Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
Bertemu lawan yang tak seimbang...


__ADS_3

Setelah selesai memberikan info kepada Sheena, Naysa pun


pamit dari rumah mewah tersebut.


Pertarungan akan segera dimulai setelah sekian purnama kami bersembunyi


Semua kejahatan harus mendapatkan balasan yang sesuai.


Hukum terlalu lemah untuk mereka mereka yang punya kuasa


Dan keadilan semakin memendar dari posisi seharusnya


Saat ini yang harus dilakukan adalah membuat keadilan itu berpijak pada kaki yang benar


Walaupun dengan cara yang salah.” Batin Naysa menatap ke arah langit yang semakin tidak cerah lagi.


Ia pun melajukan kendaraannya dan menyingkap jalanan yang


dipenuhi dengan teka teki yang banyak dan tidak terselesaikan.


Sementara di rumah mewah itu, Suasana semakin tidaka


menentu. Dalam hati Sheena, ia merasa takut akan kejadian yang akan dihadapinya


nanti. Namun, sudah pada titik ini, ia tidak bisa kembali lagi. Kejahatan yang mereka


lakukan telah membuat orang orang yang lemah menjadi korban. Bagaimanapun ia


harus ikut dalam pertempuran kali ini. Karena ia tahu rasanya sakit  sebagai korban dan harus berjuang untuk


sembuh.


Flashback on


Beberapa tahun sebelumnya, Di Negara K, Sheena mulai menata kehidupannya


kembali setelah Adhi pergi tanpa kabar. dia memantapkan hatinya untuk terus


melanjutkan hidupnya di Negara ini.


“Na... besok bukannya kamu ada wawancara kerja di perusahaan


Osborn Tech.. mau berangkat pagi atau siang?” tanya Mas Fahri.


“Maybe, pagi aja lah mas... its better..!” kata Sheena.


“Fine, Kalau gitu berangkat sama mas saja ya..!” kata Mas


Fahri.


“Ish... kalau sama mas Fahri nggak enak...nanti di ceramahin


dulu di mobil...!” ucap Sheena.


“Kamu ini Na...!” kata Fahri tersenyum.


Fahri merasa bahagia karena ia bisa melihat Sheena tersenyum


kembali. Selama ini adiknya sudah lama menderita, karena itu Ia hanya ingin


membahagiakan adiknya itu seumur hidupnya.


"Aku ke sana sendiri saja Mas.." kata Sheena.


"yakin?" kata Fahri


"Heem..!" jawab Sheena.


"ya sudah... be careful..!" kata Fahri menasehati.


Keesokan paginya Sheena sudah bersiap siap untuk wawancara


kerja. Ia melajukan Mobilnya pelan melewati jalan di Negara K Ini.


Tiba tiba matanya tertuju kepada seseorang yang duduk di


pojok sebuah gedung.


Sheena penasaran dengan laki laki tersebut. Ia menepikan


Mobilnya dan turun dari Mobil.


Sejenak Ia mengamati laki laki tersebut. Ada rasa penasaran


dalam hatinya. karena itu Ia mendekat ke arahnya.


"excuse me..!" kata Sheena.


Laki laki itu pun menoleh ke arah Sheena.


"Dari negara X?" Tanyanya.


Sheena menganggukkan kepalanya.


"Aries..!" kata laki laki itu.


"Sheena..!" ucap Sheena.


"Ada masalah??" kata Sheena.


"Kau lihat gedung yang di depan itu.." Tanya Aries.


Sheena hanya menatap sebuah gedung tinggi yang menjulang.


"di dalam sana terjadi perdagangan manusia... banyak


anak anak yang mati sia sia di tempat itu..!"


"hah..!” ucap Sheena terkaget.


“ Kau terkejut??" kata Aries.


"Banyak sekali kejadian yang tidak bisa di tuntaskan


oleh hukum, Dan korbannya adalah rakyat rakyat kecil yang sudah


menderita.." kata Aries.


"Kau pasti tidak akan tahu rasanya.. Karena dari


penampilanmu sepertinya kau bukan golongan dari kami.. Dan tidak pernah


mengalami kejadian menyakitkan seperti kami..." kata Aries menatap ke arah


jalanan.


Sheena mencoba duduk di sebelah laki laki itu. Laki laki


yang mungkin berusia dua tahun di bawahnya.


Sheena menghela nafasnya.


"Apa kau pikir orang yang kelihatan baik baik saja itu


benar benar baik baik saja..? " kata Sheena.


"Kau juga tidak akan pernah tahu apa yang aku alami


hingga rasanya aku ingin memutuskan untuk mati saja..." kata Sheena.


"Mati untuk mereka yang merenggut kebahagiaan


kita??"


