Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
Obat Nyamuk....!


__ADS_3

Menjelang sore Gery terbangun. Kepalanya mendadak pusing. Ia


perlahan lahan bangun dengan memegangi kepalanya.Ia menyapu seluruh ruangan


tersebut.


“Kepalaku kenapa pusing sekali?” gumam Gery.


“Sebentar, Bukankah tadi wanita bar bar itu disini...!”


kemana dia?” Gumam Gery.


Gery pun beranjak dari tempat tidurnya menuju ke kamar


mandi. Tiba tiba kelebatan kejadian kejadian dirinya dengan Naysa terlintas di


benaknya.


“Sebenarnya apa yang terjadi?” kenapa aku tidak ingat


jelas..!” kata Gery.


Namun Gery menepis pikirannya. Ia beranjak dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi.


Di dalam kamar mandi ia merasa aneh dengan juniornya.


“Apa aku tadi bermimpi dan mengeluarkannya? Atau... Ah! Tidak


tidak..! pasti bukan kan?” monolog Gery.


Ia pun membersihkan dirinya dengan air dan mencoba mengingat


kejadian yang terjadi sebelum ia tertidur, namun tetap saja ia tidak ingat.


Gery memakai pakaian bersihnya mengenakan Hem putih dan


celana jeans hitam. ia pun duduk di tempat tidurnya dan meraih ponselnya. Sejurus kemudian Ia tersentak kaget karena melihat bercak darah di kasurnya.


“Ini apaan..!” kata Gery.


“Tidak mungkin kan..?” Lanjutnya.


Ia pun mengambil ponselnya dan menekan nomor seseorang.


“Jam setengah delapan malam di hotel Blue Sky, Dilarang


telat!!” kata Gery dan memutuskan sambungan ponselnya.


“Ish...orang tua ini emang seenak jidatnya ..!” kata Naysa


yang masih meringkuk menyesali perbuatannya itu.


Dengan malas Naysa menuju ke kamar mandi dan membersihkan


diri. Banyak sekali tanda yang ditinggalkan laki laki tersebut. Ia terkulai lemas di lantai kamar mandi itu. Dibawah guyuran shower dia meringkuk menyedihkan. Menangis dan menangis hingga air matanya bercampur dengan air shower tersebut.


Sosok wanita yang kuat dan tegar yang selalu ceria kini mungkin terlihat


menyedihkan dan sengsara. Bahkan ia tidak lagi memiliki semangat hidup untuk


menatap dunia.


“Beginikah kamu mengalaminya Na...bagaimana kamu melalui


hari hari yang menyakitkan seperti itu!” batin Naysa dalam tangisnya.


Setelah beberapa saat, ia kembali bangkit mengusap seluruh


airmatanya, melihat dirinya dalam pantulan cermin.


“Kamu kuat!! Jangan Lemah!” kata Naysa.


Naysa akhirnya menyelesaikan mandinya dan memakai dress  berwarana Putih dengan motif bunga di bagian


bawah berwarana biru.


Ia menutupi tanda


tanda percintaanya dengan Gery memakai foundation.


Lihatlah semua sempurna, untuk wanita yang tidak sempurna!”


kata Naysa. Tergurat rasa sedih di wajahnya.


Naysa melangkah keluar dan disana sang pria tua itu sudah


menunggunya.


“Kenapa dia sudah ada disini..??” pikir Naysa.

__ADS_1


tin tin


Suara klakson mobil memekakkan telingan Naysa.


“Ish...dasar pria tua..!” Gerutu Naysa.


Ia pun menuju ke mobil pria itu.


“Tolong ya pak... kalau punya mobil bagus itu nggak usah


pamer..! klakson mobil anda itu bisa bisa di dengar  oleh orang sekompleks sini..! kalau pengen


pamer jangan disini pak..!” gerutu Naysa sambil masuk mobil.


“Bisa diam tidak! Berisik!” kata Gery datar dan melajukan mobilnya itu.


“ Sebenarnya kita mau bertemu klien siapa si pak?” nggak


jelas banget ngomongnya..!” kata Naysa kesal.


“Nanti kamu tahu sendiri..!” kata Gery.


“Nah,,,gitu dong pak...bilang “kamu” itu terkesan lebih


santaiii kayak di pantaiii...” ucap Naysa terkekeh.


“Apa tadi siang ...” gery tidak melanjutkan kata katanya.


“Kenapa pak dengan tadi siang...? “tanya Naysa


“Ah.. bapak nggak seru..! masak saya tinggal cuci mangkok


bapak sudah molor...!” ucap Naysa berbohong.


“Maksudmu..?” tanya Gery.


“Jadi Bapak Amnesia ? ckckck..! emang beda ya...kalau sudah


berumur itu beda sama yang muda..!” elak Naysa.


“Lama kelamaan kamu saya tendang dari mobil ini..!” ucap


Gery.


“Hahahaha... kalau begitu saya akan berucap syukur pak..!”


“ck!” Gery berdecak kesal.


