
Ketika suatu masalah membuatmu terasa berat... maka tersenyumlah. Hanya itu yang akan membuatmu lebih bersemangat dalam menjalani kehidupan. Hujan pasti akan reda dan pelangi pasti akan menampakkan dirinya. Indah melebihi keindahan yang ada didunia.
Naysa hendak naik ke ojol pesanannya, namun tangan kekar
mencekalnya dari belakang.
“Ini pak uang ongkosnya.. bapak balik saja..!” kata Gery.
“Eh... pak boss... jangan seperti ini dong... sakit tahu..!”
kata Naysa mencoba melepaskan tangannya dari cengkeraman kuat Gery.
Gery pun menghempaskannya dengan kasar.
“Masuk mobil..!” kata Gery.
Naysa hanya bisa membuang nafas kasar dan masuk kembali ke dalam mobl.
"baru aja mau bebas dari kandang buaya...malah kejebak lagi bersama buaya nya lagi...!!" batin Naysa kesal.
"Oh... Kebebasan.... kapan aku mendapatkanmu...!" jerit hati Naysa.
Didalam mobil mereka berdua diam. Naysa yang biasanya
cerewet pun hanya diam menatap jalanan. Gery yang merasa bersalah dengan
sikapnya sesekali melirik ke arah Naysa. Namum gadis itu tetap tidak menoleh
dan hanya menatap jalanan.
Ada rasa yang tak jelas yang ada di hati Gery kini, melihat
gadis itu diam dan tak berkata apapun.
“Apa aku keterlaluan sama dia..!” Batin Gery
“Ah... tidak mungkin... kan hanya aku pegang tadi... ya walaupun
agak keras si..!” Tambah Gery
“ehem ehem..!” gery pun berdehem untuk emlihat respon gadis itu.
Naysa pun menoleh dan melihat Gery dengan tatapan aneh.
“Bapak sakit tenggorokan pak?" tanya Naysa.
Gery hanya diam memandang jalanan.
“Pak.. kalau ada orang yang ngomong itu di jawab... nanti yang
jawab setan bisa bahaya lho pak... setannya nanti jadi manusia...dan manusianya
yang nggak jawab bisa jadi setan..!” cerocos Naysa.
“Sudah ngomongnya? Dari tadi diem kayak patung!” kata Gery.
“cie cie cie...yang kangen sama ocehan saya nih ye...!” goda
Naysa.
“Jangan kurang ajar kamu Nay... sma atasan..!” kata gery.
“Sebentar sebentar .. ini gue nggak sedang mimpi kaan...
jangan jangan otak gue yang bermasalah dan berhalusinasi..!” kata Naysa.
“Nay..!” Teriak Gery.
“Iya pak boss ganteng...” jawab Naysa sambil mengedip
ngediplkan matanya dan mendekat ke arah Gery.
“Jauh jauh dari saya..!” kata Gery.
“Bapak ini ya.. sukanya moody..kadang baik, kadang jahat,
kadang perhatian kadang cuek.. kadang
lembut kadang kasar..!”
“Ah pusying saya..!” kata Naysa.
Sejjenak kemudian keadaan menjadi hening.
“Pak bos.. tadi beneran manggil nama saya..!” tanya Naysa.
“Nggak boleh?” tanya balik gery.
__ADS_1
“Bukan nggak boleh pak boss... itu kan once in a blue
moon!!” ucap Naysa.
“ ini roman romannya sudah ada yang jatuh cinta sama saya
nih..!” goda Naysa.
“Siap siap teriak teriak dari depan gedung kantor ya pak
boss..!” ucap Naysa.
“Jangan kebanyakan mimpi kamu..!” kata Gery datar.
“Justru semua hal itu berawal dari sebuah mimpi pak boss..!”bantah
Naysa.
“Tapi boss ngomong ngomong tadi beneran pacarnya bos..
cantik!” kaat naysa.
“Pantas saja bos tergila gila..!” lanjut Naysa.
“Eh, tapi kok... lho nggak sama mbaknya tadi pak bos?” tanay
Naysa.
“Ditinggal gitu mbaknya tadi pak boss?!!” tanay Naysa
kembali.
Gery hanya diam tidak menjawab.
“ish dasar..!! Pak bos buat masalah baru nih ke gue..!” kata Naysa.
“Gue tadi sih udah feeling nggak enak gitu tiba tiba diajak
ketempat yang bagus dan elegan?” kata Naysa.
“Ini nih... kalo mbak mbaknya marah terus balas dendam ke
gue... bisa berabe urusannya..!” kata Naysa..
