Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
Tidak Mau Kehilanganmu...


__ADS_3

“Sudah selesai Na...?” tanya Adhi yang melihat sheena keluar dari kamar tamu.


“Sudah..!” sahut Sheena.


“Ayo makan dulu...kalau gitu...!”ajak Adhi.


Sheena pun mengikuti Adhi ke  arah meja makan. Mereka makan dengan tenang. Setelah selesai makan  mereka bersantai di ruang keluarga. Adhi merebahkan tubuhnya ke sofa sedang Ansha duduk di bawah sambil melihat acara televisi.


“Mas..nggak  baik lho..habis makan tiduran kayak gitu...!”ucap Sheena.


Yang diingatkan malah tertidur lelap ke alam mimpi.


“Ish...Malah tertidur..!tapi kelihatan capek sekali...!” gumam Sheena.


Sheena berdiri dan menuju ke arah kamar tamu. Di ambilnya


selimut dan di selimutkannya kepada Adhi.


Ia memandangi wajah itu. Wajah yang sangat ia rindukan


selama bertahun tahun lamanya. Ia memberi kecupan di kening Adhi dan duduk di


di karpet lagi. Sheena menggengam tangan Adhi dan ikut terlelap. Seakan baru


kali ini Ia mendapat kedamaian seperti ini.


Mbak Ira yang melihat pemandangan Tuan bossnya itu tersenyum.


“Semoga saja, nona cantik itu benar benar mencintai dan menyayangi keluarga ini dengan tulus...” Batin Mbak ira kemudian beranjak pergi menuju dapur.


Setelah beberapa saat, Adhi terbangun dan dilihatnya gadis itu juga tertidur sambil menggenggam tangannya. Ada perasaan bahagia di hati Adhi. Ia beranjak pelan untuk bangun.


“Mas Adhi sudah bangun..?” Kata Sheena yang terusik tidurnya.


“Kamu malah kebangun si Na...!” ucap Adhi.


“Iya...lagian udah lama juga tidurnya...” balas Sheena.


“Kita kembali ke rumah sakit yuk mas...kasihan bu Shinta kelamaan nunggu kita..” ucap Sheena.


Adhi menarik tangan Sheena dan akhirnya Sheena jatuh di pangkuan Adhi.


“Panggilnya Mami...!” kata Adhi mengintimidasi.


“Apaan si mas..!” kata Sheena mencoba melepaskan dirinya dari Adhi.


“Panggilnya mami...!” kata Adhi lagi tak mau melepaskan pelukannya.


“Iya...iya...tapi lepasin dulu...!” kata Sheena.


Adhi pun tersenyum melihat reaksi Sheena.


“Ayo mas...!cepetan..!!Ara nanti merajuk lagi...!” kata Sheena menarik tangan Adhi untuk Bangkit dari duduknya.


“Sebentar  lagi...!” balas Adhi yang malas beranjak dari sofa.


“Ini udah kemaleman mas..!” kata Sheena.


Akhirnya Adhi pun bangkit dari duduknya dan bersiap siap menuju ke rumah sakit.


Di depan pintu Rumah, Adhi berpapasan dengan Gey.


“Selamat malam Tuan..!” sapa Gery.


“Ya Allah...aku lupa mas...!Tadi kan Naysa aku tinggal di café..!” Ucap Sheena Panik. Ia baru sadar kalau temannya tadi ia tinggalkan begitu saja di Café.


“Yang panik itu seharusnya saya Nona...Karena dompet, mobil di bawa si Boss semua..!”


“Eh..!” seloroh Sheena menatap ke arah Gery.

__ADS_1


“Maaf Ger...kelupaan kalau ada kamu tadi...!” ucap Adhi terkekeh.


“Ish..si Boss si emang begitu..!Kebiasaan..!”Kata Gery  kesal.


“Kamu mau di potong gajimu Ger...!” ucap Adhi menetralkan suaranya.


Sheena mencubit pelan pinggang Adhi.


“Aduuh Na...Sakit tahu...!” rengek Adhi.


“Mas Si...kebiasaaan..!” sahut Sheena menatap tajam ke Adhi.


“Maafin pak bossmu ya pak Gery....emang orang ini kadang


kadang konslet otaknya...!” kata Sheena tertawa mengejek.


“Terus ada apa pak Gery Kesini...!” ucap Sheena.


“Jangan panggil Pak, Non...kelihatan udah Tua...!panggil


saja Gery..sama seperti bos manggilnya..!” kata Gery.


“Iya ya...kelihatan kok kalian seumuran...!sama sama


ganteng..!” ucap Sheena,.


“Na..!!” Kata Adhi mengintimidasi.


“Eh..maksudnya...ya tetep gantengan si bosmu ini...yang suka


ngambekan...!” kata Sheena mencibir sambil menyubit pipi Adhi.


Adhi kembali meraih leher Sheena didekatkan ke dadanya.


“Cepat bilang apa..!”kata Adhi mengungkung Sheena.


