Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
Mencari Jawaban...


__ADS_3

Indira menatap wanita itu tajam. Dalam hatinya ada rasa yang tidak suka melihat wanita lain di rumah itu. Dia melihat di samping kanan dan kiri tidak ada Adhi yang terlihat. Karena rasa egois yang tinggi ia melangkahkan kakinya ke dalam rumah tersebut.


“Jika kau berani menginjakkan kakimu satu langkah lagi... aku tidak menjamin kau bisa pulang dengan kaki yang utuh..!” ucapan Sheena menggema


diseluruh ruangan.


“Siapa kau berani memerintahku..!” kata Indira.


“Aku yang akan menjadi nyonya rumah disini..! Jangan berani berani memerintahku...!” kata Indira mengintimidasi.


“Hahahaha... kalau mimpi jangan disiang hari begini nona..! eh salah... ******...!” kata Sheena.


“kau...!! mulutmu itu akan ku robek robek..!” Ucap Indira kesal dan menghampiri Sheena yang masih berada di atas tangga.


“ Lucu..!! kau yakin mampu? Kenapa aku meragukan kemampuanmu


ya..?! ku rasa kau hanya mampu untuk bermain main di atas ranjang para lelaki


hidung belang...!” ucap Sheena.


“Lebih baik kau diam saja wanita sialan..!” kata Indira emosi.


Ia hendak menarik paksa Sheena yang masih berdiri di atas tangga itu. Dan membuatnya jatuh tersungkur. Namun keyataannya Sheena lah yang


membalikkan keadaan dan membuat tubuh indira sekarang terkunci di atas tangga itu dan siap di jatuhkan dari sana.


“Jangan harap kau bisa menyentuhku..! menarik sehelai rambutku pun, tidak akan kuijinkan..!” kata Sheena.


“Apa yang kau lakukkan..! lepaskan..!” kata Indira..


“Bagaimana ya... sepertinya akan jauh lebih menarik jika aku mendorongmu dari sini...!” kata Sheena dengan senyuman liciknya.


“Jangan macam macam..!” Ucap Indira ketakutan melihat jarak yang cukup jauh antara tangga itu dengan lantai satu.


“Hahaha... Aku tidak macam macam...hanya satu macam saja apa


tidak boleh..!” balas Sheena.


“Bagaimana ini... tubuh mulusmu yang jadi modal utamamu menggoda


para pria akan rusak... ckckck...!” Ancam Sheena


“ Kau..!!” teriak Indira.


“Sssst...diam *****...! jangan berteriak teriak...telingaku sakit..!” lanjut Sheena masih dengan senyuman yang menakutkan.


“Tolong lepaskan aku...” kata Indira sudah mulai memohon. Ia benar benar ketakutan jika harus jatuh dari tangga itu.


“Cih... bagaimana bisa seorang ***** memohon...!” ucap Sheena mulai memainkan peran jahatnya.


“tolong...jangan lepaskan aku dari sini...! aku bisa jatuh..!” kata Indira memohon.


“Tapi sayangnya tadi kamu memintaku untuk melepaskan kamu..! jadi mana yang harus aku turuti?” Tanya Indira.


“ja-ngan..jangan lepaskan...!” Sahut Indira dengan ketakutannya yang semakin memuncak.


“Tapi sayangnya..aku lebih suka dengan permohonan pertama...!” kata Sheena melepaskan tangannya dan mendorong tubuh Indira terguling dari lantai atas ke bawah.

__ADS_1


“Aaaahhh...!!” teriak Indira yang membuat beberapa maid keluar mendengar teriakan tersebut.


Melihat para maid keluar, Sheena pun mengatur rencana agar suaminya tidak tahu menahu soal perilakunya ke indira.


“Mang ujang... tolong mang... bisa bawa mbak indira ke rumah sakit... sepertinya dia habis tergelincir karena tidak hati hati...” Ucap Sheena dengan mood Angelnya.


“Aduhh... Mungkin saja kakinya keseleo Mang.... jadi nggak bisa berdiri...!!” kata Sheena.


Indira menatap kesal pada Sheena sambil meringis kesakitan karena wajahnya kini sudah lebam terbentur tangga berulang kali dan kakinya


susah untuk di gerakkan, keningnya pun berdarah, dan rambutnya berantakan.


“Awas kau..!” kata Indira.


“lho mbak... saya nggak ngelakuin apa apap kok... bukankah tadi anda yang tergelincir sendiri... kenapa menyalahkan saya...!” kata Sheena


berpura pura baik.


“Mbak Muna... tolong bantu mbak ini... ke rumah sakit ya... kasihan...


kalau sampai mas Adhi tahu temennya jatuh... pasti ia akan sangat khawatir..!”


kata Sheena mendekat ke arah Indira.


