
Siang Ini Arion mengendarai mobilnya menuju sebuah restoran yang telah dijanjikan bersama Rico. Pria paruh baya itu ingin mengatakan kejujuran semua ini sekaligus memberikan surat pembatalan nikah.
Rico sebenarnya juga ingin bicara berdua dengan Papinya. Pria itu ingin tahu kebenaran akan apa yang dikatakan bawahannya.
Menurut orang suruhannya Rico, dia mendapat kabar jika Karen adalah putri kandung Arion. Itulah alasan utama dia berubah dan membatalkan pernikahan.
Arion yang telah sampai di restoran itu, memarkirkan mobilnya. Dia masuk ke restoran dengan langkah pasti. Pria paruh baya itu telah bertekad akan mengatakan kejujuran siapa Karen sebenarnya pada Rico. Arion berharap Rico nanti bisa membantunya.
Rico yang telah sampai duluan di restoran itu, melihat Papi angkatnya itu masuk ke ruang VIP tempat dia menunggu. Pria itu sengaja memilih ruangan VIP agar lebih pribadi dan mereka juga lebih leluasa mengobrol.
Arion yang telah melihat Rico, tersenyum pada putranya itu. Lalu dia memilih duduk berhadapan.
"Apa kamu telah lama menunggu Papi, Rico?" tanya Arion ramah.
Sejak Arion tahu kenyataan jika Karen adalah putri kandungnya, dia juga menyayangi Rico. Arion bersyukur putrinya mau menikah dengan putra angkatnya itu. Pria paruh baya itu tahu jika Rico pria yang baik dan pantas mendampingi putrinya itu.
__ADS_1
"Aku juga baru sampai, Pi. Papi mau pesan apa? Sebaiknya kita pesan makanan dulu sebelum mengobrol," ucap Rico berusaha tenang. Sebenarnya dia sudah tidak sabar ingin bertanya kebenaran tentang siapa Karen.
"Boleh juga. Kamu pesan saja apa yang menurutmu enak buat kita santap," ujar Arion.
Pria itu yakin putranya itu tidak akan lupa dengan menu kesukaan dia. Arion dan Rico memiliki selera yang sama. Mereka sama-sama pencinta makanan laut.
Rico memesan semua masakan dan makanan laut. Sudah lama rasanya tidak makan berdua dengan Papi dalam suasana baik tanpa ada pertengkaran.
Sementara pesanan di masak, Rico mengajak Arion bicara santai terlebih dahulu. Dia bertanya tentang bisnis dan kesehatan Papinya itu.
"Ini makanan kesukaan Papi. Aku ingat betul. Jika Mami masak ini, kita akan rebutan dan menghabiskan nasi berpiring-piring," ucap Rico mencairkan suasana.
"Kamu yang selalu menghabiskan, bukan Papi," jawab Arion tidak mau kalah.
Arion dan Rico menyantap semua hidangan. Seolah itu akan sulit mereka dapatkan lagi. Setelah mereka menyelesaikan makannya, wajah Rico mulai tampak serius lagi.
__ADS_1
Rico merubah duduknya. Kembali dia menarik napas untuk menenangkan pikirannya. Rico ingin bicara dengan kepala dingin. Hal serupa juga dilakukan Arion. Cuma dia tampak sedikit gelisah.
"Apa yang ingin Papi katakan denganku, apa ada hal penting sehingga kita harus bicara berdua saja?" tanya Rico akhirnya sebagai pembuka suara.
"Ya, Nak. Papi ingin mengungkapkan satu fakta yang baru diketahui. Papi sangat berharap kamu bisa menerima semua yang akan Papi katakan," ucap Arion pelan.
Rico menganggukkan kepalanya sebagai tanda dia akan mencoba menerima penjelasan orang tua angkatnya itu. Wajah keduanya mulai tampak tegang. Walau Rico telah mengetahui kebenaran itu, dia juga ingin memastikan semua. Mendengar langsung dari mulut Arion semua kebenaran itu.
Kembali Arion menarik napas. Dia mengusap wajahnya. Pria itu tidak tahu harus memulai dari mana untuk mengatakan semua kebenaran itu.
"Papi ingin mengatakan satu kebenaran tentang Karen dan mengapa Papi mengambil keputusan untuk membatalkan pernikahan kami. Papi yakin dari kemarin-kemarin kamu dan Karen pasti heran dengan perubahan sikap Papi," ucap Arion pelan.
Rico mendengar dengan serius. Dia tampak mengangguk-anggukan kepalanya saat mendengar Papi bicara.
...****************...
__ADS_1