“Ger...tolongin ini...Bossmu lagi Kumat..!” kata Sheena meminta bantuan.


“ya elah Ger..! Nggak setia kawan ah..!” ucap Sheena kesal.


“BIlang apa dulu..!” kata Adhi kemudian.


“iya iya..maaf... maaaf...Mas Adhi yang paling top markotop the best lah..!” ucap Sheena.


Akhirnya ia terlepas dari amukan srigala hutan itu.


“Aduh nona...jiwa jombloku meronta mronta..!” batin Gery.


“Ini juga kenapa Pak Boss tingkahnya kayak bocah ABG labil gini..!” tambah Gery dalam hatinya.


“Jangan mengataiku Ger...!” sarkas Adhi.


“Eh..itu tuan, mana berani saya..!” kata Gery.


“Ada apa ke sini?’ tanya Adhi kemudian.


“Ini berkas yang tuan minta untuk ditandatangani..!” kata Gery.


“Telat kamu Ger...kami sudah mau ke rumah sakit lagi....” kata Sheena.


“Nggak papa Na...aku periksa di mobil Nanti..” sanggah Adhi.


Akhirnya ketiganya masuk ke mobil dan menuju ke rumah sakit.


Selama perjalanan, Adhi sibuk dengan berkas berkasnya.


“Ger..kamu nggak ketinggalan berkas lagi di kantor?” tanya Adhi.


“Nggak Tuan...sudah semua..” jawab gery.

__ADS_1


“Aneh...kemarin pihak Anggoro Group katanya mengajukan proposal ke kita...ini kok tidak ada ..!” kata Adhi.


“Anggoro Group?” kata Gery.


“Perusahaan yang anak gadisnya cantik itu ya Tuan...cantik dan seksi..!”ucap Gery menegaskan.


Adhi hanya diam saja tidak menjawab omongan Gery.


“Owh...jadi Anaknya cantik...karena itu di cari cari proposalnya biar bisa ketemu gitu...!” goda Sheena.


“Tapi emang sepertinya Anaknya tuan Anggoro suka kepada tuan Adhi nona..” lanjut Gery mengompori Gadis itu.


“Ger..!mau turun disini..!” Ucap Adhi kesal.


“Kenapa mas...Gery harus turun...!oooo mau ke tempat anak gadis tuan Anggoro itu...!!”Kata Sheena memancing reaksi Adhi.


“Baiklah..!ayo Ger..kita turun sama  sama..!” ucap Sheena ketus.


“Na...kamu apa apaan si...cemburu??” tanya Adhi.


Adhi menarik lengan Sheena dan merengkuh gadis itu dalam dekapannya.


“Aku sudah khilanganmu sekali...aku tidak akan pernah menukar apapun untuk kehilanganmu lagi...!” Kata Adhi dengan mengecup singkat kepala gadis itu.


“Bos...saya masih disini...!kalo mau romantis romantisan jangan disini boss...!!ingat yang jomblo...!” ucap Gery kesal.


“Bukankah kamu yang mulai memancing emosi Ger..!” ucap Adhi sinis sambil menajamkan matanya ke arah Gery.


Gery pun terdiam. Ucapan Bossnyaitu meyiratkan kemarahan yang mendalam.


“Sepertinya aku sudah tidak sabar menjadikanmu sebagai nyonya Adhi Dharma..!”kata Adhi.


“mas...lepasin Ah...!!kebiasaan..!” ucap Sheena mulai kesal.


“Kali ini ada syaratnya..!” sarkas Adhi.


“Apaan si...cepat bilang saja..!” lanjut Sheena.


“Cium Pipi kanan dan kiri...!” kata Adhi.


“Ish...modus...!ada Gery itu mas..!” jawab Sheena.


“Cepat atau mau kayak gini teruss..!” tambah Adhi.


“iya iya...!” jawab Sheena.


“Aku mah...selalu bisanya pasrah...kamu menang terus si mas...!” jawab Sheena ketus.


Ia pun mencium pipi Adhi dan kembali bersandar ke tempat


duduknya.


“Itu...proposalnya aku yang ambil kemarin malam...!”kata Sheena.


“Eits... jangan marah dulu..!”sanggah Sheena.


“Sebenarnya...aku curiga mas...kalau pihak Anggoro group itu juga kaki tangan Chandra..!”Lanjut Sheena.


“apalagi tadi Gery bilang Anak dari perusahaan Anggoro Group


itu menargetkan mas Adhi..!Mungkin itu juga salah satu sisat mereka ...sama ketika


Mas Adhi dijebak dengan Amanda...!” kata Sheena mendesah pelan.


“Si Chandra itu juga sepertinya, bukan orang yang bisa


ditaklukkan dengan mudah..!” tambah Gery.


“Benar..kita harus hati hati dengan komplotan

__ADS_1


mereka...!termasuk Alexander..!” lanjut Sheena.


Mereka pun akhirnya terdiam dengan pikiran mereka sendiri sendiri  menerawang jauh apa yang akan mereka lakukan ke depannya.


__ADS_2