"Jangan mimpi..!! Sebaliknya melihat mereka mati untuk


mengembalikan kebahagiaan kita itu yang harus kita lakukan..!" kata Aries


menatap tajam ke arah gedung di depan mereka.


"Aku bahkan tidak punya kekuatan untuk melakukan


pembalasan..!" keluh Sheena.


"Mau bergabung dengan kami?" kata Aries tanpa


melihat Sheena.


Sheena hanya menaikkan alisnya.


"Apa yang akan kalian lakukan.." Tanya Sheena.


" Memperkuat diri dan mencari kelemahan mereka agar


banyak anak anak yang terselamatkan..! Mengandalkan kekuasanan hukum saja suduah


tidak berguna lagi..!" kata Aries.


Sheena menemukan bahwa tidak ada kebohongan dalam ucapan laki laki ini.


"Lihat lah disana..!" mereka semua adalah bagian


dari kami yang terus mengawasi gedung ini...! " kata Aries


"Boleh aku bertanya, kenapa kau mengatakan ini


semua?" Tanya Sheena.


"Entah lah.. Kurasa kau orang tulus..!" kata Aries.


"Bisa aku percaya?" Tanya Sheena.


"Ikutlah.. Kau akan lihat sendiri..!" kata Aries.


Sheena mengikuti langkah Aries. Ia bahkan lupa tentang wawancara


kerjanya hari ini. Sheena melewati lorong lorong gedung yang menjulang.

__ADS_1


Menyusuri jalan yang entah ia juga belum pernah ke tempat ini. Ada rasa


khawatir dihatinya namun ia tepis begitu saja karena rasa penasarannya yang


semakin kuat.


Sampailah ia di sebuah perumahan. Rumah minimalis seperti


rumah rumah kebanyakan. Ia memasuki rumah tersebut secara perlahan. Diamatinya


sekeliling ruangan tersebut. Didalam rumah tersebut banyak yang sedang berlatih


bela diri dan juga IT.


“Disinilah jika kau mau mulai...!” kata Aries.


Sheena masih tidak mengerti maksud dari aries.


“Jika kau ingin menghancurkan mereka, tempa dirimu untuk


menjadi kuat, karena jika kau berhadapan dengan mereka dan kau lemah maka


mereka akan mudah menghabisimu...!” kata Aries.


“Lalu mereka..?” tanya Sheena yang melihat ke arah sebelah


ruang latihan.


“Mereka adalah para hacker dunia gelap yang sudah berhhenti


dari pekerjaannya... dan mereka menawarkan diri untuk membantu..!” kata Aries.


“Bagaimana kau bisa percaya pada mereka?” kata Sheena.


“Mereka punya kasus yang sama, Keluarga mereka mendapati


kasus pelecehan, dan juga anggota keluarganya ada yang di bunuh dan diambil


organ organ tubuhnya, karena itu kami berkumpul jadi satu disini..! membentuk


keluarga baru...” kata Aries.


“Apa mereka tidak bekerja?” Tanya Sheena.


“Kerja.. .mereka di dunia luar bekerja layaknya orang orang


pada umumnya. Namun ketika masuk ke sini mereka sudah berubah menjadi orang


yang ingin memberantas habis perdaganagn gelap manusia...” kata Aries.


Semenjak kejadian itu, Sheena menempa dirinya dengan latihan


latihan yang keras. Hingga suatu saat Naysa datang ke kota K untuk melihat


temannya itu. Namun, Ia juga masuk ke dalam kelompok anggota tersebut. Sheena


dan Naysa adalah sosok gadis biasa dimata orang orang. Namun di mata anggota


club peretas ia termasuk orang yang sangat di takuti. Kemampuan beladirinya


melampaui level atas dan kemampuan meretasnya juga sangat luar biasa.


Setahun setelahnya, angka perdagangan manusia secara illegal


menurun pesat. Bahkan keadaan pasar gelap pun kacau. Namun tidak ada yang tahu


bahwa itu semua adalah ulah dari kelompok peretas.


Hingga suatu saat bos besar mereka yang tak tersentuh hukum


muncul di depan publik dan mengatakan janji janji bodoh untuk masyrakat miskin.


Target mereka selanjutnya adalah Negara asal Sheena. karena


itu beberapa orang club peretas menuju ke Negara asal  Sheena bersama Naysa. Karena itu, Naysa yang


lebih dahulu kembali ke Negara Asalnya. sedang Sheena masih harus melebarkan


sayapnya di dunia bisnisnya.


Flash bak off.


“Bagaimanapun juga mereka harus merasakan akibat dari


perbuatanya..”kata Sheena.


