Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
Jebakan Pria Tua Nakal...


__ADS_3

Gery turun dari mobil hitam tersebut dan memasuki gedung


yang menjulang tinggi itu.


“Selamat pagi pak...!” sapa reseptionis yang berada di depan kantor.


Tanpa menjawab, Gery terus saja melangkah menuju ke


ruangnnya di lantai 3.


“Pak Gery itu...gantengnya masyAllah....” ucap para karyawan


yang berada disana.


“Tapi sikapnya...aduuh datar banget...!” kata yang lainnya.


“11-12 lah sama Boss kita...!” kata yang lainnya.


“Mau dong...jadi istrinya...simpanannya juga boleh...!” kata


pegawai yang berkerumun di sana.


“Sudah ah...ayo kembali bekerja...kita bisa di pecat sama atasan kalau ketahuan ngrumpi...!” ucap karyawan wanita yang sudah agak berumur disana.


Mereka pun kembali ke divisi masing masing.


Sesampainya di ruangannya, Gery melihat isi flashdisk yang


di berikan anak buahnya tadi. Ia membulatkan matanya, sungguh di luar dugaanya,


ternyata jaringan si Chandra ini memang hanya kedok membantu anak anak yang


kurang mampu. Tapi kebanyakan anak ank tersebut malah dianiaya dan dijual ke


perdagangan manusia.


Dia melihat dengan seksama data data orang orang yang


terlibat dengan perusahaan Chandra. Dan ia menemukan hal yang di luar dugaan.


Keterkejutannya semakin menjadi jadi ketika menyaksikan bukti bukti illegal


yang dilakukan oleh orang ini.


“Bagaimana bisa dia terlibat?” batin Gery.


Gery segera bertindak cepat. Ia menelpon anak buahnya yang


ada di singapura untuk memata matai sebuah perusahan yang terkait dengan


perusahan Chandra.


“Aku ingin kalian kirimkan hasilnya dalam dua hari...!” kata Gery dingin.


Kemudian ia menutup panggilan telpon tersebut.


“Ternyata bisnis perusahaan si brengsek itu telah mengular


bahkan sampai ke beberapa Negara...!bagiamana caranya bisa menghentikan mereka dan


membuat mereka hancur..!” kata Gery lirih.


“Pastinya ini akan sangat tidak mudah...!apalagi orang orang


yang bekerjasama dengan si brengsek itu adalah orang orang besar..”


“Aku harus mencari perusahaan perusahaan yang mau di ajak


bergabung dengan perusahaan si boss...untuk memperkuat pertahanan perusahaan


ini..!” batin gery menatap tajam data data tersebut.


Tok tok tok


Suara pintu kantor di ketuk.


“Masuk..!” ucap Gery.


Seorang gadis cantik dan seksi datang ke arahnya.


“Maaf Pak...hari ini anda ada janji ketemu dengan perusahan Amira Art and design untuk desain produk baru perusahaan ini...!” kata Alya, Sekretaris Gery.


“Hmm...pergilah...jam 9 kita berangkat..!” kata Gery dingin.


Alya pun mengundurkan diri dari ruangan Gery.


“Aku heran dech sama pak Gery...aku udah dandan maksimal


kayak gini...!udah seksi dan cantik kayak gini...malah nggak ngelirik


sedikitpun..!” ucap Alya kesal.


“Lihat saja nant...akan ku buat Anda benar benar bertekuk


lutut padaku..!” kata Alya kesal.


Sementara Gery masih sibuk dengan data data di flashdisk.


“lebih baik aku backup dulu data data ini..sebelum aku


mengaadakan meeting dengan Amira art and design!” gumam Gery.


Dengan kecepatan dan ketelitian Gery, Data data tersebut


sudah berhasil di backup dan di kunci agar tidak terjadi kebocoran dari dalam.


Kemudian ia melanjutkan memeriksa beberapa file perusahaan.


“kenapa file file ini banyak sekali...Boss Boss kemanakah


dirimu...!aku hampir mati dengan tumpukan berkas berkas ini..!” keluh Gery.


Setelah sekian lama berkutat pada berkas berkas, Gery pun


melihat jam tangannya. Pukul 08.17, masih ada sisa waktu sekitar 13 menit untuk


menyelesaikan berkas berkas sisanya setelah itu ia akan segera meluncur menumui


pemilik Amira art and design. Gery menekan gagang telpon di depannya.


“kita majukan jadwalnya..segera bersiap siap jam 08.30..!”


kata Gery ke sambungan telpon tersebut.


“Baik pak...!” jawab Alya.


Gery memulai menyiapkan berkas yang dipelukan. Ia tipe orang


yang tidak mudah percaya sama orang jadi dia sering mengecek kembali semua berkas


yang ia butuhkan.


Gery bangkit dari tempat duduknya dan melangkah membuka


pintu ruangannya.


