
Setelah selesai memberikan info kepada Sheena, Naysa pun
pamit dari rumah mewah tersebut.
Pertarungan akan segera dimulai setelah sekian purnama kami bersembunyi
Semua kejahatan harus mendapatkan balasan yang sesuai.
Hukum terlalu lemah untuk mereka mereka yang punya kuasa
Dan keadilan semakin memendar dari posisi seharusnya
Saat ini yang harus dilakukan adalah membuat keadilan itu berpijak pada kaki yang benar
Walaupun dengan cara yang salah.” Batin Naysa menatap ke arah langit yang semakin tidak cerah lagi.
Ia pun melajukan kendaraannya dan menyingkap jalanan yang
dipenuhi dengan teka teki yang banyak dan tidak terselesaikan.
Sementara di rumah mewah itu, Suasana semakin tidaka
menentu. Dalam hati Sheena, ia merasa takut akan kejadian yang akan dihadapinya
nanti. Namun, sudah pada titik ini, ia tidak bisa kembali lagi. Kejahatan yang mereka
lakukan telah membuat orang orang yang lemah menjadi korban. Bagaimanapun ia
harus ikut dalam pertempuran kali ini. Karena ia tahu rasanya sakit sebagai korban dan harus berjuang untuk
sembuh.
Flashback on
Beberapa tahun sebelumnya, Di Negara K, Sheena mulai menata kehidupannya
kembali setelah Adhi pergi tanpa kabar. dia memantapkan hatinya untuk terus
melanjutkan hidupnya di Negara ini.
“Na... besok bukannya kamu ada wawancara kerja di perusahaan
Osborn Tech.. mau berangkat pagi atau siang?” tanya Mas Fahri.
“Maybe, pagi aja lah mas... its better..!” kata Sheena.
“Fine, Kalau gitu berangkat sama mas saja ya..!” kata Mas
Fahri.
“Ish... kalau sama mas Fahri nggak enak...nanti di ceramahin
dulu di mobil...!” ucap Sheena.
“Kamu ini Na...!” kata Fahri tersenyum.
Fahri merasa bahagia karena ia bisa melihat Sheena tersenyum
kembali. Selama ini adiknya sudah lama menderita, karena itu Ia hanya ingin
membahagiakan adiknya itu seumur hidupnya.
"Aku ke sana sendiri saja Mas.." kata Sheena.
"yakin?" kata Fahri
"Heem..!" jawab Sheena.
"ya sudah... be careful..!" kata Fahri menasehati.
Keesokan paginya Sheena sudah bersiap siap untuk wawancara
kerja. Ia melajukan Mobilnya pelan melewati jalan di Negara K Ini.
Tiba tiba matanya tertuju kepada seseorang yang duduk di
pojok sebuah gedung.
Sheena penasaran dengan laki laki tersebut. Ia menepikan
Mobilnya dan turun dari Mobil.
Sejenak Ia mengamati laki laki tersebut. Ada rasa penasaran
dalam hatinya. karena itu Ia mendekat ke arahnya.
"excuse me..!" kata Sheena.
Laki laki itu pun menoleh ke arah Sheena.
"Dari negara X?" Tanyanya.
Sheena menganggukkan kepalanya.
"Aries..!" kata laki laki itu.
"Sheena..!" ucap Sheena.
"Ada masalah??" kata Sheena.
"Kau lihat gedung yang di depan itu.." Tanya Aries.
Sheena hanya menatap sebuah gedung tinggi yang menjulang.
"di dalam sana terjadi perdagangan manusia... banyak
anak anak yang mati sia sia di tempat itu..!"
"hah..!” ucap Sheena terkaget.
“ Kau terkejut??" kata Aries.
"Banyak sekali kejadian yang tidak bisa di tuntaskan
oleh hukum, Dan korbannya adalah rakyat rakyat kecil yang sudah
menderita.." kata Aries.
"Kau pasti tidak akan tahu rasanya.. Karena dari
penampilanmu sepertinya kau bukan golongan dari kami.. Dan tidak pernah
mengalami kejadian menyakitkan seperti kami..." kata Aries menatap ke arah
jalanan.
Sheena mencoba duduk di sebelah laki laki itu. Laki laki
yang mungkin berusia dua tahun di bawahnya.
Sheena menghela nafasnya.
"Apa kau pikir orang yang kelihatan baik baik saja itu
benar benar baik baik saja..? " kata Sheena.
"Kau juga tidak akan pernah tahu apa yang aku alami
hingga rasanya aku ingin memutuskan untuk mati saja..." kata Sheena.
"Mati untuk mereka yang merenggut kebahagiaan
kita??"
