
Naysa mengikuti Gery yang mendominasi berada di depan menuju ke mobil mewah yang ada di area parkir.
Gery masuk terlebih dahulu ke dalam mobil diikuti dengan Naysa.
“Maaf ya Pak Tua...eh maksudku..pak Boss...saya langsung saja duduk di depan... nanti kalau saya duduk di belakang dikira orang, pak Boss sopirnya...!” ucap Naysa.
“Pintar..!!” kata Gery.
“Emang saya pintar boss...sudah sekolah sampai S4 kok...!” kata Naysa.
“Dasar bodoh..! mana ada sampai S4..!” gerutu Gery.
“Haiss... dasar bos juga kurang pintar...!! ya iyalah ada... SD,SMP,SMA, Sarjana... berapa boss itung sendiri S nya ada berapa... hahahaha” kata Naysa meledek Gery.
“Nggak Jelas..!” umpat Gery.
“Gaje gaje gini... Boss suka...!” kata Naysa terus saja membalas ucapan Gery.
“Suka..!??! jangan Ngimpi...!” kata Gery.
“Ya kalau nggak suka.. ya udah si boss... ijinin saya yang bodoh ini dan tidak disukai boss saya ini mengundurkan diri, nanti saya carikan orang yang lebih KOM-PE-TEN...!!” kata Naysa mencari celah dari jebakan pria tua itu.
“Tidak bisa..! saya nanti rugi...!!” kata Gery melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
“Sabaar sabaar sabaar Nay...sedikit lagi pasti loe bakal di tendang oleh boss songong ini...!” ucapnya dalam Hati.
“Justru pak Bos yang buntung... kalau ngurusin anak dhuafa kayak saya..!” kata Naysa masih saja berusaha agar terlepas dari Gery.
“Kelihatannya anda benar benar tidak mau berbisnis dengan saya...baiklah...saya putuskan saja kontrak dengan Amira group...!”kata Gery tegas.
“Ish...Ya elah pak Boss...dikit dikit ngancem aja si...!!” ucap Naysa kesal.
Harapannya pupus sudah untuk terhindar dari assisten gila itu.
Naysa mulai menekan tombol yang didepannya untuk menyalakan musik.
“Mau apa!!” kata Gery kasar.
“Kenapa si ya... ngegas melulu... cepet stroke nanti pak boss...!” kata Naysa.
“Nih... mau nyetel lagu... suasana di dalam mobil sudah sepi...dingin...bisa bisa mati kedinginan nanti saya pak boss...!” ucap Naysa masih terkekeh.
Gery hanya bisa diam dan tidak menanggapi ucapan Naysa. Musikpun berjalan dan terdengar lagu dari armada yang menggema didalam mobil tersebut.
Awas nanti jatuh cinta....
Cinta kepada diriku .....
Jangan jangan kujodohmu ....
Kamu terlalu membenci .....
Membenci diriku ini ....
Awas nanti jatuh cinta padaku ....
“Nah loh.... lagu aja tahu lho... jangan terlalu membenci... membenci diriku ini... jangan jangan ku jodohmu...!” kata Naysa menirukan lagu tersebut.
“Waaah.... luar biasa... jangan jangan nanti kita berjodoh
pak Boss..!” kata Naysa asal.
“Gery pun mengerem mendadak dan mengakibatkan kening Naysa terbentur.
“Aduuh...! Pak Boss ini kalau mau ngerem..bilang bilang dong... jidat gue udah jenong tambah jenong deh..!” gerutu Naysa.
“Amiit amiit... kalau saya jatuh cinta sama anda nona... dalam mimpi pun saya usir jauh jauh..!” kata Gery sinis.
“Ah.... yang bener... kalau anda jatuh cinta sama saya gimana..?” kata Naysa menyelidik.
“Saya?? Nggak mungkin...!!” kata Gery mantap.
“Kalaaaauuu iya... gimanaaaaa??” tanya Naysa mengulang lagi.
“Cih... kalau iya saya akan berteriak dengan sangat sangat dan sangat teramat keras mengatakan SAYA CINTA NAYSA dari depan gedung kantor KY group...!” ucap Gery kesal.
“Yes... beneran ya... tunggu saja tanggal mainnya...kalau Pak boss tidak termehek mehek dengan saya... jangan panggil Naysa lagi..!” kata Naysa mantap.
“Terus nama anda akan diganti apa..?!” tanya Gery kembali.
“Nanti akan dipikirkan kembali...tapi yang penting... ucapan boss yang tadi, tidak bisa di tarik kembali..!” kata Naysa.
“Aku tidak pernah ingkar janji..!” kata Gery.
“Cie cie cie...ngomongnya sudah aku nih ye....!” goda Naysa.
