Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
Melawan kembali...


__ADS_3

Sheena tersadar dari tidurnya. Ia mencoba bangkit dan melihat keadaan sekitarnya. Di pandanginya Adhi yang tidur sambil duduk di sofa. Ia sangat terkejut ketika melihat tangan Adhi yang terluka.


“ya Allah…kenapa dengan tangannya?”batin Sheena.


Segera ia berdiri perlahan dan membuka pintu ruang rawat tersebut dengan hati hati karena tidak ingin membangunkan Adhi dan Ara.


“maaf sus…bisa minta tolong minta perban sama salep untuk luka gores…”kata Ansha setelah keluar dari ruang rawat tersebut.


“oh…iya mbak…sebentar..”jawab Suster tersebut mengambilkan barang yang diminta Sheena.


“ini mbak…”lanjut suster itu memberikan obat dan perban ke Sheena.


Setelah mendapatkan kedua barang tersebut, ia  Kemudian berlari kembali ke kamar rawat tadi. Di bukanya pintu perlahan dan masih dilihatnya mereka berdua tertidur pulas. Ada gurat kelelahan yang sangat pada wajah Adhi.


“apa pekerjaannya sangat berat….ah iya aku lupa… orang orang itu bukankah berulah pada perusahan Adhi…nanti aku akan mengurusnya…”batin Sheena.


Kini ia mendekatkan diri pada Adhi. Ia meraih tangan tersebut dan mengobatinya dengan pelan. Tiba tiba tangannya di cengkeram kuat oleh adhi.


“tolong…tolong….tolong…”ia mengucapkan suara itu lirih.


 Sheena tersentak kaget tidak percaya kenapa Adhi bisa berubah ketakutan seperti itu.


“mas…bangun…mas…” kata Sheena mencoba membangunkan Adhi karena merasa ia sedenag bermimpi buruk.


“astaghfirullah…!”ucap Adhi tersadar dari mimpinya. Menyugar rambutnya dan menghela nafas panjang.


“kau sudah bangun Na..”kata Adhi tersadar.


“hmmm…”jawab Sheena.


Adhi melihat tangannya telah di bungkus perban. Dan melihat gadis itu meletakkan obat dan perban di atas meja.


“makasih Na..”kata Adhi lembut.


Tidak ada sahutan dari Sheena. Ia hanya sibuk menata meja tadi yang penuh dengan barang barang.


Tok tok tok


Pintu terbuka dan dilihatnya di sana ada kedua orang tua Adhi.


“assalamualaikum…”kata keduanya.


“waalaikumsalam..”jawab Adhi dan Sheena bersamaan.


“bagaimana keadaan Ara?” Tanya bu Shinta.

__ADS_1


“sudah lebih baik…”jawab Adhi.


Melihat interaksi tersebut, Sheena berniat ijin keluar sebentar karena ada hal yang harus dibereskan.


“permisi…saya mau ijin pulang dulu…nanti saya ke sini lagi..”pamit Sheena mendekat ke arah kedua orang tua tersebut.


“kamu mau apa Na…makan malam disini saja …ini tadi bibi masak banyak…sengaja untuk dibawa kemari…”ucap mami Adhi.


“ehmmm… itu ada janji sama temen bu…nanti saya kembali lagi kesini..!”kata Sheena.


“biar diantarkan Adhi saja…”lanjut ibu Shinta.


“eh…nggak usah…saya udah dijemput kok didepan…permisi dulu ya pak…bu…”kata Sheena cepat cepat meraih tasnya dan mencium tangan ibu dan ayahnya adhi itu.


Sheena tergesa gesa keluar dari ruang tersebut. Ia sekilas tadi melihat ada notifikasi pesan di ponselnya. Ia tida bisa tenang sebelum melihat keadaan perusahaan Adhi sekarang. Setibanya di parkiran, sebuah motor sudah berada di depan. Seorang cowok dengan helm tertutup melambaikan tangan. Kemudian Sheena segera menghampiri pengendara motor tersebut dan membonceng dibelakangnya.


Adhi yang menyusul Sheena tadi mencoba mengejar langkah Sheena. Namun ia terlambat. Sheena sudah naik bersama dengan seorang pengendara motor.


“sebenarnya kamu mau kemana Na…”batin Adhi yang akhirnya terhenti langkahnya menatap gadis yang dicintainya berlalu pergi.


