
Setelah mengambil Senjata tajam dan pistol yang ada dalam tasnya, Sheena kemudian menatap tajam ke arah langit langgit kamar itu dan bergumam lirih. setelah itu Ia membalikkan badannya dan kelaur dari ruangan tersebut melewati Gery dan Adhi.
“Nay, kamu mau kemana?” tanya Adhi. Namun tidak di jawab oleh
Naysa. ia hanya berjalan menuju lift yang tepat berada di depannya.
Tangannya menggengam pisau tajam dan melangkah menuju Lift.
Sembunyi di balik dinding yang membatasi lift tersebut.
Pintu lift terbuka dan keluarlah sosok berbaju hitam dan
melangkah keluar lift. Dengan sigap Naysa menghujam pundak orang tersebut
dengan pisau yang telah ia pegang dari tadi. Orang itu mengaduh kesakitan.
“Auh..!!” teriaknya. Dan melihat langsung orang yeng
menyerangnya.
“Kau..!!” teriak orang tersebut.
“Dasar brengsek..!” umpatnya dan mulai melakukan
perkelahian. Adhi dan Gery pun hanya diam mengamati keadaan. Dan seketika itu juga
mereka dikejutkan oleh wajah orang yang bercadar itu ketika cadar hitamnya
terbuka.
“Nayaka..!!” kata Gery dan memajukan kursi rodanya diikuti oleh
Adhi.
“Kau..! kurang ajar..! bisa bisanya kau menggunakan wajah
kakakkku..!! akan kubunuh kau wanita sialan..!!” kata Naysa marah. Adu kekuatan
pun terjadi lagi.
“kakak?” kata Adhi dan memandang Gery.
“Apa dia adik Nayaka?” tanya Adhi.
Gery pun tidak menjawab pertanyaan bossnya itu, Ia hanya memandangi perkelahian mereka dengan tatapan penuh tanda tanya.
Di sela sela pertengkaran itu, Gadis berpakaian hitam itu pun mengeluarkan kata kata kasarnya.
“Hei kau gadis sialan..! seharusnya kau berterimakasih..! aku
menghidupkan kakakmu lagi dengan wajah ini..! dan kau tahu, aku membuat wajah
ini di kenal dalam merangkak ke ranjang para lelaki kesepian..! menghangatkan
kejantanan semua pria..!” hahaha.!” Kata wanita itu.
“Akan ku robek robek wajahmu itu dan menghancurkannya agar
kau tidak bisa melakukan apapun lagi dengan wajah kakakku..!!” teriak Naysa
menghajarnya membabi buta.
Wanita itu pun tak bisa mengimbangi amukan Naysa dan terkapar
di lantai. Naysa kemudian, mengambil Pistolnya dan siap membunuh wanita sialan
itu.
“Kau harus mati..!! seperti kak Nayaka yang kau bunuh dengan
sadis..!!” kata Naysa.
Pistol sudah di todongkan ke tubuh wanita tersebut. Naysa sudah siap siap hendak menarik pelatuknya. Wajah marah dan benci tergambar jelas di raut muka Naysa. Tidak ada belas kasihan di sorot matanya.
“Jangan Nay..!” teriak Sheena berlari ke arah Naysa danmendorong Naysa hingga terjatuh.
Adhi dan Gery yang hendak mencegahnya pun berhenti kerena
mendengar suara tembakan yang mengenai dinding rumah sakit. Untung Senjata itu
menggunakan peredam jadi tidak menimbulkan kegaduhan di rumah sakit.
Aries dan kawan kawannya meringkus wanita itu dan menyuntiknya
dengan obat bius.
__ADS_1
“Lepaskan aku..!! Lepaskan Na..!! biar ku bunuh wanita
sialan itu..!!” kata Naysa berontak dari kungkungan Sheena.
“Minggir Na..! Minggir..!!!” teriak Naysa sudah tak
terkendali.
Adhi pun bergerak memukul tengkuk Naysa agar gadis itu pingsan.
“Kalian Bawa Wanita itu..! biar aku yang mengurus Naysa..!”
Ucap Sheena.
“Mereka bertiga pun membawa perempuan yang di bius tadi
menuju ke basement tempat mereka memarkirkan mobilnya.
Gery yang merasa khawatir dengan kondisi Naysa, tanpa
memperdulikan kondisi tubuhnya ia membopong Naysa ke ruang perawatan.
“Kamu nggak papa Ger?
Tubuhmu masih lemah..!” ucap Adhi.
“Tidak apa apa bos..!” jawab Gery.
Gery menatap intens kea rah naysa yang pingsan dan
tergeletak di ranjang pesakitan itu. Ada berbagai macam pertanyaan yang terbersit
alam hatinya.