Gery hanya diam menatap tajam jalanan kembali dan melajukan mobilnya itu ke tempat proyek pertama yanga akan di tangani oleh Naysa.
Sementara Adhi masih terlihat asyik dirumahnya tersebut. Menikmati hari pertamanya sebagai suami seorang Sheena.
“Mas Adhi nggak ke kantor..?” tanya Sheena.
“Nggak yank...pengen dirumah aja..!” kata Adhi.
“Ish...kasihan Gery lho mas...selalu saja kena sialnya... back up semua kerjaan mas Adhi..!” kata Sheena mendekati suaminya itu.
“Itu bukan sial Yank...itu untuk latihan dia... biar nanti lebih handal mengurusi perusahaan...!” kata Adhi membela diri.
“Ah...!Mas Adhi sukanya ngeles aja...!” balas Sheena.
Adhi meminta Sheena duduk di sofa tersebut. Dan Adhi pun merebahkan kepalanya di pangkuan Sheena.
“Yank... hari ini ikut aku ya... aku mau kita menikmati hari ini...!” kata Adhi.
“Apa kita bulan madu aja ya yank...kemana gitu...!” lanjut Adhi.
“Jangan dulu lhah mas... Ara masih belum pulih... aku khawatir soal Ara... lagian aku belum mengintrogasi sekolah Ara... kenapa Ara bisa jatuh..!” ucap Sheena.
“Waah... kamu memang ibu yang baik...!” kata Adhi menggoda Sheena.
“Apaan si mas..!” kata Sheena tersenyum malu.
“Ayo.. siap siap... kita jalan jalan keluar sebentar..!” kata Adhi.
“Mau kemana si mas..?” tanya Sheena.
“Kemana aja asal bersamamu...” jawab Adhi.
“Dasar gombal...!!” kata Sheena tertawa geli melihat tingkah suaminya itu.
“Tapi yang digombalin suka kan..” Goda Adhi.
Sheena pun tersipu malu. Rona mukanya merah padam.
Pagi ini rumah itu terasa membahagiakan. Berbeda dari sebelum sebelumnya yang terasa dingin dan sepi. Hanya ada suara suara hewan yang berkeliran yang menghidupkan suasana rumah tersebut.
Sheena sudah selesai mempercantik dirinya. Dia melihat penampilannya di cermin dan tersenyum manis.
Adhi yang memperhatikan istrinya itu mulai mendekatinya. Merangkul dari belakang. Dan disandarkan kepalanya di bahu kiri istrinya itu.
Ku berharap engkau lah...
Jawaban sgala risau hatiku ....
Dan biarkan diriku ....
Mencintaimu hingga ujung usiaku ...
Jika nanti ku sanding dirimu ...
__ADS_1
Miliki aku dengan segala kelemahanku ...
Dan bila nanti engkau di sampingku ...
Jangan pernah letih tuk mencintaiku ...
(Song by Naff)
Adhi bersenandung lirih. Sheena pun merasa tersanjung dengan apa yang dilakukan suaminya itu. Ia berbalik badan dan menangkup wajah suaminya itu.
“Hatiku selalu dan selalu akan terpaut oleh dirimu mas...!tidak ada yang akan pernah
menggantikannya..!” kata Sheena sambil mengecup singkat bibir suaminya itu.
Kesempatan itu tak di sia siakan Adhi. Ia menahan tengkuk Sheena dan mulai membalas ciumannya. Ciuman mereka semakin menuntut. Adhi yang memendam hasrat sejak tadi malam, mulai meminta lebih. Ia kemudian turun ke leher wanita yang dicintainya itu, memberi tanda di leher istrinya itu. Lenguhan kecil mulai keluar dari mulut Sheena. Adhi yang mendengar suara ******* Sheena, mulai memainkan tangannya, menarik resleting belakang istrinya itu sambil terus memberi kecupan kecupan yang meninggalkan bekas pada tubuh Sheena.
Kabut gairah mulai di rasakan Adhi. Ia berhasil melepas pengait yang menutupi dua gunung yang sintal itu. Sekarang, ia bahkan tidak membuang buang waktu untuk menatap aset istrinya yang sangat menggiurkan. Ia
menyesap dan memainkan kedua nya dengan sangat lembut. Dan hal itu membuat pemiliknya semakin bergairah. Di lepaskannya kemeja dan celana yang melekat pada tubuh Adhi sambil terus menyesap keduanya seperti anak bayi yang asyik mendapat mainan baru.
Tangan Adhi mulai bergerak ke arah bawah yang masih terhalang penutupnya. Ia memberi sentuhan sentuhan kecil yang membuat Sheena merasakan sensasi yang luar biasa. Di tuntunnya tubuh Sheena ke tempat tidur mereka yang sudah rapi.
