
“Aries, kau sudah hubungi anak buah kita untuk berjaga jaga
di sekitar gedung itu..!” kata Sheena.
“Aries..!!” kata Sheena dengan nada agak tinggi.
“dasar tukang ngelamun..!” kata Sheena kesal.
“Bukan begitu Na...!! Sepertinya ada yang tidak beres... Bukankah ini terlalu mudah..! tidak
seperti biasanya..!” kata Aries. jemarinya pun bergerak di atas laptop miliknya.
"Cepat kontak Alexander kita butuh informasi secepatnya...!” kata Aries.
Marko segera mengambil ponselnya melacak keberadaan Alexander dan menghubunginya.
“Ada masalah?” kata Gery khawatir.
Hening, Tidak ada jawaban dari siapapun.
“Na...! lihat ini..!” kata Adelia yang juga berselancar di atas laptop yang terhubung dengan Aries dan Marco.
“Apa ini?!” kata Sheena mendadak emosi.
“Ada yang bisa jelaskan sebenarnya apa yang terjadi?!!” ucap Adhi kemudian.
“Mereka memblokir sinyal dari Naysa dan mengarahkan kita pada titik yang salah..!”
“Sepertinya ... kita telah ketahuan..!” Lanjut Adelia.
“Naysa dalam bahaya kalau seperti itu...!” kata Gery.
“Bagaimana tentang Alexander? Loe dapetin lokasinya?” kata Aries kepada Marko.
“Sepertinya Alexander telah berkhianat pada kita..! lokasinya bahkan berpindah pindah dan ponselnya dialihkan..!” kata Marko.
“Siall..!! Bagaimana kita bisa teledor seperti ini..!!” Bentak Sheena.
“Sebentar Na.. biar aku berkonsentrasi..!!” kata Adelia.
“Marko, loe blokir ulang sinyal mereka..! kasih gangguan atau apapun yang bisa loe lakukan..! aku butuh waktu untuk melakukan pelacakan posisi Naysa sekarang...!” kata Adelia.
“Aku akan perluas titik utama ... agar tahu seberapa Besar kekuatan mereka..!” kata Sheena.
“Mas Adhi...! perhatikan saham perusahaan..! mereka pasti
akan menyerang saham perusahaan agar jatuh dan menarik semua investor ke mereka..!” tambah Sheena. Adhi dan Gery pun segera memeriksa semua detail perusahaan.
“Berhasil..! aku sudah menembus pertahanan mereka..!” kata Marco
“Sekarang giliranmu sayang..!”ucap Marko pada Adelia.
“Na.. sudah siap..?” kata Adelia.
Di jawab dengan anggukan kepala oleh Sheena.
“Its show time..!!” ucap Adelia dan Sheena bersamaan.
“Sepertinya, Mereka akan menyesal berurusan dengan Adik
kesayangan ku kali ini...!” ucap Fahri.
“Kau beruntung..! memiliki Sheena disimu dhi..!” Lanjut Fahri.
“Begitulah seharusnya Istri seorang Adhi Dharma..!” kata Adhi dengan tersenyum kecil.
“Oke..! dapet sinyalnya..!” teriak Sheena dan Adelia.
“Dimana ?!” ucap Aries, marco dan gery serempak.
“Lihat ini..! ternyata mereka tidak berada di pelabuhan..! mereka ada di sekitar Bandara... kemungkinan informasi yang di berikan Alexander adalah bohong..! mereka hanya ingin mengecoh kita..!” kata Sheena.
“Benar..! Orang ini licin seperti belut..! kita juga harus ikut sesuai dengan pola pikirnya..! apalagi kaki tangannya sanagt banyak... dan
mata matanya juga tersebar dimanapun..!” kata Adelia.
“Mas.. lebih baik kau tingkatkan pengawasan di rumah ini
takutnya mereka akan menyerang..!” kata Sheena.
“Tidak..! kalau kita meningkatkan keamanan di rumah ini maka
mereka akan tahu rencana kita..!” kata Adhi Dharma.
“Jadi apa rencanamu?” kata Fahri memandang Adhi.
“kita lakukan saja sesuai rencana tadi..! kita bagi menjadi dua kelompok... yang satu menyergap penangkapan di bandara dan yang satu menyelamatkan
Naysa dan Sheena..!” kata Adhi.
“Aku akan kerahkan anak buahku untuk membantu kita..!” tambah Adhi.
“Dan sepertinya mereka memilih tempat yang salah...! karena
tempat itu adalah kawasanku..! aku akan lebih mudah mengawasi mereka..!” kata Adhi.
“Wooiii... benar benar dech... suami gue Sultan...!! Bandara woii bandara..!” kata Sheena terkekeh.
“Ish... Bangga banget Na...!! Ati ati biasanya pelakor
menghampiri..!” kata Adelia tersenyum sinis.