“Baik nyonya...! saya akan memapahnya sampai ke mobil..” ucap pelayan tersebut.


“Setelah berada tepat di wajah Indira, Sheena tersenyum menang dan berbisik ke indira.


“Nyawamu hanya satu... kalau aku mengambilnya itu sudah tidak


seru...!” kata Sheena.


Wanita di depannya itu, wanita yang biasa saja namun aura mematikan terpancar dari tatapan matanya. Ada rasa ketakutan yang mendalam ketika wanita itu mendekati indira namun ia berusah untuk tidak bereaksi apapun.


Mbak Muna memapah Indira masuk ke dalam mobilnya. walaupun tubuhnya terasa sakit namun ia masih mampu berdiri.


“Sialan wanita itu..! aku harus segera bertemu dengan Adhi dan menjauhkannya dari wanita itu..!” Batin Indira kesal.


Mang ujang pun membantu Indira ke Rumah sakit menggunakan


mobil yang di kendarai indira tadi.


“Nanti mang Ujang kembali kesini naik taksi aja ya mang...ini ongkosnya..!” kata Sheena.


“iya nyonya..!” kata Mang Ujang seraya berpamitan.


Di apartemen Gery, Adhi tersenyum melihat video yang dikirimkan oleh Body guardnya yang berada di rumah.


“Ternyata kau lebih menakutkan dari pada yang kukira Na..!” kata Adhi.


“Selama ini, ternyata kamu berubah jadi wanita yang luar biasa...dan hanya kamulah yang pantas bersanding denganku..!” Batin Adhi.


“Baiklah Ger... ak pulang dulu... kamu perlu asisten untuk menemanimu?” tanya Adhi pada Gery.


“Tidak perlu Boss... masih bisa aku kerjalan sendiri..!” jawab Gery.


“Are you sure??” tanya Adhi.

__ADS_1


“tentu saja boss...” sahut Gery.


Akhirnya Adhi meninggalkan apartemen Gery menuju ke rumah. Ia benar benar tidak sabar untuk bertemu dengan istrinya itu.


Sementara di sebuah rumah di kawasan pinggir kota, terdengar pembicaraan serius antara beberapa orang.


“Bagaimana ada info?” tanya gadis itu ketika memasuki ruangan tersebut.


“Ada jacpot buat kita..!” kata orang yang muncul dari dapur.


“Apa?” Tanya Naysa.


“Alexander mendapatkan bocoran data orang orang yang terlibat dengan Chandra secara gratis..!”


“its Amazing, Isn’it?” Kata Aries menyerahkan map berwarna


merah itu.


Naysa meraih map tersebut dan membuka isinya.


“Ini...apa ini asli?” tanya Naysa.


“of course, loe nggak percaya kemampuan Alexander..!” kata


Aries.


“bukan seperti itu... tapi ini..” ucapan Naysa tidak dilanjutkan.


“Ada apa Nay..?” tanya Aries.


“Tidak... tidak ada apa apa... hanya saja ini terlalu mudah untuk kita dapatkan...!” elak Naysa menutupi kekhawatirannya.


“Tenang saja... ada orang membobol nya terlebih dahulu... Alex hanya mengikutinya..! tidak akan ada yang tahu..!” kata Aries.


“Apa loe yakin Alex dapat di percaya?” kata Naysa.


“Just be relax Girl... gue selalu mengawasi dia..!” kata Aries.


“baiklah gue bawa dulu berkas berkas ini...“ kata Naysa berlalu oergi dari temopat itu.


Naysa pun mengambil ponselnya dan menghubungi fahri


“Halo mas... ini Naysa..” sapa naysa.


“Ya, ada apa Nay?” tanya fahri


“Mas fahri ada dimana?” tanya Naysa


“Di apartemen Sheena..!” sahutnya.


“Oke... tunggu aku di sana mas..!” kata Naysa.


Naysa pun memastikan panggilannya dan melajukan motornya ke apartemen Sheena.


Dalam fikiran Naysa bertanya tanya tentang informasi yang didapat.


“Bagaimana mas Fahri bisa terlibat dengan Chandra. Bukankah Mas Fahri tahu apa yang menimpa Sheena  Namun kenapa namaya ada di daftar 10 besar perusaahaan yang ikut dalam bisnis gelap tersebut..”

__ADS_1


“Dan untung saja Aries tidak curiga dengan orang orang yang ada di daftar ini... karena kemungkinan mereka belum mencari tahu... kalau sampai Aries tahu... bisa bahaya nyawa mas Fahri..!” batin Naysa.


__ADS_2