"Jangan mimpi..!! Sebaliknya melihat mereka mati untuk
mengembalikan kebahagiaan kita itu yang harus kita lakukan..!" kata Aries
menatap tajam ke arah gedung di depan mereka.
"Aku bahkan tidak punya kekuatan untuk melakukan
pembalasan..!" keluh Sheena.
"Mau bergabung dengan kami?" kata Aries tanpa
melihat Sheena.
Sheena hanya menaikkan alisnya.
"Apa yang akan kalian lakukan.." Tanya Sheena.
" Memperkuat diri dan mencari kelemahan mereka agar
banyak anak anak yang terselamatkan..! Mengandalkan kekuasanan hukum saja suduah
tidak berguna lagi..!" kata Aries.
Sheena menemukan bahwa tidak ada kebohongan dalam ucapan laki laki ini.
"Lihat lah disana..!" mereka semua adalah bagian
dari kami yang terus mengawasi gedung ini...! " kata Aries
"Boleh aku bertanya, kenapa kau mengatakan ini
semua?" Tanya Sheena.
"Entah lah.. Kurasa kau orang tulus..!" kata Aries.
"Bisa aku percaya?" Tanya Sheena.
"Ikutlah.. Kau akan lihat sendiri..!" kata Aries.
Sheena mengikuti langkah Aries. Ia bahkan lupa tentang wawancara
kerjanya hari ini. Sheena melewati lorong lorong gedung yang menjulang.
__ADS_1
Menyusuri jalan yang entah ia juga belum pernah ke tempat ini. Ada rasa
khawatir dihatinya namun ia tepis begitu saja karena rasa penasarannya yang
semakin kuat.
Sampailah ia di sebuah perumahan. Rumah minimalis seperti
rumah rumah kebanyakan. Ia memasuki rumah tersebut secara perlahan. Diamatinya
sekeliling ruangan tersebut. Didalam rumah tersebut banyak yang sedang berlatih
bela diri dan juga IT.
“Disinilah jika kau mau mulai...!” kata Aries.
Sheena masih tidak mengerti maksud dari aries.
“Jika kau ingin menghancurkan mereka, tempa dirimu untuk
menjadi kuat, karena jika kau berhadapan dengan mereka dan kau lemah maka
mereka akan mudah menghabisimu...!” kata Aries.
“Lalu mereka..?” tanya Sheena yang melihat ke arah sebelah
ruang latihan.
“Mereka adalah para hacker dunia gelap yang sudah berhhenti
dari pekerjaannya... dan mereka menawarkan diri untuk membantu..!” kata Aries.
“Bagaimana kau bisa percaya pada mereka?” kata Sheena.
“Mereka punya kasus yang sama, Keluarga mereka mendapati
kasus pelecehan, dan juga anggota keluarganya ada yang di bunuh dan diambil
organ organ tubuhnya, karena itu kami berkumpul jadi satu disini..! membentuk
keluarga baru...” kata Aries.
“Apa mereka tidak bekerja?” Tanya Sheena.
“Kerja.. .mereka di dunia luar bekerja layaknya orang orang
pada umumnya. Namun ketika masuk ke sini mereka sudah berubah menjadi orang
yang ingin memberantas habis perdaganagn gelap manusia...” kata Aries.
Semenjak kejadian itu, Sheena menempa dirinya dengan latihan
latihan yang keras. Hingga suatu saat Naysa datang ke kota K untuk melihat
temannya itu. Namun, Ia juga masuk ke dalam kelompok anggota tersebut. Sheena
dan Naysa adalah sosok gadis biasa dimata orang orang. Namun di mata anggota
club peretas ia termasuk orang yang sangat di takuti. Kemampuan beladirinya
melampaui level atas dan kemampuan meretasnya juga sangat luar biasa.
Setahun setelahnya, angka perdagangan manusia secara illegal
menurun pesat. Bahkan keadaan pasar gelap pun kacau. Namun tidak ada yang tahu
bahwa itu semua adalah ulah dari kelompok peretas.
Hingga suatu saat bos besar mereka yang tak tersentuh hukum
muncul di depan publik dan mengatakan janji janji bodoh untuk masyrakat miskin.
Target mereka selanjutnya adalah Negara asal Sheena. karena
itu beberapa orang club peretas menuju ke Negara asal Sheena bersama Naysa. Karena itu, Naysa yang
lebih dahulu kembali ke Negara Asalnya. sedang Sheena masih harus melebarkan
sayapnya di dunia bisnisnya.
Flash bak off.
“Bagaimanapun juga mereka harus merasakan akibat dari
perbuatanya..”kata Sheena.
