
Adhi sudah di tunggu Gery di lobi rumah sakit.
“Gimana...semua sudah selesai di urus?” kata Adhi.
“Sudah Tuan...!” jawab Gery.
“Segera berangkat sekarang..!” kata Adhi dengan wajah
dinginnya menuju ke arah mobil berwarna silver.
Mereka berdua kemudian menuju bandara untuk menjemput Fahri,
kakak kandung Sheena.
“Pukul berapa pesawatnya landing Ger?” kata Adhi di dalam mobil.
“Jam 9 Tuan..!” jawab Adhi.
Adhi kembali memainkan ponselnya mengecek beberapa data yang
penting dan mengecek informasi dari beberapa orang kepercayaannya.
“Ger...aku tidak ingin rencana kita gagal kali ini...mengerti..!” tegas Adhi.
“Baik Tuan..!” kata Gery.
Akhirnya mereka berdua tiba di bandara dan segera menanti
kedatangan Fahri. Tidak selang berapa lama, Fahri pun menampakkan batang hidungnya.
Melihat Fahri yang sudah keluar dari bandara, Adhi pun berjalan menghampiri Fahri.
“Mas Fahri...?” sapa Adhi.
Fahri pun menoleh ke arah suara tersebut. Betapa kagetnya ia
karena yang berdiri di hadapannya sekarang adalah laki laki yang pernah membuat
adiknya sakit hati.
“Maaf anda salah orang..!” kata Fahri sinis meninggalkan Adhi.
Adhi pun tidak tinggal diam dia terus mengejar Fahri.
“Mas..ijinkan aku berbicara sebentar denganmu..!” ucap Adhi.
“Urus saja..urusan mu sendiri..!aku tidak ada urusan dengan anda..!” tegas Fahri.
“Dengarkan aku dulu mas...!Chandra sudah tahu keberadaan
Sheena..!!” ucap Adhi setengah berteriak.
Fahri yang mendengar hal itu menghentikan langkahnya terdiam
mematung di tempatnya.
“Aku minta waktunya sebentar untuk bicara...!” kata Adhi kemudian.
“Di depan ada Café..kita bicara disana saja..!” kata Fahri datar dan berjalan menuju café tersebut. Adhi pun hanya bisa mengikuti dari belakang.
“sabar Dhi...sabaaar...!kamu harus bisa dapoatkan restu dari mas Fahri...”Batin Adhi.
sesampainya di café tersebut, mereka duduk berdua berhadapan.
Sedang Gery hanya bisa menunggu di luar.
“Apa yang ingin kamu katakan..!!aku tidak punya banyak waktu
meladeni ocehan orang yang tidak bisa memegang janjinya..!” kata Fahri sinis.
“Oke aku langsung saja ya Mas..!”Kata Adhi.
“Jangan ucapkan embel embel kata “Mas”...karena aku bukan
kakakmu, dan juga kita tidak punya hubungan yang dekat..!” kata Fahri
mengintimidasi.
Adhi hanya menghela nafas dan mulai menyampaikan
keinginannya.
“Aku ingin menikahi Sheena..!’ kata Adhi tegas.
“Kau...!!kau gila..!!!” teriak Fahri yang membuat orang
orang disana berbisik.
Fahri menormalkan suaranya.
“Kau jangan pernah bermain main dengan aku tuan Adhi
Dharma..!!” kata Fahri menahan emosi di dadanya.
“Aku tidak bercanda Mas..!aku serius..!!” kata Adhi menatap
tajam ke arah Fahri.
__ADS_1
“Kau pikir aku akan memberikan adikku itu padamu..? jangan Mimpi...!!” ucap Fahri sinis.
“Hanya Aku yang bisa menyembuhkan Sheena dari traumanya..!” kata Adhi.
Fahri mengernyitkan dahinya, menatap nanar ke arah Adhi.
“Jangan terlalu percaya Diri..!”kata Fahri mengejek.
“Akan aku buktikan..!!aku bisa menyembuhkan Sheena, asal Mas
Fahri mau menikahkan Sheena dengan ku..!” kata Adhi.
“Lagian..aku juga bisa membantumu menangkap bajingan bajingan
itu..!”
“Walaupun Mas Fahri di luar negeri mempunyai pengaruh yang
besar...namun disini tetap aku lah yang bisa membantu mas Fahri mengungkapkan
kebusukan penjahat penjahat itu..!” kata Adhi berapi api.
“Ternyata kau sudah tahu?apa karena itu kau menyesal dan
merasa kasihan kepada adikku itu?” kata Fahri.
“Kami tidak butuh kasihanmu...!” tegas Fahri kembali.
“Aku tidak pernah merasa kasihan kepada Sheena..karena aku
tulus mencintainya..!” ucap Adhi dengan wajah dinginnya.
“Hahahaha..!tulus kau bilang..??lalu kemana saja kau
dulu...yang pergi tanpa jejak setelah mendengar penjelasan Sheena..!” tanya
fahri tajam.
“Aku tidak akan membela diriku agar Mas Fahri memaafkanku..tapi
waktu itu aku memang sangat kaget dan terkejut tidak menyangka gadis yang
kucintai melakukan tindakan amoral seperti itu..!”
“Tapi aku kembali ke rumah itu dan meminta penjelasan kepada
Sheena namun kalian sudah tidak ada di sana..!”kata Adhi.