“Terus kenapa bisa ada darah di kasur saya? Apa kita...”


lidah gery seakan akan kelu mengucapkan kata itu.


“wah gila emang...!maksud bapak we have A ***?hahaha..!”


kata Naysa meledek Gery.


“Pak...saya tahu bapak itu kurang sentuhan wanita tapi ya


nggak gitu juga kali pak...! apa jangan jangan bapak memang berpikiran yang


iya iya ya sama saya? Hayo ngaku??” tanya Naysa.


“Mimpi..!” kata Gery.


“Kalau udah tua tu gini emang bawaannya sensitip..!” lanjut


Naysa.


“ Ingat saya masih bossmu..! jadi dilarang menggunakan kata


umpatan!” kata Gery tegas.


“Iya iya pak...santaiii boss...keep calm..!” balas Naysa.


" Saya itu nggak sengaja kena pisau waktu mau ngupas buah...! Eh, waktu mau pamit bapak udah molor aja...dan  saya panggil panggil bapak nggak bangun bangun...nah...darah saya mungkin menetes di kasur bapak waktu membangunkan Pak Boss." Jelas Naysa berbohong.


Akhirnya mobil tiba di salah satu hotel termegah di kota itu.


“Ingat jangan berbuat sesuka hati!”


“Jaga image perusahaan!” kata Gery mengintimidasi.


“Iya iya pak... amaan..!” kata Naysa.


Mereka pun berjalan beriringan dan menuju ke sebuah meja.


“Maaf..kami terlambat..” kata Gery.


Seorang wanita cantik sudah ada di meja tersebut.

__ADS_1


“Eh iya... silahkan...!” kata wanita itu canggung.


"Sebentar sebentar...Jangan jangan pak Boss ini ada udang di balik bakwan..!" batin Naysa.


Kkita langsung saja ke pokok pembicaraan..! saya tidak


mempunyai banyak waktu..!” kata Gery kepada wanita itu.


“CIh...sombong amat si pak Boss ini...! ternyata galaknya


bukan ke gue aja...ke semua orang mungkin kayak gitu...!pantesan kagak punya


pasangan..! gue sumpahin bucin bucin dech..!” umpat Naysa dalam hati.


“Jangan terlalu formal Ger... bisa kan kita seperti dulu..!”


kata Wanita itu.


“sekarang aku sudah kembali dan akan selalu di sisi Ger...! Maaf karena aku meningalkanmu waktu itu..!” kata wanuta itu memegang tangan Gery.


“Ish ish ish... kenapa ada adegan romantis roomantisan segala


ini..! sialan pak Boss...sengaja jadiin gue obat nyamuk..!” Umpat Naysa lagi.


“Gue kerjain aja lah..! lagian siapa suruh ada adegan


seperti ini di depan gue..!” ide licik Naysa pun menghampiri.


“Sayang... ini siapa ih? Kenapa Pegang pegang tangan kamu


yank... Aku nanti cemburu yank...!” kata Naysa sambil menyingkirkan tangan


wanita itu dan berkedip kedip memainkan matanya ke arah Gery.


Gery menaikkan satu alisnya dan akhirnya paham akan situasi


selanjutnya.


“Dassar wanita bar bar...!” gumam Gery dalam hatinya dan


seulas senyuman pun tersungging di bibirnya.


“ Sudahlah bukan siapa siapa... hanya teman..!” kata Gery.


“Terus kita ngapain disini..? tanya Naysa manja.


“Ada proposal kerja sama dengan perusahan Diamond, dan


pemilik perusahaan itu adalah wanita yang berada di depan kita..!” jelas Gery.


“Tapi aku nggak suka..! nggak usah kerja sama dengan mereka


ya?” Pinta Naysa manja.


“Kamukan udah banyak uang si sayang...ngapain lagi...!” kata


Naysa


“Ya udah kalau kamu mau kerjasama dengannya aku pergi saja


dari sini...!” kata Naysa. Ia pun berbalik dan melangkah pergi.


“Yes... aku bebas jadi obat nyamuknya mereka... !” Gumam


Naysa sambil mengangkat tangannya senang sekali.


Ia pun terus melangkah keluar hotel tersebut.


Sementara di dalam hotel Gery sedang bersitegang dengan wanita tadi.


“Ger...kamu mau ninggalin aku?” tanya wanita itu.


“Siapa gadis itu Ger? Cepat sekali hatimu berganti ke yang


lain... padahal aku selalu memikirkanmu setiap saat..!” kata wanita itu setengah


emosi.


“memikirkanku?? Apa memikirkanku dengan meninggalkanku?


Tidak menghubungiku? Atau tidak memberi alasana apapun saat pergi? Itu yang kau bilang memilirkanku?!!”


kata Gery ketus.


“Dia adalah kekasihku... dan akan menjadi calon istriku..! ingat itu..!” kata Gery melangkah pergi.


“Aku tidak akan membiarkan gadis itu menang..! Gery hanya


milikku..! hanya milikku,..!” Ucap Keisha geram,

__ADS_1


__ADS_2