GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI

GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI
Bab 78. Pernikahan


__ADS_3

Hari yang di nanti Karen dan Rico akhirnya hampir tiba. Ayah Rusdi telah berada di kota saat ini.


"Bagaimana dengan persiapannya? Semua sudah kamu tangani? Waktu tinggal sebentar lagi," tanya Karen dengan menghela napas panjang.


Rico mengangguk, tatapannya penuh cinta seperti hari biasanya. Tak pernah sedikit saja memiliki perasaan bosan dengan perempuan di depannya. Hingga membuat Rico membubuhkan satu kecupan manis di dahi Karen, hampir saja perempuan itu terjungkal di buatnya.


"Hei, kenapa? Kamu terkejut?" tanya Rico sambil memeluk pinggang Karen.


"Kamu suka banget buat hati aku …, tidak tenang." Karen lebih merapatkan tubuhnya ke arah Rico, kepalanya pun bersandar di dada calon suaminya tersebut.


Akhirnya pernikahan yang mereka impikan menjadi terwujud, dulu pasangan itu telah pesimis tak bisa mendapatkan restu dari Arion. Berjalannya waktu Arion melunak, memberikan izin untuk keduanya menikah.


Namun, Karen tidak tahu hal apa yang telah Rico lakukan untuk membujuk ayah angkatnya tersebut. Yang jelas saat ini pernikahan akan terselenggara, bukan acara besar dan megah, hanya sederhana sebagai simbolik.


Sebenarnya sampai detik ini Karen masih bertanya-tanya, apa yang membuat Arion berubah pikiran.


Karen dan Rico sepakat hanya mengadakan pesta kecil yang dihadiri orang terdekat saja, tak banyak mengundang orang. Malah Karen pun menolak ajakan beberapa orang terdekat untuk mengadakan pesta mewah dan elegan, masih mengingat janji yang mereka ukir bersama. Rico mendambakan pesta privat, tak tersorot media mana saja.


Bahkan persiapannya pun dilakukan berdua, mereka benar-benar mengatur sendiri pernikahan yang telah didamba. Keduanya saling memberikan masukan bila ada yang kurang. Karen begitu senang, dia seperti dapat menuangkan imajinasi tentang pernikahan impiannya. Rico membebaskan dirinya untuk berekspresi. Bahkan, laki-laki itu sama sekali tidak protes dengan seluruh paduan warna yang dipilih Karen. Hanya mengikuti saja, yang jelas Rico ingin momen pernikahan tersebut dapat berkesan dan selalu dikenang oleh Karen hingga nanti rambut memutih.

__ADS_1


"Aku sungguh bahagia, Sayang. Terima kasih, telah memilihku." Karen mengecup pipi Rico dengan membalas pelukan penuh kehangatan.


"Aku yang merasa sangat bahagia, Sayang, berhasil membuat kamu jatuh cinta. Bagaimana mungkin perempuan secantik ini, bisa aku miliki? Aku tidak yakin bila aku yang melakukannya. Apa aku tidak mimpi, Sayang? Apa aku benar-benar akan segera memilikimu sepenuhnya?" tanya Rico dengan membelai rambut Karen.


Keduanya saling menyalurkan perasaan masing-masing dengan perhatian kecil yang cukup bermakna. Karen merasa bila laki-laki tersebut selalu berhasil menyihir hatinya, berada di dekatnya membuat perasaan Karen menjadi nyaman. Baru kali ini perempuan itu merasakan hal yang luar biasa, memiliki laki-laki yang menerima seluruh kekurangan dan kelebihannya.


Acara pernikahan keduanya diselenggarakan besok, seluruh undangan telah disebar untuk teman dan keluarga, beberapa ke rekan bisnis. Rico dan Karen berharap seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan lancar, tidak ada hambatan. Jantung berdebar kencang, mulai berpikiran yang tidak-tidak. Terlebih mereka akan seterusnya bersama, melewati semua hal berdua. Perasaan bahagia bercampur aduk dengan sedikit rasa takut.


"Kita akan segera berpisah semalam, Sayang. Kamu jaga diri baik-baik ya. Aku tidak sabar untuk menanti hari kebahagiaan kita. Bagaimana rasanya menikah? Aku akan meminang kamu di depan ayahmu. Rasanya begitu gugup, Sayang. Aku … segera berganti status, begitu juga dengan kamu. Kisah kita berlanjut ke level yang lebih tinggi. Percintaan kita segera membuka lembaran dan babak baru, kamu siap melewatinya bersamaku, Sayang?" tanya Rico sambil mengecup punggung tangan Karen.


