Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
Akhir sebuah Rasa...


__ADS_3

“Bos... Anda nggak mau keluar gitu? Noh.. pintunya ada tepat


di depan mata pak Boss!” kata Naysa.


“Sebenarnya tadi saya sudah ingin keluar kalau bukan ada


yang menghentikannya..!” kata Gery dengan tersenyum penuh arti.


“Ish... Dasar pria tua mesum..!” gerutu Naysa.


“Gue ambilin minum dulu ya Yo?” kata Naysa.


“Oke..!” jawab Rio.


“Buatkan aku satu juga Nay?” kata Gery tak mau kalah.


“Eh, ya udah dech..!” ucap Naysa yang tidak ingin berdebat


dengan atasannya itu.


Naysa pun melangkah kan kakinya menuju dapur.


“Anda sepertinya sangat nyaman di apartemen ini?” kata Rio


sinis.


“Tentu saja...! karena disini aku mendapat kehangatan..!”


kata Gery tak mau kalah.


“Apa maksudmu..!” kata Rio penuh rasa kesal.


“Kau tidak perlu tahu... hanya aku dan Naysa yang tahu..!”


ucap Gery memancing emosi Rio.


“Jangan sembarangan mengatakan hal hal yang membuat orang


salah paham..!” Tambah Rio.


“Salah paham dari mana?” kata Gery menaikkan satu alisnya.


“Apa kau tidak melihat pakaian yang kukenakan?!” kata Gery


yang sudah selangkah lebih maju dari pada Rio.


“Kau..!! jangan macam macam sama Naysa..! “ kata Rio sudah


tersulut emosinya.


“Bukan aku yang macam macam... tapi dia yang macam macam


denganku..! seharusnya aku yang rugi disini..!” pancing Gery.


“Aku jadi bertanya tanya peran mu itu seperti apa?” kata


Gery memancing informasi dari pria di depannya ini.


“Kamu mau tahu...! aku adalah lelaki yang dulu pernah di


cintai Naysa..! dan sampai sekarang rasa itu pasti masih tersimpan dalam hati


Naysa..!” kata Rio bangga.


“Cih..!! hanya lelaki masa lalu..! aku rasa itu tidak


terlalu penting..!” kata Gery berhasil mengorek informasi dari pria di


depannya.


“Jangan terlalu percaya diri..!! bahkan dia masih tidak bisa


move on dariku selama ini..!” kata Rio memancing emosi Gery.


“Aku tidak masalah dengan itu..!! Toh in the end, Naysa juga


akan menjadi seorang nyonya Bramantyo sebentar lagi..!” Ucap Gery


mengintimidasi.


Naysa yang datang membawakan minuman pun merasakan


ketegangan diantara keduanya. Ia meletakkan minuman tersebut di meja.


“Nay.. gue boleh ya nginep disini..! udah lama kita nggak


nonton berdua..! ada film baru lhoo..!” kata Rio berada di atas angin.


“Boleh boleh... ! aku pesankan camilan nanti ya..!” kata


Naysa.


Karena merasa tidak suka Gery menarik tangan Sheena dan

__ADS_1


berbisik perlahan di telinganya.


“Kamu mau tahu siapa yang menaruh obat perangsang itu?”ucap


Gery pelan.


Naysa yang terkaget menatap wajah pria itu.


Gery kembali berbisik di telingan Sheena lagi.


“Dia adalah Indira..!” kata Gery.


Tentu saja hal itu membuat Naysa meradang bagaiman ia tidak


mendapatkan info apapun tentang hal gila yang dilakukan Indira.


“Kalau mau tahu, usir pria ini keluar..!” bisiknya lagi


dengan seringaian yang licik.


Melihat interaksi tersebut darah Rio seakan mendidih. Ia


tidak menyangka Naysa bisa bermesraan di depan matanya. Padahal kenyataanya itu


hanyalah sebuah intimidasi untuk Naysa yang di tujukan kepada Gery.


Naysa pun menghela nafasnya pasrah. Ia hanya penasaran


mengapa Indira menargetkan Gery untuk memuaskan nafsunya.


“Sepertinya temanmu itu harus pergi Nay... kita butuh waktu


berdua untuk sesuatu yang penting..!” ucap Gery mengedipkan sebelah matanya.


“Ish pak tua ini memang kurang ajar..! bisa bisanya


bertindak seperti itu..!” batin Naysa kesal.


Ia pun terpaksa menuruti perkataan Gery karena ia tidak mau Rio


juga terlibat dalam masalah ini.


“Eh, Maaf Yo... sepertinya memang tidak bisa..!” kata Naysa.


“Ada sesuatu yang harus aku kerjakan..!” Elak Naysa.


Rio semakin geram menahan emosinya. Dulu Naysa akan


melakukan apapun untuknya dan selalu mengekorinya kemanapun. Namun sekarang seakan


geram akan tingkah pria yang ada di depan matanya.