“Apa Naysa ada hubungannya dengan Nayaka, Nyonya?” Tanya Gery.
Sheena yang di tanya seperti itu pun bingung harus menjawab
apa.
“I-tu.. masalah itu.. aku ..” Sheena tak menjawab pertanyaan
itu.
“Na.. jawab saja.. Gery juga berhak tahu..!” kata Adhi.
menceritakan masalah dari temannya itu.
“Ya.. Nayaka adalah kakka Naysa...!” Ucap Sheena memulai
ceritanya.
“Sebenarnya tadi aku juga terkejut waktu mas Adhi bilang nama
Nayaka.. tapi Aku kira itu hanya nama yang sama..”
“Kakaknya Naysa di bunuh dengan sadis dan anggap sebagai
korban kecelakaan..! Padahal tidak seperti itu.”
“Keluarganya di bantai habis habisan... Nayaka dan Naysa di
kurung di dalam sebuah gudang pengap berhari hari...”
“Tapi mereka mengganti wajah Nayaka dengan orang lain... dan
membuatnya seolah olah bepergian ke luar negeri dengan orang tuanya, Padahal
mereka disiksa dengan tidak berperi kemanusiaan...”
“Nayaka di gilir oleh banyak pria setiap malam..! tepat di
depan mata Adiknya..! Naysa..!”
“Ia bahkan ingat wajah wajah orang itu... salah satunya
adalah Chandra..!”
“Waktu itu ia masih Sekolah menengah jadi ia tidak bisa
berbuat apa apa..!”
“kemudian singkat cerita Naysa mampu kabur di bantu oleh
kakaknya..”.
__ADS_1
“Ia di rawat oleh keluarga pamannya dan di ganti nama
belakangnya agar tidak ada yang tahu nama aslinya. Hingga kabar bahwa kakaknya meninggal karena kecelakaan
dengan badan yang sudah tidak bisa dikenali karena sebagian tubuhnya
terbakar..!”
“Saat itu Naysa tahu... bahkan itu bukan kecelakan...!”
“Jadi itu bukan ulah saingan perusahaanya?”tanya Gery.
“Bukan..! itu ulah Mereka..! Mereka yang menguasai kerajaan
bisnis hitam..!” kata Sheena.
“Siapa orang orang tersebut dan mengapa mereka menangkap
keluarga Naysa..?” tanya Gery.
“Karena orang tua mereka menemukan bukti yang akan
menghancurkan kerajaan bisnis mereka..!” kata Sheena.
“Apa Chandra salah satunya...?” kata Adhi.
“Cih...! bukan bajingan tengik itu..! tapi kedua pamannya
lah yang menyetir chandra sampai seperti itu...” jawab Sheena.
Kemudian Sheena mengambil kain dan di lilitkannya ke tangan
Naysa.
“Apa yang kau lakukan Na..? tanya Adhi.
“Bantu aku mengikatnya..!” ia akan berteriak histeris dan
kalap seperti orang gila..!” kata Sheena.
“Apa maksudmu..? tanya Gery.
“Naysa akan meluapkan emosinya untuk membunuh wanita tadi
karena menggunakan wajah kakaknya dengan tidak baik..!” kata Sheena.
“dan lagu yang di perdengarkan tadi adalah lagu saat Naysa
dan Nayaka di siksa dan di aniaya dengan sangat keji..!”
“Karena it, dulu sebelum terapi Naysa akan berteriak
histeris dan ketakutan ketika mendengar lagu tersebut... namun setelah banyak
melakulan terapi akhirnya ia bisa mengendalikan emosinya.”
“Dan Indira adalah
salah satu targetnya..!” kata Gery.
“Bagaiman kau tahu Ger..?” tanya Sheena.
“Sebenarnya Indira juga terlibat dalam penganiayaan yang terjadi
pada kakaknya.. ia yang berperan dalam menyiksa kakaknya itu agar mau di perlakukan
layaknya anjing untuk pria bejat itu.”
“Kurang ajar..!” kata gery.
“Kaupun geram kan Ger? Apalagi Naysa yang melihat secara
langsung kejadian itu..! kau bisa bayangkan..!” kata Sheena.
“Tapi kasihan jika ia harus diikat seperti itu..!” kata Gery
merasa kasihan.
“Tidak apa apa... ia yang minta sendiri..!” kata Sheena.
“Jadi dia itu gadis cilik yang selalu mnegkori kami kemanapun waktu aku sedang brduaan dengan Nayaka..!” kata Gery.
bantu tekan like, comment and and votenya ya kak... terima kasih... maaf update tidak tentu... tapi tetep di usahakan update setiap hari...
__ADS_1