Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
masa lalu yang kelam part 2...


__ADS_3

Setelah kejadian Na’as itu, Sheena dilarikan kerumah sakit karena di duga ia menggunakan obat obat  an terlarang dan mengalami over dosis.


Orang tua Sheena membantah tuduhan tersebut namun karena memang di tubuh Sheena tidak terdapat bekas pemukulan atau apapun, jadi pihak rumah sakit menyimpulkan bahwa Sheena memang pemakai obat obatan terlarang karena kalaupun ia di paksa enggunakannya maka akan ada luka penganiayaan di tubuhnya. Tetapi di tubuhnya bersih tidak ada bekas luka apapun.


Hampir satu minggu Sheena di rawat di Rumah Sakit. Selama itu ia tak sadarkan diri. Ia seperti mayat hidup yang hmasih bernafas tapi tidak menginginkan untuk hidup.


Hari ke-8 Sheena dirawat di rumah sakit itu dan terjadi sebuah keajaiban. Sheena mendadaktersadar.  Ia mendapati dirinya berada di ruangan yang bukan kamarnya sendiri. Sheena Melihat sekeliling ruangan dan tidak mendapati siapun.  Kejadian kejadian yang menimpa dirinya sebelumnya mengakibatkan ia berteriak histeris.tubuhnya


kejang kejang dan melepaskan selang infus yang terpasang. Untung Kakaknya masuk dan mencoba menenangkan Sheena. Namun Sheena malah semakin meronta ronta dan mencakar semua tubuhnya.


“Ibu…Ibu….!!!”teriak


Fahri mencoba  memanggil ibunya.


Mendengar teriakan Fahri, ibunya segera berlari menuju kamar perawatan Sheena.


“astagfirrullah…”kata Ibu Sheena melihat darah mengucur ke lantai. Ia menuju ke ranjang Sheena dan mencoba menenangkan Sheena. Melihat ibunya, Sheena mulai tenang. Ia menangis dan terus menangis tanpa suara.


“ingat nduk….ucap Istighfar…”kata ibu Sheena menenangkan.


Fahri berlari keluar ruanagn tersebut untuk memanggil Suster.


“sus..tolong adik saya..”kata Fahri sambil menyeka air matanya.


“ada apa mas..?” tanay suster tersebut.


“tolong segera ikut saya sus…”kata Fahri pasrah.


Suster itupun mengikuti Fahri menuju kamar Sheena. Suster tersebut langsung sigap menangani kondisi Sheena.


“sebaiknya..kami berikan obat penenang dulu…sebentar..”kata suster tersebut sambil segera berlari mengambilkan suntikan penenang untuk Sheena.


Setelah mendapat suntikan penenang tersebut Sheena akhirnya terlelap tidur.


“sebaiknya, ibu segera konsultasikan kondisi anak ibu  ke psikiater…takutnya gadis kecil itu mengalami trauma berat..”ucap suster itu sendu.


Fahri yang mendengar penuturan tersebut pun merasa terkejut. Namun melihat sikap Sheena ia yakin bahwa ada sesuatu yang menimpa dirinya.


Setelah suster itu pergi, Fahri mencoba berbicara pada ibunya.

__ADS_1


“Bagaimana bu…kita coba saja konsultasikan ke psikiater..”kata Fahri.


“Tidak…!Sheena baik baik saja…dia tidak apa apa..!kamu jangan mengada ada Fahri..!!anak ibu


 tu akan bangun dan tersenyum lagi..!”kata ibu Sheena menahan tangisnya.


“tapi bu…ini demi kebaikan Sheena…ibu pikirkan Sheena..!”Lanjut fahri.


“Diam kamu Fahri..!! Ibu tidak mau mendengar apapun..!!”suara ibunya sudah mulai meninggi.


“sadar bu…kita sekeluarga akan selalu mendukung Sheena…apapun itu..!Ibu jangan tenggelam dengan prasangka buruk yang berlebihan..!”


“Lihat Sheena bu..!Lihat..!!ia menderita..walaupun ia terlihat baik baik saja..!” kata Fahri keras dan berlalu meninggalkan ibunya.


Fahri hanya tidak ingin berdebat dengan ibunya. Walaupun sebenarnya ia juga takut akan kenyataan yang buruk. Namun ia tak kuasa melihat sheena yang menyakiti dirinya. Ia keluar dengan perasaan kalut. Anak sebaya dia yang masih menyandang status mahasiswa semester tiga itu tak kuasa menahan tangis melihat apa yang dialami oleh adik semata wayangnya.