Perempuan itu membungkam bibirnya, matanya berkaca-kaca, ucapan Rico membuat hatinya tersentuh. Bagaimana juga banyak rintangan yang mereka hadapi selama ini, tangan selalu bergandengan. Berusaha berjuang bersama-sama dan akhirnya mereka berhasil melewati semua bebatuan terjal selama ini. Rico kembali mengecup puncak kepala Karen dengan lembut, mengusap air mata perempuan cantiknya tak lupa memberikan pelukan hangat sebagai penutup.


"Aku juga. Terima kasih telah berjuang," bisik Rico.


Akhirnya mereka pun berpisah. Rico pamit pada Ayah Rusdi sebelum meninggalkan apartemen tersebut. Dia menginap di apartemen lain miliknya.


Sebenarnya Rico tak langsung pergi istirahat, masih menyempatkan diri melihat Arion. Kali ini pria paruh baya itu ingin mengumumkan berita bahagia pernikahan putra angkatnya dengan Karen, sekaligus berita lainnya.


Hubungan keduanya sudah membaik, satu demi satu fakta mulai terlihat. Hingga akhirnya memilih jalur damai saja. Arion juga awalnya tidak terlalu teliti dengan pilihan sendiri, kini menyesal. Terlebih hubungannya dengan Rico pun pernah merenggang cukup jauh, bahkan sampai bermusuhan.

__ADS_1


"Rico," sapa Arion. Kini mencoba kembali membangun apa yang telah runtuh, tak mudah untuk dilakukan. Hanya saja tidak ada salahnya mencoba.


Rico hanya melemparkan senyuman kecil kepada Arion. Dia memilih duduk di samping Arion, mendampingi pria paruh baya tersebut. Berita resmi harus segera terbit, untuk mengusir seluruh berita buruk yang terus bertebaran di mana-mana. Bahkan pihak lawan bisnis secara terang-terangan seperti mengambil keuntungan dari berita burung itu.


Mereka tahu Karen pernah menjadi istri Arion. Setelah menerima undangan pernikahan Rico, banyak berita miring tentang mereka beredar.


"Yang kami tunggu telah sampai. Ini adalah putraku, yang menikah dengan Karen adalah dia. Pernikahan akhirnya aku batalkan. Aku … awalnya tidak tahu, bila Karen adalah pacar dari putra angkatku. Mereka akan menikah besok, acaranya kami gelar cukup sederhana dan tertutup. Kami ingin mereka merasakan kebahagiaan yang sudah terencana dengan baik." Arion tersenyum kecil, berbeda dengan Rico yang hanya memasang wajah datar.


Arion mengatakan alasannya membatalkan pernikahan karena ternyata Rico dan Karen adalah pasangan kekasih. Dia tidak mungkin bersaing dengan putra sendiri.


"Kami tidak menerima wartawan untuk meliput. Hanya beberapa orang yang kami undang, acara begitu kecil dan sederhana. Rico dan Karen ingin acara pernikahan mereka sakral dan bisa dikenang hingga nanti. Ini keputusan kedua belah pihak bersama dan kami semua menyetujui keputusan mereka berdua. Apa yang membuat Rico dan Karen bahagia itu adalah kebahagiaan kami."


Satu jam acara akhirnya selesai. Rico pamit dengan Arion, dia harus beristirahat.


Setelah selesai, Rico ingin segera istirahat. Semua persiapan telah seratus persen rampung. Rico saatnya istirahat dan menantikan momen bahagia sekali dalam seumur hidupnya terjadi. Tentunya kebahagiaan tak dapat lagi dijabarkan melalui kata-kata. Arion yang menatap Rico dari kejauhan ikut menyunggingkan senyuman tipis. Merasa hatinya pun ikut paham dengan apa yang dirasakan Rico.


"Aku pulang dulu," ucap Rico dan menjabat tangan papinya. Arion hanya mengangguk dengan berdehem kecil, meski kemungkinan tak akan dilihat oleh putra angkatnya tersebut.


Arion berharap pernikahan Rico dan Karen akan membuat dirinya makin dekat dengan. kedua anaknya itu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2