“Sudah siap?!” kata Gery datar.


“Sudah pak..!” jawab Alya.


Mereka berdua akhirnya menuruni kantor dan masuk ke mobil.


Sebelum Gery sempat mengemudikan mobilnya, tiba tiba Alya menerima pesan masuk.


“Pak...ini dari pihak Amira mengubah tempat pertemuannya..”


kata Alya.


“Berani beraninya mereka mengatur jadwal sesuka hati


mereka..!” kata Gery tersirat amarah di wajahnya.


“Katanya, Ada trouble dengan mobil pemilik Amira...jadi


mereka memilih tempat terdekat dengan posisi mereka..!”tambah Alya.


“Cih...!besok kedepannya, jangan pakai jasa Amira Art and


design..!” kata Gery tajam memperingatkan.


“Baik pak...!” kata Alya.


Alya merasa senang karena ia bisa bersama sama dengan Pak


bossnya itu. Ia benar benar tergila gila dengan bossnya itu.


“Kalau terus terus begini juga nggak papa...aku diajak


kemanapun oke oke aja pak...ayo lah bawa aku kemana gitu pak...jangan kerja


teruus...!” kata Alya dalam hati.


Gery tidak memperhatikan sekretarisnya itu. Ia tetap focus


opada jalanan yang lumayan ramai dan padat.


Sekitar 30 menit mereka sudah sampai di tempat yang di


tentukan oleh pemilik Amira. Gery turun dari mobilnya diikuti oleh


sekretarisnya itu.


“Katanya meja no. 9 pak...” kata Alya.


“Permisi pak buk...ada yang bisa kami bantu..?” kata pelayan


café tersebut.

__ADS_1


“Kami sudah ada janji di meja no.9” kata Alya.


Gery hanya diam mengendarkan seluruh pandangannya ke café


tersebut.


“Baik bu..kami akan tunjukkan mejanya..!” kata pelayan tersebut.


Gery dan Alya mengikuti pelayan tersebut, ruangan VVIP itu


memang berada jauh masuk di dalam café.


“Ini pak...tempatnya...silahkan masuk...!” kata pelayan tersebut.


“Terimakasih mbak...!” ucap Alya.


Gery dan Alya membuka pintu ruang tersebut. Seketika itu Gery


terkejut karena didalam ruangan tersebut sudah duduk seseorang yang begitu di


kenalnya. Yang di lihat tidak menyadari kedatangan Gery. Ia masih sibuk dengan


laptopnya. Gadis itu berpakaian berbeda dari biasanya. Bahkan terkesan lebih feminine.


“Ehem ehem..” Gery berdehem menyadarkan dua orang yang


sedang asyik dengan laptopnya.


Mereka berdua menoleh ke  arah pintu tepat dimana sosok pria bertubuh


tegap dan berkulit putih itu berdiri.


“Pak tua..?!!” kata Naysa.


Reita menyenggol lengan Naysa.


“Itu Assisten perusahan KY group yang terkenal


itu...bersikaplah yang sopan...!” kata Reita mengingatkan.


“Bisa bahaya kalo kita tidak mendapatkan job dari perusahan


itu..”. lanjut Reita


Naysa langsung terdiam menundukkan kepalanya menghormati


pria tua tersebut.


“Ish...kalau saja dia bukan orang yang berkuasa...kagak sudi


aku berbaik baik kayak gini..!” ucap naysa dalam hati.


“Jangan mengumpat Nona...!!anda tahu kan akibatnya..!” Suara


bariton itu mengagetkan semuanya.


“dasar Pria tua...!! dia itu cenayang apa apa si...bisa baca


pikiran orang..!” gerutunya dalam hati.


Naysa hanya mencebikkan mulutnya, meratapi nasibnya yang


bagaikan makan buah simalakama.


Mau melawan takut tendernya tidak disetujui, kalau tidak


melawan laki laki tua ini pasti akan menginjak injaknya.


“HUH..!!!” desah Naysa.


Gery kemudian duduk ke kursi yang berada di hadapan dua


gadis itu diikuti dengan Alya.


“Bagaiman nona..ada yang ingin anda sampaikan..?!” kata Gery


mengintimidasi Naysa.


“O iya pak...ini kami sampaikan model rancangan yang telah


kami desain..” kata Reita


“Saya ingin dia yang menjelaskan desainnya..!” ucap Gery


tegas.


“Eh..!” mbak Reita melihat ke arah Naysa dengan tatapan


tanda tanya.


“Sepertinya dia orang baru...dari penampilannya mungkin


butuh pengetahuan yang lebih agar bisa memenangkan kerja sama ini...!” Kata


Gery menunjuk ke arah Sheena.


tenggelam dech...!!!” batin Naysa menjerit.


