Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
Langkah Awal untuk pembalasan...


__ADS_3

Ketika jiwa kosong dan hampa


yang bisa mengisi hanya cinta dan kasih sayang. 


Tak ada cinta yang membuat manusia memburu


Tak ada kasih yang menjadikan hidup menjadi kelabu


Jika itu terjadi maka tanyakan lagi pada cintamu itu


Karena mungkin saja itu hanya cinta yang semu.


***


Disinilah Adhi, di balkon kamarnya. Ia sedang menatap


angkasa luas yang terbentang itu. Hatinya mendadak perih, hatinya terlukai


bahkan rasa itu sangat menyesakkan didadanya hingga ia sulit bernafas.


“Mereka telah merampas kebahagiaan Sheena yang tak terbatas,


mereka telah menghancurkan kehidupan sheena yang penuh tawa bahagia, dan mereka


telah membuat sosok sheena mengalami trauma tak berujung...”


“Kali ini aku tidak boleh kalah dari Chandra...tidak boleh


hatiku menjadi lemah...Aku harus kuat berjalan mendampingi Sheena setiap


saat....Aku harus menemukan solusi untuk kesembuhan Sheena...!”


“Hah..!!apa yang harus aku lakukan agar traumanya


menghilang...”batin Adhi berucap sedih sambil membuang nafas kasar.


Ia kembali menatap bintang bintang itu. Cahayanya seakan tak


akan pernah padam. Dan itu indah ketika di malam yang gelap seperti ini.


“Aku juga ingin menjadi bintang didalam hatimu yang gelap Na...agar


hidupmu  menjadi lebih  indah dan berwarna...” desah Adhi lirih.


Setelah kejadian Sheena yang berteriak histeris, Adhi


memanggil dokter Raisa untuk datang ke rumahnya dan memeriksa Sheena.


Setelahnya Sheena di berikan obat penenang.


“Kau tidak masuk?” kata dokter Raisa menghampiri Adhi.


“Kau bisa masuk angin..kalau disini terus..!” lanjutnya.


“Kenapa masih disini..?” Tanya Adhi.


“Kau ini...tetap saja tidak berubah...!apa nanti istrimu itu


akan betah dengan kelakuanmu itu...!”ucap dokter Raisa.


“Sudahlah...apa yang ingin kau katakan..!”sergah Adhi tanpa basa basi.


“Pantas saja kau menduduki jabatan seorang CEO , daya tangkapmu


memang luar biasa...!” balas dokter Raisa.


“Sepertinya Sheena harus menjalani terapi lagi...!” kata Dokter Raisa.


“Apa maksudmu?” kata Adhi menatap intens pada dokter cantik tersebut.


“Dia telah mengalami pelecehan waktu kecil...dan memori itu masih


tercetak jelas dalam ingatannya...yang bisa kita lakukan adalah mensugesti dia


bahwa waktu kecil nya dia sangat bahagia...lama kelamaan kenangan buruk


tersebut akan hilang dengan sendirinya...!”kata dokter Raisa memberikan solusi


untuk menyembuhkan Sheena.


“Akan kupikirkan...!” jawab Adhi.


“Sebaiknya jangan di tunda tunda...segera lebih baik...mengingat orang yang membuatnya seperti ini, masih berkeliaran di luar sana...!” kata dokter Raisa.


“Dia hebat,..masih bisa bertahan sampai saat ini dengan


keadaan yang ceria walalupun di paksakan...!” kaat Dokter raisa.


“Maksudmu..?” tanya Adhi.


“Tidak bisakah kalau tanya itu dengan kata kata selayaknya


wali pasien dengan dokter...atau dengan kata lain dengan bahasa manusia bukan


bahasa ebruang kutub..!!” ucap Dokter Raisa kesal.


“Dari tadi yang keluar dari mulutmu itu hanya sepatah dua patah kata saja..!!”sindir Dokter Raisa.


 “Ck..!bukankah dokter Raisa ini sudah tahu sifatku..!” kata Adhi kemudian.


“Baiklah...!jadi gini tuan Adhi yang terhormat...Sheena terlihat tegar di depan itu hanya casingnya saja...aslinya didalam hatinya, disini itu rapuh..!” kata Dokter Raisa sambil menunjuk ke hatinya.


“Dia butuh cinta dan kasih sayang yang besar dan dia harus


bisa menerima cinta dan kasih sayang dari orang lain...dengan begitu akan


membuat dia merasa diterima walapun dia bukan wanita sempurna...!” kata dokter


Raisa.


