
Setelah Adhi membawa tubuh Sheena ke sofa, ia pun menyelimutinya.
“tidurlah yang nyaman Na…”kata Adhi lembut.
“andaikan bisa kau berbagi penderitaan denganku…?aku sangat menyesal membiarkanmu pergi waktu itu…ijinkan aku mencintaimu sekali lagi….” Lanjut Adhi.
Tok tok tok
Adhi segera bangkit dan menuju pintu ruang perawatan tersebut. Di sana sudah nampak Gery sang asisten berada didepan pintu dan membawa berkas berkas.
“ck..! kau ini Ger nggak bisa melihat aku senggang sedikit..!”kata Adhi sinis.
“ini…berkas yang anda inginkan tuan..!”kata Gery.
Adhi mengambil berkas tersebut dan membacanya dengan seksama.
“berkas ini…”kata Adhi terkejut.
“iya tuan…data data tentang diri nona Sheena ternyata memang ada yang menyabotase…kemungkinan atas permintaan keluarganya sendiri…”Lanjut Gery.
“saya meminta salah satu mata mata saya untuk langsung ke sekolah nona Sheena yang dulu…”tambah Gery.
Adhi seakan akan tak percaya dengan data yang dilihatnya. Ini adalah Sheena adik kelas nya dulu yang pernah ia temukan di jalan dalam keadaan pingsan. Adhi membuka data itu satu persatu. Dari riwayat perawatan medis Sheena sampai ia berakhir di universitas yang sama dengan Adhi.
“pantas saja…sekilas aku tidak asing dengan wajahnya waktu ketemu pertama kali..”batin Adhi.
“maksudnya apa ini Ger…”kata Adhi menaikkan alisnya.
“itu tuan…sepertinya nona Sheena mengalami pelecehan seksual….tapi seperti apa dan bagaimana tidak ada data yang tertulis..”ungkap Gery
“bahkan dokternya sendiri pun sudah pensiun dari rumah sakit tersebut..”tambah Gery.
“jadi waktu dia aku temukan di tengah jalan dulu…dia mengalami kejadian pelecehan…!bukankah tersiar kabar dia mengkonsumsi obat obat terlarang..?”batin Adhi.
“apa ada yang merujuk tentang pemakaian obat obat terlarang?”kata Adhi.
__ADS_1
“bagaimana tuan tahu..?”Tanya Gery.
“iya…memang betul dalam tes darah dan urin nona Sheena terdapat obat obatan terlarang.tapii….”Gery tidak melanjutkan perkataanya.
“tapi apa Ger..?”Tanya Adhi.
“kalau menurut dugaan saya…nona Sheena terlebih dahulu di cekoki dengan obat obatan itu dan kemudian baru dilecehkan…!”kata Gery.
“kenapa pelakunya tidak ditangkap?”Tanya Adhi heran.
Hatinya sudah bergemuruh sejak tadi. Rasanya dunianya hancur melihat gadis yang dicintainya dari dulu ternyata mengalami kejadian yang sangat pahit.
“tidak adanya bukti kalau nona Sheena dilecehkan tuan..”kata Gery.
“maksudmu?”Tanya Adhi kembali.
“sepertinya mereka memang tidak ingin kelakuannya di ketahui makanya mereka tidak sampai menjebol selaput dara nona Sheena..”kata Gery.
“sial..!!!!”umpat Adhi sambil melayangkan tinju ke arah tembok.
“tidak usah Ger..aku ingin kau lanjutkan penyelidikanmu itu…!aku ingin tahu nama nama orang yang melakukan perbuatan keji pada Sheena…!”kata Adhi dengan mata memerah.
“dan satu lagi tuan…itu …karena kejadian itu dia mengalami trauma sampai saat ini ketika sedang tertekan..ia bisa melupakan kejadian yang dilaluinya pada hari itu setelah pingsan..seperti waktu di rumah sakit dulu…!”kata Gery.
“saya pamit dulu tuan…”lanjut Gery undur diri.
Adhi tidak menjawab apapun. Ia masuk ke dalam ruang perawatan dan termenung memandangi gadis pujaanya itu.
“ternyata dari dulu gadis yang kucintai tetap sama Na…yaitu kamu…”kata Adhi.
“dulu kau begitu berkilau..anak yang rajin, pintar dan selalu juara 1 di kelas… selalu saja tersenyum saat menyapa siapaun…aku suka denganmu saat pertama kali kita bertemu digerbang…apakah kau masih ingat Na..”batin Adhi bermonolog sendiri.
Flashback on
“hei…kalian itu…jangan menindas anak baru wooi…!gue laporin sama guru BK nanti…!”kata Sheena kala melihat ada anak laki laki yang sedang di kerjai oleh kakak kelasnya didepan gerbang sekolah.
__ADS_1
Anak anak itu berlarian ketika mendengar teriakan Sheena yang hendak melapor ke guru BK.
“loe nggak papa…baru pindah?”kata Sheena.
Dibalas dengan anggukan dari Adhi.
“kelas berapa..?”Tanya Sheena.
“kelas 9..”jawab anak laki laki tersebut.
“eh…ternyata umur loe jauh lebih tua dari gue…ck…wajah loe itu nggak cocok sama umur loe…!”kata Sheena terkekeh.
“nanti kalo di tindas lagi..bilang saja sama guru BK…Gurunya Galak…makanya mereka takut…hehehe”. kata Sheena.
“iya..”jawab anak tersebut.
Sebelum mereka berpisah, Sheena berteriak dari belakang.
“Sheena…namaku Sheena…”kata Sheena sambil melambaikan tangannya.
Belum sempat Adhi memberitahukan namanya gadis itu telah berlalu pergi.
Semenjak saat itu, Adhi selalu memperhatikan Sheena. Anak yang ramah, riang dan dan banyak temennya itu selalu menjadi pusat perhatian.
“mata loe lihat apa Dhi?”Tanya Candra.
“namanya Sheena…jangan coba coba ngedeketin Dia ..dia itu milik Gue…!”kata Candra kemudian.
Setelah kejadian itu Adhi mulai fokus akan belajarnya. Dia memilih mundur mengagumi gadis pujaanya itu daripada mendapat masalah dengan Chandra. Sampai dia melihat Sheena terkapar di jalan dalam keadaan pingsan. Ia yang
menghubungi kepala sekolah dan memberitahukan kejadian itu. Namun, ia tidak diperbolehkan ikut campur dalam masalah Sheena karena takut akan menjadi masalah dikemudian hari menilik background keluarga Adhi yang bukan orang biasa. Akhirnya Kepala Sekolah yang mengantarkan Sheena sampai rumah sakit. Semenjak
saat itu, Sheena tidak terdengar kabarnya lagi. Hanya desas desus kalau dia pemakai obat obatan terlarang dan di keluarkan dari sekolah.
“bukankah dunia itu sempit sekali Na…kita dipertemukan kembali setelah tubuh kita semua penuh luka luka yang tidak terlihat…jika waktu bisa di putar akankah kita akan bahagia bersama saat ini?? Bukankah cinta terkadang membingungkan…ketika cinta itu datang namun kenyataanya kita tak bisa meraihnya…dan ketika cinta itu hilang maka seakan akan kita hanya makhluk tanpa jiwa…”batin Adhi.
__ADS_1
“akan kupastikan orang orang yang mengusikmu mendapat balasan yang setimpal Na…” kata Adhi pelan sambil memandangi wajah gadis ayu itu. ia bahkan tidak peduli dengan keadaan tangannya yang terluka tadi.