
Ayah Rusdi dan Papi Arion telah berada di ruang bersalin bergabung dengan Rico dan Karen. Kedua pria paruh baya itu tampak sangat bahagia.
"Siapa nama cucu ayah yang cantik ini?" tanya Ayah Rusdi.
"Aneesha Tiara Haniyyah, dipanggil Tiara saja, Yah," jawab Karen.
"Apa ada artinya nama cucu Papi ini, Karen?" Kali ini Papi Arion yang bertanya.
"Artinya Wanita yang memiliki hiasan mutiara yang murni, Pi," jawab Karen lagi.
"Cantik banget cucu Papi. Rasa ingin menggendongnya terus," ucap Papi kembali mengecup pipi cucunya.
Saat ini Tiara berada dalam gendongan Papi Arion. Bergantian dengan Ayah Rusdi.
"Pi, letakkan aja di tempat tidur. Jangan digendong terus. Nanti anaknya jadi manja banget," ucap Rico.
Rico juga mendengar mitos itu dari buku bacaan dan cerita novel yang sering dia baca. Jika ada waktu senggang pria itu selalu menyempatkan diri membaca novel online di Noveltoon. Penulis favorit-nya Mama Reni.
"Betul yang Mas Rico katakan, Pi. Aku pernah baca, anak bayi kalau sering di gendong nanti dia manja, maunya di gendong terus nantinya," ucap Karen.
"Kalau emang dia maunya di gendong terus, biar Papi yang gendong. Papi akan selalu siap menimangnya," ujar Papi.
"Ayah juga akan selalu bersedia menggendongnya jika dia menangis dan minta di gendong," ujar Ayah Rusdi.
__ADS_1
"Emang Papi dan Ayah tidak capek kalau gendong Tiara terus. Nanti kalau ingin makan tak bisa karena Tiara maunya dalam gendongannya Papi dan Ayah aja," ucap Karen dengan tersenyum.
"Buat cucu Papi yang cantik, tidak ada kata capek."
Ayah Rusdi dan Papi Arion kembali bergantian menggendong Tiara. Rico dan Karen tidak bisa melarangnya lagi.
***
Tiga hari telah berlalu sejak Karen melahirkan. Hari ini dia telah diizinkan kembali ke rumah. Papi Arion dan Ayah Rusdi yang paling antusias mendengar Karen telah diizinkan pulang. Itu berarti mereka bisa lebih lama lagi bersama sang cucu.
Jika di rumah sakit, saat malam mulai menjelang, keduanya harus sudah meninggalkan ruangan karena tidak mungkin mereka menginap bersama di ruang rawat itu.
Tengah malam Rico mendengar suara tangisan bayinya. Pria itu bangun dan mencoba menidurkan Tiara kembali. Namun, bukannya tidur, sang putri malah makin kencang menangis.
"Mas, bawa Tiara ke sini. Biar aku susu'kan," ucap Karen.
Rico kaget mendengar suara istrinya dan mendekati tempat tidur. Pria itu memberikan Tiara ke pangkuan Karen.
"Maaf, aku udah berusaha membuatnya tidur lagi. Tapi bukannya tidur, malah makin keras suara tangisnya," ucap Rico seakan menyesali.
"Tiara itu haus, Mas. Tidak akan diam jika hanya ditimang," ucap Karen.
Rico lalu duduk di samping Karen dan memandangi anaknya yang sedang di susu ibunya itu.
__ADS_1
"Sayang, rasanya baru kemarin aku mengenal kamu. Baru kemarin menikahi kamu, sekarang aku telah menjadi Daddy dan kamu telah menjadi Mami," ucap Rico sambil memegang jari mungil putrinya.
"Aku juga terkadang tidak percaya, jika telah menikah dan memiliki anak dari kamu, Mas. Aku pikir kita tidak mungkin dapat bersatu lagi. Namun, takdir berkata lain. Mungkin itu yang dinamakan jodoh," ucap Karen.
"Sayang, sebenarnya dulu, saat awal kita kenalan, apa kamu juga telah suka denganku?" tanya Rico.
Dia ingat awal bertemu Karen di salah satu cafe. Karen bekerja di sana. Rico dan teman-temannya yang nongkrong melihat Karen yang sangat cantik langsung tertarik. Namun, Rico yang akhirnya memenangkan hati Karen.
"Iya, Mas. Namun, semua aku tepis karena rasanya tidak mungkin kamu suka dengan gadis miskin seperti aku. Aku juga merasa tidak mungkin kita dapat bersatu karena status kita yang jauh berbeda."
"Aku dari awal kenalan juga telah mencintai kamu. Aku menyimpan rasa itu karena aku kurang percaya diri. Banyak pria yang mendekati kamu. Makanya aku memendam semua perasaanku denganmu."
"Mas, aku bahagia banget pada akhirnya aku tau jika cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Apa lagi kamu ternyata mencintai aku lebih dari yang aku tau. Kamu memberikan semua yang tidak pernah aku dapatkan," ucap Karen dengan haru.
Rico memeluk Karen dan mengecup pucuk kepala istrinya itu. Tiara telah tertidur kembali. Rico membaringkan kembali sang putri ke tempat tidurnya. Setelah itu, Rico naik kembali ke ranjang dan memeluk Karen kembali.
"Pernikahan yang sukses bukanlah saat aku bisa menjalani hidup dengan damai bersamamu Sayang, melainkan saat aku tidak dapat menjalani hidup dengan damai tanpamu.Hari ini, kemarin, dan seterusnya, aku akan selalu bahagia dan berterima kasih kepadamu. Kamu adalah sumber kebahagiaanku," bisik Rico di telinga istrinya itu.
"Hatiku adalah yang paling beruntung dan paling bahagia di alam semesta karena kamu hidup di dalamnya. Tidak ada kata yang dapat menjelaskan betapa aku bersyukur menjadi penerima cinta dan dukunganmu.Ketika aku mengatakan aku mencintaimu, aku tidak mengatakannya dengan santai. Aku mengatakannya untuk mengingatkanmu bahwa kamu adalah segalanya bagiku, dan hal terbaik yang pernah terjadi padaku dalam hidup," balas Karen dengan berbisik juga dan memberikan senyumnya.
"Aku ingin hidup denganmu hingga kita menua." Kembali Rico berbisik. Keduanya berpelukan dan kembali mencoba memejamkan mata lagi.
...****************...
__ADS_1