Pemilik motor tersebut berhenti di sebuah gedung kantor. Gedung tersebut telah sepi. Sheena meminta akses kepada pak satpam yang ada di sana.


“maaf pak…ada barang saya yang ketinggalan…”kata Sheena pada satpam itu.


“eh..mbak Sheena…iya mbak…masuk aja...”jawab Satpam tersebut.


Sheena dan laki laki itu beranjak menuju lantai presdir. Tujuan ia kesana adalah mendapatkan kontrak dengan NM group yang dikirim ke ruangan Adhi siang tadi.


“kau sudah minta orang itu memanipulasi cctv disini?”Tanya Sheena pada laki laki tersebut.


“sudah nona..”jawab nya mantap.


Sampailah Sheena ke ruang presdir dan dibukanya pintu tersebut.


“untung saja…aku dipindahkan jadi sekretarisnya…kalau tidak aku tidak bisa membuka pintu ini..!”batin Sheena.


Sheena menutup pintu tersebut dari dalam. Dan mulai mendekati meja Adhi, mencari berkas yang diinginkan.


“dapaat..!”kata Sheena.


“mana berkas pengajuan proposal yang aku perintahkan..!”kata Sheena pada laki laki tersebut.


“ini nona..”kata laki laki tersebut seraya membuka jaketnya dan menyerahkan berkas kepada Sheena.


“kali ini aku tidak akan pernah membiarkan kalian menang lagi..!”kata Sheena.

__ADS_1


Ia menaruh map tersebut dan membawa berkas yang asli. Setelahnya ia turun dari ruangan tersebut.


“sudah selese mbak..?”Tanya satpam tersebut.


“eh…sudah pak…terima kasih ya pak..”jawab Sheena.


Sheena segera pergi meninggalkan tempat itu.


Di dalam perjalanan ponsel Sheena berbunyi.


“Na…kamu dimana..?bisa segera ke rumah sakit?Ara bangun dan cari kamu…”kata Adhi.


“iya..iya sebentar..”kata Sheena menutup ponselnya.


“segera ke rumah sakit saja…”kata Sheena kepada laki laki di depan.


Laki laki itu melajukan motornya menuju ke arah rumah sakit. Sheenapun langsung turun dari motor dan berlari kea rah ruang perawatan Ara.


“maaf...agak lama…tadi kejebak macet…”kata Sheena buru buru menghampiri Ara.


Ketiganya belum sempat menjawab namun Sheena sudah mendekat ke Arad an menayakan keadaanya.


“kenapa sayang…kenapa menangis?”kata Sheena lembut.


“hiks hiks hiks….katanya bunda tadi nggak pergi pergi….kok bunda pergi si….”kata Ara sambil terisak.


Sheena menggenggam tangan Ara lembut.


“tadi kan bunda sedang ada urusan sebentar….nggak boleh dong nangis kayak gitu…kan ada papi…oma sama oma disini…”kata Sheena mengusap lembut kepala gadis itu.


“Ara kapan bisa pulang bun…ara mau dirumah saja…”rengek Ara.


“nanti setelah Ara sudah agak sehat…nanti bunda langsung minta dokternya untuk membawa Ara pulang…”jawab Sheena.


“janji ya bun,,”Tanya Ara lgi.


“he’em…janji…?”kata Sheena sambil mengaitkan jari kelingkingnya ke jari anak kecil itu.


Kemudian sheena dan anak itu pun tersenyum bersamaan.


Melihat interaksi cucunya pada Sheena, Bu shinta menjadi terharu. Bahkan anak kecil itu jarang sekali berinteraksi semanja itu pada dirinya.


“Ara kelihatan dekat sekali dengan Sheena…”kata mami Adhi melirik anak semata wayangnya.


Adhi pun merasa bahagia, ia tidak pernah dekat dengan putrinya namun orang asing yang datang kepada putrinya itu bahkan mendapatkan kasih sayang yang sangat luar biasa.

__ADS_1


Adhi hendak mendekat namun Sesaat kemudian terdengar uara pintu dibuka.


“anak ku kenapa bisa seperti ini..kalau kalian tidak bisa menjaganya…akan ku ajukan banding agar hak asuh jatuh ke tanganku..”kata seorang wanita yang baru datang memecahkan ketentraman di ruang tersebut,.


__ADS_2