
Warning..!! mengandung adegan 21+++
Naysa mulai bergegas mengambil bajunya yang sudah dikeringkan. Ia pun mengganti pakaiannya dan pergi dari apartemen Gery.
Sebelum melangkah keluar dari apartemen itu, Ia mengamati setiap sudut apartemen itu.
“ Tinggal beberapa hari lagi mungkin gue nggak akan bisa lihat pak tua resek itu... Semoga anda selalu bahagia..!” kata Naysa dan menutup pintu Apartemen itu.
Ada perasaan sedih yang teramat dalam di lubuk hatinya. Hari hari yang selalu dilalui dengan banyak orang orang yang menyayanginya mendadak akan menjadi kenangan yang paling indah seumur hidupnya.
Naysa mengendarai motornya dan melaju menuju ke kediaman Aries. Disepanjang jalan ada rasa tidak rela harus meninggalkan semuanya. Namun ia kembali mengingat berapa banyak keluarga yang akan terselamatkan jika misi
ini berhasil. Mungkin , paling tidak, akan membuat Jera para kriminal kriminal itu yang berkedok membantu
orang susah tapi kenyataanya malah menjual anak anak mereka ke perdagangan gelap.
“Fokus Naysa..! Fokus..!” kata Naysa mengingatkan dirinya.
Sementara itu, Gery yang pura pura tertidur, diam diam meminta anak buahnya untuk mengikuti Naysa. Dan mengirimkan pesan kepada bossnya tentang ledakan perusahaan lain yang akan bergabung dengan KY group nantinya.
“Siapa sebenarnnya Naysa itu? Ia bukan seperti gadis biasa..!” kata Gery.
“Dan Sheena, mengapa nyonya boss juga ada hubungan dengan kejadian kejadian ini..!” gumam Gery memutar otak menyatukan kepingan kepingan informasiyang masih tidak beraturan.
***
Keesokan paginya, Gery segera berangkat menuju kantor. Ia ingin segera memastikan apa yang terjadi sebenarnya. Di depan gedung yang menjulang itu ia bahkan teringat janjinya dengan gadis bar bar itu.
“Mana mungkin aku akan menyatakan kata kata sialan itu di depan gedung ini..! dasar gadis bar bar!” gerutu Gery.
Ia pun kembali memasuiki gedung pencakar langit itu dan menuju ke ruangan Bossnya. Didepan ruangan bossnya itu trerlihat dua orang wanita yang sedang beradu argumen.
“Hei kau, sekeretaris sialan..! saya sudah ada janji dengan Adhi..!” Teriak gadis seksi tersebut.
“Maaf nona, tapi anda tidak boleh masuk... karena pak bos belum ada..!” kata sekretaris Adhi.
“Aku ini calon nyonya perusahaan ini, sebaiknya kau jangan menghalangi aku..!” umpat wanita itu lagi.
Sekretaris Adhi masih menahan agar perempuan seksi itu tidak masuk ke ruangan pak bossnya.
__ADS_1
“Hentikan..!!” ucap Suara bariton dari belakang mengejutkan keduanya.
“Pak Ge-ry...i-ni mbaknya mau ma-suk pak..” kata Sekretaris Adhi ketakutan.
Gery langsung menyeret indira untuk turun ke bawah. Namun sebelum itu ia berhenti sebentar.
“Kerja yang bagus..!” kata Gery tersenyum ke arah sekretaris Adhi itu dan meninggalkan ruangan tersebut sambil membawa indira.
“Pak Gery tersenyum tadi?? Denganku?? Oh my God..! sepertinya aku akan pingsan kali ini..!!” kata Sekretaris tersebut kegirangan.
Kemudian sekretaris tersebut pun membagikan kabar tersebut di sebuah group kantor. Semua orang menjadi heboh karena baru kali ini assisten Pak bossnya itu tersenyum, biasanya hanya menunjukkan raut muka yang datar dan tidak ada ekspresi.
Gery yang tahu bahwa indira akan berbuat yang licik agar Adhi jatuh kepangkuannya segera menyingkirkan indira dari perusahaan itu. Indira meronta ronta minta di lepaskan. Namun, Gery tetap memaksanya untuk ikut dengannya. Untung kantor masih sepi dan belum ada banyak orang, jadi sedikit orang yang menyaksikan hal itu. Ia membawa Indira masuk ke dalam mobilnya dan menguncinya dari dalam.
“Lepaskan Aku..!” kata Indira sambil terus memukuli Gery.
