Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
Memulai Membiasakan Diri


__ADS_3

Adhi dan Sheena pun melangkah menuju ke ruang perawatan Naysa. Ketika membuka pintu kamar tersebut dilihatnya Gery dan Naysa dalam kondidi sudah terlelap tidur.


"Kalau melihat seperti ini rasanya menenagkan ya Mas..! orang orang yang kita sayangi terlihat damai dalam tidurnya.." kata Ansha menatap bahgia kedua orang tersebut.


“Kita pulang saja Na..! kelihatannya mereka butuh istirahat..!” kata Adhi.


“Iya ... sepertinya mereka sangat lelah..!” kata Sheena.


“Kalau begitu aku akan siapakan orang untuk berjaga jaga di depan sini ... kita pulang saja..!” kata Adhi.


Sheena pun mengangguk setuju.


Adhi mengambil ponsel di sakunya dan memanggil seseorang.


"Halo... iya ini Saya...! siapkan beberapa pengawal tepat di depan ruang perawatan Gery dan Naysa...!" perintah Adhi.


"Iya.. Segera..! dan jangan terjadi kesalahan apapun..!" lanjut Adhi.


Kemudian Adhi pun menutup panggilannya.


"Gimana Mas? ada yang bisa njagain mereka nggak?" tanya Sheena.


"Tenang... pasti ada...! kamu tahu kan suamimu ini siapa..!" kata Adhi sombong.


"hmmm... yang jadi sultan,...! percaya dech..!" kata Sheena cemberut.


"Kita pulang saja kalau begitu..!” tambah Sheena.


Sheena dan Adhi pun melangkah pergi dari ruangan tersebut


dan menuju ke mobilnya.


“Na.. sepertinya kita harus coba sensasi baru..!” kata Adhi memeluk Sheena.


“Sensasi apa mas?” kata Sheena tidak paham maksud Adhi.


Adhi berbisik nakal di telinga Sheena yang sejurus kemudian menjadikan muka Sheena merah padam.


“Ayo Na..!” kata Adhi membuka mobilnya dan menuntun Sheena ke dalam mobil.


“Mas.. ini itu apa ya bisa?! sempit gini tempatnya..!” kata Sheena.


“Bisa...! bisa..! Kalau di film film itu bisa kok..!” kata Adhi terkekeh.


“Film sama kenyataan kan beda mas..! ini nanti kalau ada yang lihat gimana...!” ucap Sheena kesal.


"Ini itu tempat parkir khusus... nyonya besar Adhi Dharma... Amaan..!!" kata Adhi dengen senyum tersungging di bibirnya.


“Di coba saja dulu..!” kata Adhi berbisik lembut.


"Ish.. Mas Adhi sukanya maksa gitu..!" gerutu Sheena.


"Tapi suka kan...!" balas Adhi manja.


“Ayo Na.. kamu duduk di pangkuan Mas..!” kata Adhi.


“Ia pun mencoba melakukan sesuai perintah Adhi.


“Aduh mas.. ini sempit dan susah..!” gerutu Sheena.


Posisi mereka sekarang pun sudah saling berhadapan  dan Adhi mulai melakukan tugasnya. Mencium


lembut bibir Sheena dan mulai menjelajahinya dengan rakus. Turun ke leher jenjangnya dan membuka kancing kemejanya agar ia bisa menikmati salah satu tempat favoritnya itu.


Ia meremas, mengulum, menyesap dan megigit layaknya seseoarang yang sedang kelaparan. Tangannya sudah menerobos ke bawah agar bisa memainkan milik istrinya yang sudah mulai basah. Dan malam itu menjadi malam pertama mereka melakukan hal panas di dalam mobil. Mereka mendesah dan mengerang menikmati malam panas mereka yang begitu memabukkan.

__ADS_1


Sementara itu, Gery merasa terusik tidurnya ketika mendengar bunyi ranjang yang berbunyi. Ia pun membuka matanya dan melihat ke arah naysa.


Setengah berlari ia segera menghampiri Naysa.


"Kamu mau apa Nay?" Tanya Gery.


"Aku mau ke toilet..!" kata Naysa.


Gery pun memapah Naysa yang terlihat sangat lemah ke kamar mandi.


"Hati hati Nay..! kalau butuh bantuan bilang saja..!" kata Gery khawatir.


"iya... berisik ah..!" jawab Naysa.


Naysa pun masuk kedalam kamar mandi tersebut. tidak membutuhkan waktu lama, Naysa sudah keluar dengan wajah yang terlihat lebih segar.


"Pak boss katanya sakit... kok masih disini..!" tanya Naysa.


"Atas perinta nyonya Sheena..!" kata Gery.


"Lha Sheena nya sekarang kemana?" tanya Naysa lagi.


"Katanya sedang ke ruanagn dokter Reyna.." jawab gery.


"oh..!" ucap Naysa dan kembali merebahkan badannya di atas ranjang tersebut.


"tapi kalau pak boss butuh istirahat.. nggak papa kok... kalau Nay ditinggal sendiri..!" kata Naysa.


"Itu... saya yang nggak enak nanti sama nyonya kalau saya pergi dari sisni..!" elak Gery. Sebenarnya ia yang tidak ingin meninggalkan Naysa sendirian. Gery khawatir kalau gadis ini akan bersedih lagi.


"Kamu mau apa Nay?" tanya Gery yang melihat Naysa gelisah.


"Aku lapar...!" kata Naysa sambil mengerucutkan mulutnya.


"Mau aku kupasin apelnya?" tawar Gery.


"Kapan lagi nih... bisa ngerjain Boss sendiri..!" ucap Naysa.


"Kamu itu Nay...! bisa aja bercandanya..1" kata Gery tersenyum.


