
Mbok Minah dan Adhi beserta kedua orang tuanya keluar dari kamar perawatan. Adhi dengan mukanya yang kusut memandang mbok Minah sesaat setelah berada di luar ruangan.
"ada yang ingin mbok Minah sampaikan?" tanya adhi.
mbok minah pun gelagapan bingung harus mulai darimana.
"itu tuan...sebenarnya nyonya Amanda itu sangat kasar sekali sama non Ara...saya taunya ketika non Ara di tolong sama nona Sheena..Ara jadi lebih terbuka...ketika saya coba peringatkan nyonya Amanda dengan terang terangan nyonya Amanda mengancam saya dengan keselamatan non Ara tuan..." kata mbok Minah.
"Dan itu tuan, non Sheena sering dimintain tolong sama guru non Ara ketika non Ara ada masalah di sekolahnya...katanya tuan sulit dihubungi...dan lagi... setiap pagi sekali kenapa non Ara minta berangkat pagi itu karena selalu bertemu dulu dengan non Sheena di cafe..non Sheena juga membantu tugas tugas non Ara...terus waktu itu juga pernah...waktu itu pertama kalinya non Sheena tahu kalo non Ara tidak punya teman di kelasnya..ia suka menyendiri dan kadang di ejek sama teman temannya...terus non Sheena mendatangi rumah teaman teman non Ara satu satu meminta langsung kepada nak anak di kelas non Ara untuk selalu berteman dengan non Ara...dan waktu itu hujan sangat lebat sekali...tapi non SHeena tetap saja mendatngi mereka satu persatu...saya malah takut kalo ia sampai jatuh sakit..sejak saat itu non Ara jadi lebih terbuka..tuan...dan dia ternyata juga diperlakukan buruk oleh nyonya Amanda...katanya ia harus selalu menyebutkan kebaikan maminya itu..agar tuan mau rujuk kembali...kalo tidak katanya non Ara akan di bawa jauh ke luar negeri tidak bisa bertemu dengan Tuan.." cerita mbok minah mengakhirinya.
Mendengar penuturan mbok Minah Adhi semakin Geram kepada Amanda. Bagaimana ibu yang melahirkannya malah jauh lebih kejan dari pada orang asing yang bukan ibunya. Adhi tidak habis pikir dengan kelakuan Amanda.
"wanita sialan itu harus di beri pelajaran..!" kata Adhi marah.
Adhi hendak melangkahkan kakinya meninggalkan rumah sakit namun di cegah oleh maminya.
"jangan sekarang Nak...saat ini yang terpenting adalah kondisi Ara.."kata Mami Adhi sedih. cucunya selama ini telah mengalami penderitaan batin seperti itu.
Adhi pun menghentikan niatnya.dan kembali menatap pintu kamar ruang perawatan dimana anak nya terbaring sakit.
"Papi akan mengurus semua...kamu tenang saja Nak.."kata papi Adhi menenangkan.
"kalo begitu mami dan papimu pulang dudlu ke rumah...nanti malam kami kesini kembali.."kata mami Adhi.
Adhi hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan masuk kembali ke ruangan tersebut. dilihatnya kedua perempuan beda usia itu masih terlelap.
ia merebahkan tubuhnya di sofa mencoba memejamkan matanya. namun matanya tidak dapat terpejam. kemudian terdengar suara ranjang yang bergeser.Adhi melirik ke arah ranjamg tersebut. terlihat sheena yang turun dari ranjang tersebut.
__ADS_1
Adhi pun bangun mencoba mendekati Sheena.
"Na.."kata Adhi.
Sheena hanya menoleh sebenta.
"aku mau sholat dulu...di musholla rumah sakit...jagain Ara dulu.."kata Sheena datar.
Adhi pun tidak menjawab hanya memnadang sedih ke arah gadis yang pernah mengisi hatinya itu. ketika di luar ruangan Sheena menuju ke arah musholla mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat ashar.
selesainya sholat Asharia menegadahkan tangannya ke atas. Air matanya menetes kembali.