“Yank..kamu dimana si...!” ucap Adhi menyadarkan lamunan


Sheena.


“Ya elah yank...tak cariin dari tadi malah berdiri mematung


disini...!” gerutu Adhi.


“Itu mas...Sedang cari udara segar..!” Elak Sheena.


“Aku ada meeting di kantir sebentar...! kamu di rumah saja


“Iya iya...” balas Sheena.


Adhi mencium kening Sheena dan meninggalkan Sheena sendiri


di rumah tersebut.


“Mang Ujang...Biar saya yang bawa mobilnya..!” kata Adhi.


“Oh iya tuan..” kata Mang Ujang.


Mang Ujang sendiri kaget tidak biasanya Boss nya itu


menyetir sendirian. Karena selama ini kemanapun tuannya itu pergi selalu di


antar oleh Mang ujang. Tapi hari ini kelihatan sangat aneh sekali.


Mang ujang pun membukakan pintu mibil dan memberikan kunci


kepada Bossnya itu.


Selama perjalanan, Adhi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Ia tidak ke kantor melainkan menuju ke tempat apartemen Gery.


tok tok tok


suara pintu di ketuk


Gery yang masih terluka mencoba membuka pintu apartmennya.


“Boss...!” Kata Gery.


 “Kenapa kau bisa terluka Ger..? “ tanya Adhi.


“Masuk dulu boss ... nanti saya ceritakan...!” kata Gery.


Adhi pun melangkahkan kakinya ke ruangan tersebut.


“Duduk dulu boss...!” kata Gery.


“Terimaksih...” ucap Adhi.


“Sekarang ceritakan, kenapa kau bisa terluka seperti itu..?”


tanya Adhi menelisik mencari jawaban.


Gery menceritakan dari awal kejadian hingga ia babak belur


di hajar orang orang bayaran Chandra.


“Jadi apa rencana Chandra selanjutnya...!!” desah Adhi


memendam kemarahannya.


“Kita harus menarik perusahaan perusahahan besar agar mau


bekerja sama dengan kita..! dengan begitu kekutan mereka akan mengecil..!” kata Gery.


“Dan saya menemukan sesuatu yang tidak masuk akal boss..”


kata Gery ragu ragu.


“Apa maksuddmu..?” tanya Adhi.


“Selain kedatangan Indira yang mungkin juga komplotan dari


Chandra, juga ..ini...” kata Gery menyerahkan data data yang didapat dari anak


buahnya.


“ini kan...!!” kata Adhi kaget.


“Benar bos... saya juga heran bagaimana bisa kakaknya Sheena


juga terlibat dalam perdagangan gelap..!” kata Gery.


“Tidak mungkin Ger..!” kata Adhi tidak percaya.


“Saya juga begitu boss..tapi ini... Fahri bahkan menduduki


peringkat 10 besar, orang orang yang melakukan perdagangan manusia secara


illegal..!” kata Gery.


“Kalau ini benar  bukankah bisa gawat... karena surat perjanjian itu mengatakan asset


asset yang tuan miliki diserahakan kepad Fahri sebagai bukti bahwa anda tulus


menjaganya...!” kata Gery.

__ADS_1


“tidak...aku menandatangani isis perjanjian bahwa aset


kekayaan ku akan jatuh kepada istriku nantinya jika aku meninggalknanya...”


kata Adhi.


“Apakah benar..?bukankah....” Gery tidak melanjutkan kata


katanya.


“Aku merubah isi surat perjanjian itu.. karena aku merasa


ada niat terselubung dari mas Fahri...tapi aku tidak yakin apa itu..” kata


Adhi.


“Apa Fahri tahu..?” kata Gery.


“Tidak.... dia tidak tahu karena lembar pertama tidak sempat


ia baca...” jawab Adhi.


“Syukurlah kalau begitu... paling tidak saat ini, Kita


aman..!”lanjut Gery.


“Sekarang yang kita bereskan terlebuh dahulu adalah Indira...!


ia saat ini sedang mengacau di kantor boss...!” kata Gery.


“Biarkan saja dia..!” sahut Adhi.


“Dia pasti akan menggunakan cara cara kotornya untuk kembali


ke sampingku...dan aku sangat menantikannya...” kata Adhi menatap tajam ke arah  jendela apatemen.


“Bagaimanan dengan Nyonya... saya takut nyonya akan termakan


hasutannya...!” tambah Gery.


“Tenang saja... istriku ternyata di luar dugaaan...!” kata


Adhi tersenyum.


“Apa maksud boss..??” kata Gery bingung.


“Dia pasti bisa menghadapi musuh musuh kecil seperti


itu...!” Lanjut Adhi.


