GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI

GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI
Bab 8. Papi Tak Pantas Untukmu


__ADS_3

Rico menarik napas dalam sebelum bicara. Bagaimanapun jahat dan bejatnya Arion, dia tetap orang tuanya. Namun, di sisi lain ada wanita yang dia cintai yang akan menjadi korban Papinya itu.


"Dengarkan aku, Karen. Arion memang papiku. Tapi aku tidak akan menutupi kejahatannya. Dia bukan suami yang baik dan pantas untukmu," ucap Rico.


"Kenapa dengan Papi Arion. Beberapa hari menjadi istrinya, dia bersikap baik."


Rico tersenyum miring mendengar ucapan Karen. Pada setiap wanita Arion memang sangat baik. Semua wanita yang mengenalnya pasti akan tertarik melihat sikapnya yang lemah lembut.


Namun, semua tidak berlaku untuk ibunya Rico. Alasannya cuma satu, Arion telah bosan dengan ibunya yang mulai tua dan sakit-sakitan. Bagi Arion ibunya hanyalah beban. Pria itu sempat berencana menitipkan istrinya itu pada yayasan.


"Dia itu pemain, Karen. Tentu saja dia tahu bagaimana cara membuat wanita jatuh hati padanya. Jika istrinya itu bukan kamu, aku tak akan peduli. Aku sangat mencintaimu, Karen. Aku nggak akan rela jika kamu disakiti."


"Maaf, Rico. Aku tidak bisa kembali padamu. Selain aku telah menandakan tangani surat perjanjian, aku juga tidak ingin kamu dan Papimu jadi bermusuhan karenaku."

__ADS_1


"Karen, dengarkan Sayang. Aku rela kehilangan siapapun termasuk Papi. Asal bisa memiliki kamu. Akan aku bahagiakan kamu," ucap Rico.


Karen berdiri dari duduknya. Memandangi kekasihnya dengan senyuman.


"Aku tidak bisa, Rico. Jika kamu memiliki bukti kalau Arion papimu pemain wanita, baru aku bisa ajukan cerai dan itu juga jika Papi Arion bersedia. Aku tidak dapat menggugat cerai terlebih dahulu!"


Setelah mengucapkan itu, Karen melangkah meninggalkan Rico sendirian. Memasuki kamar dan menguncinya. Takut jika Rico masuk lagi.


***


Menuruni tangga dengan perlahan menuju meja makan, langkah kaki Karen terhenti melihat Rico yang telah menunggunya di meja makan.


Rico telah bertekat tidak akan menyerah untuk meyakinkan Karen agar mau membatalkan pernikahannya. Pria itu juga telah memperhitungkan semuanya. Jika memang Karen mau meninggalkan Papi Arion, berarti dia juga harus mempersiapkan diri menghadapi orang tuanya itu.

__ADS_1


Karen bermaksud berbalik kembali masuk ke kamar, dan meminta tolong bibi saja yang mengantar makanan. Namun, langkah kakinya terhenti karena Rico yang menarik tangannya dan meminta Karen duduk.


"Aku tadi sengaja belajar masak dari internet. Ini semua khusus untukmu. Jika ada yang kurang enak, harap maklum. Aku baru sekali ini masak. Itu semua demi kamu. Apa kamu masih ingat, aku pernah berjanji akan memasak untukmu saat kita tinggal seatap. Aku menepati janjiku," ucap Rico.


Karen melihat ke meja makan. Tersedia menu sederhana. Omlet telur dan sayur, mie goreng dan kerupuk. Mungkin Rico sengaja memasak menu sederhana yang gampang untuknya. Jika saja itu dilakukan dengan status dia sebagai istri Rico, pastilah Karen akan sangat berbahagia.


Karen ingat janji itu diucapkan Rico saat mereka menonton drama korea, di mana sang pria memasak buat sang istri. Kekasihnya itu mengatakan jika dia akan melakukan seperti di drama itu saat mereka telah menjadi suami istri.


Rico lalu mengambilkan nasi, omlet dan mie goreng buat Karen. Setelah itu mengambil buat dirinya.


"Terima kasih." Hanya itu yang terucap dari mulut Karen. Tidak tahu perasaan apa yang ada dihatinya saat ini. Apakah bahagia atau sedih dengan keadaan ini.


Rico tersenyum dalam diam, dia yakin akan bisa merebut hati Karen kembali. Karena sesungguhnya cinta masih ada di antara mereka.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2