“Na...Aku sangat mencintaimu...percaya padaku...!” bisiknya lembut ke telinga Sheena.
Seolah olah mendengar sebuah semangat hidup yang luar biasa, bayangan bayangan saat bersama Adhi yang mereka lalui selama ini membuatnya tersenyum bahagia.
“Melihat reaksi Sheena yang tersenyum..Adhi pun pelan pelan memasukkan benda pusakanya itu dan menghujam ke bawah.
“Ah...sakit Mas..!!” ucap Sheena setengah menjambak rambut Adhi.
Adhi tersentak kaget. ia tidak tega melihat wajah Sheena yang kesakitan. Akhirnya Adhi menghentikan kegiatannya.
Sheena pun mengernyitkan dahinya.
“Kenapa berhenti mas..?!” kata Sheena.
“Sudah cukup segini saja dulu...!!” kata Adhi yang masih menahan hasratnya untuk di tuntaskan.
“Aku sudah bahagia Na...melihat kamu tidak menolak ku lagi...” kata Adhi.
Sheena pun bangkit dan duduk berhadapan dengan suaminya itu masih dalam keadaan polos.
“Maaf...aku tidak bermaksud seperti itu...” ucap Sheena sedih.
“Nggak Na... Pelan pelan saja...agar kamu tahu..,bahwa tubuhmu ini hanya milikku...tidak ada yang bisa menyentuhnya..!” kata Adhi tegas.
“Terus..??!” tanya Sheena menggoda Suaminya itu.
“Aku punya cara yang lain Na...!” kata Adhi.
Akhirnya mereka menuntaskan hasrat mereka dengan cara yang lain. Adhi tidak ingin memaksakan kehendaknya disaat Sheena masih butuh sembuh dari lukanya.
Setelah mereka selesai membersihkan diri, akhirnya Adhi mengajak jalan jalan Sheena ke tempat tempat yang disukainya.
“Pantai ini indah sekali mas..” kata Sheena.
“Kamu suka...??” tanya Adhi.
“Iya... dan aku sangat bahagia...!” kata Ansha bersemangat.
Kemudian ia berlari ke arah pantai, melompat lompat dan
bermain air di pantai tersebut.
Drrt drrt drtt
Ponsel Adhi berdering.
“Halo..” jawab Adhi datar.
“Sepertinya ada yang mengawasi gerak gerik bos dan Nyonya..!” kata orang yang diseberang.
“Baik bos..!” ucap orang tersebut.
Ya Adhi telah menempatkan pengawalan yang ketat di sekitar
Sheena tanpa sepengetahuan Sheena. ia tidak ingin terjadi apa apa lagi dengan
Sheena. Ia kan selalu mengupayakan kebahagian Sheena.
“Mas Adhi...ayooo sini...!” teriak Sheena dari Arah pantai.
Adhi pun berlari menyusulnya sambil berlari.
“Teruslah tersenyum seperti ini... aku ingin kamu selalu bahagia
seperti ini setiap saat Na...” batin Adhi menatap Sheena dengan perasaan
bahagia.
“Jangan jauh jauh Na...!” teriak Adhi.
“Tenang saja mas..!” jawab Sheena.
Ia terus berlari menjauhi Adhi. Dan Adhi pun mengejar Sheena
dengan antusias.
“Kamu tidak akan bisa lari lagi dariku...!” ucap Adhi saat
berhasil menangkap Sheena. ia memeluknya sangat erat.
“Ampuun... ampuun...! lepasin Ah mas... geli...!” kata
Sheena.
Tapi Adhi masih saja tidak melepaskannya dan terus
menghujaninya dengan ciuman yang bertubi tubi.
“Mas... sudah... ampuun... ampun...!” teriak Sheena sambil
tertawa.
“Tidak... belum... ayow mau lari kemana lagi..?!” kata Adhi.
“nggak... nggak...nggak jadi...udah lepasin sih..!” kata Sheena.
Adhi merenggangkan pelukannya dan disitulah kesempatan
Sheena untuk lepas.
“Yeayyy....week...!” kata Sheena sambil menjulurkan lidahnya
meledek Suaminya itu.
“Awas ya Na...!” kata Adhi.
Sheena akhirnya menghujani Adhi dengan air pantai yang asin.
Mereka berdua layaknya pasangan muda yang tengah kasmaran bermain di laut.
Sedangkan di sebuah kantor, seseorang membanting semua benda
yang ada di kantornya melihat foto foto yang dikirimkan oleh anak buahnya.
“Kurang ajar..!” teriaknya.
“Akan ku hancurkan kau Adhi dharma sialan..!” kata Chandra.
__ADS_1
“Orang orangku bahkan tidak bisa mendekat ke arah mereka..!”.
