Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
Senjata Makan Tuan...


__ADS_3

 Setelah dari apartemen Sheena, Naysa masih teringat dengan ucapan Mas Fahri kalau suami Sheena itu terlibat dalam pembobolan situs NM group.


“Aku harus mencoba mencari informasi dari orang itu..!” kata Naysa.


Ia pun melaju ke arah apartemen seseorang, Namun sebelumnya


ia mampir untuk membelikannya bubur kacang hijau.


“Dengan begini bukankah dia tidak akan curiga..!” kata Naysa bermonolog dalam hatinya.


Dan saat ini sampailah ia di apartemen yang mewah itu. Ia


memarkirkan motornya dan mencoba melangkah masuk ke dalam apartemen itu dengan menenteng dua bungkus bubur kacang hijau.


“Kalau bukan ingin dapat informasi...cih!nggak sudi gue baik baik sama orang itu..!” gerutu naysa.


Tok tok tok


Naysa mencoba mengetuk pintu itu. Namun tidak ada sahutan.


“Apa orang ini mati ya..!” kaat Naysa kesal.


Akhrinya ia mengetuk pintu agak keras dan berulang kali.


Tanpa sadar pintu itu terbuka dan tangan Naysa pun akhirnya mengetuk wajah Gery yang sedang membukakan pintu.


“Eh maaf pak...hehehe.” kata naysa.


“mau apa kamu ke sini..!” ucap gery.


“Ish.. ketus amat pak... ini lho saya bawakan bubur kacang hijau..!” kata Naysa.


Gery hanya mengerutkan keningnya.


“Tenang pak... ini tidak beracun... amaan...!” kata Naysa.


Gery masih diam mematung di depan pintu tidak merespon kedatangan Naysa.


“Ini saya tidak diperbolehkan masuk pak... pegel lho kaki saya berdiri terus kayak gini...!” lanjut Naysa.


“Nggak perlu... sini buburnya..! ” kata Gery cepat dan meminta bubur dari Naysa.


“Ya nggak bisa gitu dong pak... saya kan juga mau makan...!” kata Naysa YANG kemudian menerobos masuk ke dalam.


“hei..!!” teriak Gery.


Tapi Naysa tetap saja masuk dan duduk di sofa meletakkan bubur kacang hijau tersebut.


“Saya ambilin mangkuk ya pak... kebetulan perut saya lapar... Kata


Naysa.


“Sepertinya.. Anda betah disini ya..!” sindir Gery.


“Ya elah pak... cuman sebentar doang... laper ini ... masak nggak boleh...!” kata Naysa cuek dan melangkah menuju dapur.


Di dapur ia mengambil mangkuk dan menuangkan bubur tersebut ke dalam mangkok.


“Kalu di kasih obat tidur kayak gini... gue bisa kebih leluasa mencari info di apartemen ini..! sepertinya ruang di sebelah kamarnya itu merupakan kantornya di apartemen ini... Mungkin gue bisa mulai ngecek dari sana..!” batin Naysa.


“Maafkan saya ya Pak Gery... ini sih salah anda sendiri karena anda terlalu kaku dan susah di ajak berkompromi!” kata Naysa terkekeh sambil menaburkan serbuk obat tidur.


Naysa akhirnya membawakan dua mangkuk bubur tersebut untuk mereka nikmati.


“Ini Pak Bos Buburnya... ayo di makan masih hangat lho...!” kata Naysa.

__ADS_1


“Saya curiga Anda menaruh apa apa di bubur saya..!” kata Gery.


“Ish Bos ini isinya curigaan melulu..!” kata naysa.


“Nih, Gue makan bubur punyanya Bos ya...!” kata Naysa.


“Eits...orang ini memang nggak bisa di bohongi dengan mudah..!” sial..! ” batin Naysa.


“Nggak papa lah gue Makan sedikit... efeknya mungkin nggak begitu berasa..!” batin Naysa.


“ish kenapa orang ini nggak minta gue berhenti sih...! masuk banyak dech ke perut gue..!”jerit hati Naysa.


“Heh! Anda itu rakus apa gimana..! sini bubur nya..!” kata Gery.


“Maakanya pak bos kalao MAU... bilang MAU aja..! nggak usah


gengsi bilang curiga lah apalah..!’ gerutu Naysa.


Namun dalam hatinya ia sangat senang. Rencananya berhasil.


“Yes...kena kau...!” batin Naysa gembira.


Mereka pun makan tanpa suara.


“Sudah selesai pak bos.... sini saya cuci mangkoknya...” ucap Naysa mengambil mangkuk tersebut dan dibawanya ke dapur lagi.


Ketika ia mencuci mangkuknya tiba tiba badannya terasa panas.


“ini kenapa rasanya panas sekali!” kata Naysa.


Ia mulai membayangkan hal hal kotor .


“Ish apaan si gue... kenapa bisa bisa berpikiran kotor seperti itu..!” ucap Naysa.


“tapi ini...ah...! kenapa dengan badan Gue..! rasanya ada yang salah..!” kata Naysa.


sedang mencuci mangkuk di dapur menatap ke arah wanita itu.


“Tubuhnya bagus juga!”


“Eh, pikiran apa itu..!” gerutu Gery.


