Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
Pertemuan kembali


__ADS_3

"Sudah siap Nona..?? "kata Gery.


" siap pak..! "jawab Sheena.


Sheena dan Gery langsung turun ke bawah.


" eh.. Lewat mana pak?? Tadi kok saya nggak lihat turunnya..! "kata Sheena.


" lewat lift khusus..! "kata Gery singkat.


Sheena terus mengekor assisten Gery. Kemudian dia melihat sebuah mobil hitam terparkir di depan.


Dilihatnya Gery sedang berbincang bincang dengan boss nya, kemudian dilihatnya Gery sedang menganggukkan kepalanya.


Kemudian assisten Gery kembali memanggil Sheena.


"kamu kali ini ikut mobil pak kusuma... Mobi yang satunya masih di bengkel..!" kata assisten Gery.


"tapi pak..." kata Sheena terputus.


"cepat masuk dan jangan bertanya..!" kata assisten Gery ketus.


Sheena hanya bisa mencebikkan bibirnya.


Gery membuka pintu belakang. Sheena hanya bisa pasrah masuk ke mobil bersama Adhi.


Di dalam mobil, Adhi masih berkutat dengan pekerjaannya. Sheena hanya melirik ke arah bossnya sebentar. Sambil meletakkan map agak menutupi wajahnya.


"data tentang penyelesaian proyek kota W mana?!" tanya bossnya tanpa melihat ke Sheena.


"ini pak.." Sheena menyerahkan berkas ke boss nya tersebut.


Pak Kusuma memeriksa terperinci kertas kertas yang di berikan Sheena.


"gadis ini ternyata pintar juga.. Dia menandai apa apa yang sesuai dan yang agak ganjil sesuai warna..!" batin Adhi.


Ia kemudian tersenyum puas melihat kerja Sekretaris penggantinya.


"kerjamu bagus... Namamu Putri..!" katanya ketus dengan memalingkan muka ke arah Sheena. Adhi pun terkejut melihat ke arah Sheena begitu juga Sheena yang gelagapan ketika Adhi menangkap wajahnya.


"Sheena..!!" kata Adhi.


"hehehe.. Iya pak..." kata Sheena menyembunyikan rasa gugupnya.


"kamu...!!! Turun..!!" kata Adhi ketus.


"eh anu pak.. Kan saya sekretaris bapak masa bapak mau meeting sendirian... Gak bisa lho pak..??!" kata Sheena memecahkan Suasana yang kaku.


"cepat..!!turun.. !!" kata Adhi dengan membelalakkan mata nya.


"yakin ini pak... Saya di suruh turun..ini klien penting lho pak.. Tender miliaran rupiah...ini data datanya dan perjanjiannya ada pada saya... Yakin bapak bisa sendiri nanti..???!" cerocos Sheena.


"jadi kamu pikir saya bodoh..!" ucap Adhi.


"ya kaleee kalau bapak bodoh mana bisa jadi CEO...!" jawab Sheena.


Adhi yang sudah kehabisan kata kata memandang Sheena dengan penuh amarah.


"pak.. Jangan Marah Marah lah...lihat.. Bapak itu cuman terpaut sama saya 3 Tahun.. Tapi...ni kalo di lihat sama orang lain.. Kita itu kayak om om lagi sama cabe cabe annya..!" kata Sheena terkekeh.


Adhi hanya menatap intens dengan Sheena.


"kalo nggak percaya tanya dech sama asisten Gery... Iya kan tuan Gery yang ganteng... Saya ini masih imut..!" lanjut Sheena.

__ADS_1


"" jalankan mobilnya Ger..!" kata Adhi Ketus.


