan yang nona tempati sekarang..!”kata pria itu.


“ini data nya nona..jika tida segera di tindak lanjuti dan diselesaikan dari dalam akan membahayakan perusahan itu..!”lanjutnya lagi.


Sheena membuka amplop tersebut dan melihatnya dengan teliti. Betapa terkejutnya ia ketika melihat data yang di berikan pria itu.


“sial..!!!bagaimana kita bisa kecolongan seperti ini..!!” kata sheena kesal.


“cepat cari ahli IT terbaik dan jadwalkan pertemuanku dengannya segera..!” kata Sheena dengan meninggalkan pria tersebut.

__ADS_1


Sekarang pikirannya kacau sekali. Masalah perusahaan dan Ara membuatnya semakin frustasi.


Apa ini memang sudah di rencanakan sebelumnya. Kondisi Ara yang seperti ini bersamaan dengan pergolakan yang ada di perusahaan. Batin Sheena.


ia menuju kamar inap Ara. Adhi yang melihat kedatangan Sheena mendugas ada sesuatu yang tidak beres dengan raut mukanya.


“apa ada maslah?”tanya Adhi.


Sheena yang masuk dengan beban pikiran yang sangat memenuhi isi kepalanya bahkan ttidak mendengar pertanyaan Adhi.


“NA..”kata adhi mendekat menyentuh bahu Sheena.


“Ada masalah?”Tanya Adhi kembali.


“ng…nggak ada…aku hanya lelah butuh istirahat..”kata Sheena lemah sambil melirik ke arah Ara.


Orang yang ada di balik ini semua pasti menargetkan keluarga Atmaja khususnya mas Adhi. Kasihan Ara..anak itu tidak bersalah sama sekali tapi jadi korban keegoisan orang orang ambisius. Ya Allah…kuatkanlah hamba dalam menyelidiki kasus ini…dan sembuhkanlah Ara..”batin Sheena.


“Na…Na..!”tanya Adhi kembali menyadarkan lamunan Sheena.

__ADS_1


“aku lelah…bisa minta tolong temani Ara dulu…aku ingin rebahan di sofa..” kata sheena kemudian.


Adhi nampak bingung dengan perubahan sheena. Sepertinya setelah ia keluar tadi ada sesuatu yang tidak beres.


“sebenarnya kenapa dia?”tanya Adhi dalam hati.


Adhi membiarkan sheena menuju sofa sambil memperhatikan gadis itu. Ia pun enggan bertanya tentang masalah sheena karena ia merasa ia tidak punya hak untuk menanyakan nya.


Adhi kembali duduk di dekat ranjang Ara. Sambil melirik ke arah Sheena berkali kali dan Sheena masih tidak bergeming dari tempatnya.


"jika saja kehidupan ini hanya ada orang baik..pasti semua peristiwa kehidupan yang terjadi akan selalu baik..." ucap Sheena sambil masih memejamkan matanya.


"tidak seperti itu.. Ketika kita mendapatkan hal buruk Maka itu akan membantu kita dalam proses mendewasakan diri kita, meningkatkan kualitas diri kita dan membuat kita selalu mawas diri dalam Mengambil keputusan.." sahut Adhi.


"kadang beban di pundak terasa berat.. Hingga tidak bisa lagi menegakkan kaki di atas tanah..." lanjut Sheena.


"mengapa tidak kamu bagikan bebanmu itu pada orang yang benar benar kamu percayai.. Agar kakimu bisa melangkah dengan tegak lagi.." kata Adhi.


"aku sudah percaya pada satu orang dan orang itu mematahkan kepercayaanku begitu saja.. Sulit sekali percaya kepada orang lagi karena Kalo di patahkan lagi mungkin aku tidak akan sanggup menatap Dunia.." kata Sheena lemah. Airmatanya sudah mengalir di sudut matanya. Ia lelah, sangat lelah dan rasanya ia ingin bersandar sejenak kepada orang yang dia percaya. Namun kenyataannya, orang itu tidak ada sama sekali untuk meringankan bebannya.

__ADS_1


__ADS_2