“Aku hanya ingin Sheena kembali seperti dulu saat pertama
keceriaannya...!” kata Adhi lirih menyesali semua yang terjadi.
“Andai waktu bisa kuulang...aku ingin kembali ke waktu
sekolah dulu dan menjadikan dia wanitaku...mungkin hal ini tidak akan
terjadi..!” desah Adhi pelan.
“Kau sudah mengenalnya?” tanya Fahri.
“Iya...ternyata kami teman sekolah dulu...dan dia adalah
gadis pertama yang menyelamatkanku dan juga cinta pertamaku...” ucap Adhi
tersenyum miris.
“Namun Takdir mempermainkan cinta kami berulang ulang...dan
kali ini aku tidak mau kehilagan gadis itu lagi..!cinta pertamaku dan akan
menjadi cinta terakhirku..!” Ucap Adhi.
“Aku akan merestuimu...tapi dengan syarat...!” kata fahri.
“apapun syaratnya akan aku penuhi..!” kata Adhi.
Fahri haya menunjukkan senyum kemenangannya.
“Jadi rencanamu akan menikahi Sheena hari ini di KUA?” tanya
Fahri setelah mereka berbicara panjang lebar mengenai perjanjian itu.
“Iya mas...saya mohon mas Fahri bisa menggantikan Ayah
Sheena sebagai wali dari perempuan..!” kata Adhi.
“Baiklah...aku setuju...kita bertemu lagi di KUA jam 11
siang...Share saja lokasinya ke ponselku..!”
“kalau tidak tahu nomer ponselku..tanya saja Sheena..!” ucap
Fahri.
“Baik Mas...terimaksih...sudah merestui kamu..!” kata Adhi.
“jangan Senang dulu...I’m watching you..!” kata Fahri.
__ADS_1
Lain halnya di dalam Café yang masih bersitegang sementara
di luar café dua orang sedang bertingkah layaknya Kucing dan Tikus.
“Hei..gadis bar bar..! jaga omongamu itu ya..!” kata Gery
tajam mencengkeram erat lengan Naysa.
“Eits...pak Tua...jangan sentuh sentuh ya...!apa jangan
jangan loe emang kurang sentuhan wanita ya...!jadinya kayak gini...nggak sabar
pengen melahap cewek..!” kata Naysa.
“Heh..!omongan kamu itu nggak sesuai sama wajahmu yang
cantik..!” kata Gery.
“Hahahha...mengakui kan kalau aku cantik...!!ya iyalah...situ
nepsong kan sama gue..!” kata Sheena meledek.
“Amit Amit...!!” ucap Gery tak kalah sinis.
“Ah...yang bener pak Tua...gue ini udah cantik...seksong
lagi...semlohai bohai gini...mau dianggurin..!” kata Naysa menggoda Gery.
“Singkirkan tanganmu itu..!” elak Gery.
“Ish...dasar munafik...!!” Umpat Naysa.
“Kau...!!!” Kata Gery menahan emosi.
“Apa...!!” tantang Naysa.
Gery melihat sekeliling yang banyak sekali orang yang melihat
mereka dan berbisik bisik. Akhirnya Gery menarik tangan Naysa ke arah taman
yang agak sepi.
“Ish..jangan tarik tarik..!” gerutu Naysa.
“Aku juga ogah kalau saja tadi tidak jadi bahan tontonan
orang..!” kata Gery tak kalah sinis.
“Eh...pak Tua..jangan jangan loe nggak pernah ya punya
cewek...jatuh cinta gitu...ini sama cewek kasar amat..!” kata Naysa
Gery memelototkan matanya. Ia marah di katai seperti itu.
Naysa pun mencoba mendekati Gery. Namun Gery yang tadinya nyalinya
berani, sekarang pun menciut.
Gadis itu benar benar ingin menguji iman Gery.
“Kau mau Apa..!jangan mendekat..!” kata Gery.
“Kenapa pak tua...takuut..!waah...padahal aku ingin mencium
bibirmu itu sedikit saja...!” kata Naysa.
“Jangan sembarangan..!banyak orang melihat..!” kata Gery.
“Hahaha...orang berciuman itu udah biasa pak tua...jangan
jangan pak tua ini belum pernah berciuman ya..!” ledek Naysa.
“Sialan...siapa bilang..!” kata Gery mulai tersulut
emosinya.
“oke...bisa buktikan..!” aku bisa menilai ciuman laki laki
yang sempurna itu seperti apa..!” kata Naysa mencibir.
Tanpa aba aba Gery pun mencium gadis itu...******* bibirnya
dengan lembut...namun ketika Gery hendak melepaskan ciumannya..tiba tiba
ditahan oleh Naysa. Naysa yang dari tadi diam mematung terkejut mendapat
serangan dari Gery, akhirnya tak mau kalah. Ia pun membalas ciuman Gery itu. Hingga
mereka sam sama terlena dalam ciuman yang semakin panas.
“Ish...anak muda ini...!!siang siang sudah main
gituan..!tidak tahu tempat..!” kata salah seorang yang lewat di taman itu. Gery
dan Naysa pun tersadar dan melepaskan ciumannya. Mereka merasa canggung satu
sama lain. Tanpa suara terdiam dan pergi tanpa berpamitan.
__ADS_1