Gery hanya diam dan melajukan mobilnya.
“Mau kau bawa kemana aku?” kata Indira.
“Ketempat yang seharusnya, menjadi tempatmu dari dulu..!” kata Gery.
“Cepat lepaskan aku..!” kata Indira kasar.
Setelah Sampai, Gery memarkirkan mobilnya di depan rumah minimalis itu. Di depan rumah tersebut sudah ada anak buah Gery yang berjaga jaga.
Ia menyeret indira masuk ke rumah tersebut dan melemparkannya di sebuah kamar.
“Kau sebaiknya tetap disini..!” kata Gery tajam.
“Aku tidak mau lepaskan aku..!” Teriak Indira.
Indira mengambil jarum suntik di dalam tasnya. Ia menarik tangan Gery dan menyuntikkannya di lengannya.
”Ah..!” Ucap Gery mengaduh.
Namun sebelum cairan semua itu masuk ke tubuh Gery ia berhasil mencabut suntikan itu dan menyuntikkan kembali ke tubuh Indira. Ruangan tersebut kedap Suara jadi pertikaian mereka tidak di dengar oleh satu pun pengawal Gery.
“Apa yang kau suntikkan itu..!” kata Gery sambil masih memegangi tangannya.
__ADS_1
“Hahaha.. itu aslinya untuk Kekasihku Adhi..!” jawab Indira.
“Katakana apa itu..!” kata Gery mencengkeram kuat Dagu Indira. Namun, bukan kekesalan yang di dapat namun tubuhnya malah bereaksi lain. Ia memandang bibir gadis itu dan ingin **********.
“Ayo sentuh aku..! aku juga merasakan hasrat yang mengebu gebu sepertimu...!” kata Indira melangkah menggerayangi tubuh Gery.
“Ah..!” Umpatnya tidak bisa mengendalikan hasratnya.
Indira yang juga terkena pengaruh obat tersebut semakin liar melihat tubuh atletis Gery dan juga kelaki lakian Gery. Gery pun juga tak kuasa menahan hasratnya.
“Sial..!! “ rutuknya sambil membenturkan kepalanya ke dinding berharap ia masih bisa menjaga kewarasannya. Ia bahkan tidak bisa mengambil kunci yang ada di depannnya.
Indira yang memang sudah ingin melakukan permainan ranjangnya mengambil kunci tersebut namun bukan untuk keluar tapi di taruhnya di dua buah gundukan yang sintal itu.
“Ayo ambil sayang... aku sudah tidak ingin keluar dari sini..!” kata Indira mendekati Gery.
Gery yang sudah tidak bertenaga menahan hasratnya terkulai lemas duduk di lantai. Ia tetap mencoba menahan hasrat yang membuncah.
Indira mulai meniup kuping dan menyesap leher, bibir, dada dan turun ke bawah.
“AH..!! Pergi kau,..!” kata Gery.
Namun Indira semakin liar ia meremas kepemilikan Gery dan mulai memainkannya hingga benda itu menegang sempurna.
“Kau sudah tidak sabar bukan untuk meremasnya...?” kata Indira mulai meraih tangan Gery dan meletakkannya di dua gundukannya.
“Remas yang keras sayang...” bisiknya di telinga Gery.
“Ah...! nah seperti itu ... teruskan sayang..!” Kata Indira terus memberikan rangsangan di bagian bawah Gery.
Gery sudah hilang kesadaran. Ia tidak bisa mengontrol diri lagi. Ia membopong tubuh Indira ke ranjang kecil itu di robeknya baju Indira dan dia siap untuk memasuki milik Indira.
Tubuh Indira sudah mengelinjang kepanasan. Ia tang selalu haus akan hubungan itu sudah tidak sabar melihat bagian bawah Gery yang terlihat menggoda.
“Lihat sayang, Aku sudah benar benar basah...!”
“Ayo lakukan segera..! aku sudah tidak tahan..!” kata Indira mendesah hebat.
Gery pun seperti itu, melihat tubuh wanita itu ia benar benar ingin segera melahapnya dan segera menuntaskan hasratnya.
__ADS_1
Indira yang merasa Gery terlalu lama memperhatikannya, kembali memainkan bagian bawah Gery.
“Ayolah Sayang.. Aku tahu kamu juga menginginkanku..!” ucapnya nakal dan mulai melepaskan kancing kemeja Gery satu persatu. Dan turun membuka releting celana yang menutupi benda yang sudah diinginkan Indira.