
Saat ini Karen telah dipindahkan ke ruang perawatan atau ruang inap. Rico duduk di tepi ranjang sambil menyuapi istrinya itu makan siang.
"Kamu lapar apa doyan, Sayang," ucap Rico melihat Karen yang semangat menyantap makanannya.
"Dua-duanya, Mas." Karen berucap sambil mengunyah makanannya.
"Terima kasih, Sayang," ucap Rico tiba-tiba.
"Buat apa, Mas?" tanya Karen heran.
"Buat semuanya. Karena telah mau mengandung benih dariku dan berjuang melahirkan. Terutama atas cinta kamu," ucap Rico.
"Aku senang dapat memberikan keturunan untuk, Mas. Aku juga bahagia karena dicintai sebesar ini sama kamu, Mas," ujar Karen.
"Aku baru tau jika sakit ketika akan melahirkan itu sangat dahsyat. Menurut yang aku baca badan manusia hanya mampu menanggung rasa sakit hingga 45 Del. Tetapi selama bersalin ibu akan mengalami hingga 57 Del, sama dengan rasa sakit akibat 20 tulang yang patah bersamaan. Sangat luar biasa bagaimana perjuagannya seorang ibu yang akan melahirkan itu," ucap Rico.
Matanya Rico tampak berkaca menahan air mata agar tidak tumpah membasahi pipinya. Dia tidak bisa menahan rasa harunya setelah melihat perjuangan Karen.
__ADS_1
"Tidak se dahsyat itu sakitnya, Mas. Karena aku melahirkan dengan perasaan ikhlas dan rela, aku ingin anak dalam kandunganku bisa lahir selamat dan sehat. Jadi aku tak merasakan sesakit itu. Apa lagi saat mendengar tangisannya. Semua rasa jadi hilang," ujar Karen dengan suara pelan. Dia juga tampak menahan harunya.
"Aku takut terjadi sesuatu denganmu. Cukup satu ini aja anak kita. Aku nggak tega melihat kamu kesakitan," ujar Rico.
Rico sempat berpikir untuk melakukan tindakan operasi saja, saat melihat istrinya menahan sakit.
"Mas, aku tak apa. Jika memang kamu ingin aku hamil lagi. Aku masih bisa dan sanggup tapi tunggu sampai si kecil berusia tiga tahun atau lebih."
"Nggak perlu. Cukup satu anak saja," ujar Rico.
"Mas, nggak mungkin anak kita satu. Nanti kasihan. Tidak ada temannya," ujar Karen.
"Puasa ... Mas mau puasa apa?" tanya Karen heran.
"Puasa main kuda-kudaan. Kata dokter aku harus puasa selama empat puluh hari. Sekali ini aja aku udah pusing memikirkan dan membayangkannya, akankah aku sanggup? Apakah jery tidak akan protes dan mengamuk karena selama empat puluh hari tidak masuk sarang," ujar Rico lagi.
Mendengar ucapan suaminya, Karen menjadi cemberut. Hanya pikiran mesum aja yang ada di kepala pria itu.
__ADS_1
"Mas, pikirannya itu mesum aja terus. Mas itu hanya menahan diri selama empat puluh hari saja sudah berkata tidak sanggup. Bagaimana dengan aku? Selama sembilan bulan aku pergi membawa anak dan beban lainnya yang ada dalam kandungan kemanapun pergi. Bayangkan saja membawa beban seberat 11 kg. Itu terdiri dari berat janin 3,5 kg. Berat plasenta 1 kg.Berat air ketuban1 kg.Berat retensi cairan 1 kg.Berat rahim 1 kg. Berat ekstra darah 1 kg. Berat pertambahan payudara 0,5 kg. Berat cadangan lainnya 2 kg. Kamu hanya menahan empat puluh hari masa tak sanggup, Mas," ucap Karen cemberut.
"Sayang, aku tak akan macam-macam. Percayalah. Jerry tak mau jika bukan masuk ke sarangnya. Dia telah cocok dengan sarangnya. Tak akan suamimu ini berpaling," ujar Rico.
Saat Karen akan menjawab ucapan Rico, terdengar suara tangisan bayi mereka. Rico lalu mengambil dari tempat tidur bayi, lalu menggendongnya dan memberikan pada Karen.
Karen membuka kancing bajunya dan memberikan ASI pada putri kecil mereka. Rico melihat anaknya yang menyusu dengan lahapnya.
"Apakah aku akan terus bersaing dengan putriku ini?" tanya Rico dengan suara pelan.
"Bersaing apa, Mas?" Karen balik bertanya mendengar ucapan suaminya itu.
"Berbagi susu dan pelukan dari kamu, Sayang. Bisa dipastikan sejak hari ini aku dan putri kecilnya akan berebut kasih sayang dan semua yang ada pada diri Karen," ucap Rico lagi dengan suara lirih.
Karen mencubit lengan Rico. Suaminya itu selalu saja berpikiran mesum.
"Dasar omes ...," ucap Karen cemberut.
__ADS_1
Rico mengecup pipi istrinya itu. Bahagianya hari ini tidak bisa diucapkan dengan kata-kata.
...****************...