GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI

GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI
Bab 37. Di ruang ICU


__ADS_3

Rico meminta salah seorang orang suruhannya untuk menyelidiki apa yang terjadi di desa hingga Karen memutuskan bunuh diri. Pria itu tidak terima karena nyawa wanita yang dia cintai hampir saja melayang hanya karena kekejaman Arion.


Rico juga meminta Antoni mengurus administrasi dan pembayaran. Pria itu tidak mengetahui jika semua telah dilunasi Arion.


RSetengah jam lamanya menunggu, akhirnya Rico melihat brankar Karen di dorong dari ruang UGD. Pria itu langsung berdiri.


Tangannya kembali terkepal melihat pengelangan tangan Karen yang dibalut kain perban. Wajah wanita itu pucat seperti tidak berdarah.


Sampai di ruang ICU, setelah memasang semua alat medis untuk tubuh Karen, pria itu minta izin untuk mengobrol sebentar dengan Karen. Beruntung sekali, dokter.memberi izin pada Rico.


"Sayang, ini aku. Sadarlah. Ada kabar baik yang harus kamu dengar. Saat ini kamu sedang mengandung benih cinta kita. Sadar ya Sayang. Aku akan jadi bapak siaga buat calon bayi kita," ucap Rico dengan terbata karena menahan tangis.

__ADS_1


Rico mengusap wajahnya kasar. Dia tidak ingin sedih dihadapan Karen. Bukankah orang dalam keadaan koma masih mendengar apa yang kita ucapkan.


Mendengar orang tua atau orang terdekat apalagi orang yang sangat kita cintai, menceritakan kembali kisah menyenangkan bisa melatih sirkuit otak yang bertanggung jawab terhadap memori jangka panjang. Rangsangan itu perlahan membantu memicu bangkitnya kesadaran mereka saat koma.


Dilansir dari Philly Voice, tubuh orang koma masih berfungsi secara normal meskipun ia tidak bereaksi pada rangsangan. Meski begitu, orang koma mungkin saja masih bisa mendengar apa yang terjadi di sekitar mereka.


Rico menggenggam tangan Karen. Diciumnya tangan itu.


"Aku tidak sabar untuk mengajakmu keluar lagi dan menghabiskan saat-saat yang sangat manis dan menggemaskan. Cepat sembuh, Sayang. Jangan cepat menyerah, aku butuh kamu untuk mengubah hal-hal yang biasa menjadi lebih indah. Semangat ya sayang semoga sakitmu cepat berlalu. Bukan hanya kamu yang sakit sekarang, akupun merasa sakit melihatmu seperti ini. Lekas sembuh dan berikan aku semangat dalam menjalani hari. Matamu hari ini terasa sendu. Jangan lama-lama sakit, aku ingin segera melihat senyummu lagi," ucap Rico pelan.


Setelah mengucapkan itu, Rico kembali mengecup tangan Karen. Dia juga mengecup seluruh bagian di wajah Karen. Barulah setelah itu Rico keluar ruangan itu. Perawat yang berjaga juga telah memberi kode jika waktu telah habis.

__ADS_1


Rico berjalan pelan keluar dari ruang ICU itu. Rassnya enggan meninggalkan Karen. Jika saja diizinkan, Rico akan menemani wanita yang dia cintai itu sepanjang waktu.


Saat Rico dalam ruangan tadi, Arion melihatnya dari kaca. tanpa kedip. Ada rasa nyeri saat melihat banyak selang ditubuh Karen. Arion merasa sedikit simpati.


Namun, rasa benci yang dia tanam dihatinya lebih besar dari rasa kasihan. Sehingga dia tampak kesal. Tangannya mengepal, ingin rasanya melayangkan tinju itu pada wajah Rico.


Rico yang baru saja menginjakkan kakinya di luar ruangan, langsung terbawa emosi begitu melihat wajah Papinya. Rico menatap tanpa kedip pria paruh baya itu.


Tanpa Arion duga, Rico melayangkan satu tinju ke wajah Papinya. Karena tidak siap akan serangan itu, tubuh Arion terhuyung kebelakang. Beruntung dia bisa menyeimbangkan tubuhnya sehingga tidak jatuh tersungkur ke lantai.


...****************...

__ADS_1



__ADS_2