“ Sudah ah diem..! berisik..!” kata Gery.
pasal satu selalu salah, pasal dua jika bawahan benar kembali ke pasal satu
bawahan selalu salah..!” kata Naysa kesal.
“Pak boss...besok kalau sampai saya di cakar cakar sama mbak
nya yang tadi awas ya pak...saya minta ganti rugi lebih banyak..!” kata naysa.
“terserah..!” kata gery.
Tiba tiba hujan turun dengan derasnya.
“haduh..hujan.. mana belum makan lagi tadi..!” kesal Naysa.
“Kita ke apartemenku saja.. lebih deket... hujan gini
berkendara jauh berbahaya..!” kata Gery.
“halah... itu si modus bapak aja biar berduaan sama saya kan..
kan.. kan..!” goda Naysa.
“ Terserah..!” kata Gery malas berdebat dengan Naysa.
“Tapi awas ya pak... kalau bapak berpikiran yang iya iya..!” kata Naysa.
“In your dream!” kata Gery.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju ke arah apartemen Gery.
Sebenarnya ada perasaan takut di hati Naysa, karena bayangan
bayangan kejadian malam itu dengan Gery masih terekam di otaknya. Hanya dengan
bercanda ia mengatasi semua kegugupannya. Ia tidak mau terlihat lemah di
hadapan orang.
“Ayo masuk... hujan sudah mulai deras..” kata Gery berlari
ke arah apartemennya.
__ADS_1
Naysa yang mulanya ragu pun mengikuti Gery. Ia pun masuk ke
apartemen itu.
Duduklah, aku sudah pesankan makanan online..!” kata Gery
menuju ke kamarnya untuk ganti baju.
“Naysa hanya duduk dan melihat sekeliling, wajahnya pucat
menahan rasa takut dan truma atas kejadian yang pernah dialamainya di
apartemen itu.
Selesai berganti baju, Gery memberikan kemejanya untuk di pakai Naysa.
“Ganti bajumu...itu sudah tidak nyaman..!” kkata Gery.
“Tidak masalah... aku nyaman kok..!” kata naysa melawan ketakutannya.
“Lihat wajah kamu sudah pucat Nay.. takutnya kamu pingsan
karena kedinginan..!” ucap Gery
Naysa pun tidak bisa menolak. Ia kemudian ganti baju di
kamar Gery. Tidak lupa ia mengunci pintu tersebut. Di sapunya seluruh ruangan
itu dan bayangan bayangan itu masih saja berkeliaran di pikirannya.
“Aku harus kuat..!"
“Ayo Nay... kamu bisa..!” kata Naysa.
Ia pun melangkah ke arah kamar mandi dan berganti pakaian disana.
Setelah selesai ia kembali membuka pintu kamar tersebut.
Diihatnya Pak bossnya itu sedang membuka makanan online yang di pesannya.
“Ayo ke sini makan dulu..!” kata Gery
“Aku bukan boss kejam yang tidak memberi makan anak
buahnya...!’ kata Gery ketus.
Naysa pun melangkahkan kaiknya mendekati Gery. Dan duduk di
sampingnya.
Aroma wangi dari tubuh gadis ini menyeruak di hidung Gery.
Ia kemudian menatap gadis bar bar itu. Wajah yang natural, pakaian yang
kebesaran, dan rambut yang panjang tergerai. Gery menelan ludahnya kasar.
“Bagaimana mungkin gadis ini bisa secantik itu... walaupun denagn tampilan yang sederhana...!” kata Gery.
“Tidak tidak...aku tidak boleh terdoga..!” batin Gery memantappkan hatinya.
"perut saya benar benar lapar... akhirnya bisa makan juga...!"
"Pak boss emang yang terbaik...!"
Naysa pun mulai memakan makanan tersebut dengan lahapnya.
"Enak pak Bos..!" kata Naysa.
"Kalau makan jangan bersuara...!" kata Gery.
"Tapi aku senang berbicara seperti ini... tidak sepi kayak kuburan... "
"Pak Boss... emang pak bos sudah berapa tahun berpacaran sama mbaknya tadi..!" tanya Naysa.
"Penasaran?" kata gery singkat.
"Nggak si... cuman pengen tahu aja..!" kata Naysa cemberut.
"Sudah tujuh tahun lamanya, dan kandas karena dia pergi tanpa pamit..!" lanjut gery.
Naysa terbengong menatap pak boss nya itu.
"Cup...cup...cup... pak Boss yang sabar yaa.... " ucap Naysa menenangkan.
"Aku bukan bayi..!" kata Gery
"Siapa tahu pengen nangis... boleh pinjam bahu saya ya pak boss... tapi tidak gratis..!" kata Naysa.
__ADS_1
Gery pun hanay mendengus kesal.