
Izinkan aku untuk menangis sebentar, bukan aku tidak ikhlas atas takdirmu. Tetapi biarkan aku lumpuhkan segala kelelahan yang aku rasakan sebentar saja. Terlihat kuat bukan berarti aku tidak pernah meneteskan air mataku. Dalam kondisi ini aku bersyukur atas ujian, karenanya aku menjadi lebih kuat. Semoga aku bisa bersabar ketika diberikan ujian lagi.
Air mata Karen jatuh membasahi pipinya. Hal itu membuat Rico menjadi kuatir. Dia menghapus air mata itu dengan perasaan cemas.
"Apa yang terjadi? Kenapa kamu menangis? Awalnya aku pikir semua berjalan baik melihat kamu yang tersenyum keluar dari ruang mediasi. Tapi sekarang kenapa aku jadi takut melihat kamu yang menangis," ucap Rico.
"Aku menangis karena bahagia. Akhirnya aku berani mengatakan semuanya di depan Papi Arion tanpa merasa tertekan. Aku berharap semua akan berjalan lancar," ucap Karen dengan terisak.
Rico menarik napas lega. Dia pikir telah terjadi sesuatu yang membuat wanita itu menangis.
Setelah Karen merasa sedikit lega dan tenang, Rico mengajaknya pulang. Saat di halaman pengadilan agama, tampak Arion yang juga sedang menuju mobilnya.
__ADS_1
Dengan tatapan tajam, pria paruh baya itu menatap kepergian Karen dan Rico. Masih jelas ketidak ikhlasan dari raut wajahnya.
"Apa Anda tidak merasa sesuatu yang aneh?" tanya Sariman, pengacara sekaligus teman berbagi cerita bagi Arion.
"Aneh ...?" Arion bukannya menjawab pertanyaan Sariman, dia balik bertanya.
"Cobalah Anda perhatikan Karen. Wajahnya sangat mirip dengan Anda. Jika kata pepatah orang tua dulu, itu tandanya Anda dan Karen berjodoh karena memiliki wajah yang sangat mirip. Tapi nyatanya kalian sangat tidak cocok. Jika Anda mengatakan pada semua orang, Karen itu putri Anda, pasti orang-orang akan percaya. Anda versi cowok, dan Karen versi cewek," ucap Pengacara itu dengan dahi berkerut. Berpikir dengan apa yang telah dia ucapkan.
Sepanjang perjalanan menuju kantornya, Arion ternyata memikirkan ucapan Sariman. Dulu saat di sekolah, semua temannya mengatakan jika wajahnya dan Novi, kekasihnya sangatlah mirip. Seperti kakak adik, begitu teman mereka mengatakan.
Kalau Sariman beranggapan Karen itu mirip dia, itu berarti wanita itu mirip kekasihnya Novi yang merupkan ibunya Karen. Dari awal bertemu, Arion sudah menyadari itu.
__ADS_1
Sampai di perusahaan, Arion langsung menuju ruang kerjanya. Dia membuka laci ,dan mengambil satu foto yang selalu menemaninya selama bekerja, foto saat dia dan Novi berada di pantai.
Mereka berdua tampak bahagia dan saling mencintai. Tidak ada yang mengira jika dia dan Novi akhirnya berpisah.
Tangan Arion mengepal mengingat kekasihnya itu. Wanita itu tega mengkhianati cinta sucinya.
"Kamu lihat Novi. Aku di sini masih dengan keterpurukan. Aku sangat mencintaimu. Tidak ada wanita manapun yang bisa menggantikan posisi kamu di hati ini," gumam Arion pada dirinya sendiri.
Arion menarik rambutnya frustasi. Mencoba menghilangkan semua bayangan dan kenangan tentang Novi. Namun, tidaklah semudah yang dia kira. Semakin dia mencoba melupakan, semakin dia sadari jika cintanya hanya untuk wanita itu.
"Jika aku saat ini menjadi pemain wanita, itu merupakan kesalahan kamu, Novi. Aku ingin membalasmu, dengan menjadikan wanita sebagai budakku. Semakin wanita itu mengemis, semakin aku bahagia. Karena menganggap wanita itu adalah kamu," ucap Arion dengan lirih.
__ADS_1
...****************...