GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI

GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI
Bab 17. Mengunjungi Ayah di Desa


__ADS_3

Empat jam perjalanan dari kota, sampailah Rico dan Karen di desa ayahnya Karen berasal. Rico bertanya dengan orang yang sedang berada di sawah tentang ayah Karen. Mereka menunjukan rumah yang berada di tengah kebun.


Dengan langkah pasti dan bahagia, Karen berjalan menuju rumah mungil yang terbuat dari kayu itu. Wanita itu langsung mengetuk pintunya begitu sampai di depan rumah itu.


Beberapa kali mengetuk terdengar langkah kaki mendekat. Seseorang dari dalam rumah membuka pintu itu.


"Ayah ...," ucap Karen dan langsung berlari ke dalam pelukan pria itu. Tampak kekagetan dari raut wajah sang ayah.


"Ayah, kenapa pergi tak kabari aku. Untung Rico bisa membantu mencarikan keberadaan ayah," ucap Karen.


"Siapa Rico?" tanya Ayah.


Mendengar ayah Karen yang bertanya, Rico maju dan menyalami pria paruh baya itu. Sambil tersenyum dia mengenalkan dirinya.


"Masuklah. Tidak enak dilihat orang kampung. Datang berdua dengan pria," ucap Ayah.

__ADS_1


Di dalam rumah tidak tersedia sofa. Hanya tikar pandan yang menjadi alas untuk mereka duduk.


Karen menuju dapur yang sangat sederhana. Hanya ada kompor dan alat masak seadanya. Wanita itu memasak air dan membuat dua gelas teh hangat untuk ayah dan Rico.


Setelah itu Karen duduk di antara kedua pria itu. Wanita itu bersandar ke bahu ayahnya. Raut wajah ayah tampak masih sedikit kaget.


"Apa kamu telah minta izin dengan suamimu datang ke sini?" tanya Ayah akhirnya.


"Papi Arion sedang pergi ke luar kota untuk bisnis. Aku takut tidak diizinkan jika jujur ingin menemui ayah," ucap Karen.


"Karen, ayah sudah sering mengingatkan kamu, apakah kamu benar-benar siap menikah dengan Arion. Jika kamu memang tidak siap ayah bersedia dipenjara. Tapi kamu selalu berkata kamu siap dan akan berusaha menjadi wanita seperti yang diinginkan Arion," ucap Ayah.


Karen menggenggam tangan ayahnya. Menatap wajah itu tanpa kedip. Baru dia sadari wajah ayahnya yang sudah berkeriput, tanda penuaan.


"Ayah, jangan kuatir. Aku selalu menurut apa yang Papi Arion katakan. Jika saat ini aku pergi tanpa izin, itu karena dia sedang berada di luar kota. Aku sangat kuatir dengan keadaan ayah, sehingga tidak sabar untuk menunggu hingga suamiku pulang," ucap Karen.

__ADS_1


Karen sengaja mengatakan itu agar ayahnya tidak kuatir. Ayah Karen memang sering mengingatkan dirinya jika Arion itu bukanlah pria yang baik. Dia akan melakukan apa saja untuk membalas orang yang tidak dia sukai.


Ayah Karen tampak menghela napas panjang dan dalam. Memandang ke arah Rico.


"Siapa pria ini? Apa hubungan kamu dengannya? Ayah kuatir denganmu. Apa yang akan Arion lakukan jika tahu kamu pergi dengan pria lain," ucap Ayah Karen.


Dia tahu bagaimana sikap Arion. Dia tidak akan berpikir panjang memberikan hukuman bagi orang yang tidak dia sukai.


Melihat wajah ayah Karen yang sangat kuatur. Rico akhirnya angkat bicara.


"Ayah, aku ini anaknya Papi Arion. Aku tidak tahu siapa sebenarnya Papiku. Kenapa ayah mengatakan jika Papi seseorang yang berbahaya. Bolehkah ayah menjelaskan semua ini?" tanya Rico.


Rico sangat penasaran dengan apa yang Papi nya lakukan di luar sana. Mengapa Ayah Karen selalu berpesan untuk berhati-hati.


Ayah Karen sangat kaget menerima kenyataan jika Pria yang bersama putrinya itu adalah anak dari Arion. Dia telah mengatakan hal buruk mengenai Arion. Bagaimana jika Rico menyampaikan apa yang dia ucapkan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2