Dari arah lorong rumah sakit, seorang perempuan sebaya mendekati Fahri.


“gimana Keadaaan Sheena?”Tanya Alena


Fahri yang kaget dengan kedatangan Alena mencoba menghapus airmatanya.


“sudah ada kemajuan sedikit…namun berahir tragis..” Kata Fahri getir.


“sabar ya..pasti akan ada hikmah di balik ini semua..” kata Alena menenangkan.


“Fahri yang merasa mendapat kekuatan akhirnya terduduk di kursi sambil menangkupkan telapak tangannya ke wajahnya. Ia menangis sesenggukan tanpa suara. Tangisannya begitu menyedihkan. Hingga Alena pun menitikkan airmata. Alena duduk dan memeluk laki laki itu. Mengusap punggungnya dengan lembut.


”aku takut Le…aku takut terjadi hal yang buruk dengan Sheena..”tangis Fahri serak.


“mengapa harus Sheena yang mengalami ini Le…dia anak baik…bahkan tidak pernah sedikitpun melakukan hal buruk..kenapa Le…kenapa…!”ucap Fahri sudah tak bisa menahan beratnya beban yang ia rasakan.


“apa yang harus aku lakukan le…!!aku bahkan tak sanggup melihat keadaanya..! “kata Fahri pelan.


Alena yang mendengar keluh kesah Fahri pun mencoba menegakkan kepalanya. Merenggangkan pelukannya.


“itu berarti keluargamu memang di pilih Allah dan kalian pasti bisa melewatinya..”kata Alena.


“Allah tidak akan membebani manusia di luar batas kemampuannya..kamu yakin itu kan Fahri?”.

__ADS_1


“kamu adalah kekuatan keluargamu..penopang  keluarga..jangan biarkan dirimu lemah dan ambruk tak berdaya..!”


“aku yakin kamu orang yang kuat..!” kata Alena menyemangati Fahri.


Fahri mencoba menata hatinya. Mengumpulkan kesadarannya. Ia harus berjuang untuk adiknya. Untuk keluarganya. Ia akan melakukan apapun itu agar Sheena bisa kembali normal seperti dulu.


Baru saja angin segar berhembus di dada Fahri. Tiba tiba terdengar langkah kaki ayahnya yang menuju kearahnya.


“Fahri…”kata ayahnya berkaca kaca.


“ada apa ayah?Sheena kenapa..?”Tanya Fahri panik.


“Adikmu..”lanjut ayah Fahri.


“ada apa Yah…katakana !!” ucap Fahri sedikit menaikkan suaranya.


“Adik kamu dikeluarkan dari sekolah…katanya sekolah tidak menerima murid pemakai obat obat terlarang..!”kata Ayah Fahri sambil berlinang air mata.


“ya Allaaaah…!!!” kata Fahri sambil terduduk di lantai.


“Sheena bukan pemakai Yah…fahri yakin itu…!!”kata Fahri kembali menahan tangisnya.


“Fahri akan ke sekolah Sheena..!” ucap Fahri sambil melangkahkan kakinya ke luar area rumah sakit.


“maaf pak…saya ikuti Fahri dulu ya…takut ia kalap dan malah menambah masalah nantinya..” kata Alena.


Ayah fahri hanya bisa menganggukkan kepalanya, dia duduk bersandar di kursi rumah sakit tersebut. Dunianya seakan akan mejadi gelap gulita. Dunia yang dulu di penuhi dengan canda dan tawa berubah dalam sekejap mata menjadi dunia yang kosong, gelap,  dingin dan penuh hujan tangis.


sementara itu di luar area Rumah sakit Alena berlari mengejar Fahri .


“Fahri…! Tunggu..!”Kata Alena mencekal Tangan Fahri.


“lepasin Le…!”kata Fahri Emosi.


“tidak..!aku akan ikut denganmu ke sekolah Sheena..jangan melarang aku..!aku takut kau akan berbuatn nekat..!”kata Alena.


“ayo masuk mobilku..!” kata Alena menyeret tangan Fahri.


 

__ADS_1


dukung Author terus ya kak...mohon bantuan like atau dijadikan favorit juga boleh...


Happy reading..


__ADS_2