
“Na...mulai sekarang serahkan semuanya padaku...Aku akan mengurusnya untukmu..!”Ucap Adhi tegas memandang wajah sendu Sheena.
“Nggak perlu mas..jangan libatkan dirimu terlalu jauh...!” kata Sheena.
“Tidak Na...Ini adalah jalan hidup yang harus kita lalui bersama...kita hadapi semuanya bersama sama...!” ucap Adhi sambil menggenggam tangan Sheena dengan lembut.
Drrt drrt drrt
Ponsel Sheena berdering
“Halo Mas Fahri...”jawab Sheena menerima panggilan video call itu.
“Kamu sama siapa Na... ada dimana?!!” tanya Fahri.
“mmm...itu...sedang jalan jalan saja...!” kata Sheena mencoba menjauhi Adhi.
“Mas Fahri besok mau menyusulmu ke sana...ada pekerjaan sedikit...” ucap suara yang diseberang.
“beneran mas??...besok aku Jemput di bandara ya...!” Jawab Sheena senang.
“Nggak usah aku langsung ke apartmentmu saja...!”kata Fahri.
“ya sudah..nanti kabari Sheena ya mas kalau sudah sampai...!” jawab Ansha.
“Hati hati di sana..jangan macem macem...!” kata Fahri.
“Iya iya...kakakku yang bawel...!”Jawab Sheena.
Kemudian panggilan pun ditutup.
“Mas Fahri ya Na..?” tanya Adhi.
“Iya..!” jawab Sheena memutar mutar ponsel ditangannya mulai
khawatir .
“Ada apa...kenapa murung begitu...!” tambah Adhi.
“Itu...sepertinya..kita jangan bertemu dulu...Mas Fahri itu...sangat tidak suka dengan Mas Adhi..!aku takutnya kalian malah berkelahi..!”kata Sheena terputus putus.
“Nggak bisa Na..!!Aku sudah bertahun tahun menunggumu...baru aja sehari kita bisa saling terbuka...kalau memang mas Fahri mau pukul aku nggak papa...aku memang brengsek..!aku terima...anggap saja itu hukuman karena aku pernah meninggalkanmu dan melukaimu...!”Ucap Adhi dengan perasaan penuh sesak di hati.
“Tapi mas...!”belum sempat Ansha melanjutkan omongannya, Adhi memangkas omongan Sheena.
“Aku tidak mau ya Na...!!Sudah cukup selama ini aku berpisah darimu...!” ucap Adhi tegas dan kembali ke arah mobil mereka meninggalkan Sheena.
Sheena yang mengerti kemarahan Adhi pun mulai menyusulnya.
“Mas...tunggu...!” kata Sheena sambil menarik tangan Adhi.
Adhi menoleh ke arah Sheena. Tangan Sheena menangkup wajah Adhi dan mendaratkan kecupan singkat di bibir Adhi.
“Jangan marah...aku hanya tidak ingin mas Adhi terkena amukan Mas Fahri..!Mas Fahri kalau marah bisa memukul membabi buta mas...” kata Sheena menenangkan Adhi dan memeluk badan kekar laki laki itu.
__ADS_1
Adhi pun mengeratkan pelukannya.
“Aku tidak apa apa Na...sekalipun aku harus babak belur ditangan kakakmu asal dia mau merestui hubunganku denganmu..aku tidak apa apa...!” Kata Adhi memantapkan hati Sheena.
Sheena pun merenggangkan pelukannya dan tersenyum ke arah Adhi.
“Sepertinya sekarang kamu lebih berisi Na...!” ucap Adhi nakal.
“Mas..!!!”kata Sheena membelalakkan matanya.
“Aku ngomong kenyatan Na..!” lanjut Adhi.
“Dasar mesum...!” Kata Sheena kesal dan berlalu meninggalkan Adhi.
Sementara dua orang yang sedang beradu omongan masih setia di atas motor dan tidak ada yang mau mengalah.
“Heh..Pak tua...!aku lapar..!cepat minggirkan motornya..! cari warung makan...!!”Kata Naysa.
“Aku ini bukan sopirmu Nona..!lagian aku ini masih muda...” balas Gery.
“Atau apa matamu itu perlu di bawa ke dokter..!” Tambah Gery ketus.
