GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI

GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI
Bab 39. Ancaman Rico


__ADS_3

Arion mencoba kembali tenang. Dia tidak mau Rico melihat kelemahannya. Ucapan Rico itu benar adanya. Jika semua orang tahu istri mudanya mencoba bunuh diri, pasti dia akan menjadi bahan gunjingan.


Selama ini dia selalu berusaha menutupi semua kejelekan didirinya. Tidak ada seorang pun yang tahu jika rumah tangganya selama ini penuh dengan sandiwara dan kepalsuan.


Semua orang tahu, dia dan istrinya hidup harmonis. Maminya Rico, selalu menutupi semua keburukan Arion hingga dia menutup mata.


"Kau tidak bisa menjatuhkan namaku dengan masalah ini. Apa ada yang percaya dengan ucapanmu?" tanya Arion ketus.


"Apa Papi ingin membuktikan semua? Aku bisa mengirimnya ke grup perusahaan. Kita lihat apa pemdapat mereka setelah melihat video ini!" ucap Rico.


Dia memperlihatkan video di mana Arion yang menarik tangan Karen masuk ke rumah dengan paksa. Tampak rahang pria itu mengeras dan menegang, bukti jika dia sedang menahan amarahnya.


Mungkin pria paruh baya itu tidak menduga jika Rico bisa mendapatkan video itu. Dia merasa telah bersembunyi jauh dari jangkauan orang-orang.

__ADS_1


"Jika Papi membawa Karen jauh dariku, aku bersumpah akan menyebarkan semua video saat Papi bertengkar dengan mami dan juga saat Papi memukul mami. Itu pasti akan membuat semua rekan kerja Papi akan berpikir ulang untuk bekerja sama," ancam Rico


Arion tidak dapat bersuara. Dia tidak akan mau nama baiknya tercoreng. Itu akan mempengaruhi bisnisnya saat ini. Apa lagi keadaan perusahaannya sedang tidak baik-baik saja.


Saat ini, banyak rekan kerjanya yang mengundurkan diri untuk kerja sama. Mereka lebih memilih perusahaan kecil yang sedang berkembang.


Rico merasa ucapannya memengaruhi emosi Arion. Dia tersenyum senang. Semua ini ide dari Andi, bawahannya.


"Kau bisa merasa menang saat ini, tapi untuk dapat memiliki Karen seutuhnya kau tidak akan pernah bisa. Karena aku tidak akan pernah menceraikan Karen sampai kapanpun," ucap Arion dengan suara sinis.


"Ternyata benar yang orang katakan, jika percuma kita menjaga anak orang. Suatu saat dia pasti akan mengkhianati kita jika dia telah dewasa. Lebih baik pelihara hewan, masih ada rasa terima kasih," ucap Arion.


Setelah itu dia pergi meninggalkan Rico. Pria itu tampak mengerutkan dahinya. Berpikir apa arti dari ucapan pria paruh baya itu.

__ADS_1


"Antoni, kamu dengar apa yang Papi ucapkan tadi. Sudah tiga kali Papi mengatakan semua itu. Jika aku tidak salah, semua arti ucapan Papi itu mengisyaratkan jika aku bukan anak kandungnya. Menurut kamu gimana?" tanya Rico.


Antoni hanya tersenyum. Tidak berani menjawab pertanyaan Rico. Dia sendiri sebenarnya telah curiga sejak kemarin Arion mengatakan itu, tapi dia tidak berani menyampaikan pendapatnya itu. Takut salah.


"Antoni, aku ingin kamu selidiki semua ini. Aku ingin tahu kebenarannya!" ucap Rico.


"Baik, Pak."


"Aku akan beri nama orang yang perlu kamu dekati dan selidiki. Aku ingin kamu mulai dari panti asuhan di mana mami dulu menjadi donatur. Aku curiga jika aku hanyalah anak angkat dari panti itu," ucap Rico pelan.


Dalam hatinya Rico masih berharap jika dia anak kandung dari Papi dan Maminya. Sejahat apa pun Arion, dia yang telah membesarkan dan mencukupi semua kebutuhan hidupnya. Dia hidup berkecukupan.


"Aku berharap semua yang aku takutkan ini tidak benar," ucap Rico lirih.

__ADS_1


Antoni dan Andi saling pandang. Mereka berdua sudah mencurigai ini dari pertama kali Arion mengatakan ucapan yang sama kemarin.


...****************...


__ADS_2