“Jaga Ucapanmu...!”


“istriku wanita paling sempurna yang pernah aku temui..!!”bantah


Adhi.


“Iya...iya... aku tahu...!dasar bucin..!” gerutu dokter Raisa.


“maksudku...Sheena harus bisa menerima dirinya sendiri yang


pernah terluka agar ia bisa merasakan kasih sayang dan cinta dari orang orang


yang tulus di sekitarnya...dengan seperti itu ia merasa bahwa dirinya itu tidak


cacat...tapi berharga dimata mereka...!” kata dokter Raisa.


“Kalau kau tidak mau membawanya terapi...selalu bahagiakan


saja hatinya....jangan biarkan dia sendirian dan melamun yang akhirnya akan


membawa ia dalam kesedihan..!”


“tapi saranku...bawa dia untuk terapi...!” kata Dokter Raisa


menepuk bahu Adhi dan berlalu dari hadapannya.


Adhi hanya menatap nanar menerawang jauh ke depan.


Tok tok tok


Suara pintu  kamar Adhi di ketuk.


Adhi yang masih berdiri di balkon dengan enggan melangkahkan


kakinya ke depan pintu kamar. Di bukanya pintu kamar tersebut.


“Ada pa ?” tanya Adhi menelisik.


“Itu tuan ada paket untuk nyonya..” kata bik Tika


“Tapi paket tersebut sudah di amankan oleh Elina tuan..!” kata bik tika.


“Baiklah...saya akan segera turun..!” kata Adhi datar dan


kembali menutup pintu.


“Sepertinya memang ada yang ingin bermain main denganku..!” gumam Adhi.


Ia mengambil ponsel diatas meja dan memanggil seseorang.


“halo...Ger..!ada tugas untukmu...aku kirimkan datanya..kamu


selidiki dengan benar...!kerahkan seluruh anak buahmu kalau perlu...!” kata

__ADS_1


Adhi.


Kemudian ia menutup panggilan telponnya. Adhi berjalan ke


bawah melihat paket yang dikirim oleh orang yang tidak dikenal.


“Kalian sudah buka paketnya isinya apa?” kata Adhi mengintimidasi.


“Sudah tuan..!” kata Elina.


“Ini...!” Elina menyerahkan kotak hitam tersebut.


Adhi membuka kotak hitam tersebut dan matanya membelalak kaget.


Di dalamnya ada banyak sekali foto foto Sheena dari berbagai arah. Adhi


mengambil lembaran lembaran foto itu dan dilembar foto terakhir ia mengepalkan


tangannya karena tulisan yang ada di foto tersebut.


“MILIKKU SEORANG..!!”


Tulisan itu tercetak tebal dan besar di foto tersebut.


Rahang Adhi mengeras. Sepertinya para pelaku tersebut sudah


mengetahui keberadaan Sheena, Dan dia tidak akan bersembunyi lagi.


“Siapkan semua nya...!perketat perkawalan...dan ingat jangan


sampai mencurigakan..!” perintah Adhi.


“Elina...!!aku percaya padamu dan Gery..!” kata Adhi datar


dan dingin.


“Saya mengerti tuan..!’ jawab Elina mengundurkan diri.


Adhi pun kemabali ke kamar Sheena. dilihatnya Sheena masih


tertidur dengan selimut yang tebal. Gadis itu kelihatan sangat ayu sekali


ketika tidur saat ini. Adhi naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya di


samping Sheena sambil memeluknya.


“Jangan pernah kalah dari orrang orang yang ingin


menghancurkanmu...!karena aku yang akan menjadi pelindungmu Na...!” gumam Adhi


lirih dan mengecup kening Sheena. Dan akhirnya Adhi pun terlelap dalam tidurnya.


Pagi harinya Sheena mengerjapkan mata. Setengah kaget ia


melihat Adhi yang berada di sampingnya, tidur dengan memeluk erat dirinya.


Tidak tega membangunkan suaminya tersebut, Ia akhirnya hanya


memandangi wajah tampan itu.


“Terimakasih...telah menjadikanku wanita yang paling bahagia....”


“Dan maaf...karena aku membuatmu susah dan terbebani...”


kata Sheena sambil mengusap lembut wajah tersebut.


“Siapa bilang kamu membebaniku?? Akulah yang bersyukur ada


kamu di sisiku...!” ucap Adhi seketika.


Sheena menutup mulut dengan tangannya. Terkaget karena pria


itu ternyata sudah banguan.