“Eitss..! mana berani ada pelakor di tengah tengah kami...!
sebelum pelakor muncul..! sudah gue basmi sampai ke akar akarnya..!” Kata
Sheena berapi api.
“Sadis amat loe Na..!” kata Aries.
“Ya haruslah..!!” balas Sheena.
“Mas Adhi...I’m Watching you..!” kata Sheena mengintimidasi.
“Ya elah Dhi..! percuma jadi sultan..! kalau sama Sheena aja
kamunya mlempem gitu..!” cibir Fahri.
“Mas Fahri..!!” Ucap Sheena Kesal.
“Nggak papa mas...! gini gini sultan udah laku, udah merasakan
surga dunia..! lha kalau mas Fahri saya takutnya keburu bangkotan...!!” ledek
Adhi.
Semua di ruangan itu pun tertawa lepas untuk saat ini. Karena di depan nantinya, mereka akan berhadapan dengan pertarungan yang mungkin akan membahayakan nyawa mereka.
***
Pukul 09.05, Semua berada diposisinya masing masing. Adelia
dan Marko masih berada di rumah Adhi untuk memantau lalu lintas digital mereka.
“Semua bergerak... jangan ada yang mencurigakan...!” ucap Adhi yang sudah meminta anak buahnya berjaga jaga di di sekitar bandara.
__ADS_1
“Red Code..! segera ke posisi ... akan ada pergerakan perdagangan ilegal di bandara Blue Sky, mereka semua dipastikan memiliki senjata...” kata Adelia memastikan seluruh anak buahnya bersiaga.
“ Operasi penggagalan perdagangan illegal segera dilakukan...! tunggu perintah selanjutnya.” Lanjut Adelia.
Adhi, Gery dan Fahri di bantu beberapa anak buahnya mulainmenyabotase keadaan di seluruh bandara.
“lakukan sesuai instruksi.. kita tunggu mereka muncul..!” kata Adhi.
“Bisakah tuan Gery kembali? Tuan Gery saja yang mengatasi penyelamatna Naysa dan Sheena..!”
“Chandra ada di sana.. dia tidak akan bisa di kelabuhi...!” ucap Marko.
“Saddam yang akan menggantikan Gery..!” lanjut Marko.
“Ger... segera balik Arah.. ubah rencana..!” kata Adhi.
Gery pun menuju ke rumah Adhi untuk menjemput Sheena.
“Pukul 18.30 kita akan segera ke sana..!” kata gery kepada Sheena.
“Baik..! persiapkan semuanya dengan matang..! jangan Ada kesalahan..!” ucap Sheena.
“Baik nyonya..!” kata Gery.
“Sudah pukul 13.00 belum ada tanda tanda pergerakan mereka..! “ kata Aries.
“Sabar... mereka akan berangkat setelah mendapatkan
Sheena..!” balas Adelia.
“benar.. semua tetap pada posisi dan tetap focus jangan sampai terjadi kesalahan..!” kata Marko.
Sementara itu Sheena sudah dipersiapkan untuk diikat tangan
dan matanya dan di bawa oleh Gery ke dalam mobil.
Drrt drrt drrt
“Halo..!” ucap Gery.
“Apa kau sudah mendapatkannya?” tanya Chandra.
“Tenang saja ... aku sudah memberikannya obat bius..!” kata Gery.
“baik.. segera melaju sesuai dengan arah yang aku kirimkan...!’ kata Chandra.
“Kau tenang saja..! tapi aku ingin lihat gadis itu..! bagaimana keadaanya..!” kata Gery.
“Tenang saja... gadismu akan aman bersamaku..!” ucap Chandra.
“Cih..! tidak ada yang aman bersamamu..!” umpat Gery kesal.
“HAHAHA..!” suara Chandra memekakkan telinga.
Kemudian Chandra menutup panggilan telponnya.
“Alamat yang dikirimkan sama dengan yang di lacak Oleh Adelia nyonya..!” kata Gery.
“Anak buahku sudah berada disana terlebih dahulu dan sudah
melumpuhkan titik pertahanan awal... segera saja kita ke sana..!” ucap Sheena.
“Baik..!” kata Gery menjawab bossnya itu. Mobilpun melaju ke alamat yang di tuju.
Sesampainya di sebuah gedung tua, Gery menuntun Sheena
sesuai instrusi Chandra. Anak buah Sheena sudah berada di pintu gerbang dan sudah menyambut mereka. Mereka pun di tuntun masuk untuk menemui Chandra. Semua masih bersikap normal seperti orang yang tidak saling kenal. Sesampainya di lantai 2 gedung itu, mereka memasuki sebuah ruangan dengan penjagaan yang sangat
ketat. Gery melihat Naysa yang diikat
“Bagus Tuan Gery... kau tepat waktu..! aku senang bekerja sama denganmu..!” kata Chandra.
