Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
Tragedi di Sekolah Ara...


__ADS_3

Setelah terheran heran dengan kelakuan Adhi, Sheena kembali ke ruangannya. Ia mencoba berfikir apa yang terjadi kemarin. Ia mencoba mengingatnya namun tidak menemukan ingatan apapun di benaknya.


"apa sakitku ini bertambah buruk ya.." gumamnya pelan.


"ngelamun aja si yang baru ketemu gebetan...?"kata Riska mengagetkan sheena.


"heh...siapa yang ngelamun..!"jawab Sheena.


"siapa lagi kalo bukan gadis yang ada di depan gue sekarang ini.."godanya sambil berbisik.Dan Sheena menyikut pelan perut Riska.


"udah ah...gue mau nyelesein data data ini..keburu bos mu itu kembali kumat.."lanjut Sheena.


"tapi cin.....ta.....kaaann...."ledek Riska sambil kembali ke tempat duduknya.


tak terasa waktu sudah menunjukkan istirahat siang. Sheena hendak ke kantin untuk makan. tiba tiba handphone nya berbunyi. tertera disana nama ibu guru Ara. Sheena dengan sigap langsung mengangkat telfonnya.


"selamat siang bunda...! syukurlah..!saya dari telfon papinya nggak diangkat angkat..!" Kata bu Shinta panik.


"Iya...selamat siang bu...gimana..ada masalah dengan Ara?"tanya Sheena khawatir.


"begini bu..Sheena tadi jatuh dari lantai 2 dan tidak sadarkan diri sekarang..!ini kami dalam perjalanan ke rumah sakit..!"kata Bu shinta gugup


seketika itu juga serasa Sheena tidak mampu berdiri tegak. tubuhnya terhuyung. dia merasakan dunia seakan gelap.


"bagaimana mungkin gadis sekecil itu yang tidak pernah merasakan bahagia dengan keluargnya dan sekarang malah mengalami hal seperti ini..."Batin Sheena sambil berderai air mata.


"halo bunda..haloo.."bu Mytha memanggil di sebrang sana,


"iya bu..saya segera kesana..kirim alamat rumah sakitnya segera..!"kata sheena tersadar dari keterkejutannya.


ia segera menyambar tasnya dan berlari ke lantai satu menuju lobi. saat ini dia segera memesan aplikasi ojek online yang bisa mengantarnya dengan cepat sampai rumah sakit tersebut. dia tidak mungkin berkendara sendiri mengingat keadaannya yang tidak stabil. Sesampainya di luar kantor, ojek online sudah menunggunya. mereka pun meluncur ke rumah sakit dimana ara dilarikan. perasaan khawatir, cemas dan sedih menghantui pikirannya. sesampainya di rumah sakit ia langsung menuju ke ruang IGD. disana dilihatnya bu Mytha yang terlihat panik.


" gimana bu keadaan Ara?" tanya Sheena.


"di dalam bunda...masih di tangani dokter.."ucapnya cemas.


ia melihat kedalam. benar kepala gadis cilik itu penuh dengan darah. doktermasih berusah memberikan pertolongan. sheena menangis tersedu sedu. air matanya sudah tidak terbendung lagi.


"katakan bu...!bagaimana Ara bisa jatuh dari lantai 2..!" teriaknya sambil mencengkeram tangan bu Mytha masih dengan air mata yang deras mengalir di pipi cantiknya


.


"itu bu..."ucap bu shinta gugup.


"KATAKAN...!!!" teriak Sheena sambil mengguncang guncangkan badan bu Mytha. mencengkeram erat tangannya.

__ADS_1


"Ara sedang bermain dengan temannya, tiba tiba Darren mendorongnya dan ia terjatuh..."kata buMytha.


"DIMANA GURU YANG MENDAMPINGI..!!!DIMANA...!!"teriak Sheena lagi. kini ia sudah merosot di kaki gurunya. ia bahkan tidak bisa berkata apa apa lagi. tangisannya semakin menjadi jadi. bu shinta mencoba menenangkan Sheena. mengusap lembut punggung gadis itu.


"saya yakin Ara kuat bun..!" kata Bu Mytha pelan. ia pun bersedih melihat kondisi Ara.


"dia anakku..!tentu saja dia kuat..!"tegas Sheena.


sementara di perusahaan KJ group. pimpinan mereka telah selesai melakukan rapat.


"rapat kali sungguh lama sekali..!bagaiman bisa beberapa divisi lalai seperti itu..!saya tidak ingin ada kejadian seperti ini Ger..!"kata Adhi.


"Baik pak Kusuma..akan segera saya berekan.."kata Gery.


kemudian ia berjalan menyusuri lorong ruangannya. dilihatnya meja kerja Sheena kosong.


"kemana gadis itu?" batin Adhi.


di raihnya ponsel di sakunya dan ia sanagt terkejut ada tujuh belas panggilan di layar ponselnya. dan itu dari sekolah putrinya. Ia mencoba menghubungi nomer tersebut.