“Bukankah suamimu ini tampan sekali kaan....” goda Adhi


kepada Sheena.


“Ish...Mas adhi kepedean..!” jawab Sheena sambil


mengerucutkan mulutnya.


Adhi membuka matanya, ia malah mengeratkan pelukannya kepada Sheena.


“Mas...aku nggak bisa bernafas ini lho...!” kata Sheena.


Sheena pun membalas pelukan Adhi. Ia mendekatkan kepalanya


ke dada Adhi. Ada rasa tenang di hatinya.


“Mas...Aku sangaat sangat sangat dan sangaat mencintaimu...!” kata Sheena.


Adhi kemudian tersenyum. Dan mengecup pucuk rambut Sheena.


“Apalagi aku Na...nggak bisa kehilanganmu lagi...!kau itu


nafasku...jantungku...tanpa kamu ak nggak bisa melihat dunia yang indah dan


kehidupan yang bahagaia...!’ kata Adhi meresapi perasaanya kepada gadis yang


baru kemarin sah menjadi istrinya.


Adhi kemudian menangkup wajah Sheena dengan tangannya.


“Janji padaku...kamu harus kuat...tidak boleh takut kepada


Apapun...dan siapapun...termasuk orang orang yang menyakitimu...!” kata Adhi.


Sheena hanya mengangguk, merasakan betapa khawatir suaminya


tersebut.


Sementara itu Gery sedang sibuk mencari informasi yang


diminta oleh Adhi. Ia mengerahkan anak buahnya untuk menyelidiki satu persatu


orang yang terlibat dengan perusahaan Chandra.


Ia menemui anak buahnya di sudut jembatan kota agar tidak


diketahui oleh siapapun terutama anak buah Chandra.


“Gimana...informasinya?” kata Gery kepada salah satu anak


buahnya.


“Ini boss...semua data ada didalam sini...!” kata orang


tersebut memberikan flashdisk kepada Gery.


“Oke...aku akan check...dan terus awasi gerak gerik


mereka...!”


“Aku tidak mau kecolongan lagi...!” kata gery tajam kepada


salah satu anak buahnya itu.


“Baik boss...!”kata laki laki itu dan berlalu pergi.


Gery kemudian melangkahkan kakinya ke mobil yang terparkir


agak jauh dari tempat pertemuannya itu. Ketika samapai didepan mobilnya, ia


terkaget karena ternya ban mobilnya kempes dan ponselnya pun mati.


“Sial...!kembali ke kantornya gimana ini...!” batin Gery


mengumpat kesal.


Dari arah berlawanan, Naysa melihat Gery yang sedang


celinguk an nampak gelisah.


“Eh...pak tua itu ngapain di situ...! apa cari mangsa


baru...!tapi masak ia mau jadi gigolo si...! perawakannya bagus...lumayan


tampan...!”


“Oh my God...jangan jangan beneran dia itu punya pekerjaan


sampingan...pagi pagi buta sudah ada disini...! Pasti  Sedang menunggu tante tante girang...! Apalgi

__ADS_1


di kawasan seperti ini..!!


“Ini tidak bisa di biarkan...!Sheena bisa nggak tenang


hidupnya...! Jangan jangan di kantor gebetannya Sheena di jadikan target lagi


sama si pria jadi jadian ini...!” gumam Sheena dan memutar motornya tersebut ke


arah berdirinya Gery.


Tin tin tin...


Suara klakson motor Sheena mengagetkan Gery. Gery menoleh


suara tersebut dan betapa terkejutnya ia karena gadis bar bar itu sedang tersenyum


sinis duduk di atas motornya.


“Cobaan apa lagi ini...!bagaimana aku bisa bertemu dengan


gadis bar bar ini lagi...!” kata gery


“Hey..pak Tua...lagi ngapain disini...!” teriak Naysa.


Gery tidak merespon. Ia masih mencoba menghidupkan hapenya


dan tidak memperdulikan kedatangan Naysa.


“Ish...pak Tua ini...!” umpat Naysa kesal.


Naysa pun turun dari motornya dan mendekati gery.


“Halo bapak tua yang terhormat?ada gerangan apakah anda


disini..?” ucap Sheena meledek Gery.


Gery masih diam saja tidak merespon ucapan Naysa.


“Ish...orang ini di kasih mulut tapi tidak menjawab...!” gerutu naysa.


“Assalamualaikum....!” kata Naysa.


Gery hanya memelototkan matanya.


