
Rico akan melayangkan satu tinjunya lagi, tapi tangannya ditangkap Andi, anak buahnya. Andi tidak ingin terjadi keributan di rumah sakit.
"Pak Rico, ini rumah sakit. Jangan ribut jika Bapak tidak ingin diusir," ucap Andi.
Andi tidak ingin atasannya itu mendapat masalah. Bisa saja nanti Rico dijauhkan dari Karen lagi saat dia tidak diizinkan berada di rumah sakit karena melakukan kesalahan.
Arion masih tetap tenang. Sepertinya memang sengaja ingin menguji kesabaran dari Rico agar pria itu dijauhkan dari rumah sakit.
Rico mengusap wajahnya kasar. Menarik napas dalam. Jika ingin menuruti kata hatinya, pria itu ingin sekali menghajar Arion hingga babak belur.
Semua urung dia lakukan, selain masih menghormati Arion sebagai orang tuanya, Rico juga takut karena emosinya yang tak terkendali dia berakhir di jeruji besi.
"Katakan padaku, apa yang Papi lakukan pada Karen sehingga dia mencoba bunuh diri!" ucap Rico dengan penuh penekanan.
__ADS_1
Bukannya menjawab pertanyaan putranya, pria itu bahkan tertawa. Membuat emosi Rico kembali tersukut. Kembali Rico ingin melayangkan tinjunya, tapi lagi-lagi tangannya ditahan sama anak buahnya.
"Jangan terbawa emosi, Pak. Bisa saja nanti Bapak ditahan karena kasus kekerasan. Apa Bapak mau berpisah lagi dari Karen," ucap Andi.
Rico melepaskan kepalan tangannya dan kembali menarik napas dalam dan panjang. Susah baginya mengontrol emosi setiap kali memikirkan perlakuan Arion pada Karen.
"Katakan padaku, apa yang Papi lakukan pada Karen?" tanya Rico dengan penuh penekanan.
"Aku tidak melakukan apa pun padanya," jawab Arion tenang.
"Jika memang Papi tidak melakukan apa pun bagaimana mungkin Keren berniat mengakhiri hubungannya?"
"Mana aku tahu. Kamu bisa tanyakan saat dia sadar. Tapi itu jika kamu masih bisa bertemu. Aku akan bawa istriku berobat kemanapun aku suka. Aku tidak bisa janjikan akan mengizinkan kamu ikut."
__ADS_1
Arion berkata dengan suara datar, tapi cukup membuat Rico kembali emosi. Namun, pria itu kembali mencoba menahannya. Dia mengerti sekarang, Papi Arion sengaja memancing kemarahannya.
Arion ingin Rico menghajarnya dan akan dijadikan bukti untuk menjebloskan Rico ke penjara. Sungguh licik niat pria paruh baya itu, pikir Rico. Dia kembali menarik napas agar dapat tenang seperti yang Papinya lakukan.
"Aku tahu niat Papi ingin menjauhkan aku dari Karen. Tapi perlu Papi ketahui, semua itu tidak akan mudah dilakukan. Karena itu tidak akan mudah terwujud. Langkahi dulu mayatku, jika ingin membawa Karen jauh dariku!" ucap Rico dengan penuh penekanan.
"Apa yang bisa kau lakukan? Siapapun tidak bisa melarang seorang suami yang ingin membawa istrinya pergi!" Arion berucap dengan suara datar dan tenang.
"Jika Papi lakukan itu, aku akan melaporkan Papi. Seseorang yang mencoba melakukan bunuh diri pasti karena sangat tertekan. Aku bisa laporkan kasus percobaan bunuh diri ini. Akan aku katakan semua terjadi dikediaman Papi. Aku memiliki video saat Papi menyeret masuk Karen. Bisa saja Papi mengancam atau bahkan melukainya sehingga Karen mencoba mengakhiri hidupnya!" ucap Rico mencoba mengancam Arion.
Tampak Arion mulai gelisah. Dia memang meminta direktur rumah sakit agar menyembunyikan semua kejadian ini. Pria paruh baya itu tidak ingin reputasinya menjadi jelek jika di luar sana beredar rumor ,istrinya mencoba bunuh diri. Pasti akan ada salah paham dan fitnah.
Selama ini nama Arion cukup bersih dikalangan bisnis. Pria itu sangat pintar bicara dan menjaga sikapnya.
__ADS_1
...****************...