GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI

GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI
Bab 58. Mabuk


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu dengan wanita malam itu hingga pukul tiga dini hari, Arion pulang. Masih dalam keadaan mabuk, pria paruh baya itu menyetir mobilnya. Beruntung jalanan telah sepi sehingga Arion bisa selamat sampai ke tujuan.


Dengan jalan sempoyongan dia membuka pintu mobil dan menutupnya dengan keras. Tidak peduli mobil itu akan rusak.


"Kalian semua brengsek!" umpat Arion saat baru saja keluar dari mobilnya.


Arion belum bisa menerima kekalahan dirinya. Sidang mediasi tidak menghasilkan sehingga proses cerai akan tetap berlangsung.


Pria itu bersusah payah untuk sampai di rumahnya dalam kondisi mabuk, untung saja selama perjalanan tadi dia tidak melakukan pelanggaran lalu lintas.


Penjaga yang membantu Arion untuk keluar itu harus sedikit menahan napas karena bau alkohol yang menempel pada tubuh bosnya, entah berapa banyak yang Arion minum sampai bau alkohol benar-benar sangat menyengat.

__ADS_1


"Tuan, hati-hati," peringat penjaga itu. Dia takut kalau tuannya itu ambruk disembarang tempat, itu akan lebih mempersulit dirinya.


"Diam! Aku ini tidak mabuk, aku hanya lelah saja. Aku bisa berjalan dengan benar! Apa kau pikir hanya dengan meminum beberapa botol mampu membuat aku mabuk!" balas Arion dengan teriakan.


Pria itu bersusah payah untuk berjalan dengan benar dan tegap, tapi kepalanya begitu pusing jadi untuk berdiri tegak saja rasanya tidak bisa. Arion hanya bisa berjalan sempoyongan dengan pelan.


Penjaga itu terus membuntut di belakang, tidak berani menyentuh Arion karena nanti pria itu akan lebih marah.


"Arkhh! Lepaskan. Sudah kubilang jangan sentuh aku.Kalian tidak pantas menyentuhku!" bentak Arion sambil menepis tangan penjaganya dari tubuhnya. "Ini juga, siapa yang memindah pintu ini di sini? Seharusnya ini ada di sebelah sana, cepat pindahkan sekarang juga!" Arion menunjuk ke sembarang arah.


Arion terus saja mengomel, pria itu juga terus berjalan dengan sempoyongan. Dia terus mengumpat karena masalah hari ini, dia begitu frustasi karena dipermalukan saat di persidangan mediasi tadi. Penjaga yang mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, heran dengan kelakuan tuannya.

__ADS_1


"Rico brengsek! Karen juga brengsek! Semua brengsek. Tidak ada yang peduli denganku," teriak Arion lantang. Suaranya itu menggema ke seluruh rumah.


"Kenapa tidak ada yang benar-benar mencintaiku. Papa dan Mamaku hanya peduli dengan harta. Aku tumbuh tanpa kasih sayang mereka. Novi, wanita yang sangat aku cintai juga mengkhianatiku. Rico, anak yang aku jaga dari kecil juga mengkhianati aku. Semua orang tidak ada yang peduli," umpat Arion.


Arion membanting apa saja yang ada di dekatnya. Mengeluarkan semua foto-foto Mira, isttinya. Foto Rico dan juga Novi. Satu persatu dirobeknya. Arion berteriak dan menangis di kamar seperti orang gila.


Kedua orang tuanya tidak pernah peduli dan bertanya keadaan Arion. Mereka berdua hidup di luar negeri tanpa pernah ingin tahu bagaimana kehidupan Arion di Indonesia.


Malam itu, Arion terus mengamuk tanpa alasan. Dia tidak berhenti berteriak dan mengumpat, hal itu membuat semua orang yang di rumah menjadi terganggu dan bingung harus melakukan apa kepada Arion. Tetapi, tidak ada yang berani untuk menghentikan Arion karena pria itu akan semakin mengamuk jika diganggu. Alhasil dia hanya dibiarkan begitu saja sampai merasa puas sendiri.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2