Tapi bayangan bayangan kotor sudah menari nari di pikirannya.


“Sial... bagaimana bisa Juniorku sudah on gini cuman melihat gadis bar bar itu..!” rutuk Gery dalam hati.


Melihat Naysa berbalik badan, Gery akhirnya duduk kembali dan menutup bagian pangkal pahanya. Ia takut


gadis bar bar itu berpikiran yang macam macam.


“ Pak Boss... sepertinya saya butuh ke kamar mandi..! kebelet..” kata Naysa.


“Ish... anda ini..!” umpat Gry.


“Beneran Boss nggak tahan ini...!” kata Naysa.


“Di dalam kamar... awas semuanya harus bersih!” Ancam Gery.


“Iya iya...Bawel!” kata Naysa.


“Sial... tubuh gadis itu menggoda sekali...!” kata Gery.


tanpa sadar ia mengikuti Naysa sampai ke dalam kamar. Pikiran Gery sudah tidak normal. Kabut gairah sudah menghalangi pikiran warasnya. Sementara Naysa pun sama.


“Ini kenapa rasanya gue ingin disentuh sama pak Gery ya...!”gumamNaysa.

__ADS_1


“Badannya itu bagus banget... pasti dia juga jago kalau urusan ranjangan..!" pikiran naysa pun traveling kemana mana.


Setelah Selesai, Naysa membuka pintu kamar mandi. Ia melihat Pak bos nya sudah ada di dalam dan duduk di ranjang menatap dirinya.


“ Astaghfirullah... mengagetkan saja pak...!” kata Naysa menetralisir perasaannya yang mengebu gebu ingin di sentuh pria itu.


Naysa hendak melangkah keluar, namun tangannya di cekal oleh


Gery. Tanpa Basa basi Gery langsung melahap Bibir Naysa. Awalanya naysa berontak namun karena sama sama di puncak gairah akhirnya ia tidak menolak.


Ciuman mereka semakin panas, Gery menuntun Naysa ke tempat


tidur sambil di bukanya baju Naysa satu persatu. Mereka masih saling memagut


dan menyesap. Ciuman gery pun turun ke bawah. Merajai leher dan dua buah benda yang kenyal dan ranum itu. Gery pun tak menyia nyiakannya. Ia langsung menyesap dan memainkannya seperti anak bayi yang mendapatkan mainan yang disukainya, tidak ingin di lepaskan.


"Ah..!” desah Naysa.


Dan itu tentu saja memacu adrenalin Gery untuk terus bertindak di luar nalar. Setelah dua buah benda sintal yang dimainkannya. Ia kemudian menuju ke bawah. Ia mencoba menerobos masuk sambil memainkan area bawah Naysa.


Naysa merasakan sensasi yang luar biasa. Tubuhnya menggelinjang hebat merasakan sesuatu yang aneh yang menjalar di seluruh tubuhnya.


Rasa sakit dan perih yang dirasakan di daerah sensitifnya mendadak tergantikan dengan kenikmatan yang luar biasa setelah junior Gery


mampu menembus milik Naysa yang masih sempit itu.


“Ah..!” ucap Gery memacu tubuh Naysa terus menerus seakan tidak kenal lelah.


 Setelah berjam jam mereka akhirnya sama sama tak bertenaga dan terlelap tidur di ranjang tersebut.


Naysa mulai mengerjapkan matanya perlahan. Tubuhnya seakan


akan remuk semua. Bagian bawahnya pun terasa perih yang sangat. Ia mencoba membawa kembali kesadarannya.


“ini..!” kata Naysa kaget.


“Sial..!” apa yang tadi aku campurkan ke bubur tersebut” batin Naysa.


Ia meraih bajunya dan memakainya kembali. Rasa sakit di bagian miliknya sudah ia tidak hiraukan lagi.


“Aku harus membuat seolah olah ini tidak terjadi..!” Batin Naysa.


Ia memasangkan kembali Pakaian gery. Namun ketka hendak


memakaikan pakaian bagian bawah, ia bingung harus bagaiman. Pasalnya ia melihat ada bagian yang sudah terkulai lemas.


“Mataku benar benar ternodai..! ini kalau bukan karena gue takut merusak rencana Aries dan kawan kawan... aku akan tuntut Pak tua ini


ke pengadilan..! biar tahu rasa..!” kata Naysa kesal.


Setelah merapikan kembali semuanya, ia berlalu pergi.


“semga Pak Tua itu tidak sadar dengan apa yang dilakukannya..!” kata Naysa.


Sesampainya di depan motornya ia meraih tasnya dan memeriksa obat


tidur yang ia berikan.


“ini kan..! pantas saja..! aku salah ngasih obat..! ah..!” umpat Naysa.


"Aku lupa belum membuang obat itu... obat yang mau di berikan padaku oleh wanita tua itu..!” gerutu Naysa.


Ia pun melajukan motornya untuk pulang. Didalam hatinya ia


sangat kesal karena rencananya, Ia ingin mengerjai Gery namun nyatanya ia yang malah di kerjai Gery sampai sampai tanda kepemilikan Gery pun banyak terdapat di tubuhnya.

__ADS_1


"Ini si senjata Makan tuan..!" Umpat Naysa.


__ADS_2