“Heh..mataku ini normal...!bahkan bisa mendeteksi cowok beneran sama cowok jadi jadian..!” sahut Naysa tak kalah ketus.
Gery mendadak menghentikan motor tersebut.
“Ish..!sial..!kepala gue..!!” Umpat Sheena karena kepalanya terbentur kepala Gery..
Gery segera turun dari motor.
“Ish..Situ sadar??! Baguslah..!!” balas Naysa tak kalah sengit.
“Kalau bukan perempuan...sudah kuhajar mulut pedesmu itu..!” Lanjut Gery menahan emosinya.
“Mulut mulut gue...nggak ada hubungannya sama situ..mau main hajar aja...!!” cibir Naysa.
“Dasar kucing liar..!!” umpat Gery.
“Nah..situ nggak sadar bandot Tua..!!” balas Naysa.
Naysa yang melihat kesempatan untuk mengambil alih motornya itu kemudian Langsung menyalakan mesin dan melajukannya.
“Maaf ya pak Tua...!!saya [permisi dulu...!!bye..!!” Kata Naysa tersenyum dengan kemenangannya.
Gery pun tersadar kalau dia ditinggal oleh kucing liar itu.
“Kurang ajar cewek itu..!!amit amit ketemu lagi sama dia..!!” Decak Gery Kesal.
Gery pun mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada seseorang.
Naysa hanya tertawa cekikikan di atas motor.
“wajahnya si ganteng...tapi kelakuannya absurb..!!mungkin kelamaan jomblo kali ya...!!kurang kasih sayang..!!nggak bisa ngomong baik baik sama cewek..!!’ umpat Naysa.
__ADS_1
Gadis itu pun melaju dengan kecepatan tinggi melajukan motornya ke sebuah café miliknya.
“Ah..lumayan rame ternyata..!” batin Naysa ketika sampai di cafenya itu.
Ia memarkirkan kendaraanya. Melepas Helm dan jaketnya.
“Nay..!” suara seseorang yang memanggil Naysa dari arah belakang.
Naysa pun mencari sumber suara tersebut. Di lihatnya sekeliling café dan ternyata ia menemukan sosok yang ia kenal.
“Rio..!” ucap Naysa menghampiri sahabat lamanya itu.
Si pria itu pun sama menghampiri Naysa dan memeluk erat Naysa.
“Kangen tahu Nay...!” ucap Rio.
“Ah..modus si loe..!!” jawab naysa.
“Kayaknya loe bener bener sudah berubah Nay..!” kata Rio melepaskan pelukannya.
“Hahahah...Naysa berubah??ya iyalah...ini ni gara gara patah hati ditolak sama loe..!!” kata Naysha terkekeh.
“Ya elah Nay...dendam amat..!!” Ucap Rio menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“Udah Ah..ayuk duduk dulu di dalam..!gue traktir..!!” kata Naysa.
“Gue punya uang kali Nay..!” sahut Rio dengan sombongnya.
“Iya iya gue paham...yang sudah jadi horang kaya..!” goda Naysa.
“Hahahaha” mereka berdua pun tertawa bahagia.
Mereka berdua pun masuk kedalam café dan mulai berbincang tentang kehidupan mereka.
“Eh..ngomong ngomong Sheena gimana kabarnya...” tanya Rio sejurus kemudian.
“Jadian tuh kayaknya sama mas Adhi..!” jawab Naysa.
“Adhi??Adhi Dharma??” tanya Rio.
“huum...siapa lagi??”jawab Naysa santai.
“Bukannya mereka itu kayak kucing sama tikus,,!” ucap Rio.
“Ish..ketinggalan berita si loe..!!makanya uptodate...!!” kata Naysa .
Rio menaikkan salah satu alisnya. Rio tidak tahu apapun tentang kabar kedua sahabatnya itu selama ini setelah lulus kuliah.
“Patah hati kan loe!!” ucap Naysa.
“Ish...dasar..!”Rio tersenyum kecut mendengar penuturan Naysa.
“Makanya kalo suka itu diungkapkan jangan di pendam dalam hati...makanya Disabotase orang..!kasihan si loe...njagain jodohnya orang lain...!”kata Sheena mencibir.
__ADS_1
“Dari pada loe..!sukanya sama yang model memendam perasaan suka ke orang lain..!!”goda Rio.
“Ya elah...!langsung kena mental gue..!” decak Naysa.