“Hukumnya wajib menjawab Salam...!” goda Naysa.


“Gadis ini...! benar benar menyebalkan...!” batin Gery.


“Waalaikumsalam..!” ucap Gery ketus.


“Ish...bapaknya udah tua...cemberut dan marah marah


mulu...kagak takut ubannya tambah banyak gitu pak...!” ucap Naysa.


“Umur saya masih 30 tahun...!dan umur segitu sudah dikatakan


matang...ingat M-A –T-A-N-G..!!!bukan Tua..!” sahut Gery.


“Ya elah pak...sama saja kale...!itu kata lain dari T-U-A..!”


balas Naysa nggak kalah sengit.


“Terserah..!” kata Gery.


“Gini nih...niat hati si baik tadi...penegn nolongin


gitu...!tapi apalah daya..yang ditolong kagak mau..!” lanjut Naysa.


“memang bisa nolong..!gaya saja...!” kata Gery sengit.


“Ish...menghina...!gini gini...saya itu cewek pekerja


keras..!” ucap Naysa ketus.


“Mana...ada ban Serep nggak...!sama peralatannya..!” tambah Naysa


“Yakin...?!” kata Gery meremehkan.


“Lihat saja si pak tua...!pokoknya nanti terima beres...!” sahut Naysa.


“Daripada orang ini disini nunggu tante tante girang,,,dengan dalih bannya kempes...mending tak bantu saja lhah ya...biar segera pergi dari sini...!”


“aku kok merinding...baru ngebayangin pak tua itu sedang bermesraan sama tante tante,,,hi,,,!” batin Sheena yang mendadak jijik membayangkan adegan yang iya iya di fikirannya.


Melihat Gadis bar bar itu seperti memikirkan sesuatu, Gery


pun bertanya tanya dalam hatinya.


“Gadis ini...seperti punya kelainan jiwa...!”


“Tadi senyum senyum tidak jelas..!marah marah..!dan sekarang


malah kayak orang ketakutan..!”


“Perlu hati hati ini..!jagan jangan ia kerasukan jin dari


mana gitu..!” batin Gery.


Gery mengambilkan ban serep dan peralatanya di garasi mobil.


Ia mencoba membantu Naysa membongkar ban mobil tersebut. Naysa yang terlihat


terampil membuat Gery terkagum kagum.


“Yse...beres..!” kata Naysa.


“Kenapa pak tua..? Speechless ya...lihat perempuan bar bar


ini bisa ganti Ban..!’ kata Naysa sinis.


“Ish...memang pantas..!aku si tidak kaget..!” jawab Gery


yang menutupi kekagumannya.


“Sudahlah...ngaku saja...memang anda kagum kaan sama


saya..??”Goda Naysa.


Gery hanya mencebikkan mulutnya.


“Mana bayarannya..?” kata Naysa seketika.


Gery masih bengong mendengar ucapan gadis itu.


“Ish...!ini nggak gratis ya pak tua..!” lanjut Naysa.


“Lihat...aku sudah dandan cantik cantik kayak gini...jadi


kotor semua...!” keluh Naysa.


“Tadi yang bilang bantu siapa?jadi saya tidak punya


hutang..!” jawab Gery.


Sebetulnya dia mampu untuk mengeluarkan uang, namun ia ingin


mengerjai gadis bar bar itu.


“Dasar..!! sudah tua..!pelit lagi..!”gerutu Naysa menatap


jengah ke arah Gery.


“Aku tidzk pelit...hanya saj akalo ada rezeki ...ditawari


lagi...kenapa tidak mau?” bantah gery.


“Ish...susah emang kalau debat sama orang Tua..!” Umpat Naysa.


“Apalagi sama bocil...kayak kamu..!bisa stress..!” sahut


Gery yang membuat Naysa menahan emosinya sampai ke ubun ubun.


“Terserah deh...!” aku mau pergi dulu..!” kata Naysa.


“Hati hati ya pak...disini apalagi pagi pagi gini... ada


banyak penunggunya di kanan dan kiri...!lihat disekeliling  bapak...banyak pohon pohon besar kan ya...!”


“Apalagi kalau sendirian...beuuuhhh...nggak tanggung si


ya...!”kata Naysa menakut nakuti sambil meninggalkan Gery dengan senyuman nya


yang licik.

__ADS_1


“Apa bener kata Gadis bar bar itu..! Aku jadi merinding...!”


Batin Gery yang kemudian masuk ke dalam mobil dan melajukan kendarannya itu.


__ADS_2