“Sial sial sial..!!” umpat Chandra penuh dengan amarahnya
yang meluap luap.
“Lihat saja kalian..!” akan kubuat hidup kalian lebih
menderita..!” ucapnya kesal.
Chandra mengambil ponselnya dan meminta seseorang untuk
datang ke ruanganya.
“Aku butuh bantuanmu..!” cepat kemari..!” kata Chandra
Selang beberapa saat orang yang diminta itu datang. Sesosok
gadis cantik yang juga sudah menjadi budak nafsunya.
“Puaskan aku sekarang..!” kata Chandra kasar.
Chandra menjambak wanita itu dan memukulnya dengan kasar.
Menjajahi tubuhnya tanpa ada kelembutan. Memasukkan miliknya dan
menghentakkannya dengna kasar. Setelahnya ia menghempaskan wanita itu ke lantai
yang dingin.
“Pakai bajumu itu..!” aku ada tugas untukmu..!” kata Chandra
menyalakan rokok dan menghisapnya.
Wanita itu merapikan bajunya ia kembali menatap ke arah tuannya itu.
“Ada tugas apa lagi..?” Tanya wanita itu.
“Kau harus merebut Adhi kembali...!” kata Chandra.
“Aku tidak mau tahu bagaimanapun caranya kamu harus bisa
membuat Adhi menjauh dari calon istriku...!” lanjut Chandra.
Wanita itu tersentak kaget.
“Bagaimana dengan Amanda..?” tanya Indira.
“Wanita itu sudah tidak berguna..!!” Kata Chandra Singkat.
“Indira...bukankah Adhi dulu sangat mencintaimu...bahkan
tergila gila padamu...!” tanya Chandra.
“Tapi itu sebelum aku mengenalmu..!” kata Indira kesal.
“Hahaha... salahmu sendiri.. bukankah kamu yang mau ikut aku??”
“Dan sekarang... bukankah kamu yang tidak mau meninggalkan
aku?” kata Chandra sinis.
“Bukankah kau selalu merindukan Punyaku ini setiap
saat...!hanya aku yang bisa memuaskanmu bukaan..?” tanyanya sinis.
Indira menjadi kecanduan berhubungan badan, semenjak Chandra
terus terusan mencekokinya dengan obat perangsang dan memainkan nya berulang
ulang hingga ia menjadi wanita yang haus akan hubungan badan tersebut.
“Buat dia seperti itu lagi...!”
“Aku ingin Adhi hancur berkeping keeping...!” kata Chandra.
“Kurasa kau juga harus mencicipi miliknya si Adhi dharma
itu..!’ kata Chandra menyeringai licik.
“Aku ingin tahu...apakah ia seperkasa diriku ini...!” lanjut
Chandra.
Indira pun mengerti keinginan Chandra. Ia pamit undur diri
dari ruangan kantor tersebut.
Indira melangkahkan kakinya menuju lift dan memencet tombol
ke lantai 1. Didalam lift ia terus saja memikirkan Adhi. Cinta nya yang telah
berlalu.
“Andai aku dulu tetap berada di sisimu...aku tidak akan menjadi
rusak seperti ini..!”
“Betapa bodohnya aku melepaskanmu dan memilih bersama si
brengsek Chandra itu..!” batin Indira.
“Kali ini aku tidak akan mlepaskanmu Dhi...!”
“Akan ku buat wanita itu pergi darimu dan hanya aku yang
akan menggantikan posisinya itu..!” batin Indira.
“Aku sudah bosan hidup seperti ini...!aku pasti bisa menjeratmu
lagi Adhi Dharma..!” kaat Indira tajam. Ia pun turun ke bawah dan melangkah
menuju mobilnya, melajukan mobilnya ke arah perusahaan KY group.
Sementara Gery yang sedang melaju ke proyek peluncuran
produk terbaru mendapat notifikasi di ponselnya. Tanpa berpikir panjang, Ia
kemudian memutar balik kemudinya.
“Eh...pak Boss...inu kok muter muter nggak jelas si..!’ kata Naysa
“Diam..!” kata Gery dengan raut wajah yang tidak bersahabat.
Naysa yang merasa ada perubahan pada sikap Gery akhirnya
terdiam dan tidak berani melanjutkan ucapannya itu. Suasana mobil tersebut
mendadak sangat mencekam. Bahkan tatapan Gery seakan akan dapat membunuh orang
yang di tatapnya.
“Ternyata pria ini punya charisma yang luar biasa dan tidak
ada yang akan berani dengan dirinya...dengan kharismanya itu bahkan bisa
membuat orang yang berada disampingnya merinding tak berkutik..” batin Naysa.
Jangan lupa tekan like, vote dan favoritnya ya
__ADS_1
kak...komennya juga jangan lupa...biar tambah semangat nulisnya...