" kita masih belum selese..! " ucap Adhi kepada Sheena.


selama dalam perjalanan, Sheena memasang headset ke telinganya karena suasana yang sangat canggung di dalam mobil. sambil menatap jalan raya ia bersenandung kecil.


ternyata belum siap aku..


kehilangan dirimu...


belum sanggup untuk jauh darimu


dan masih slalu ada dalam hatiku...


tuhan tolong mampukan aku...


tuk lupakan dirinya...


semua cerita tentang nya yang membuatku


selalu teringat akan cinta yang dulu


hidup denganku...


adhi melirik ke arah sheena yang menyanyikan lagu tersebut. Ada rasa yang tidak tergambarkan oleh keduanya melalui lagu tersebut.


sheena membuka kaca mobil dan terpaan angin yang menyapu wajahnya  menambah kecantikanya.


"tutup Jendelanya..! dan hentikan nyanyianmu itu..suaramu merusak gendang telingaku..!" kata Adhi ketus.


Sheena yang tidak terima pun malah terus terusan menyanyikandengan teriak ter lagu tersebut dengan ekspresi yang tidak bisa dikatakan lagi konyolnya.


Adhi yang sudah berada di puncak kesabaran, akhirnya menutup mulut sheena dengan tangannya dan mulai mengeratkan tangannya ke leher Sheena. sekarang Sheena benar benar berada di ketiak Adhi Dharma. Sheena meronta ronta untuk lepas tapi Adhi tetap tak bergeming. senjata pamungkas Sheena pun ia keluarkan. ia mencubit pinggang Adhi dengan sangat kencang sekali. hingga Adhi di buat meringis kesakiatan.


"Kau....!"


"apa...!"kata sheena memelototkan matanya juga.


Asisten Gery hanya tertawa kecil. sudah lama ia tidak melihat bosnya menjadi seperti anak kecil seperti itu. tanpa sadar mereka telah sampai ke tempat yang di tuju.


"maaf pak...sudah samapai.." kata Assiten Geri melerai adu mulut kedua orang yang sudah berumur itu.


"ish...ini ni kalo dilihat orang bisa bisa dikiranya kita ada affair...!eh, tapi nggak papa kok...untungnya kan di aku...TER....KE....NAL...!!" kata Sheena.


Adhi pun melangkahkan kakinya ke ruangan pertemuan klien mereka.


"asisten Gery... Saya duluaan ya...! Takut si Bos Marah..! Dia kan kayak cewek labil..!!"kata Sheena.


" baik Nona..! Hati hati... Saya nanti menyusul di sini..! "jawab asisten Gery


" okay... "kata Sheena sambil menyusul bos nya masuk ke dalam ruangan.


"semangat nona...! Jangan kaget bekerja sama dengan SI boss...!" ucap Gery lirih.


Sheena menyusul Adhi dengan tergesa gesa. Di sana Ia melihat dua orang yang sangat Ia kenal. Tubuhnya bergetar hebat melihat dua orang tersebut. Sheena berusaha menetralkan perasaannya. Ia sudah berusaha selama beberapa tahun ini untuk siap menghadapi mereka namun reaksi tubuhnya benar benar tidak terkendali. Sekilas bayangan bayangan mengerikan itu muncul. Jantungbya semakin tidak bersahabat. Sheena mencoba untuk menyenangkan kembali pikiran nya. Jangan sampai Ia mengacaukan rencana yang telah Ia sususn secara rapi.


"semangat Na..! Kamu bisa..!" kata Sheena menyemangati diri.


Ia pun melangkahkan kakinya ke tempat pertemuan tadi.


"selamat siang pak..!" sapa Sheena.


"owh ya perkenalkan namanya Sheena, Sekretaris saya...!" kata Adhi

__ADS_1


"owh cantik.." kata salah satu orang tersebut dengan tatap an penuh *****.


"Adhi yang melihat kelakuan salah satu kerabat bisni nya merasa tidak nyaman.


" ayo Na... Duduk..! "kata Adhi.


Sheenapun duduk di samping boss nya itu.


" Mari kita lanjutkan pembicaraannya. "lanjut Adhi.


Selama pertemuan berlangsung, rekan bisnis Adhi terus saja merman dada Sheena dan tersenyum penuh *****


Sheena yang berada di posisi tersebut merasa risih. Tangannya sudah mengepal di bawah namun Ia berusaha merileks kan tubuhnya.


Setelah selesai melakukan kesepakatan Sheena pamit untuk ke toilet sebentar.