"Pak boss... kalau tersenyum gitu kan tambah.... "Saranghae..!" kata naysa sambil membentuk simbol love dengan jarinya itu sambil terkekeh.


Di jitaknya kepala Naysa oleh Gery akibat kelakuan absurbnya itu.


"Aduh boss..! sakit tahu..!" gerutu Naysa.


"Ini nih masih sakit... kemarin pak Boss dorong Nay sampai kepala Nay kena meja..!" gerutu naysa.


"Yang bener Nay?? coba lihat..!" kata Gery panik.


"Ya Allah Nay...! maaf maaf... maaf ya...!" kata Gery berulang ulang mengucapkan permintaan maaf. ia benar benar merasa bersalah.


"Nggak papa si Boss..! hanya luka lecet dikit... hehehe..!" kata Naysa yang melihat kepanikan di wajah Gery.


Gery pun hanya bisa mengusap kepala Naysa lembut. Ada rasa bersalah yang teramat besar di hatinya kini.


Sementara di mobil yang syarat akan peluh dan keringat, kedua insan yang tengah di mabuk asmara itupun menyudahi aktivitasnya. Mereka merapikan pakaiannya dan kemudian kembali ke mansion megah mereka.selama perjalanan Sheena tertidur karena kelelahan. setibanya di mansion, Adhi membopong Sheena ke dalam dan merebahkannya di tempat tidur mereka. Adhi pun mengecup kening istrinya itu.


“love you my sunshine..!” kata Adhi dan tersenyum memandangi wajah istrinya itu.kemudian ia beranjak menuju ke kamar mandi.


Sheena yang merasa tubuhnya berada di kasur yang sangat empuk pun terbangun.


“Sudah sampai di rumahkah?” ucap Sheena.


“Kelihatnnya mas adhi yang membopongku..!” gumam Sheena pelan.

__ADS_1


Ia pun beranjak dari tidurnya karena perutnya terasa sangat lapar.


“Mau kemana Na?” tanya Adhi yang baru saja selesai mandi.


“Eh, mas.. Ini mau makan... rasanya perutku lapar seklai..!” kata Sheena.


“Mandi dulu saja... tadi mas sudah minta pelayan untuk menyiapkan makanan..” kata Adhi.


“Ya sudah, aku mandi dulu..’ kata Sheena.


“Mandi sendrir apa dimandikan..!” kata Adhi menggoda Sheena.


“Ish.. masA dhi ini..!” dengus Sheena sambil membuang mukanya yang mendadak merah karena malu.


“Kamu itu lho Na.. sama suami masih aja malu..!” kata Adhi sambil tersenyum.


Sheena hanya mempercepat langkahnya dan menuju ke kamar mandi.


Setelah berganti pakaian, Adhi melakukan panggilan kepada seseorang.


“Sudah dapat informasinya?” kata Adhi.


“Sudah bos..! sudah saya kirim filenya ke email..!” kata Seseorang yang ada di sambungan telpon.


“Baik.. aku mau kamu terus lakukan pengawasan..! jangan sampai lengah..! kita ringkus mereka di saat yang tepat..!” perintah Adhi.


“Baik boss..!” jawab orang itu.


Panggilan pun di tutup. Bersamaan dengan itu suara pintu kamar mandi terbuka. Sheena sudah terlihat segar setelah membersihkan tubuhnya.


“Mas ngapain di balkon situ mas.. udaranya dingin... sedang musin penghujan... nanti masuk angin lagi...!” kata Sheena.


“Lihat pemandangan saja... sepertinya sudah lama tidak menghirup udara luar dengan tenang...!” kata Adhi.


“Mas si... kebanyakan kerja teruss... mau di apakan coba uang yang banyak itu...!” gerutu Sheena.


“Ya untuk mu dan anak anak lah Na... untuk siapa lagi?” Jawab Adhi.


“Uangnya itu terlalau banyak mas...! aku aja sampai sampai pusing nmeerima pemberitahuan pengisian saldo di ponselku...!” ucap Sheena sambil mengambil pakaiannya.


“Ya habiskan saja jatah bulanan nya.. aku sangat senang jika kamu mau memakainya..!” ucap Adhi.


“Bukan memakai atau tidak mas..! itu seperti aku ini istri yang matre sedunia... suami yang kerja keras tidak kenal lelah... istrinya hura hura..!" kata Sheena.


"Dan kalau mas merasa butuh istirahat ya istirahat..! jangan dipaksakan..!” kata Sheena.


“Mas mu ini masih kuat buat bekerja... jadi tidak perlu khawatir..!” kata Adhi.


Adhi mulai mendekati Sheena yang sedang berganti baju. Merapatkan tubuhnya ke tunuh Sheena.


Sheena yang di peluk tersebut merasa agak kesulitan untuk berganti pakaian.


“Mas.. lepasin dulu..! aku mau ganti baju ini..!” kata Sheena.


“Kamu berlenggak lenggok memakai ini di depanku..! sengaja memancingku lagi?” kata Adhi.


“Ya Ampun Mas..! bukan begitu..!” Jawab Sheena.


Namun ia sudah merasaka sesuatu yang menonjol merangsek ke bagian sela sela pahanya.


“Mas..!” kata Sheena.


“Aku sudah bersih bersih...! nggak mau bersih bersih lagi..!” gerutu Sheena.


“Nggak papa Yank... Satu kali lagi ya...!” kata Adhi menuntun Sheena kea rah ranjang tidurnya. Ia merebahkan tubuh sheena dan langsung membuka bathrobe yang melekat pada tubuhnya. Dan kemudian pergulatan

__ADS_1


panas pun terjadi untuk kedua kalinya.


jangan lupa like, comment, vote nya ya ....mau bagi bagi tips juga boleh....hehehe.  happy reading..


__ADS_2