
Baik Arion maupun Rusdi tidak tahu harus berkata apa lagi. Keduanya merasa bersalah karena ikut andil dalam pernikahan Karen dan ayah biologisnya.
Penyesalan Rusdi karena tidak pernah mau tahu mengenai masa lalu istrinya. Rusdi terlalu yakin jika masa lalu tidak akan hadir lagi. Sedangkan Arion begitu menyesali diri karena terbawa dendam. Dia tidak pernah mau menyelidiki apa penyebab Novi memutuskan menikah dengan Rusdi.
Arion masih ingin tahu apa yang terjadi dengan Novi selanjutnya setelah dia tinggalkan. Rasa penyesalan membuat ulu hatinya terasa nyeri. Tidak bisa pria itu bayangkan, wanita yang dia cintai itu harus mennaggung malu seorang diri, padahal itu juga kesalahannya.
"Lanjutkan! Katakan saja apa yang kamu ketahui dan apa yang terjadi saat Novi hamil dan akhirnya memutuskan menikah demganmu!" ucap Arion dengan suara sedikit parau. Itu semua karena dia menahan sesak di dada. Jika saja dia tidak takut malu, mungkin Pria itu telah berteriak dan menangis karena kebodohannya.
"Seminggu setelah perkenalan kami, Novi mengatakan semuanya. Dia berharap aku mau menikah dan mengakui bayi dalam kandungannya agar kedua orang tuanya tidak murka. Dia tidak masalah jika setelah anaknya lahir, aku ceraikan," ujar Rusdi, bercerita dengan suara pelan.
Rusdi ingat saat Novi berlutut dan memohon agar pria itu mau menikah dengannya. Dia takut jika ayahnya tahu, pasti dia akan disiksa dan diminta menggugurkan kandungan.
__ADS_1
Rasa empati dan suka pada pandangan pertama dengan Novi, membuat Rusdi bersedia menikahi wanita itu. Semua dia lakukan juga karena dia sudah tidak memiliki keluarga lagi. Tidak ada yang perlu dipertimbangkan, semua keputusan ada ditangannya sendiri.
Rusdi mengatakan pada Arion jika pernikahan dia dan Novi awalnya hanyalah terikat perjanjian. Mereka akan berpisah setelah bayi yang dikandung Novi lahir.
Namun, semua berubah. Saat Rusdi melihat wajah mungil Karen yang lucu. Rasa cinta dan sayangnya langsung timbul.
Mereka sepakat akan menjalankan rumah tangga semestinya. Karenpun diakui Rusdi sebagai putri kandungnya. Tidak ada yang tahu jika dia bukan ayah biologis Karen.
"Jadi Karen hingga saat ini tidak tahu jika kamu bukan ayah biologisnya?" tanya Arion terbata. Dia tidak tahu perasaan apa yang dirasakan saat ini. Rasa bersalah pada dirinya membuat Arion ingin memaki diri sendiri.
Kembali Arion menarik napas panjang. Mengusap wajah kasar untuk meredakan rasa sakit di hati.
__ADS_1
Arion teringat saat dirinya menghukum Karen di desa hingga dia bunuh diri. Jika saja saat itu nyawanya tidak tertolong, pasti Arion tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.
"Bagaimana caranya agar Karen tahu jika aku ini ayah kandungnya. Bersyukur kami tidak melakukan apapun selama pernikahan," ucap Arion dengan lirih.
"Aku harap kamu mengatakan dengan pelan. Agar nanti dia tidak kaget. Kasihan anak itu, aku sebagai ayah belum bisa memberikan kemewahan. Walau dia mengatakan bahagia, tapi aku tetap merasa kurang," ujar Rusdi.
Dia teringat bagaimana Karen yang sepulang sekolah harus membantu dirinya berjualan di warung. Penghasilan Rusdi dan Novi hanya berasal dari buka warung makan kecil-kecilan.
Semenjak Novi sakit-sakitan, warung sering tutup. Untuk pengobatan Rusdi terpaksa pinjam sana pinjam sini, yang akhirnya mengantarkan dia pada Arion.
Setelah mendengar semua cerita Novi sejak menikah dengan Rusdi, Arion akhirnya berdiri dan pamit. Arion akan membatalkan pernikahannya. Bukankah dia dan Karen tidak pernah berhubungan badan sehingga untuk pembatalan pasti akan lebih mudah.
__ADS_1
"Aku harus kembali ke kota. Aku minta kamu jangan mengatakan apapun pada Karen. Biar aku yang mengatakan semua kebenaran ini. Aku butuh waktu untuk itu," ucap Arion.
...****************...