Ya Allah...aku tidak tahu tentang takdir yang kau buat untukku...tapi aku mohon bahagiakan Ara..anak itu bahkan masih kecil untuk mendapatkan luka lagi di hatinya..dan tolong jaga hatiku dari orang yang selalu ada dalam hatiku...kuatkan hati ini agar tidak terjatuh kembali di lubang yang sama...ya Allah yang Maha pengasih dan penyayang...hanya kepadamu lah hambamu berserah diri...tolong hamba untuk yidak membuka hati hamba lagi...kuatkan hamba dalam menemani Ara untuk sembuh dan bisa ceria lagi seperti sebelumnya...aaamin alfatihah...Do'a Sheena dalam Hati. Air matanya sudah deras mengalir. ia benar benar takut akan kembali jatuh hati pada laki laki tersebut. apalagi Ara adalah putrinya. gadis cilik yang menisis hari harinya setiap saat itu adalah putrinya..bagaimana takdir bisa seperti ini.
Selesai melaksanakan sholat Sheena pun kembali ke ruang perawatan. ia membuka pintu tersebut dan dilihatnya Adhi duduk di samping ranjang Ara dan tertidur disana. Sheena pun menuju sofa dan duduk sambil mengambil handphone dan headsetnya. ia mencoba memutar lagu sambil melihat lihat email yang masuk. tak terasa ia pun bersenandung kecil mendengarkan lagu tersebut dan membuat Adhi terbangun. dipandangnya gadis itu sedang bersenandung dan melihat serius ke handphonenya. ia hanya menatap penuh rasa bahagia, Gadis yang paling didambakannya ada di depan matanya.
aku merasakanmu ada di dalam nadiku
ada di hidupku
di seluruh dunia engkau yang paling aku cintai
di seluruh dunia engkau yang mau aku miliki
diseluruh dunia engkau hati yang paling berharga
tak bisa ku bayangkan ku kehilanganmu
__ADS_1
Sheena yang merasa di perhatikan akhirnya melihat ke arah Adhi. Ia pun terkejut ketika Adhi sudah bangun dan sedang menatapnya dengan tersenyum.
"tidak usah senyam senyum...biasa aja.." kata Sheena cuek.
"Suaramu bagus Na.." kata Adhi sambil berjalan mendekat ke arah Sheena.
"sudah deh nggak usah buat baper...ini aku tuh masih marah lho Pak..!"kata Sheena
"aku kok heran..kenapa anak secantik dan sebaik Ara bisa jadi putri bapak Adhi yang terhormat.."lanjut Sheena.
"kalo di luar kantor panggil saja seperti dulu Na...nggak perlu ada pak.." ucap Adhi.
Sheena hanya menatap Adhi sesaat kemudian ia mencoba menatap layar ponselnya.
"ya kagak bisa gitu lhah pak...tetp saja atasan saya..nggak SO....PAN..."kata Sheena menkankan kalimat tersebut.
"kamu mau makan Na...sekalian saya pesankan..!"tanya Adhi mencoba mengalihkan pembicaraan.
"nggak pak..terimaksih..saya bisa kok jalan sendiri ke kantin beli makanan...nggak perlu repot repot..!" jawab Sheena.
"ooh..." kata Adhi.
tiba tiba Sheena mendapatkan satu pesan masuk yang menguras hati dan emosinya.
"Ya Allah...ini itu hari apa si...kok banyak sekali maslah seperti ini...!" kata Sheena memegang kepalanya.
"Ada apa Na..?"tanya Adhi.
__ADS_1
"kagak usah kepooo dech...!" jawab Sheena enteng. ~~~~Sheena segera keluar dari ruangan tersebut dan berlari menuju lobi.
hayooo kira kira ada apa ya....yuk dukung terus novelnya othor...klik like comment atau vote juga boleh kok..biar tambah semangat...