
Karen telah dipindahkan ke ruang VVIP. Hanya Rico dan perawat serta dokter yang diizinkan masuk. Itu juga harus berpakaian steril.
Rico dapat menemani Karen setiap saat. Perusahaan dia percayakan pada asistennya selama dia menjaga dan merawat Karen.
Keadaan Karen sudah jauh membaik. Organ vit*l ditubuhnya sudah berfungsi sangat baik, hanya menunggu kesadarannya saja.
Kembali Rico duduk di samping Karen. Mengajaknya bicara agar fungsi otaknya bisa cepat pulih. Semua kesadaran Karen tergantung otaknya yang bekerja.
Mengingat kenangan menyenangkan soal kejadian di masa lalu bisa membuat seseorang kembali tersenyum. Pada pasien koma pun, kenangan tentang kisah keluarga mereka atau kekasih yang mereka cintai disebut bisa membuat si pasien lebih mudah sadar dari koma.
Menurut dokter yang menangani Karen, kesadaran yang timbul dari rangsangan cerita ini bisa bertambah hingga berpeluang besar membantu pasien koma untuk lebih cepat sadar. Mereka juga lebih sadar terhadap lingkungannya untuk menanggapi percakapan.
Itulah alasan, mengapa Rico meminta ruangan khusus untuk Karen dan dirinya. Setiap menit Rico selalu mengajak kekasihnya itu bercerita.
"Maaf, sayang. Saat ini aku hanya ingin minta maaf kepadamu. Maaf, jika selama ini aku tidak mampu membuatmu bahagia. Maaf, terkadang kekuranganku membuatmu marah. Dan maaf jika aku memberikan rasa susah. Saat ini pun aku hanya ingin kau tahu, bahwa segala hal yang mungkin tidak kamu suka dariku, kini aku telah mencoba merubahnya agar kamu makin mencintaiku. Maaf, jika selama ini aku belum bisa menjadi seperti yang kamu mau," ucap Rico sambil mengecup tangan Karen.
__ADS_1
Mata Karen perlahan terbuka, menatap Rico dengan mata berkedip. Pria itu belum menyadarinya. Hingga tangan yang digenggamnya bergerak.
Rico kaget menyadari itu. Tangan Karen membalas genggamannya. Rico lalu mengalihkan pandangan ke wajah Karen. Melihat mata yang terbuka, pria itu kaget.
"Sayang ... kamu telah sadar," ucap Rico. Berdiri dari duduknya dan mendekati wajah Karen.
Rico mengecup dahi wanita itu. Tidak banyak reaksi yang diberikan Karen. Mungkin masih menyesuaikan dengan keadaan.
Rico memencet tombol untuk memanggil dokter. Tidak berapa lama datang dokter yang biasa menangani Karen.
"Ada yang bisa kami bantu, Pak?" tanya Dokter jaga itu.
"Saya periksa dulu, Pak," ujar Dokter.
Sekitar sepuluh menit dokter dan perawat melakukan pemeriksaan. Rico memperhatikan semua tanpa kedip. Dia sudah tidak sabar mendengar keterangan dokter mengenai perkembangan kesehatan kekasih hatinya itu.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Karen, Dok?" tanya Rico tidak sabar, begitu melihat dokter selesai melakukan pemeriksaan.
"Semuanya baik. Keadaan Karen banyak perkembangan. Semoga saja tidak ada hal serius yang terjadi. Cuma ...."
"Cuma apa, Dok?" tanya Rico memotong ucapan Dokter.
"Cuma, kemungkinan Karen akan lumpuh sementara karena ada sarafnya yang sedikit bermasalah."
"Apakah itu akan lama, Dok?" tanya Rico. Pria itu kuatir jika Karen akan lumpuh selamanya.
"Tidak, jika Karen rajin melakukan terapi."
Rico menarik napas lega mendengar ucapan Dokter. Jika hanya bersifat sementara dan bisa disembuhkan dengan terapi, Rico akan melakukan apapun itu untuk membantu kesembuhan kekasihnya itu.
Dia akan menemani Karen hingga bisa sembuh total seperti sedia kala. Rico akan melakukan apapun. untuk mengembalikan keadaan Karen seperti dulu.
__ADS_1
...****************...