Naysa menatap ke arah gery dan memberikan isyarat yang hanya
di ketahui Naysa dan Gery.
“Cepat serahkan Sheena kepadaku..! dan Ambil gadis ini..!” kata Chandra.
“Bagaimana aku tahu aku bisa keluar hidup hidup jika menyerahakan Sheena kepada Anda..!” kata Gery.
“Kau tidak ada Hak untuk tawar menawar disini...!” kata Chandra
geram.
“Aku juga butuh Jaminan..!” kata Gery.
“Tenang saja... aku bukan tipe orang yang ingkar janji..!” kata Chandra.
Akhirnya pertukaran itu pun dilakukan. Namun seketika itu semua keadaan menjadi kacau. Sheena membalikkan keadaan . Sekarang Chandra
berada di tangan Sheena dengn senjata api mengarah ke kepalanya. Semua anak buah Chandra sudah dilumpuhkan oleh anak buah Sheena.
“Kalian..!” umpat Chandra kesal.
“Aku tidak akan segan segan membunuhmu..!” ucap Sheena yang
dipenuhi dengan emosi.
“kalian pikir akan menang?” kalian salah..!” ucap Chandra
yang kemudian di sertai dengan baku hantam dari arah yang tak terduga.
Perkelahian sengit pun terjadi. Naysa yang kondisinya sudah lemah tetap
memaksakan diri untuk ikut berkelahi dengan para anak buah Chandra.
“Na... Awasss...!!” teriak Naysa berlari ke arah Sheena dan
Bruk bruk bruk
“Tendangan dari anak buah Chandra menghantam Perut dan bahu
Naysa. Ia tersungkur di lantai.
Gery yang melihat hal itu, mengarahkan langsung tembakannya
ke anak buah Chandra yang mengepung Sheena dan Naysa. Saddam pun masuk dengan
membawa anak buah yang lebih banyak. Mengepung ruangan tersebut.
"loe... Kenapa bisa ada di sini...!" kata Sheena.
"Adelia yang memintaku membantu kalian disini... Karena melihat pergerakan yang massive ke arah gedung ini...!“ kata Saddam sambil menghujani musuhnya dengan tembakan dan pukulan.
" Aku akan membawa Sheena dan Naysa keluar..!” ucap Gery.
"Baik..! Aku yang akan mengurus mereka disini..!" balas Saddam.
Gery segera membopong Naysa ke luar diikuti Sheena Dan beberapa anak buah. Mereka terus berlari menembus kekacauan yang terjadi di sekitar gedung itu.
Setelah mereka berada di luar gedung tersebut mereka mendengar suara tembakan bertubi tubi.
“Cepat..! kita harus bawa Naysa ke rumah sakit..!” kata Sheena.
Gery melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi namun sayangnya
__ADS_1
mereka di ikuti oleh mobil lain. Atraksi kejar mengejar pun terjadi. Saling
menghantam dan menabrak pun tidak dapat di elakkan. Naysa semakin lemah,
darah mengucur deras membasahi bajunya.
“Darah apa itu Nay..!” kata Sheena Panik.
“Sepertinya ia terkena tusukan di punggungnya..” kata Gery
menyentuh tubuh gadis itu.
“Adel.. Arahkan kami ke rumah sakit tercepat..! nyawa Naysa dalam bahaya..!” kata Sheena menghubungi Adelia yang berada di markas.
“Dan buat kami agar terlepas dari intaian orang orang yang
mengejar kami..!” lanjutnya.
“Dimengerti..!” kata Adel.
Adelia pun memulai aksinya mengatur lampu lalu lintas dan
mengarahkan mereka ke jalan jalan tikus. Tidak butuh waktu lama mereka pun sampai di rumah sakit dan orang orang yang mengejarnya pun kehilangan jejak mereka.
“Kerja bagus Adelia..!” ucap Sheena.
Gery sudah membawa Naysa ke ruang tindakan.
Naysa di Bawa ke ruang Unit Gawat darurat. Para dokter dan suster pun berdatangan. Mereka melakukan tindakan kepada Sheena.
“segera lakukan operasi...! wanita ini kritis..!” kata Dokter tersebut.
“Hubungi dokter bedah secepatnya..! siapkan ruang operasinya..!” kata Dokter tersebut.
Tubuh Naysa di gledek ke ruang operasi dan diikuti oleh Gery dan Sheena. Naysa masuk ke dalam ruang operasi.
Lampu ruang operasi pun menyala. Sheena dan gery menunggu di
depan ruang tersebut dengan perasaan was was.
“Semoga Naysa bisa bertahan..!” gumam Sheena.
“Nay.. bertahanlah..!” Batin Gery.