“Tapi...rekan kerja saya ini...” belum sempat Reita


menjelaskan, pandangan Gery sudah tajam menatap Reita seakan akan ingin


menelannya hidup hidup.


“Baik pak...” jawab Reita sambil menelan ludah kasar.


Ia pun menyerahkan laptopnya ke Naysa untuk di presentasikan.


Sedang Alya merasa was was kenapa Pak Boss nya tiba tiba berubah seperti itu.


Biasanya dia hanya akan peduli pada presentasinya bukan orang yang memaparkannya.


“Baiklah...oke fine..!gue jelasin nih ya..!tapi awas aja


kalo tender ini tidak di kasihkan ke gue..!!gue tonjok sampai bonyok kau wahai


pria tua..!” kata kata tersebut hanya ia sembunyikan dalam hati tidak berani


terucap oleh mulut Naysa.


“Apakah nona ini hobi mengumpat orang dalam hati?” kata Gery


mengalihkan pandangannya ke Naysa.


“Pria itu mungkin utusan mak lampir kali ya...bisa tahu


pikiran dan hati gue..!” gerutu Naysa dalam hati.


“Tidak pak...baik  akan saya coba jelaskan konsepnya...” hanya


itu yang terucap dari mulut Naysa.


Naysa pun mulai memaparkan konsep dari rancangan desain


produk tersebut. Butuh waktu hampir dua jam untuk menanggapi pertanyaan


pertanyaan yang terlontar dari Gery.


Memang diakui Naysa, bahwa pria tua itu ternyata sangat


teliti dan hati hati dalam memilih suatu konsep rancangan desain. Apalagi ini


berkaitan dengan perusahaan yang adi daya di Negara ini.


Setelah Naysa mempresentasikan konsepnya, mereka pun  menikmati makanan yang disajikan.


“Sejak kapan Pak Gery mau makan setelah meeting...biasanya


langsung tancap gas nggak mau tahu urusan selanjutnya” batin Alya.


“Pak..maaf pak..mau tanya...ini bapak nggak ada meeting lagi


ato apa gitu...ke proyek mana gitu...?!” kata naysa yang sudah jengah karena


ketiga perempuan itu jadi kikuk karena ada assisten Gery. Mereka makan seakan


akan nyangkut di tenggorokan dan nggak bisa kenyang.


“Kamu ngusir saya..?!!” tanya Gery sinis.


“ Nggak lah pak...mana berani saya...nasib saya, mbak Reita


dan puluhan karyawan kami berada di tangan bapak sekarang..!” kata Naysa sinis.


Ia menutup mulutnya. Ia benar benar tidak bisa mengontrol


mulutnya itu jika berhadapan dengn pria di hadapannya sekarang.


Mbak Reita sudah memelototinya dan mencubit pelan lengan Naysa.


“Maaf...bisa tinggalkan kami sebentar...!” kata Gery datar.


“Alhamdulillah...!ucap Naysa buru buru mengambil tasnya


hendak pergi.


“Kamu tetap disini..!yang lainnya keluar...!” ulang Gery


lagi.


“Mampus...!!!ya Allah tolongin gue hari ini...biar tidak di


kirim ke neraka sama pria tua ini..!” jerit hati Naysa.”


Alya yang melihat reaksi itu benar benar kaget. Kenapa


bossnya bisa berubah 180 derajat menjadi orang yang tidak ia kenal selama ini.

__ADS_1


“Kamu...pesan taksi online saja langsung ke kantor..!” kata


Gery tajam ke arah Alya.


“Dan Anda?apakah anda bawa mobil sendiri nona?” tanya Gery


pada Reita.


“Iya Pak...saya bawa mobil...tapi nanti Naysa...” belum


sempat Reita meneruskan omongannya, Gery memotong perkatan Reita.


“Nanti gadis bar bar ini biar sama saya..!” ucap Gery


tersenyum licik.


“Ish...orang ini maunya apa coba...seneng banget lihat gue


menderita...!menyebalkan..!” gumam naysa pelan.


“Saya paling tidak suka orang yang mengumpat saya..!” kata Gery.


Naysa hanya bisa terdiam sambil menahan amarahnya. Sedang


Alya dan Reita sudah mengundurkan diri dari ruangan tersebut.


“Duduk...!” perintah pria itu.


“Duduk ya duduk si...nggak usah ngegass..!!” ucap Naysa


kesal.


“Kamu tahu kesalahanmu apa..?” Tanya Gery.


“Ya elah pak...kalau menurut saya si saya tidak punya salah


apa apa...!dari tadi juga gini gini aja...!” kata Naysa menahan emosi.


“Bapak kali yang bermasalah...dari tadi bawaannya ngegas


teruuss..!” tambah Ansha.


“Jadi...menurutmu aku yang salah?” kata Gery.


“Ya mana berani saya pak...bisa bisa bisnis gue End..!!” gerutu Naysa.