“Tapi indira kelihatan akan menggunakan kelemahan nyonya


untuk mendapatkan Boss kembali...!” kata Gery.


“Menurutmu apa kelemahan Nyonya mu itu..?” tanya Gery.


“Kelemahan Nyonya bisa jadi nona Ara, dan juga gampng percaya


orang...dan hatinya sangat  lembut... itu


akan sangat mudah bagi Indira mengusiknya mundur..!” kata Gery.


“Hahahahha...! kau saja bisa  dibodohi Ger.. apalagi Indira... yang tidak ada apa apanya itu..!” Adhi


tersenyum mengejek.


“Maksud tuan...?” tanya Adhi lagi.


“Ingat Ini Ger... wanita yang terlihat lemah, belum tentu ia


lemah, dan wanita yang terlihat lembut bisa saja ia sangat mematikan..!” kata


Adhi mengaskan ucapannya.


Gery masih belum bisa mencerna perkataan bossnya itu. Ia


hanya terdiam karena tidak ada gurat khawatir di wajah bossnya itu mengenai


Sheena yang akan berhadapan dengan Indira.


Sementara di kantor Adhi, Indira yang memasuki kantor membuat


keributan di ruang receptionis. Pasalnya ia memaksa masuk ke dalam kantor


tersebut sedangkan para satpam melarangnya masuk.


“Kalian panggilkan Boss kalian...!saya ini calon


tunangannya... dia pasti akan memecat kalian semua..!” teriak Indira kepada


orang orang yang menghadangnya.


“Maaf nona... sebaiknya anda mengkonfirmasi dulu kepada tuan


Adhi kalau anda ingin bertemu... baru saya akan membolehkan anda masuk nona..!”


kata Satpam tersebut.


“Heh..!! kurang ajar kalian..!! tunggu saja saya akan


menelpon tuan kalian itu..!” kata Indira kesal.


Ia mengambil ponselnya dan menelpon Adhi Dharma namun


panggilannya tidak dijawab sama sekali.


“Sial..!!” Umpat Indira.


“Bagaimana nona... jika tidak diangkat silahkan anda pergi


dari sini..!” kata satpam tersebut.


“Ingat ya... kali ini aku akan pergi... namun lain kali kau


harus berlutut di kakiku untuk minta maaf..!” kata Indira kesal.


“Baik akan saya lakukan kalau saya memang salah nona..!”


sahut satpam tersebut.


Indira pun keluar dari perusahaan tersebut dengan kesal.


Sepertinya perjuangannya untuk kemabli kepada Adhi akan sangat tidak mudah. Ia


memutar mobilnya menuju ke rumah Adhi Dharma . ia yakin Adhi masih mencintainya


dan akan memaafkannya.


Di tengah perjalanan ia pun menyiapkan suntikan bius untuk


Adhi, agar ia bisa menjebaknya nanti.


“Kali ini aku akan memberikanmu servis yang luar biasa yang


akan membuatmu kecanduan dengan itu ...hahahaa..!” ucap Indira licik.


Sesampainya di perumahan elit itu, ia langsung meuju ke salah


satu rumah elit yang berada di kawasan itu.


“Ia memberhentikan mobilnya, dan menekan bel gerbang


tersebut agar bisa masuk. Seorang satpam yang berjaga di sana mencoba mendekat.


“Maaf nona...anda siapa dan ada keperluan apa..?” kata


Satpam tersebut.


“Lagi lagi orang bodoh yang menyambutku..!” gumam Indira.


“Aku teman Bossmu dan ingin bertemu..!” kata Indira pada


satpam itu.


“Namanya siapa nona... nanti saya sampaikan..!” Tanya Satpam


Itu lagi.


“Indira..! katakan saja Indira datang kemari..!” jawab


indira.


“Sebentar ya nona...saya sampaikan ke bos saya dulu...!”


kata pak satpam itu lagi.


Pak satpam itu menagmbil ponselnya dan menghubungi


majikannya.


“Halo nyonya... ini ada temennya tuan Adhi katanya... namanya


nona indira...” kata satpam itu.


“Suruh masuk saja pak..!” jawab Sheena.


“Baiklah kalau begitu...” lanjut pak satpam itu.


Pak satpam kemudian membukakan gerbang rumah tersebut dan


mempersilahkan indira masuk ke sana.


Indira sangat senang karena mengira Adhilah yang


memperbolehkan ia masuk. Ia segera memarkirkan mobilnya di depan pintu rumah


dan berjalan angkuh layaknya nyonya besar disitu.

__ADS_1


Ketika membuka pintu, Indira terkaget kaget. Karena ada


seorang wanita yang sudah berdiri di atas tangga dan menatapnya dengan tajam.


__ADS_2