Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
#7# cewek matre kelaut aje..


__ADS_3

Sheena Dan Adhi melewatkan hari libur dengan rebahan di kamar.


Tring.. Tring.. Tring..


Suara pesan ponsel Sheena berbunyi.


"Na..besok tugas entrinya tolong di selesaikan ya... Siangnya mau saya antar ke pak Dirham.."


-Adhi-


Eh..ternyata ini no.nya pak Dharma. Batin Sheena.


"oke pak... Asiyaaap..!" balas Sheena.


"pak??!" balas Adhi.


"eh Iya maaf... Oke mas... Asiyaaappp.." lanjut Sheena.


"lagi ngapain..?!" kata Adhi.


"saya mah termasuk kaum rebahan mas kalo liburan.. Hahahha" . Jawab Sheena.


Mereka pun melanjutkan ngobrol nya dengan berbalas pesan sampai tak terasa mata mereka berdua terpejam.


Seperti biasa pagi ini Sheena sedang menunggu bis di halte dekat kosnya. Dari kejauhan datang sebuah mobil hitam dan berhenti di depan ya.


"Na... Ayow masuk...telat nanti loe nya"! Kata Pria yang ada di dalam mobil.


Dengan melempar senyum Ia pun membuka pintu mobil Pria itu dan masuk ke dalam Mobil.


"makasiih.." jawab nya singkat.


"gue mau beli sarapan dulu Na.. Loe nitip nggak..??!" tanya cowok itu.


"boleh deh... Dua ya..." kata Sheena.


"heh.. Loe kemaruk Amat si Na.." lanjut cowok tadi.


Mereka mampir di warung Pak. Min dan membungkus sarapan. Kemudian melajukan mobilnya ke kantor mereka.


Sesampainya di kantor, Sheena berpapasan dengan Adhi.


"selamat pagi pak Dharma..!" ucap mereka berbarengan.


"selamat pagi..!" ucap Adhi singkat. Lalu pergi meninggal kan mereka.


"ak tu heran dech... Pada dharma..! Pak dharma itu kan manager kita ya.. Masak buat beli mobil aja nggak mampu si..! Ucap cowok tadi.


" sayang... Ganteng ganteng tapi miskin..! Hahaha..! Lanjutnya.


"Plak..! Sheena menjitak kepala Arka.


"Arka..! Jaga tu mulut ya...! Ya terserah pak dharma mau beli mobil Kek... mau nggak kek.. Bukan urusan loe..! Jadi.. Jangan ghibahi orang dech..!" kata Sheena ketus.


"ngapain si Na.. Loe sewot...! Emang loe suka sama pak Dharma..! Nyesel loe nanti diajak hidup susah..!" Lanjut Arka.


" ish.. Serah dech.."kata Sheena beranjak pergi.


Di dalam ruangannya, Adhidharma menggebrak mejanya.

__ADS_1


" ternyata semua cewek sama saja..! "


" Yang dilihat terlebih dahulu pasti harta harta dan harta..! Siaalll..!"Gerutu Adhi.


Adhi kemudian mencoba menenangkan pikirannya. Ia membuka laptop dan kembali mengerjakan tugas tugasnya.


Tok... Tok.. Tok..


"masuk..!" kata Adhi.


"maaf pak... Permisi.." kata Sheena sambil masuk ke dalam ruangan adhi dharma.


Adhi dharma yang masih dilanda rasa emosi menatap dengan sinis.


"ada apa..!"


"ini pak... Sebagai ucapan terimaksih kemarin karena sudah membantu saya... Saya bawakan sarapan pak.." kata Sheena.


adhi hanya menatap bungkusan yang disodorkan Sheena.


" saya sudah makan..! "katanya ketus.


" tapi ini enak lho pak.. Ayow di coba dulu pak.. "kata Sheena sambil menyodorkan nasi bungkus nya.


Adhi pun reflek mengibaskan tangannya. Dan nasi bungkus itu pun jatuh tercecer di lantai.


" ak kan sudah bilang ak sudah makan..! Gak denger..!" bentak Adhi.


Sheena yang hanya terdiam melihat makanan yang diberikan terbuang sia sia pun merasa sedikit terluka.


Ia hanya menatap Adhi dharma dengan mata berkaca kaca dan meninggal kan ruangan tersebut tanpa pamit.


Sheena yang tidak ingin terlihat menangis pun menuju toilet dan menagis di sana.