"maaf saya permisi ke toilet sebentar.." kata Sheena sambil beranjak dari tempat duduknya.


"sial..! Siaal..!!!" makinya di dalam toilet tersebut.


"ternyata sudah tuapun kelakuan bejatnya masih Sama..!!! Lihat saja apa yang akan aku lakukan pada kalian nanti..!!" umpat Sheena.


Setelah menumpahkan kekesalannya Ia keluar dari toilet. Di depan pintu toilet tersebut ternyata sudah berdiri sosok Pria yang tidak di aukainya itu.


" permisi pak...! "kata Sheena berusaha ramah.


Tanpa di sangka tangan Sheena di tarik ke dalam toilet dan membekap mulut Sheena dengan tangan.


Sheena yang menggunakan hak tinggi itu mulai oleng. Sheena berusaha melepaskan kunci an tangan Pria tersebut. mengarahkannya keluar toilet agar CCTV merekam perbuatan bejat Bandot tua tersebuit. setelah dirasa sudah cukup bukti Sheena menendang area sensitif pria tersebut dan memukulnya kembali dengan hak sepatu tinggi.


"heh...bandot tua..! di sini ada CCTV awas saja kau berani membatalkan proyek ini atau bermain curang dengan perusahaan Pak Kusuma..!kubongkar Aibmu sekarang Juga..!" kata Sheena Berapai api.


Sheena mencoba menahan air mata nya. Mencoba kuat di depan orang orang tersebut. Karena jika Ia melaporkan kejadian tersebut maka di pastikan rencananya akan gagal.


Ia berbicara pada pelayan cafe  dan Sheena di arahkan ke kantor Cafe tersebut. selang beberapa menit Sheena pun kembali dengan wajah datarnya.


"kau sudah kembali..!" kata Adhi.


"Iya pak..!" jawab Sheena.


"kalau begitu kita langsung kembali ke kantor..!" lanjut Adhi.


Tanpa ada jawaban dari Sheena, Adhi berlaku menuju mobil. Diikuti dengan Sheena yang mengekor di belakang nya. Sesampainya di di depan  mereka berdua masuk ke dalam mobil.


"Asisten Gery ada tisu sama air mineral..!" kata Sheena.


Asisten Gery yang bertanya tanya itupun mengambilkan tisu dan Air mineral.


Sheena menerima air dan tisu itu dengan tangan bergetar. Airmatanya hampir tidak terbendung lagi. Kesakitan yang Ia rasakan teringat di dalam pikirannya.


Gery kemudian melajukan mobil nya. Sheena hanya berdiam diri dengan tangan yang bergetar. Adhi yang melihat kondisi Sheena di buat kebingungan. Sheena mencoba menenangkan dirinya, mengambil headset dan memutar lagu didalamnya. menyandarkan kepalanya dan memegang kalung yang melingkar di lehernya.Ternyata dia memang rapuh sekali. dalam hatinyapun ia menjerit memanggil kakaknya.


"bisa berhenti sebentar pak..!" kata Sheena dengan mata berkaca kaca.


"berhenti Ger.." kata Adhi dengan menatap Sheena tajam.


Sheena hanya memberi anggukan dan melangkah keluar..


Didalam. Mobil, Adhi merasa tidak tenang. Ia membuka pintu dan mencoba mencari keberadaan Sheena.


"Na..!" kata Adhi mengagetkan Sheena.


Sheena melihat Adhi dengan terkejut. Air matanya mulai meleleh tapi Ia terus menghapusnya. Rasanya Ia ingin menghampiri Adhi dan memeluknya. Tapi kesadarannya masih utuh. Ia tidak mau terlihat lemah.

__ADS_1


Adhi melihat kondisi Sheena yang tengah jongkok . Adhi melepaskan jasnya dan memakai kannya ke Sheena. Ia pun segera memapah Sheena berdiri dan dibawanya kembali ke mobil tanpa banyak bicara walaupun ada seribu pertanyaan yang ada dalam hati Adhi.


__ADS_2