"halo.." kata Adhi saat panggilan telfonnya di angkat.


"halo pak..."jawab orang di sebrang


"ada apa ya dengan putri saya? kenapa ada panggilan dari sekolah banyak sekali.."tanya Adhi datar.


"bunda..?"kata Adhi menegaskan.


"iya pak..nanti alamt rumah sakitnya saya kirimkan.."lanjutnya.


"oke saya segera kesana..!"kata Adhi.


"ger..urus urusan disini...putri saya di rumah sakit..saya harus segra ke sana..!"kata Adhi sambil berlari menuju lift.


Adhipun meraih ponselnya menghubungi mami dan daddynya.sebenarnya.


" halo Nak..Ada apa?" jawab Mami Adhi.


"Ara jatuh dari tangga mi...segera ke rumah sakit..sampaikan ke papi juga.."


"astaghfirullah...bagaimana keadaanya Nak?"kata mami Adhi Kaget dan kahwatir.


"Adhi tidak tahu..!"ini Adhi meluncur kesana.." jawab Adhi.


"baiklah..mami dan papi segera ke sana..maminya Ara sudah dihubungi?"tanya mami adhi lagi.

__ADS_1


"dia sudah di sana mi.."jawab Adhi


.


saat ini pikiran adhi benar benar tidak karuan. Ara adalah harta yang paling berharga buatnya. namun ada kekecewaan pada Amanda maminya Ara yang benar benar hanya gila harta dan tidak mempedulikan keluarga. akhirnya Adhi memutuskan bercerai dari Amanda dan hak asuh ada di tangan Adhi. namun, karena amanda merengek untuk bisa ketemu sama Ara, adhi membrikan kesempatan itu. dan melihat Ara yang bahagia sama maminya ia pun tidak mau merusak kebahagiaan anaknya. karena juga ia sibuk dengan pekerjaanya yang menggunung, akhirnya amanda pun ia minta untuk menemani Anaknya itu. ia juga tidak lupa memberikan Amanda sejumlah uang untuk kebutuhan hidupnya. karena seperti yang Adhi lihat, Amanda sudah benar benar berubah. namun rasa kecewanya kembali hadir. putrinya selalu mengatakan ingin bersama sama mereka berdua.


"apakah aku harus menuruti keinginan Ara?"Batin Adhi.


setibanya di parkiran, ia langsung mengendarai mobil sportnya menuju rumah sakit yang dituju. ,mami dan papinya pun ternyata tiba hampir bersamaan dengan Adhi.


"diman ruangannya Nak?" kata mami Adhi panik.


"katanya masih di ruang tindakan" jawab Adhi.


mereka bertiga menuju ruang perawatan yang di maksud. di tengah perjalanan ia bertemu dengan bu Shinta.


"maaf Pak Kusuma?" sapa  bu Mytha.


"iya.."jawabnya.


"alhamdulillah pak...mari pak lewat sini.."kata Bu Mytha.


"saya kasihan tadi sama bundanya Ara..sendirian kesini dan hampir pingsan tadi karena shock!" kata Bu Mytha.


"keadaan Ara sudah stabil, hanya tinggal menunggu sadar karena masih dalam pengaruh obat bius" lanjut Bu Mytha.


"Ara beruntung..punya bunda yang sangat sayang padanya...dari awal tindakan sampai pindah kamar tetap berada di samping Ara..walaupun terus menangis.." tambah buMytha.


mami dan papi Adhi saling melirik.


sejak kapan perempuan itu jadi baik" batin mami Adhi.


sesampainya diruang perawatan ia melihat kepala Ara di perban. juga selang infus yang tertancap di tangannya. lehernya juga di gips. Adhi sangat shock melihat keadaan Ara. Sementara itu ia melihat sosok perempuan yang menunggui Ara.


"itu bukan Amanda..lalu siapa?dimana Amnada?"batin Adhi.


"bunda Ara...ini saya bawakan roti dan air minum..dan ada..."kata bu Mytha terpotong.


"hmmm...anda masih berhutang penjelasan kepada saya..saya ytidak terima Ara bisa sampai seperti ini..!dan jangan memberikan saya apapun..!saya tidak sudi menerimanya sebelum kalian bisa jelaskan apa yang terjadi dengan Ara..!!"


"bahkan kalian tidak akan tahu bagaiman penderitaan anak kecil ini..!!kalau dalam 1 x 24 jam saya tidak menerima laporan yang masuk akal, saya pasti akan mempidanakan kasus ini..!" ucap Sheena tajam menahan isak tangisnya tanpa menoleh kebelakang.


Adhi dan maminya terkejut karena yang dibilang bunda itu bukanlah amanda. dan lebih terkejut lagi bahkan aura gadis ini saat mengatakan hal itu begitu dingin dan penuh tekanan.


"anda sebaiknya segera keluar dari kamar ini..!sebelum saya memanggil satpam untuk menyeret anda keluar dari sini..! tambah Sheena, yang kemudian menoleh ke belakang.

__ADS_1


 


 


__ADS_2