GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI

GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI
Bab 11. Menerima Kekurangan Pasangan


__ADS_3

Rico hanya tersenyum menanggapi ucapan Papinya. Dia tidak ingin banyak bicara yang akan membuat Papi Arion curiga. Apa lagi, saat ini Karen baru saja membuka hatinya kembali.


"Papi senang melihat kamu bisa akrab dengan pasangan Papi yang saat ini. Tidak seperti wanita Papi yang lain, biasanya kamu selalu saja bersikap jelek dengan mereka," ucap Arion.


"Aku nggak suka Papi jajan di luar dengan wanita-wanita murahan itu karena aku takut mereka menularkan penyakit buat Papi. Dan yang membuat aku paling tidak setuju karena Papi melakukan itu di saat mami masih hidup. Mami sangat menderita dengan ulah Papi yang suka jajan itu," ucap Rico dengan penuh penekanan.


Arion tersenyum menanggapi ucapan anaknya Rico. Dia ingat benar, bagaimana sikap putranya itu ketika mengetahui dia menduakan Maminya. Rico sempat mengancam akan membunuhnya saat itu.


Maminya memberikan pengertian pada putranya itu untuk tidak boleh melakukan itu. Selain dia yang akan masuk penjara, perbuatannya juga akan membuat malu keluarga.


Tidak ada seorangpun di luar sana yang mengetahui sikap Papinya yang cassanova. Pria itu selalu bisa bersikap manis ada keluarga besar dan tetangga. Semua mengagumi Papi. Pria tampan yang lemah lembut.


"Kamu akan mengerti apa yang Papi lakukan di saat telah berkeluarga," ucap Arion.

__ADS_1


"Apa maksud Papi? Aku tidak akan pernah menduakan pasanganku jika suatu saat kami berkeluarga," ucap Rico.


"Itu ucapanmu saat ini. Papi dulu juga berkata begitu dengan Mami. Seiring berjalannya waktu dan ternyata istri tidak mampu memenuhi kebutuhan kita, dan di saat bersamaan ada wanita yang masuk ke kehidupan kita, dia mampu memberikan apa yang tidak bisa diberikan istri kita. Itulah awalnya kita mulai bermain api dengan wanita lain."


"Aku tidak setuju dengan ucapan Papi. Bukankah kita harus menerima semua kelebihan dan kekurangan pasangan kita. Dan jangan berpikir dia saja yang memiliki kekurangan, kita juga pasti ada kekurangan."


Rico menarik napasnya untuk menahan emosi. Dia tidak bisa terima jalan pikiran Papinya. Seharusnya, jika memang mami belum bisa memenuhi kebutuhan Papi, pria itu mengatakan dengan jujur bukannya berselingkuh.


"Terima kasih," ucap Papi dengan tersenyum. Dia memeluk pinggang Karen yang duduk di samping kanannya.


Rico mengepalkan tangannya, marah dan cemburu dia rasakan melihat semua itu. Papi merapatkan tubuhnya dengan wanita itu.


"Kita belum bulan madu. Kamu ingin kita kemana untuk berbulan madu?" tanya Arion masih dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"Terserah aja, Pi. Aku ngikut," ucap Karen. Tanpa sengaja matanya bertemu dengan mata Rico. Pria itu memandangi dirinya dengan wajah sendu.


"Bagaimana kalau kita ke Eropa?"


"Apa itu tidak kejauhan, Pi?" Karen balik bertanya.


"Aku rasa di sana tempat yang paling cocok buat kita bulan madu. Aku akan menyusun jadwal dulu. Mencari tahu di tanggal berapa bisa memulai cuti. Kita sepuluh hari saja di sana. Apa cukup?"


Karen menganggukan kepala tanda setuju dengan apa yang diucapkan suaminya itu. Dia tidak mungkin menolak apa pun yang suaminya itu katakan. Bukankah di surat perjanjian itu tercantum jika dia harus patuh pada keputusan suami.


Rico tampak memainkan jarinya tanda gugup. Pria itu sedang berpikir bagaimana caranya membatalkan bulan madu papinya. Dia tidak akan sanggup membayangkan selama bulan madu, Papi nya akan menghabiskan waktu berdua dengan kekasih hatinya itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2