“Sebenarnya aku sudah memutuskan untuk tidak memilih Amira


Art and Desin untuk konsep produk perusahaan kami..tapi karena kami berbaik


hati saja kami memberikan kesempatan kepada kalian...!”ucap Gery sinis.


“Ckckck...!!kejam amat..!nasib karyawan saya itu tergantung


sama keputusan Bapak..!kalau bapak punya masalah dengan saya ya jangan bawa


bawa yang lainnya pak..!” ucap Naysa kesal.


“Bisa di pertimbangkan...tapi dengan satu syarat..!” kata


Gery menyeringai licik.


“Ish..perasaan gue kagak enak ini...sumpah...!lihat wajah


bapak kayak gitu aja gue udah merinding...kayak ada hawa makhluk halus di


sekitar gue...sensasinya itu....hiiii...sereemmm...!” cerocos Naysa.


Gery hanya menatap  malas ke arah Naysa.


“Ya udah pak...syaratnya apa?” kata Naysa mantap.


Gery sejenak berpikir dan akhirnya ia mempunyai ide dimana


gadis itu akan di tempatkan.


“Apa pak...ayo cepetan...!nih ya pak...Bapak orang


kaya...sedang saya itu harus banting tulang buat makan...!!jadi jangan sita


waktu saya yang berharga ini Bapak gery yang terhormat..!” Kata Naysa tidak


sabar.


“Aku ingin anda menjadi penanggung jawab untuk konsep dan keseluruhan


proses peluncuran sampai promosi untuk produk baru kita..! gimana??”tanya Gery.


“Kita..??? anda saja kaleee...!!nggak.. nggak bisa gitu donk


pak...saya ini masih amatiran...kerja aja belum bener...nanti kalau ada


kesalahan saya nggak kuat nanggung beban ganti ruginya pak...beban hidup saya


saja sudah banyak..!!” ucap Naysa yang sangat kesal dengan tawaran Gery.


“Cih...ternyata anda memang tidak peduli sama nasib


karyawanmu...!” kata  Gery.


“hey..!!! Jaga bicara anda ya ...!!”


“Justru saya yang paling peduli dengan mereka..!”


“Buktikan..!!” tambah Gery.


“Ya Allah... kenapa Kau ciptakan orang seperti dia..!!” kata


Naysa geram.


Gery masih tenang dan datar dalam menghadapi Naysa, padahal


Naysa sudah emosi tingkat dewa.


“Ske fine..!!setuju..deal..!!” kata Naysa yang tersulut


emosinya.


“Baiklah nona...aku butuh kepastian agar kau tidak lari


tanggung jawab...!” lanjut Gery.


“Ish...kalaupun saya lari...saya bisa lari kemana tuan


Gery??saya yakin tangan dan mata mata anda dimana dimana bukaan??” sindir


Naysa.


Gery pun memanggil pelayan membawakan materai dan selembar


kertas. Dia pun menuliskan isi kontrak perjanjian itu.


“Tanda tangani ini...!” kata Gery.


“Ish...permisi ya tuan...saya baca dulu...!saya tidak mau di


kibulin oleh otak anda yang jenius itu..!” kata Naysa.


“Jadi anda mengakui saya jenius??” tanya Gery.


“Salah ucap Tuan...mulut saya kesleo..!” elak Naysa.


Naysa membaca perlahan lahan isi kontrak tersebut. Kemudian


membubuhkan tanda tanagn ke kertas tersebut.


“ Sekarang boleh saya pulang Bapak Gery yang tampan dan baik


hati seperti malaikat..!!” kata Naysa.


Gery tersenyum.


“Sepertinya...hari ini anda sudah mulai bekerja..!” kata


Gery sambil berdiri.


“Silahkan ikuti saya..!” lanjutnya.


“Eitss...!!!apa apan ini..!nggak ada dalam surat perjanjian..!” kilah Naysa.


“Lihat baik baik nona...poin no. 3..”kata gery sambil menyodorkan kertas perjanjian itu.


Pihak kedua akan segera mulai bekerja setelah menandantangani surat perjanjian


“Apa apaan ini..!” kata Naysa.


“Bukankah anda sudah membacanya dengan teliti..!” kata Naysa.


“Dasar Licik..!!kau..!!” kata Naysa terhenti.


“Ingat nona...saya disini Bossnya..!apakah anda tidak takut


dengan nasib karyawan anda..? bukankah tadi ada yang bilang kalau ada yang


paling peduli sama karyawannya..!” kata Gery dengan seringaian Licik.


Naysa hanya berdecak kesal dan menggerutu dalam hatinya.


 


 


 


Jangan lupa tekan like, commnet  and votenya dan dijadikan favorit ya kak....terimaksih atas dukungannya...


 

__ADS_1


 


__ADS_2