GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI

GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI
Bab 76. Makan Siang


__ADS_3

Hari ini Rico berjanji akan membawa Karen makan siang bareng dengan Papi Arion. Dia akan menjemput saat makan siang tiba.


Papi Arion telah menunggu di salah satu restoran yang menjadi favorit keluarga mereka. Dia penasaran, apa yang akan Rico bicarakan sehingga memintanya makan siang bareng.


Rico memang sengaja tidak mengatakan jika Karen ikut. Sebagai kejutan untuk Papi Arion.


Rico telah sampai di apartemennya yang juga ditempati Karen. Baru sekali dia menekan bel, telah terdengar suara kaki mendekati pintu. Tampak Karen yang telah cantik, membukakan pintu.


"Cantik banget," ucap Rico, spontan saat melihat Karen membukakan pintu.


Wajah Karen memerah mendengar pujian dari Rico. Selalu saja begitu. Dia akan malu setiap pria itu merayu atau menggombal dirinya. Walau Rico sudah sering melakukan itu.


"Jangan memandang aku seperti itu. Aku malu," ucap Karen, saat Rico masih terus menatapnya tanpa kedip.


"Aku ingin bersama kamu selamanya. Tidak sabar untuk mengulang malam pertama yang pernah kita lakukan." Ucapan Rico itu makin membuat wajah Karen memerah seperti tomat.

__ADS_1


"Kamu bicara apa?" tanya Karen dengan pelan.


Rico meraih jemari Karen, dan menutup pintu apartemen. Dia menarik pelan tangan wanita itu menuju lift. Rico tidak ingin Papi Arion menunggu terlalu lama dan membuat pria itu bosan.


"Jika aku terus menatap kamu, aku takut khilaf. Bukannya pergi makan siang, nanti aku jadinya mengajak kamu pergi ke hotel," ucap Rico dengan senyuman. Karen mencubit lengan Rico mendengar ucapan pria itu.


Rico menjalankan mobilnya dengan pelan menuju restoran tempat dia janjikan dengan Papi Arion. Pria itu berharap jika Papinya tidak bosan menunggu. Tadi pria paruh baya itu telah menghubungi dirinya, mengatakan telah sampai di tempat tujuan.


Dengan menggandeng tangan Karen, Rico berjalan memasuki restoran. Papi Arion yang telah berada di restoran itu memegang dadanya yang terasa sesak melihat kedua anaknya itu. Anak angkat dan anak kandung.


"Apa kabar, Karen?" tanya Arion. Rasanya ingin memeluk Karen, putri yang dia telantarkan itu.


"Aku harus jawab apa, Pi. Aku saat ini baik-baik saja walau sebelum tinggal bersama Rico tidak baik!" ucap Karen penuh penekanan.


Hati Arion sakit, terasa di tusuk belati. Anaknya masih menyimpan rasa aakit karena sikapnya. Dia sadar memang tidak pernah menjalankan kewajiban sebagai seorang ayah, dan dia juga sempat menyiksa putrinya itu.

__ADS_1


Rico menggenggam tangan Karen. Dia tahu bagaimana perasaan wanita itu. Pasti saat ini perasaannya bercampur aduk. Karena melihat pria yang pernah membuat dia trauma.


"Maafkan Papi karena membuat kamu terluka dan membenciku," ucap Arion pelan. Baruntung dulu dia meminta Karen memanggilnya Papi sehingga dia tidak canggung lagi menyebut dirinya papi.


"Apa kamu berharap aku melupakan semua kesalahan yang Papi lakukan? Bukannya aku dendam, tapi aku minta waktu untuk melupakan semua itu," ucap Karen pelan.


Arion tidak bisa menjawab, hanya diam seribu bahasa. Dia tahu pasti rasa sakit di hati putrinya sangatlah besar. Arion sadar dia tidak pantas dimaafkan karena terlalu kejam dengan putrinya itu.


"Aku nggak tahu harus melakukan apa untuk mengobati luka dan kecewa dihatimu selain ucapan maaf. Semua telah terjadi, menyesali juga tidak akan membuat semua kembali. Sekali lagi, maafkan Papi. Apa yang harus papi lakukan agar kamu bisa memaafkan kesalahanku?" tanya Arion dengan suara pelan.


"Tidak perlu melakukan apapun. Aku hanya butuh waktu. Bukannya aku tidak memaafkan, tapi aku hanya belum bisa melupakan semua. Aku tidak dendam. Percayalah. Aku pasti akan melupakan semuanya suatu saat nanti," ujar Karen.


Rico lalu mengajak keduanya menyantap hidangan untuk mencairkan suasana.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2