“Yank..kamu dimana si...!” ucap Adhi menyadarkan lamunan
Sheena.
“Ya elah yank...tak cariin dari tadi malah berdiri mematung
disini...!” gerutu Adhi.
“Itu mas...Sedang cari udara segar..!” Elak Sheena.
“Aku ada meeting di kantir sebentar...! kamu di rumah saja
“Iya iya...” balas Sheena.
Adhi mencium kening Sheena dan meninggalkan Sheena sendiri
di rumah tersebut.
“Mang Ujang...Biar saya yang bawa mobilnya..!” kata Adhi.
“Oh iya tuan..” kata Mang Ujang.
Mang Ujang sendiri kaget tidak biasanya Boss nya itu
menyetir sendirian. Karena selama ini kemanapun tuannya itu pergi selalu di
antar oleh Mang ujang. Tapi hari ini kelihatan sangat aneh sekali.
Mang ujang pun membukakan pintu mibil dan memberikan kunci
kepada Bossnya itu.
Selama perjalanan, Adhi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Ia tidak ke kantor melainkan menuju ke tempat apartemen Gery.
tok tok tok
suara pintu di ketuk
Gery yang masih terluka mencoba membuka pintu apartmennya.
“Boss...!” Kata Gery.
“Kenapa kau bisa terluka Ger..? “ tanya Adhi.
“Masuk dulu boss ... nanti saya ceritakan...!” kata Gery.
Adhi pun melangkahkan kakinya ke ruangan tersebut.
“Duduk dulu boss...!” kata Gery.
“Terimaksih...” ucap Adhi.
“Sekarang ceritakan, kenapa kau bisa terluka seperti itu..?”
tanya Adhi menelisik mencari jawaban.
Gery menceritakan dari awal kejadian hingga ia babak belur
di hajar orang orang bayaran Chandra.
“Jadi apa rencana Chandra selanjutnya...!!” desah Adhi
memendam kemarahannya.
“Kita harus menarik perusahaan perusahahan besar agar mau
bekerja sama dengan kita..! dengan begitu kekutan mereka akan mengecil..!” kata Gery.
“Dan saya menemukan sesuatu yang tidak masuk akal boss..”
kata Gery ragu ragu.
“Apa maksuddmu..?” tanya Adhi.
“Selain kedatangan Indira yang mungkin juga komplotan dari
Chandra, juga ..ini...” kata Gery menyerahkan data data yang didapat dari anak
buahnya.
“ini kan...!!” kata Adhi kaget.
“Benar bos... saya juga heran bagaimana bisa kakaknya Sheena
juga terlibat dalam perdagangan gelap..!” kata Gery.
“Tidak mungkin Ger..!” kata Adhi tidak percaya.
“Saya juga begitu boss..tapi ini... Fahri bahkan menduduki
peringkat 10 besar, orang orang yang melakukan perdagangan manusia secara
illegal..!” kata Gery.
“Kalau ini benar bukankah bisa gawat... karena surat perjanjian itu mengatakan asset
asset yang tuan miliki diserahakan kepad Fahri sebagai bukti bahwa anda tulus
menjaganya...!” kata Gery.
__ADS_1
“tidak...aku menandatangani isis perjanjian bahwa aset
kekayaan ku akan jatuh kepada istriku nantinya jika aku meninggalknanya...”
kata Adhi.
“Apakah benar..?bukankah....” Gery tidak melanjutkan kata
katanya.
“Aku merubah isi surat perjanjian itu.. karena aku merasa
ada niat terselubung dari mas Fahri...tapi aku tidak yakin apa itu..” kata
Adhi.
“Apa Fahri tahu..?” kata Gery.
“Tidak.... dia tidak tahu karena lembar pertama tidak sempat
ia baca...” jawab Adhi.
“Syukurlah kalau begitu... paling tidak saat ini, Kita
aman..!”lanjut Gery.
“Sekarang yang kita bereskan terlebuh dahulu adalah Indira...!
ia saat ini sedang mengacau di kantor boss...!” kata Gery.
“Biarkan saja dia..!” sahut Adhi.
“Dia pasti akan menggunakan cara cara kotornya untuk kembali
ke sampingku...dan aku sangat menantikannya...” kata Adhi menatap tajam ke arah jendela apatemen.
“Bagaimanan dengan Nyonya... saya takut nyonya akan termakan
hasutannya...!” tambah Gery.
“Tenang saja... istriku ternyata di luar dugaaan...!” kata
Adhi tersenyum.
“Apa maksud boss..??” kata Gery bingung.
“Dia pasti bisa menghadapi musuh musuh kecil seperti
itu...!” Lanjut Adhi.