Sementara di bandara, Fahri dan yang lainnya bergerak cepat.
Setelah mendapatkan informasi Chandra dapat di bekuk, mereka semua mengepung
tempat yang menjadi transaksi perdaganagn tersebut. Fahri dan yang lainnya mampu
meringkus komplotan yang menjadi perantara perdaganagn illegal itu.
“segera bergerak ke pelabuhan..! mereka akan diangkut dari pelabuhan..! disini hanya di temukan obat obatan terlarang..!” kata Adhi kepada Adelia dan anak buahnya.
“Operasi darurat dilakukan sekarang..! yang berada di radius terdekat dari pelabuhan silahkan langsung segera menempatkan diri di sana..! rencana berubah..!” kata Adelia.
“Marco awasi arus perdagangan di semua pelabuhan..!” ucap Adelia.
"Sial..! Mereka mempermainkan kita..!" umpat Adelia.
“Dapat..! lokasi di temukan.. di kapal X terdapat aktivitas0mencurigakan..! semua menuju ke sana..!” kata Marco.
"segera kirim lokasinya...!" kata Adhi.
Mereka semua akhirnya menuju ke pelabuhan untuk menggagalkan
aksi perdaganagn manusia secara illegal itu.
“halo.. jawab Sheena..!”
“Mereka semua menuju ke pelabuhan..! loe baik baik saja..!” tanya Adelia.
“Iya.. baik.. yang tidak baik Naysa..! kelihatanya ia mengalami luka yang cukup serius..!” Jawab Sheena.
“Aku sudah meminta beberapa anak buah untuk mengawasi
kalian..! musuh mungkin masih mengintai... kalian tetap harus waspada dan hati hati..!” kata Adelia.
“Iya tenang saja..! lebih baik kalian focus untuk penangkapan mereka di dermaga..!” kata Sheena.
“oke..! take care..!” kata Adelia.
Sheena kemudian menutup panggilan tersebut dan hanya memandang ruang
operasi itu dengan tatapan cemas.
“apa Naysa benar benar terluka parah?” kata Sheena.
“Kenapa operasinya berjalan lama sekali...!” gerutu Sheena.
Seketika itu lampu operasi sudah mati dan dokter pun keluar dari ruang
operasi tersebut.
“Bagaimana keadaannya dok..!” kata Sheena melihat dokter yang
hendak meninggalkan ruang tersbut.
“Kondisinya stabil... semua berlangsung baik...! namun...kemungkinan teman anda sedang mengandung... Karena terdapat gumpalan darah yang sepertinya akan membentuk janin... Namun harus kami keluarkan karena kondisi kandungannya lemah... Dan juga tidak terjadi perkembangan yang baik pada calon bayi tersebut..." jelas Dokter itu.
“Apa maksud dokter? Naysa hamil?” Tanya Sheena.
“Iya ...usia kandungannya terbilang baru... apalagi dengan
kondsinya yang mengalami benturan beberapa kali di perut, dan juga fisiknya yang terlalu lemah... maka itu janinnya tidak bisa diselamatkan...!” kata dokter
tersebut.
Jedaarrr
Bagai disambar petir tepat di jantungnya, Gery benar benar
terpukul. Ternyata dugaan dari abang penjual batagor itu benar adanya.
“Sebentar bagaimana bisa Naysa hamil...?? siapa yang menghamilinya..!” kata Sheena kemudian.
Gery hanya terdiam. Ia tidak bisa berkata apa apa. Dia sendiri ingin Naysa yang memberitahukan semuanya kepadanya . Namun entah
mengapa Naysa menyimpan rapat rapat untuk dirinya sendiri. Apa dia memang sudah menambatkan hatinya pada Rio. Berbagai spekulasi pun muncul di benak Gery.
Naysa sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Walaupun kondisinya masih belum sadar, namun paling tidak dia sudah melewati masa kritis. Perlahan lahan mata Naysa terbuka. Ia mencoba melihat di seluruh ruangan itu. Disana ia melihat gery dan Sheena yang dari tadi menunggunya,
“Na..!” ucap Naysa lirih memanggil sahabatnya itu.
“apa kamu baik baik saja Nay?” tanya Sheena yang melihat Naysa sedikit kesakitan.
“Kenapa rasanya sakit di sini ya Na..?” Tanya Naysa menunjuk ke area pribadinya.
“Nanti aku beritahu... sudahlah kamu istirahat dulu..!” kata Sheena.
“Apa kamu ingin makan sesuatu?” tanya Sheena lagi.
"tidak.. Aku hanya ingin istirahat...!" ucap Naysa.
Naysa hanya melirik ke arah Gery sekilas, dan kemudian memejamkan matanya karena terlalu lelah dan badannya juga terasa remuk.
__ADS_1