" apa apaan tu cowok..! Gue kira dia itu bisa memanusiakan manusia..! ternyata.. Sama saja kayak Iblis..! Jahaaat..! "Sheena menangis sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.


Setelah tenang Ia kembali ke ruanganya menyelesaikan tugasnya.


"maaf pak.. Tugas kemarin sudah saya kirim lewat email. Terimakasih" Pesan Sheena ke Adhi dharma.


Adhidhaarma yang menerima pesan itu sedikit kaget.


Harus saya jawab apa ya... Apa tadi dia baik baik saja.. Apa saya keterlaluan tadi.. Batin Adhi


" ya..tapi bisa tidak ke ruangan saya sebentar ada yang saya mau tanyakan mengenai input data kemarin.." balas Adhidharma.


"sebentar pak.." balas Sheena.


"Vi.. Bisa minta tolong tidak ke ruangannya pak Adhi... Eeh maksud gue ke ruangan nya pak Dharma.. Katanya ada yang mau ditanyakan perihal laporan kemarin.."kata Sheena.


" Kenapa nggak loe aja si Na..??!" Tanya Vivi.


"gue mau ijin pulang nggak enak badan..!" kata Sheena mencari alasan.


Sebenarnya dia belum siap bertemu dengan Adhi dharma mengingat perlakuan adhi yang seperti itu tadi pagi.


"eh.. Lo sakit??!" Tanya Vivi


" cuman agak capek sedikit..!istirahat bentar paling sudah sehat lagi..! " jawab Sheena.

__ADS_1


Sheena berpamitan pada Vivi dan Arka. Ia menuju hate untuk naik bis menuju kosnya.


Sementara di kantor.


Tok.. Tok.. Tok..


" masuk.. "


" maaf pak..Permisi.." kata Vivi.


Adhi kaget karena ternyata bukan Sheena yang datang melainkan temannya.


"eh.. Sheena mana??!" kata Adhi


"kangen ya pak..?!" kalo kangen bilang aja pak..?!" Kata Vivi sambil tersenyum


"maksudnya apa ya..?" kata Adhi memicingkan mata ya.


"ah.. Nggak apa apa pak.. Itu Sheena tadi nggak enak badan.. Jadi dia pulang duluan..!" lanjutnya.


" sakit..??! " tanya adhi.


" kayaknya pak..! Soalnya mungkin dia belum makan tadi pagi..! Katanya makanannya di gondol anjing galak..! Jadi mungkin maagnya kambuh..kasihan padahal udah ngantri lama lagi di warung pak Min.. Eh malah nggak bisa di makan..!" cerita Vivi.


Deg deg deg..


Jadi tadi nasi yang jatuh itu punya dia satu...


" Pak.. Pak..!" Kata Vivi.


"eh.. Iya.. Kamu keluar dulu saja... Saya sedang tidak enak badan.."kata Adhi.


" ya sudah pak.. Saya pamit undur diri..!" Kata Vivi kembali.


Adhi merasa benar benar bersalah dengan tindakannya yang sudah keterlaluan pada Sheena.


"Padahal dia berniat baik.. Kenapa malah respon ku segitu buruk..! Batin Adhi.


Diluar ruangan pak dharma, Vivi tersenyum menang. Sepertinya memang pak dharma ada hati dengan Sheena.


" Waah... Pengen tahu reaksi pak dharma waktu tahu Sheena sakit...!" Gumamnya


Vivi pun berjalan menuju lantai satu. Dan kembali keruangannya.


Didalam rungannya, Adhi bingung apa yang harus dia lakukan untuk meminta maaf.


"Na... Kamu sakit..?" Kata adhi.


Dan selang waktu yang lumayan lama masih tidak ada jawaban. Ia mulai khawatir. Di telponnya ponsel Sheena tapi ponselnya tidak aktif.


Adhi bergegas keluar kantor dan melajukan motornya ke alamat yang dituju.


"Akh... Aku benar benar sudah Gila...! bisa bisa mengkhawatirkan perasaan gadis itu..!" gerutu Adhi.


Sesampainya di depan kos, ia menyapa satpam Yang ada di sana dan menanyakan tentang keadaan Sheena.


"silahkan pak.. Kalau mau bertemu dengan mbak Sheena... Sepertinya tadi sudah pulang.. Karena nggak enak badan.." kata pak satpam.


Jangan lupa dukung terus author ya gaaaess tinggalin jejak dan vote sebanyak banyaknya.. biar semangat terus nulisnya.. Karya pertama jangan di bully ya guys... Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk kebaikan author... ☺️☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2