“Tapi indira kelihatan akan menggunakan kelemahan nyonya
untuk mendapatkan Boss kembali...!” kata Gery.
“Menurutmu apa kelemahan Nyonya mu itu..?” tanya Gery.
“Kelemahan Nyonya bisa jadi nona Ara, dan juga gampng percaya
orang...dan hatinya sangat lembut... itu
akan sangat mudah bagi Indira mengusiknya mundur..!” kata Gery.
“Hahahahha...! kau saja bisa dibodohi Ger.. apalagi Indira... yang tidak ada apa apanya itu..!” Adhi
tersenyum mengejek.
“Maksud tuan...?” tanya Adhi lagi.
“Ingat Ini Ger... wanita yang terlihat lemah, belum tentu ia
lemah, dan wanita yang terlihat lembut bisa saja ia sangat mematikan..!” kata
Adhi mengaskan ucapannya.
Gery masih belum bisa mencerna perkataan bossnya itu. Ia
hanya terdiam karena tidak ada gurat khawatir di wajah bossnya itu mengenai
Sheena yang akan berhadapan dengan Indira.
Sementara di kantor Adhi, Indira yang memasuki kantor membuat
keributan di ruang receptionis. Pasalnya ia memaksa masuk ke dalam kantor
tersebut sedangkan para satpam melarangnya masuk.
“Kalian panggilkan Boss kalian...!saya ini calon
tunangannya... dia pasti akan memecat kalian semua..!” teriak Indira kepada
orang orang yang menghadangnya.
“Maaf nona... sebaiknya anda mengkonfirmasi dulu kepada tuan
Adhi kalau anda ingin bertemu... baru saya akan membolehkan anda masuk nona..!”
kata Satpam tersebut.
“Heh..!! kurang ajar kalian..!! tunggu saja saya akan
menelpon tuan kalian itu..!” kata Indira kesal.
Ia mengambil ponselnya dan menelpon Adhi Dharma namun
panggilannya tidak dijawab sama sekali.
“Sial..!!” Umpat Indira.
“Bagaimana nona... jika tidak diangkat silahkan anda pergi
dari sini..!” kata satpam tersebut.
“Ingat ya... kali ini aku akan pergi... namun lain kali kau
harus berlutut di kakiku untuk minta maaf..!” kata Indira kesal.
“Baik akan saya lakukan kalau saya memang salah nona..!”
sahut satpam tersebut.
Indira pun keluar dari perusahaan tersebut dengan kesal.
Sepertinya perjuangannya untuk kemabli kepada Adhi akan sangat tidak mudah. Ia
memutar mobilnya menuju ke rumah Adhi Dharma . ia yakin Adhi masih mencintainya
dan akan memaafkannya.
Di tengah perjalanan ia pun menyiapkan suntikan bius untuk
Adhi, agar ia bisa menjebaknya nanti.
“Kali ini aku akan memberikanmu servis yang luar biasa yang
akan membuatmu kecanduan dengan itu ...hahahaa..!” ucap Indira licik.
Sesampainya di perumahan elit itu, ia langsung meuju ke salah
satu rumah elit yang berada di kawasan itu.
“Ia memberhentikan mobilnya, dan menekan bel gerbang
tersebut agar bisa masuk. Seorang satpam yang berjaga di sana mencoba mendekat.
“Maaf nona...anda siapa dan ada keperluan apa..?” kata
Satpam tersebut.
“Lagi lagi orang bodoh yang menyambutku..!” gumam Indira.
“Aku teman Bossmu dan ingin bertemu..!” kata Indira pada
satpam itu.
“Namanya siapa nona... nanti saya sampaikan..!” Tanya Satpam
Itu lagi.
“Indira..! katakan saja Indira datang kemari..!” jawab
indira.
“Sebentar ya nona...saya sampaikan ke bos saya dulu...!”
kata pak satpam itu lagi.
Pak satpam itu menagmbil ponselnya dan menghubungi
majikannya.
“Halo nyonya... ini ada temennya tuan Adhi katanya... namanya
nona indira...” kata satpam itu.
“Suruh masuk saja pak..!” jawab Sheena.
“Baiklah kalau begitu...” lanjut pak satpam itu.
Pak satpam kemudian membukakan gerbang rumah tersebut dan
mempersilahkan indira masuk ke sana.
Indira sangat senang karena mengira Adhilah yang
memperbolehkan ia masuk. Ia segera memarkirkan mobilnya di depan pintu rumah
dan berjalan angkuh layaknya nyonya besar disitu.
__ADS_1
Ketika membuka pintu, Indira terkaget kaget. Karena ada
seorang wanita yang sudah berdiri di atas tangga dan menatapnya dengan tajam.