“Baiklah.. kalau gitu Antar gue ke depan ya... gue mau


pulang saja..!” kata Rio dengan tatapan mengiba.


Naysa yang melihatnya Rio cemberut pun tidak tega


menolaknya.


“Minumlah dulu...! habis itu Gue antar keluar..!” kata Naysa


merasa bersalah.


“Kalau gitu aku ke kamar mandi dulu... kebelet..!” kata Gery


melangkah pergi meninggalkan mereka.


“Nay, Apa loe menyukai Bossmu itu?” tanya Rio pada Naysa.


“Eh, kata Siapa?” elak Naysa.


“Sepertinya hubungan kalian sangat dekat..!” kata Rio lagi.


“Emm... bukan seperti itu...” jawab Naysa.


“Apa kamu masih ada perasaan untukku Nay?” Tanya Rio.


“Eh, I-tu...” ucapan Naysa mendadak terhenti. Walaupun ia


mulai melupakan perasaan nya pada Rio namun tidak bisa di pungkiri rasa itu


masih tetap ada.


Rio pun segera ******* Bibir Naysa dan menyesap bibir


atasnya. Menggigit bibir bawahnya agar terbuka dan memainkan lidahnya di dalam


mulutnya. Naysa yang mendapat serangan mendadak pun kaget dan untuk sesaat dia


terdiam. Tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Menolak atau menerima. Ia hanya


takut mengecewakan hati orang lain karena cinta itu akan sangat sulit untuk ia miliki.

__ADS_1


Akhirnya, Naysa pun terbawa permainan Rio. Rio semakin memperdalam ciumananya


Menarik tengkuk Naysa dan merajai semua bibirnya.


Gery yang sudah selesai dari kamar mandi sangat marah


melihat adegan itu. Ia benar benar tidak bisa mengontrol emosinya. Ia melangkah


dengan sangat kasar kemudian menarik Rio dari belakang memukulnya tanpa belas


kasihan.


“Dasar brengsek..!!” kata Gery terus memukuli Rio dan


menyeretnya keluar dari apartemen itu.


Naysa masih memohon kepada Gery agar emosinya stabil.


“Lepaskan boss..! sudah..! “ ucap Naysa sambil berderai


airmata melihat Rio yang sudah babak belur.


Gery menutup pintu apartemen Naysa.


“Jadi kau menangisi laki laki seperti itu..!” Kata Gery.


“Kau itu memang kejam Sekali..!” teriak Naysa.


“Jadi kau ingin laki laki itu mencumbumu diatas ranjang


seperti pelacur..!!” kata Gery Ketus.


Plak.


Tamparan di layangkan ke pipi Gery.


“Jangan berani menyebutku seperti itu..!” teriak Naysa


marah.


“Kau tahu kau itu seperti ****** yang tidak puas dengan hanya


satu laki laki..!” ucap Gery emosi.


“Baik... kalau kau menuduh aku seperti itu..! apa kau mau di


puaskan Tuan..!” kata Naysa menatap Gery dengan nanar.


“Benar..! Bukankah kau masih bawahanku..!! puaskan aku maka


kau boleh bebas menjajakan tubuhmu ke pria lain..!” kata Gery tak kalah emosi.


Naysa yang sangat marah akhirnya melucuti semua pakaiannya


dan juga mulai membuka pakaian Gery dengan liarnya. Ia tetap menahan agar


airmatanya tidak jatuh. Namun kemudian, Gery Mendorong Naysa dengan kasar


hingga tersungkur.


“Mulai hari ini jagan pernah memperlihatkan mukamu di


hadapanku lagi..!! aku tidak sudi dengan orang yang sudah dijamah oleh laki


laki lain..!” kata Gery mengambil kemejanya dan melangkah meninggalkan apartemen


Naysa.


Setelah pintu tertutup dengan keras. Naysa memunguti


Pakaiannya dan menangis bersandar di dinding yang dingin itu. Ada rasa sakit


yang teramat di hatinya ketika tuduhan itu di layangkan oleh Pak Bossnya itu. Padahal


ia hanya mencoba memastikan hatinya apakah ia memang masih menyukai Rio atau


tidak.


Ia pun merebahkan tubuhnya di lantai yang dingin itu dengan


pakaian yang belum tertata dengan benar. Airmatanya terus mengalir dan


mengalir.


“Aku benar benar takut.. kalau aku sudah jatuh cinta


padamu Pak boss..!” kata Naysa dengan bibir bergetar. Dan sekilas kemudian ia


pun tak sadarkan diri.


Darah segar mengalir di belakang kepalanya. Gery tidak sadar ketika dia mendorong Naysa ternyata kepala belakang Naysa membentur sudut meja dan mengakibatkan pendarahan di bagian kepala belakangnya.


 

__ADS_1


Mohon maaf kalau banyak typo to  all the readers.. lagi kejar tayang antara dunia nyata dan dunia halu.... jangan lupa like, comment dan vote nya ya... terimakasih...


__ADS_2