
Semua keluarga pun berkumpul menunggu keputusan mereka dengan raut muka yang cemas.
"Bagaimana Na..?" tanya Bu Shinta.
"Baiklah... Saya akan menerima perjodohan ini..." kata Sheena dengan berat hati.
"Tapi kami akan tinggal di rumah saya... Walaupun tidak sebesar ini... Tapi saya harap om dan tante mengijinkan kami memulai dari awal dengan kenangan kami sendiri..." kata Hisyam.
Sheena pun membelalakkan matanya. Pasalnya itu tidak ada dalam kesepakatan yang merrka buat tadi.
Hisyam hanya meliriknya dan mengisyaratkan bahwa itulah yang diinginkannya.
" Ish..! Orang ini... Bener bener under control..! " batin Sheena.
"Alhamdulillah Na... Terimakasih nak Hisyam... Terimakasih banyak..." ucap Bu Shinta terharu.
"Kalau begitu kita adakan pernikahan secepatnya... Bagaimana kalau minggu depan...?" tanya Bu Andita.
"Iya iya bisa itu Ta.. Aku juga pengennya cepet... supaya anak nakal ini nggak berubah pikiran...!" sahut Bu shinta.
"What..??!!" pekik Sheena.
"Tenang saja... Biar mami yang siapkan semuanya.. Kalian tinggal duduk manis..." kata Bu Shinta bahagia.
Dan Sheena pun hanya bisa pasrah walaupun hatinya sangat sedih dan sakit harus menikah lagi dengan orang yang tidak ia cintai sama sekali.
Setelah pertemuan dua keluarga, Sheena dan Hisyam lebih intens bertemu, mau tidak mau mereka juga harus terlibat dalam persiapan pernikahnnya nanti.
Tring
Hari ini jam 9, mami minta kita fitting baju pengantin!
__ADS_1
Bunyi pesan mauk di ponsel Hisyam.
Oke, Aku akan menjemputmu di kantor.
Balas Hisyam kepada Sheena.
Tidak usah kita ketemu saja di sana.
Balas Sheena
Tidak ada penolakan! Ajak Ara dan Afran juga... Setengah jam lagi aku ke sana!
Balas Hisyam.
"Orang ini benar benar..!! Argghhh..!" umpat Sheena.
"Ada apa nyonya..?" tanya Gery.
"maksudnya..?!" tanya Gery penasaran.
"Ah sudahlah..! Intinya aku akan menikah minggu depan..!" kata Sheena.
Gery pun mengerutkan keningnya, meminta jawaban yang lebih detail namun kelihatannya ia tidak akan mendapatkan jawaban yang diinginkan.
"Tolong minta sopir menjemput Ara dan Afran dan antar ke kantor saja..!" kata Sheena kepada Gery.
"Baik nyonya...!" jawab Gery kemudian dia pun undur diri.
Gery pun menghubungi sopir pribadi keluarga Atmaja dan memintanya menjemput Ara dan Afran. Setelah selesai menghubungi sopir tersebut, tiba tiba pomsel Gery berdering kembali. Tertera nama Naysa di layar ponselnya dan segera ia pun mengangkatnya.
"halo Bang... Aku udah di luar kantornya Sheena... Ketemu sebentar ya.. Aku bawakan makanan kesukaan abang..!" kata Naysa.
__ADS_1
" oke.. Tunggu sebentar..!" jawab Gery..
Ia pun berjalan dengan tergesa gesa menuju lantai bawah dan
Brak..!!
"Maaf... Tidak sengaja.." ucap Gery karena menabrak seseorang yang berjalan di depannya.
Deg deg deg
"Tuan Adhi..!" batin Gery melihat sosok laki laki di depannya.
"Saya juga salah.. Maaf..!" kata Laki laki itu.
"Maaf.. Anda mau cari siapa.. Sepertinya saya tidak pernah melihat anda di sini..!" tanya Gery penasaran.
"Saya mencari Sheena.. Hisyam.. Nama saya Hisyam.." jawab Dokter Hisyam.
"Hisyam..! Bukan Tuan Adhi ternyata.. Tapi..." batin gery yang kemudian di kejutkan oleh ucapan hisyam lagi.
"Anda tahu dimana ruangan Sheena..?" tanya Hisyam.
"Owh iya.. Ada di lantai 4.. Ruangan paling pojok.." jawab Gery.
"Terimakasih..."kata Hisyam meninggalkan Gery.
Gery masih diam mematung. Ia merasa seperti dejavu bertemu dengan majikannya lagi.
" Aneh.. Apakah hanya perasaanku saja Kalau dia itu adalah tuan Adhi..! Tapi tidak.. Memang itu tuan Adhi... Tidak salah...! Aku tidak mungkin salah...! Tapi... Kenapa namanya berubah menjadi Hisyam...! Dan... Mengapa ia juga mengenal Sheena.. Pasti ada sesuatu yang terjadi...! Aku harus segera menghubungi Aries dan Marco.. Harus kuselidiki laki laki yang bernama Hisyam itu..! "batin Gery.
Ia pun melangkahkan kakinya menuju ke luar gedung kantor itu untuk bertemu dengan Naysa walaupun hatinya berkecamuk tentang siapa laki laki tersebut.
__ADS_1