GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI

GAIRAH TERLARANG ANAK TIRI
Bab 62. Menerima Lamaran


__ADS_3

Karen terpana mendengar lamaran yang diucapkan Rico. Bukannya wanita itu tidak menyukai semua yang Rico lakukan, tapi dia sadar semua belum waktunya.


"Karen, aku sudah lama menanti saat ini. . Maukah kamu menemaniku menjadi satu-satunya bidadari dunia dengan menerima lamaranku? Kata orang, cinta adalah sebuah penyakit yang bisa disembuhkan dengan pernikahan. Maukah kamu jadi penyembuh sakitku?" tanya Rico masih dengan berlutut sambil memegang kotak cincin.


Belum ada jawaban dari Karen, lalu pria itu berdiri. Berhadapan dengan Karen.


"Karen, ada nama yang selalu tertulis di dalam hati. tapi, belum tentu ia tertulis di atas buku nikah. Dan aku ingin kamu tertulis di keduanya. Aku hanya ingin menjagamu. Dan malam ini, aku ingin mengatakan dengan segenap kerinduanku. Aku ingin kamu memjadi pendamping hidupku selamanya," ucap Rico lagi.


Karen tersenyum pada Rico. Dia tampak menarik napas dalam sebelum berucap.


"Rico, aku bukannya tidak mau menerima. Namun, aku rasa waktunya belum tepat untuk kita menuju jenjang yang lebih serius. Aku masih harus menunggu akta cerai. Aku harap kamu bisa bersabar. Aku sebenarnya juga ingin selamanya denganmu."

__ADS_1


Rico kembali duduk dan meraih tangan Karen yang berada di atas meja. Mengecupnya dengan tulus.


"Aku juga tidak akan menikahi kamu sekarang. Aku hanya ingin melamar dan mengetahui isi hati kamu. Apakah kamu benar mencintaiku? Aku takut hanya aku saja yang mencintaimu tapi kamu tidak."


Karen kembali tersenyum. Dia tidak menduga Rico bisa berpikir hingga seperti itu.


"Rico, dengar ucapanku ini baik-baik. Aku berterima kasih karena kamu sudah memilihku untuk bersamamu, aku tahu aku sangatlah beruntung memilikimu. Kau datang di hidupku dan kurasa itulah keajaiban yang diturunkan Tuhan kepadaku. Kamu telah membuatku melewati jalan yang penuh liku dengan senyuman dan penuh kebahagiaan, sekali lagi terima kasih, Rico. Aku bersedia menikah denganmu setelah akta cerai keluar. Jangan ragukan cintaku ini," ucap Karen dengan senyuman.


Senyum semringah langsung terlihat dari wajah Rico. Dia tadi berpikir Karen menolaknya.


"Aku tidak butuh kata gombal dan rayuanmu, Riko. Aku hanya butuh pembuktian. Bukankah pria sejati tidak akan pernah mengingkari ucapannya. Mulai hari detik ini, buktikan semua kata-katamu," ucap Karen dengan tegas.

__ADS_1


"Aku akan buktikan pada dunia, jika kamu wanita paling beruntung. Akan aku buat wanita di luar sana cemburu melihat kamu yang sangat aku cintai. Sekali lagi aku tanyakan, apakah kamu bersedia menjadi pendampingku dan ibu anak-anakku?" tanya Rico. Dia ingin kepastian sekali lagi.


Karen tidak menjawab pertanyaan Rico yang entah udah keberapa kali. Hanya anggukan kepala sebagai jawabannya. Pria itu langsung berdiri dan mengajak Karen juga berdiri. Setelah itu Rico memeluk tubuh wanita yang dia cintai itu dengan eratnya. Seolah takut kehilangan.


"Orang-orang bilang kalau jatuh cinta hanya terjadi sekali, tapi mereka tidak benar. Setiap aku melihatmu, aku selalu jatuh cinta, lagi dan lagi. Kamu adalah orang yang muncul pertama kali ketika aku akan mengawali hari dan kamu akan selalu hadir ketika aku akan tidur di malam hari," ucap Rico dengan antusias.


"Aku nggak butuh kata cinta dan gombal saja tapi bukti nyata dari semua ucapanmu itu. Setelah akta ceraiku keluar, segera buktikan semua ucapanmu itu," ujar Karen.


"Baiklah, Sayang. Aku akan buktikan dengan menikahimu segera. Besok Pengacaraku akan aku minta agar secepatnya surat akta ceraimu keluar."


Rico lalu mengajak Karen untuk duduk ke tempat semula. Setelah itu menyematkan cincin di jari manis gadis itu sebagai tanda pengikat.

__ADS_1


Tanpa kedip Karen memandangi cincin yang disematkan di jari manisnya. Tanpa bisa di bendung air mata jatuh membasahi pipi mulusnya. Bahagia dan terharu.


...****************...


__ADS_2